• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyakit-penyakit akibat protozoa (B50-B64)

Dalam dokumen ICD X (Halaman 44-52)

Kecuali: amoebiasis (A06.-),

penyakit usus akibat protozoal lain (A07.-) Malaria

Malaria adalah penyakit akibat Plasmodium falciparum, P. vivax, P. malariae, atau P. ovale. Infeksi terjadi melalui tusukan nyamuk anopheles, transfusi darah, atau penggunaan jarum bersama di antara pengguna narkoba.. Masa inkubasi 10-35 hari, disusul oleh masa prodroma berupa demam ringan, lesu, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa dingin, sehingga sering diduga influenza. Serangan dimulai dengan menggigil, demam dan keringatan, pada malaria vivax dan ovale setiap 48 jam, pada malaria falciparum setiap 36-72 jam, dan pada malaria malariae setiap 72 jam. Gejala diikuti anemia dan splenomegali, dengan perjalanan penyakit kronis berulang.

Lingkaran hidup dimulai ketikaanopheles betina menelan gametosit malaria dari darah, yang berubah menjadi sporozoit yang akan bermukim di kelenjar saliva nyamuk. Sporozoit yang

disuntikkan ke manusia memasuki sel-sel parenkim hati dan memperbanyak diri (fase eksoeritrosit). Setelah 2-4 minggu, terbentuk merozoit yang memasuki darah dan eritrosit (fase eritrosit). Mereka memperbanyak diri di dalam eritrosit membentuk generasi merozoit baru. Eritrosit akan pecah, merozoit dibebaskan ke dalam plasma dan memasuki eritrosit baru, lalu memperbanyak diri. Gametosit yang juga terbentuk di eritrosit, tidak mampu memperbanyak diri kalau tidak ditelan kembali oleh anopheles.

B50 MalariaPlasmodium falciparum

Termasuk: infeksi campuranP. falciparumdenganPasmodium spp. lain B50.0 MalariaP. falciparumdengan komplikasi otak

Malaria otak NOS

B50.8 MalariaP. falciparumberat dan berkomplikasi lain MalariaP. falciparumberat dan berkomplikasi NOS B50.9 MalariaP. falciparum, tidak dijelaskan

B51 MalariaPlasmodium vivax

Termasuk: infeksi campuranP. vivaxdenganPlasmodium spp. lain Kecuali: bercampur denganP. falciparum(B50.-)

B51.0 MalariaP. vivaxdengan ruptur limpa B51.8 MalariaP. vivaxdengan komplikasi lain B51.9 MalariaP. vivaxtanpa komplikasi

MalariaP. vivaxNOS

B52 MalariaPlasmodium malariae

Termasuk: infeksi campuranP. malariaedenganPlasmodium spp. lain Kecuali: bercampur denganP. falciparum(B50.-)

bercampur denganP. vivax(B51.-) B52.0 MalariaP. malariaedengan nephropathy B52.8 MalariaP. malariaedengan komplikasi lain B52.9 MalariaP. malariaetanpa komplikasi

MalariaP. malariaeNOS

B53 Malaria lain yang secara parasitologi dipastikan B53.0 MalariaP. ovale

Kecuali: bercampur denganP. falciparum(B50.-) bercampur dengan P.vivax(B51.-)

bercampur denganP. malariae(B52.-) B53.1 Malaria akibat plasmodia simian (monyet)

Kecuali: bercampur denganP. falciparum(B50.-) bercampur denganP. vivax(B51.-)

bercampur denganP. malariae(B52.-) bercampur denganP. ovale(B53.0),

B53.8 Malaria lain yang secara parasitologi dipastikan, not elsewhere classified; Malaria yang secara parasitologi dipastikan NOS.

B54 Malaria yang tidak dijelaskan

Malaria yang didiagnosa secara klinis tanpa konfirmasi parasitologi

B55 Leishmaniasis

Leishmaniasis disebabkan olehLeishmania spp. yang ditularkan lalat Phlebotomus (sandfly). Manifestasinya bisa viseral, mukokutan, atau kulit, tergantung strain yang menyerang dan kekebalan. Kala-azar disebabkan olehL. donovani, masuk aliran darah, bersarang di sistem

retikulo-endotel, menimbulkan demam, splenomegali, kurus dan pansitopenia, dengan angka kematian 90% kalau tidak diobati. Leishmaniasis kulit disebabkan oleh L. tropica atau L. major, dengan ulkus granulomatosa berbatas tegas. Ulkus mukokutan di muka disebabkan oleh L. mexicana., L. braziliensis peruvia, dan L. braziliensis braziliensis. Jenis lain, L. mexicana amazonensis dan L. tropica aethiopica menyebabkan lesi kulit tersebar luas menyerupai lepra lepromatosa.

