• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

4. Peramalan

a. Pengertian Peramalan

Peramalan didefinisikan sebagai proses mengestimasikan berbagai kejadian , transaksi atau tindakan di masa yang akan datang dengan menggunakan data atau informasi masa lalu (Siswandi, 2011: 40). Mengestimasikan artinya menduga, atau memperkirakan hal-hal apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Untuk tujuan bisnis sebaiknya kita harus dapat memperkirakan hal-hal yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang dengan perhitungan atau pertimbangan tertentu. Kemampuan kita memperkirakan di masa yang akan datang akan memudahkan kita untuk menyusun langkah selanjutnya. Kegiatan memperkirakan ini kita sebut dengan peramalan (Kasmir, 2010: 109).

Peramalan (forecasting) merupakan pengetahuan dan seni untuk memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang pada saat sekarang. Dalam melakukan peramalan, peramal harus mencari data dan informasi masa lalu. Data dan informasi masa lalu merupakan perilaku yang terjadi di masa lalu dengan berbagai kondisi pada saat itu. Kondisi yang menyebabkan perilaku data dan informasi tersebut bisa dijadikan acuan bagi kondisi sekarang dan di masa yang akan datang. Dalam melakukan peramalan kondisi ini dapat dijadikan alat untuk melakukan peramalan, apa yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang penuh dengan berbagai ketidakpastian (Kasmir & Jakfar,

2013: 61). Jadi peramalan (forecasting) merupakan kejadian di masa yang akan datang dengan menggunakan berbagai asumsi baik yang sudah terjadi maupun berbagai kemungkinan yang diharapkan terjadi di masa akan datang.

Hasil peramalan tidak dapat dikatakan pasti atau tepat. Hanya saja manajemen berharap bahwa hasil ramalan tidak jauh berbeda dengan ramalan yang telah dilakukan. Akan sangat berbahaya jika ternyata hasil ramalan meleset jauh dari hasil ramalan. Oleh karena itu, sebelum meramal sebaiknya kondisi data dan informasi tersebut dapat dijadikan acuan bagi kondisi sekarang dan di masa yang akan datang haruslah benar-benar dapat dipercaya (Kasmir, 2010: 144-145).

b. Prinsip Kunci Peramalan

Prinsip-prinsip kunci dalam peramalan terdiri atas 4 yaitu:

a. Peramalan yang baik harus konsisten dengan kinerja historis serta konsisten dengan gambaran umum industri pada saat itu.

b. Dibangun dengan melihat angka-angka historis dalam hubungannya satu dengan yang lain, serta menggunakan rasio-rasio operasional dalam melakukan proyeksi.

c. Seluruh peramalan merupakan perkiraan dan pendekatan (opproximation). Luangkan waktu untuk memikirkan dan membangun gambar besar, dan jangan terjebak dengan angka-angka dibelakang koma.

d. Jika peramalan terlihat terlalu menjanjikan mungkin memang terdapat hal yang harus ditinjau ulang. Perikasa kembali asumsi-asumsi yang digunakan (Basyaib, 2007: 135).

c. Jenis-jenis Peramalan

Dalam prakteknya terdapat beberapa jenis peramalan, hal ini tergantung dari sudut mana kita memandangnya, jenis-jenis peramalan dimaksud antara lain:

31

a. Jika dilihat dari segi penyusunannya :

1) Peramalan subjektif, merupakan peramalan yang didasarkan atas dasar perasaan atau feeling dari seorang yang menyusunnya. Dalam hal ini pandangan dan pengalaman masa lalu dari orang yang menyusun sangat menentukan hasil ramalan.

2) Peramalan objektif, merupakan peramalan yang didasarkan atas data dan informasi yang ada, kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik atau metode tertentu. Data yang digunakan biasanya data masa lalu untuk beberapa periode.

b. Jika dilihat dari segi sifat ramalan :

1) Peramalan kualitatif, merupakan peramalan yang didasarkan atas data kualitatif dan biasanya peramalan ini didasarkan kepada hasil penyelidikan.

2) Peramalan kuantitatif, merupakan peramalan yang didasarkan atas data-data kuantitatif masa lalu (dalam bentuk angka-angka). c. Jika dilihat dari segi jangka waktu :

1) Peramalan jangka pendek, merupakan peramalan yang didasarkan pada waktu kurang dari 1 tahun.

