TINJAUAN PUSTAKA
2.2. Penyakit Nonmedis
2.2.2. Penyebab Penyakit Nonmedis
Banyak di antara pihak yang salah dalam mengambil kesimpulan atau dugaan terhadap penyakit yang diderita seseorang, tanpa penelitian serta pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang penyakit nonmedis. Tentunya hal ini akan merugikan dan memperparah kondisi kesehatan penderitanya. Salah satu hal yang sangat mendasar untuk mendiagnosis penyakit nonmedis secara tepat adalah punya pengetahuan yang cukup tentang berbagai macam penyebab penyakit nonmedis dan mampu mengenalinya secara baik dan benar. Walaupun penyembuh penyakit nonmedis sangat hebat, namun tanpa pengetahuan yang mendalam tentang berbagai
macam penyebab penyakit nonmedis maka akan sulit mendiagnosis penyakit pasiennya secara tepat (Hakim, 2010).
Menurut Hakim (2010) menyebutkan bahwa terdapat 3 kelompok penyebab penyakit nonmedis yang menyangkut persoalan dengan aspek yang sangat luas pada manusia yaitu sebagai berikut :
1. Faktor internal
Adalah kasus penyakit yang disebabkan oleh kesalahan si penderita sendiri baik yang disengaja maupun tidak sengaja, diketahui maupun tidak diketahui, sadar maupun tidak sadar, menyebabkan terjadinya konflik atau disintegrasi atara jiwa sekunder yang satu dengan jiwa sekunder yang lain atau bahkan antara jiwa sekunder dengan jiwa pertama. Contohnya seorang pejabat personalia di suatu instansi pemerintah datang berobat dengan keluhan mulutnya selalu bau dan bertahun-tahun diobati dengan obat apapun tidak pernah sembuh. Setelah ditanyakan oleh pengobat/
penyembuh apakah dia sering menasehati orang, dan ternyata memang benar dia sering menasehati orang dan menjadi khotib di mesjid kantornya. Kemudian pengobat/ penyembuh langsung menyebutkan bahwa pejabat personalia tadi telah melanggar apa yang dinasehatinya kepada orang lain, dan akhirnya iapun mengakuinya bahwa ia pernah melakukan korupsi sementara ia selalu memberikan nasehat tentang larangan untuk korupsi. Dari contoh tersebut maka sebenarnya persoalan utama munculnya faktor internal ini adalah akibat pengembangan khalifah dalam tiap diri manusia yang tidak konsisten. Sehingga hal ini menjadi kategori kasus yang rumit dan sulit untuk disembuhkan.
2. Faktor eksternal
Faktor eksternal ini adalah penyebab yang berasal dari luar diri penderitanya.
Sebenarnya terdapat banyak hal lain yang masuk dalam kategori faktor eksternal akan tetapi jarang diketahui. Ada juga orang yang diganggu jin atau setan karena berbagai sebab. Contoh yang banyak dijumpai pada masyarakat seperti santet, guna-guna, teluh, tenung. Antara ke empat contoh tersebut juga memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya yaitu :
a. Santet, merupakan metode penyerangan jarak jauh, serangan ini dapat diketahui dari tubuh korban yang normal tanpa gejala yang tidak terlalu tampak. Rasa sakit yang ditimbulkan oleh serangan ini umumnya lokal (pada bagian tertentu saja) serta bisa datang pada saat-saat tertentu saja dan bila diperiksa oleh tenaga kesehatan misalnya dengan dironsen maka tidak ada terlihat apa-apa. Jenis bahan yang dipergunakan spesifik umumnya barang mati (tidak bernyawa) seperti kain, jerami (batang padi yang dibentuk menjadi boneka), jarum, silet, beling (pecahan kaca), kembang (bunga), kemenyan, dan sebagainya.
b. Teluh, metode ini merupakan kebalikan dari metode santet dan sangat identik yang selalu membawa unsur yang bernyawa seperti binatang. Cara kerjanya yaitu dengan mengubah suatu bentuk/ zat tertentu menggunakan ilmu khusus. Ciri serangannya dapat dilihat secara kasat mata (orang awam juga bisa melihat).