B55.0 Leishmaniasis viseral; Kala-azar;

Leishmaniasis kulit pasca-kala-azar B55.1 Leishmaniasis kulit

B55.2 Leishmaniasis mukokutan B55.9 Leishmaniasis, tidak dijelaskan

B56 Trypanosomiasis Afrika

Trypanosomiasis adalah penyakit kronis akibat T. brucei var. gambiense dan T. brucei var. rhodesiense yang menyebabkan penyakit tidur Afrika, ditularkan oleh lalat Tsetse (Glossina spp.). Tripanosomiasis ini khas dengan demam, limfadenopati, erupsi kulit, dan edema-edema lokal yang nyeri. Gejala SSP seperti tremor, sakit kepala, apathy, dan kejang akan muncul kemudian dan menyebabkan koma dan kematian.

B56.0 Trypanosomiasis Gambia; West African sleeping sickness B56.1 Trypanosomiasis Rhodesia; East African sleeping sickness B56.9 Trypanosomiasis Afrika, tidak dijelaskan; Sleeping sickness NOS B57 Penyakit Chagas

Penyakit Chagas atau Trypanosomiasis Amerika terdapat di Amerika Selatan dan Tengah, disebabkan oleh T. cruzi, ditularkan oleh insekta reduviid (Triatoma). Gejala akut terutama pada anak-anak kecil, khas dengan demam, limfadenopati, hepatosplenomegali, dan edema muka. Kadang-kadang disertai meningoensefalitis dan kejang yang menyebabkan cacad mental atau fisik yang permanen, atau kematian.

Termasuk: American trypanosomiasis; Infeksi Trypanosoma cruzi

B57.0† Penyakit Chagas akut yang melibatkan jantung (I41.2*, I98.1*) Penyakit Chagas akut yang melibatkan kardiovaskuler NEC (I98.1*) Penyakit Chagas akut dengan miokarditis (I41.2*)

B57.1 Penyakit Chagas akut tanpa melibatkan jantung; Penyakit Chagas akut NOS

B57.2 Penyakit Chagas (kronis) yang melibatkan jantung Trypanosomiasis Amerika NOS

Penyakit Chagas (kronis) NOS

Penyakit Chagas (kronis) (dengan) melibatkan kardiovaskuler NEC † (I98.1*), Penyakit Chagas (kronis) (dengan) myokarditis † (I41.2*)

Trypanosomiasis NOS, di tempat penyakit Chagas prevalent B57.3 Penyakit Chagas (kronis) yang melibatkan sistem pencernaan B57.4 Penyakit Chagas (kronis) yang melibatkan sistem syaraf B57.5 Penyakit Chagas (kronis) yang melibatkan organ lain

B58 Toxoplasmosis

Penyakit granulomatosa umum atau SSP akibat Toxoplasma gondii. Infeksi asimptomatik di seluruh dunia menunjukkan variasi 7-94%. Ia menyerang dan memperbanyak diri secara aseksual di dalam sitoplasma sel-sel berinti, dan membentuk kista di jaringan. Perbanyakan secara seksual terjadi pada sel-sel usus kucing, oosit yang dihasilkan keluar bersama feses. Penularan bisa terjadi

melalui plasenta, makan daging berkista yang kurang masak, dan melalui oosit di tanah yang tercemar kotoran kucing.

Termasuk: Infeksi Toxoplasma gondii Kecuali: Toxoplasmosis kongenital (P37.1) B58.0† Okulopati toxoplasma;

chorioretinitis toxoplasma (H32.0*) B58.1† Hepatitis toxoplasma (K77.0*)

B58.2† Meningoencephalitis toxoplasma (G05.2*) B58.3† Toxoplasmosis paru-paru (J17.3*)

B58.8 Toxoplasmosis yang melibatkan organ lain: Miokarditis toxoplasma † (I41.2*);

Miositis toxoplasma † (M63.1*) B58.9 Toxoplasmosis, tidak dijelaskan

B59† Pneumocystosis (J17.3*)

Pneumonia akibat Pneumocystis carinii

B60 Penyakit protozoa lain, not elsewhere classified Kecuali: Kriptosporidiosis (A07.2);