2) Peramalan jangka menengah, merupakan peramalan yang didasarkan pada rentang waktu dari 1 tahun sampai 3 tahun. 3) Peramalan jangka panjang, merupakan peramalan yang didasarkan

kepada waktu lebih dari 3 tahun.

Selanjutnya meramal permintaan yang akan datang terdiri dari berbagai cara. Masing-masing cara memiliki kelebihan tersendiri. Dalam prakteknya cara untuk melakukan peramalan permintaan dimasa yang akan datang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. Survei niat pembeli

b. Gabungan pendapatan tenaga penjual. c. Pendapat ahli.

d. Metode tes pasar analisis deret waktu.

e. Analisis permintaan secara statistik (Kasmir dan Jakfar, 2013: 61-62).

d. Langkah-langkah Peramalan

Secara umum langkah-langkah yang dilakukan dalam peramalan sebagai berikut :

a. Mengumpulkan data

Pengumpulan data merupakan langkah awal yang harus dilakukan data yang dikumpulkan data masah lalu (lampau). Pengumpulan data dapat dilakukan dengan pengumpulan data sekunder dan primer. Maksudnya data yang diperoleh dari berbagai sumber seperti perpustakaan, majalah serta laporan lainnya. Sedangkan data primer diperoleh dari lapangan dengan menggunakan metode observasi, wawancara atau menyebarkan kuesioner.

b. Mengolah data

Data yang sudah dikumpulkan kemudian dibuat tabulasi data. Dengan demikian akan diketahui pola data yang dimiliki dan memudahkan kita untuk melakukan peramalan melalui metode peramalan yang ada.

c. Menentukan metode peramalan

Metode yang diinginkan adalah dengan menggunakan metode yang paling tepat. Artinya hasil yang ada diperoleh tidak akan jauh berbeda dengan kenyataan atau metode yang akan memberikan penyimpangan terkecil. Pemilihan metode peramalan adalah dengan mempertimbangkan faktor horizon waktu, pola data,jenis peramalan, faktor biaya, ketepatan dan kemudahan penggunaannya.

d. Memproyeksikan data

Perkiraan ini akan berakibat tidak tepatnya hasil peramalan. Agar kita dapat meminimalkan penyimpangan terhadap perubahan maka perlu

33

dilakukan proyeksi data dengan pertimbangan faktor perubahan tersebut untuk beberapa periode.

e. Mengambil keputusan

Hasil peramalan yang telah dilakukan digunakan untuk mengambil keputusan untuk membuat berbagai perencanaan seperti perencanaan produksi, keuangan, penjualan, dan perencanaan lainnya, baik perencanaan jangka pendek maupun perencanaan jangka panjang (Kasmir, 2010: 146-148).

e. Kendala Pemilihan Teknik Peramalan

Beberapa teknik/metode peramalan yang dapat dilakukan antara lain: metode time series (runtun waktu), metode regresi korelasi, teknik ekonometri, dan lain-lain (Sucipto, 2010: 50).

Beberapa kendala dalam pemilihan metode peramalan, antara lain: a. Waktu yang hendak diliput, yakni rentangan waktu masa datang dari

jangkauan peramalan. Pada umumnya peramalan kualitatif memiliki rentangan waktu yang lebih panjang dibanding dengan peramalan kuantitatif. Dalam pembahasan ini tentu saja jangka waktu peramalan yang diperlukan adalah jangka waktu panjang paling tidak sesuai dengan usia proyek.

b. Tingkah laku data, yakni meliputi jumlah, ketepatan dan tingkah laku data masa lalu yang tersedia. Apakah tingkah laku data menunjukkan hubungan persamaan linear, kuadrat ataukah logaritma dan atau yang lain akan mempengaruhi teknik peramalan yang digunakan.

c. Tipe model, yakni apakah model yang digunakan merupakan model

time series, kuasalitas ataukah model lain yang lebih komplek dan

canggih akan mempengaruhi pemilihan teknik peramalan.

d. Biaya yang tersedia, yakni untuk maksud peramalan ini dan lebih luas biaya yang tersedia untuk penyusunan studi kelayakan proyek.

e. Tingkat ketepatan yang diinginkan, yakni hal ini berkaitan dengan kebutuhan manajemen dalam tingkat kecermatan, ketelitian peramalan yang diinginkan. Semakin tinggi tingkat ketelitian yang diharapkan mungkin memerlukan penggunaan teknik peramalan yang lebih kompleks, demikian pula biaya yang perlu disediakan.