Gejalanya seperti terlihat cahaya/ api yang terbang dan masuk ke rumah korban, malam hari terdengar suara benda yang biasanya sering digunakan pasir yang seperti dilempar ke atap rumah korban, tiba-tiba di rumah ada lintah atau bau
busuk yang tidak jelas asalnya, dan jika terkena korban dibagian tubuhnya terlihat benjolan yang dapat berpindah-pindah tempat saat dikeluarkan yang biasanya berisi cacing, kelabang, bambung (serangga pohon kelapa) urik-urik (serangga yang terdapat di kandang kambing), dan sebagainya.
c. Tenung, merupakan ilmu pengembangan dari santet dan teluh yang prinsip dasarnya sama namun pengaplikasian ilmu ini berbeda karena dapat menggunakan barang dan benda mati. Cara pengirimannya sama seperti teluh, namun kelebihannya ilmu ini bisa menyusup ke dalam tanah. Gejala dan serangan ini dapat dilihat seperti saat korban makan tiba-tiba dimakanannya terselip paku, kawat, silet, jarum dan sebagainya. Gejala dari terkenapun tidak jauh beda seperti teluh namun saat dikeluarkan dalam tubuh terdapat jarum, silet, kawat, serpihan beling (kaca), paku, batu kerikil, dan sebagainya.
d. Guna-guna, lebih identik dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan makanan, minuman, dan pakaian. Misalnya ada seseorang yang terlalu suka dengan seorang korban, kemudian dia memberikan buah/ makanan kesukaan korban. Saat dimakan oleh korban, maka pengaruhnya akan merasuk dan mengunci pertahanan tubuh yang berakibat korban akan berbalik suka kepada seseorang tersebut.
3. Kombinasi faktor internal dan faktor eksternal
Kombinasi dua faktor penyebab penyakit nonmedis merupakan kasus paling rumit, apalagi bila variabel yang terlibat di dalamnya sangat banyak. Faktor kombinasi ini bisa terjadi apabila seseorang mempunyai jimat, benda pusaka yang
bertuah (dikenal dengan istilah „ada isinya‟), yang spesifikasinya untuk menjaga diri atau menundukkan orang lain. Ketika yang bersangkutan ingin mencelakai orang lain dengan benda bertuahnya, namun orang tersebut juga mempunyai ilmu pertahanan yang lebih kuat maka benda yang bertuah tersebut akan berbalik mencelakai si pemiliknya. Sehingga bila sudah seperti ini maka akan sangat sulit disembuhkan.
Penyakit nonmedis yang disebabkan oleh kombinasi antara faktor internal dan faktor eksternal ini merupakan kasus yang sangat sulit untuk didiagnosis dan disembuhkan kecuali oleh orang yang sangat ahli dan mempunyai kemampuan yang sangat baik.
Selain ketiga kelompok penyebab penyakit nonmedis tersebut terdapat juga yang sering disebut „kekuatan ghaib‟ sebagai penyebab penyakit, karena kecuali sebab fisik terdapat sejumlah makhluk atau kekuatan ghaib yang dipercayai dapat menimbulkan kerugian di tengah masyarakat terutama penyakit dan kematian.
Kekuatan ghaib yang dimaksud bisa bersumber dari jin, roh halus dan setan. Jin terbagi atas dua macam yaitu jin Islam dan jin kafir yang keduanya juga dapat memengaruhi hidup manusia. Selain jin juga ada setan yang berasal dari roh manusia yang mati sebelum ajalnya. Misalnya wanita yang mati hamil dan kemudian rohnya juga akan mengganggu wanita hamil lainnya. Sedangkan roh halus adalah roh manusia yang baik seperti roh orangtua, nenek dan lainnya yang masuk ke dalam tubuh seseorang atau keluarganya untuk mengingatkan keturunannya yang melupakan dirinya, misalnya sudah lama tidak dibacakan doa-doa dan sebagainya.
Orang yang dimasuki dikenal juga dengan „kerasukan roh halus‟ biasanya akan
meniru tingkah laku dari roh yang masuk ke dalam tubuhnya misalnya, cara makan, berbicara, dan tingkah laku lainnya (Sianipar, 1989).