Isosporiasis (A07.3)

Mikrosporidiosis usus (A07.8) B60.0 Babesiosis

Piroplasmosis [infeksi intraeritrosit pada hewan] B60.1 Acanthamoebiasis

Konjungtivitis akibatAcanthamoeba† (H13.1*) Keratokonjungtivitis akibatAcanthamoeba† (H19.2*) B60.2 Naegleriasis

Meningoensefalitis amuba primer † (G05.2*) B60.8 Penyakit protozoa lain yang dijelaskan:

Mikrosporidiosis

B64 Penyakit protozoa yang tidak dijelaskan

Helminthiases (B65-B83)

B65 Schistosomiasis [bilharziasis]

Penyakit visera akibat cacing darah Schistosoma, yang hidup di dalam vena mesenterium atau bladder. Telur yang menembus mukosa usus atau bladder akan tiba di air, menetas, melepaskan miracidia yang dengan cepat berubah menjadi ribuan cercaria di dalam keong. Cercaria dapat menembus kulit, dan berubah menjadi skistosomula, pada saat ini terjadi dermatitis. Skistosomula pindah ke vena bladder atau usus, menjadi dewasa dan bertelur dalam waktu 1 – 3 bulan sejak memasuki kulit.

Gejala penyakit mencakup demam, menggigil, mual, nyeri abdomen, malaise, mialgia, urtikaria merah, dan eosininofilia. Kadang-kadang telur nyasar ke SSP dan menyebabkan mielitis transversa atau kejang. Penyakit lain termasuk akibat dari trematoda usus Fasciolopsis buski, Heteropyes atau Metagonimus; trematoda hati seperti Fasciola hepatica dan Clonorshis sinensis, dan trematoda paru seperti Paragonimus sp.

Termasuk: snail fever

B65.0 Skistosomiasis akibatSchistosoma haematobium[schistosomiasis urine] B65.1 Skistosomiasis akibatSchistosoma mansoni[schistosomiasis usus] B65.2 Skistosomiasis akibatSchistosoma japonicum:

Skistosomiasis Asia B65.3 Dermatitis cercaria

Swimmer's itch B65.8 Skistosomiasis lain:

Infeksi Schistosoma intercalatum, Schistosoma mattheei, Schistosoma mekongi B65.9 Skistosomiasis, tidak dijelaskan

B66 Infeksi cacing jaringan (fluke) lainnya B66.0 Opisthorchiasis

Infeksi cacing hati kucing

Opisthorchis (felineus)(viverrini) B66.1 Clonorchiasis

Penyakit cacing hati Cina, Penyakit cacing hati oriental; Infeksi Clonorchis sinensis B66.2 Dicrocoeliasis

Infeksi Dicrocoelium dendriticum Infeksi cacing jaringan lancet B66.3 Fascioliasis

Infeksi: Fasciola gigantica, F. hepatica, F. indica; Penyakit cacing hati domba

B66.4 Paragonimiasis

Infeksi Paragonimus sp; Penyakit cacing paru-paru Distomiasis paru-paru B66.5 Fasciolopsiasis

Infeksi Fasciolopsis buski; Distomiasis usus

B66.8 Infeksi fluke lain

Echinostomiasis, Heterophyiasis, Metagonimiasis, Nanophyetiasis, Watsoniasis B66.9 Infeksi cacing jaringan, tidak dijelaskan

B67 Echinococcosis

Echinococcus adalah cacing dari jenis cestoda (cacing pita), berbentuk panjang, pipih dan bersegmen, tidak memiliki pencernaan tapi memperoleh makanan secara langsung dengan menyerapnya dari usus tuan rumah. Echinococcosis adalah infeksi larvaEchinococcus granulosus yang bisa menimbulkan kista di dalam hati dan organ lain. Penularan mulai dari telur yang ada dalam feses anjing, serigala atau kaninus lain, ditelan oleh sapi, domba atau manusia, lalu diserap saluran pencernaan dan memasuki hati, paru-paru, dan kadang-kadang otak, tulang, dsb. Larva berkembang dengan lambat, bertahun-tahun, membentuk kista hidatid yang akan berkembang lagi kalau dimakan anjing. Echinococcus multilokularis memiliki siklus yang sama, dan umumnya berasal dari serigala..