f. Kemudahan penerapan, yakni dalam hal ini berkaitan dengan kemampuan manajemen, data dan biaya yang tersedia (Husnan & Muhammad, 2000: 44-45).

f. Metode Peramalan 1. Metode Time Series

Metode ini digunakan pada data dan keadaan masa lampau. Jika keadaan di masa yang akan datang cukup stabil dan tidak banyak berbeda dengan keadaan masa lampau, maka metode ini dapat memberikan hasil peramalan yang cukup akurat. Teknik peramalan yang dibahas dalam metode ini yaitu :

1) Metode Trend Linear a) Metode Moment

Metode moment menggunakan cara-cara perhitungan statistika dan matematika tertentu untuk mengetahui fungsi garis lurus sebagai pengganti garis patah-patah yang dibentuk oleh data historis perusahaan. Dengan demikian pengaruh unsur subjektif juga dapat dihindarkan.

b) Metode Least Square

Menggunakan metode trend linear ini kecendrungan permintaan di masa yang akan datang diwujudkan dalam bentuk garis lurus.

2) Metode Trend Kuadratik

Pada dasarnya semua metode trend menggunakan prinsip yang sama, yaitu berusaha mengganti atau mengubah garis

patah-35

patah dalam grafik yang dibentuk oleh data historis menjadi garis yang teratur bentuknyaagar dapat digunakan untuk melakukan penaksiran-penaksiran (forecasting). Adapun garis yang lebih teratur tersebut secara umum dapat berbentuk garis lurus (linear) dan dapat pula berbentuk garis lengkung (nonlinear).

3) Metode Trend Simple Exponential

Metode ini digunakan jika data yang tersedia cenderung naik turun dengan perbedaan yang tidak terlalu banyak, tetapi secara keseluruhan cenderung naik.

a. Metode Cause Effect

Metode ini mendasarkan diri pada hubungan sebab akibat atas terjadinya variasi dari suatu variable dan hubungan sebab akibat tersebut nampak dalam fungsi persamaan regresi. Sedangkan korelasi merupakan alat pembantu yang berguna untuk mengetahui sejauh mana intensitas hubungan yang terjadi antara variable-variable yang bersangkutan.

i. Metode Regresi Linear Sederhana

Metode ini digunakan untuk menentukan nilai y yang berubah akibat adanya satu variable penyebab perubahan.

ii. Metode Regresi Linear Berganda

Pada analisa ini, variasi pada variable terikat hanya dijelaskan oleh satu variasi pada variable bebas. Maka pada analisa ini variasi pada variable terikat dijelaskan oleh lebih dari satu variasi variable bebas, mungkin dua, tiga ataupun lebih namun masih menunjukkan diagram hubungan yang linear.

iii. Metode Transformasi Logaritma

Salah satu asumsi dari beberapa asumsi dalam analisa regresi adalah bahwa hubungan variable yang dapat diselesaikan hanya hubungan yang bersifat linear atau yang secara inheren linear. Jika terdapat hubungan variable yang tidak linear, maka

menyelesaikan analisa tersebut dengan metode regresi dengan mentransformasikan hubungan kuadratik ke dalam hubungan linear (Munandar, 2013: 55-72).

g. Metode Peramalan Produksi Dengan Menggunakan Metode Least Square

Menggunakan metode trend linear ini kecendrungan permintaan di masa yang akan datang diwujudkan dalam bentuk garis lurus. Fungsi persamaan dari metode ini adalah:

Koefisien (nilai a dan b) ditentukan dengan rumus:

Jika Keterangan :

= Variable yang akan diramalkan.

= Konstanta, yang akan menunjukkan besarnya harga Y (ramalan) apabila X sama dengan 0

= Variable per X, yaitu menunjukkan besarnya perubahan nilai Y dari setiap perubahan satu unit X.

= Variabe waktu/ periode, yang dapat dinyatakan dalam minggu, bulan, semester, tahun dan lain sebagainya tergantung kepada kesesuaian yang ada dalam perusahaan.

= Banyak data (Munandar, 2013: 57).

5. Hubungan Peramalan Produksi Dengan Pengendalian Persediaan

Dokumen terkait