Termasuk: hydatidosis

B67.0 InfeksiEchinococcus granulosuspada liver B67.1 InfeksiEchinococcus granulosuspada lung B67.2 InfeksiEchinococcus granulosuspada bone

B67.3 InfeksiEchinococcus granulosuspada, other and multiple sites B67.4 InfeksiEchinococcus granulosus, tidak dijelaskan

B67.5 Infeksi Echinococcus multilocularis pada hati

B67.6 InfeksiEchinococcus multilocularispada situs lain dan ganda B67.7 InfeksiEchinococcus multilocularis, tidak dijelaskan

B67.8 Echinococcosis pada hati, tidak dijelaskan

B67.9 Echinococcosis, di tempat lain and tidak dijelaskan;Echinococcosis NOS B68 Taeniasis

Infeksi saluran usus, sering tanpa gejala, akibat sestoda dewasa Taenia saginata yang berasal dari sapi, atau Taenia solium yang berasal dari babi. Infeksi stadium larva T. solium dapat menyebabkan neurocysticercosis dengan kejang epilepsi.

Kecuali: cysticercosis (B69.-) B68.0 TaeniasisTaenia solium

(Infeksi) cacing pita babi B68.1 TaeniasisTaenia saginata

(Infeksi) cacing pita sapi

Infeksi cacing pitaTaenia saginatadewasa B68.9 Taeniasis, tidak dijelaskan

B69 Cysticercosis

Termasuk: infeksi cysticerciasis akibat bentuk larvaTaenia solium

B69.0 Cysticercosis sistem syaraf pusat B69.1 Cysticercosis mata

B69.8 Cysticercosis pada situs lain B69.9 Cysticercosis, tidak dijelaskan B70 Diphyllobothriasis and sparganosis

Infeksi Diphyllobothrium latum, atau cacing pita ikan, sering tanpa gejala. Ia menyerap vitamin B12 dari usus sehingga timbul defisiensi vitamin ini dan anemia megaloblastik..

B70.0 Diphyllobothriasis:

Infeksi Diphyllobothrium (dewasa) (latum) (pacificum), (Infeksi) cacing pita ikan

Kecuali: diphyllobothriasis larva (B70.1) B70.1 Sparganosis

InfeksiSparganum(mansoni)(proliferum); infeksi larva Spirometra Diphyllobothriasis larva

Spirometrosis

B71 Infeksi cestoda lainnya B71.0 Hymenolepiasis

(Infeksi) cacing pita cebol (dwarf) (Infeksi) cacing pita tikus

B71.1 Dipylidiasis

(Infeksi) cacing pita anjing

B71.8 Infeksi cestoda lain yang dijelaskan Coenurosis

B71.9 Infeksi cestoda, tidak dijelaskan: (Infeksi) cacing pita NOS

Infeksi nematoda (cacing bulat) jenisDracunculus medinensis yang dapat menyebabkan ulkus nyeri pada kulit dan arthritis yang melumpuhkan. Infeksi melalui air terkontaminasi, menembus usus, dan menjadi dewasa di jaringan ikat. Bagian kepala muncul di kulit dan membentuk papula merah, vesikula, dan ulkus.

Infeksi Dracunculus medinensis, Infeksi cacing Guinea

B73 Onchocerciasis

Infeksi nematoda filaria yang menyebabkan penyakit kulit kronis dan lesi mata yang dapat menyebabkan buta.

Infeksi Onchocerca volvulus, Onchocercosis,

River blindness B74 Filariasis

Filariasis limfatik adalah infeksi oleh 3 spesies Filarioidea,Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, atauB. timori, yang menyebabkan adenolimfangitis akut, limfedema kronik, hidrokel, dan chiluria. Larva yang disuntikkan nyamuk memasuki darah dan saluran limfe, menjadi dewasa dalam 6-12 bulan. Radang kelenjar limfe menyumbat aliran limfe dan terjadinya penyakit kaki gajah. Loiasis adalah infeksi Loa loa, menyebabkan angioedema lokal pada kulit dan sindroma hipereosinofilia allergi. Ia disuntikkan oleh lalat Chrysops (deerfly atau horsefly).

Kecual: Onchocerciasis (B73);

Eosinofilia (pulmonalis) tropis NOS (J82) B74.0 Filariasis akibatWuchereria bancrofti:

Elefantiasis bancrofti, Filariasis bancrofti

B74.1 Filariasis akibatBrugia malayi

B74.2 Filariasis akibatBrugia timori

B74.3 Loiasis

InfeksiLoa loa

Sembab Calabar

Penyakit cacing mata Afrika B74.4 Mansonelliasis:

Infeksi Mansonella ozzardi, M. perstans, M. streptocerca B74.8 Filariasis lain

Dirofilariasis

B74.9 Filariasis, tidak dijelaskan

B75 Trichinellosis

Infeksi Trichinella spiralis, yang dapat menyebabkan gejala pencernaan ringan diikuti oleh edema periorbita, nyeri otot, demam, dan eosinofilia.

Infeksi Trichinella spp; Trichiniasis

B76 Hookworm diseases

Penyakit cacing tambang disebabkan oleh Ankylostoma duodenale atau Necator americanus, menyebabkan nyeri perut dan anemia defisiensi besi. LarvaAnkylostoma braziliense pada anjing atau kucing dapat masuk tubuh manusia melalui kulit, menyebabkan cutaneous larva migrans.

Termasuk: Uncinariasis B76.0 Ancylostomiasis

Infeksi Ancylostoma sp. B76.1 Necatoriasis

Infeksi Necator americanus B76.8 Penyakit cacing tambang lain

B76.9 Penyakit cacing tambang, tidak dijelaskan: Cutaneous larva migrans NOS

B77 Ascariasis

TelurAscaris lumbricoides menetas di duodenum, menembus dinding usus dan dibawa darah ke jantung dan paru-paru. Selanjutnya melalui bronkus mereka tiba di orofarings dan tertelan, lalu menjadi dewasa di usus.

Termasuk: Askaridiasis Infeksi cacing gelang

B77.0 Askariasis dengan komplikasi usus B77.8 Askariasis dengan komplikasi lain B77.9 Askariasis, tidak dijelaskan

B78 Strongyloidiasis

InfeksiStrongyloides stercoralis, menyebabkan rash kulit, eosinofilia, dan nyeri perut. B78.0 Strongyloidiasis usus

B78.1 Strongyloidiasis kulit

B78.7 Strongyloidiasis disseminata B78.9 Strongyloidiasis, tidak dijelaskan

B79 Trichuriasis - Trichocephaliasis;: Whipworm (penyakit)(infeksi) Trichocephaliasis

(Penyakit)(infeksi) whipworm [cacing cambuk]

B80 Enterobiasis - Oxyuriasis; Pinworm infection; infeksi Threadworm Oxyuriasis

Infeksi pinworm [cacing jarum] Infeksi threadworm [cacing benang]

B81 Helminthiasis usus lainnya, not elsewhere classified

Kecuali: angiostrongyliasis akibatParastrongylus cantonensis(B83.2) B81.0 Anisakiasis

Infeksi larvaAnisakis

B81.1 Capillariasis usus Capillariasis NOS

Infeksi Capillaria philippinensis, Kecuali: capillariasis hati (B83.8) B81.2 Trichostrongyliasis

B81.3 Angiostrongyliasis usus

Infeksi Parastrongylus costaricensis B81.4 Helminthiasis usus campuran

Helminthiasis campuran NOS

Infeksi cacing usus yang dapat diklasifikasikan pada lebih dari satu di antara kategori B65.0-B81.3 dan B81.8.

B81.8 Helminthiasis usus lain yang dijelaskan

InfeksiOesophagostomum sp. [oesophagostomiasis] InfeksiTernidens diminutus[ternidensiasis]

B82 Parasitisme usus yang tidak dijelaskan B82.0 Intestinal helminthiasis, tidak dijelaskan

B82.9 Intestinal parasitism, tidak dijelaskan

B83 Helminthiasis lain

Kecuali: Capillariasis NOS (B81.1), capillariasis usus (B81.1) B83.0 Visceral larva migrans

Toxocariasis B83.1 Gnathostomiasis:

Wandering swelling – sembab berpindah

B83.2 Angiostrongyliasis akibatParastrongylus cantonensis

Eosinophilic meningoencephalitis† (G05.2*) Kecuali: angiostrongyliasis usus (B81.3) B83.3 Syngamiasis

Syngamosis

B83.4 Hirudiniasis internal

Kecuali: Hirudiniasis eksternal (B88.3) B83.8 Helminthiasis lain yang dijelaskan

Acanthocephaliasis Gongylonemiasis Hepatic capillariasis Metastrongyliasis Thelaziasis

B83.9 Helminthiasis, tidak dijelaskan: Cacingan NOS

Kecuali: helminthiasis usus NOS (B82.0)

Dalam dokumen ICD X (Halaman 44-52)