LAHIR BERGERAK DAN DIBUBARKANNYA GERWANI
E. Peran Dalam Mendorong Perempuan Sadar Politik
Pengaruh Gerwani dalam mendorong perempuan sadar politik, dapat dilihat ketika Gerwani mencurahkan perhatiannya pada masalah pendidikan melek huruf yang dimulai tahun 1955 dengan membuka sekolah. Secara besar-besaran Gerwani melakukan kampanye pemberantasan buta huruf di kalangan perempuan, yang didukung dengan dibukanya tempat-tempat kursus sekaligus mendidik perempuan mengenai masalah-masalah politik.170 Selain mendirikan sekolah dan tempat kursus, Gerwani mengadakan seminar-seminar.
Indikasi lain dengan diterbitkan majalah khusus bagi perempuan yaitu Api Kartini yang berisikan tulisan tentang masak-memasak, resep masakan; cara mengasuh anak; mode; pengaruh buruk film-film Amerika yang bermutu rendah; permasalahan poligami.171 Majalah ini disebarkan melalui kader-kader dan disebarluaskan kepada para perempuan melalui pertemuan rutin, misalnya arisan atau rapat rutin anggota.
Kerjasama Gerwani dengan Sarbupri, sebagai tindaklanjut dari program memperjuangkan buruh perempuan, dengan keterlibatan S.K. Trimurti dalam Persatuan Buruh Indonesia (PBI).172 Pada saat itu, buruh perkebunan kebanyakan adalah kaum perempuan dan buta hutuf. Gerwani melancarkan kegiatan untuk menyadarkan kaum buruh perempuan mengenai hak-hak hukum mereka dan membantu mereka memecahkan masalah perburuhan dan perkawinan. Di samping
170
Fransiska Ria Susanti. op.cit. hal. 68-70. 171
Hikmah Diniah. op.cit. hal. 128. 172
itu Gerwani membantu buruh perkebunan dalam konfrontasi kekerasan, yang terjadi ketika pemerintah bertindak mengusir mereka dari perkebunan.173
Gerwani sangat vokal dalam menyuarakan isu-isu populis174, sehingga dapat mempengaruhi kaum perempuan di masyarakat dan rakyat umumnya. Perwujudan kesadaran perempuan, dituangkan dalam buah pikiran dalam bentuk tulisan-tulisan dan menerbitkan majalah, mendirikan sekolah, menyelenggarakan kegiatan ekonomi dan berorganisasi. Keterlibatan perempuan dalam organisasi formal dilihat sebagai puncak perwujudan kesadaran politik perempuan dan organissi merupakan media bergerak yang tepat dan efektif.
Dewasa ini, kaum perempuan dapat menduduki jabatan penting di dalam sebuah instansi baik swasta maupun pemerintah. Perempuan bisa menjadi presiden, anggota DPR, Mentri, dll. Keterwakilan perempuan saat ini tidak lepas dari pengaruh Gerwani dalam memperjuangkan hak-hak politik kaum perempuan, yang dimulai ketika pemilu pertama, di mana perempuan sudah mulai menduduki posisi-posisi penting dalam pemerintahan baik menjadi anggota parlemen maupun menjadi lurah.175
Di dalam parlemen Gerwani memperjuangkan agenda perempuan misalnya, rancangan undang-undang, seperti UU Perkawinan yang demokratis dan reform
173
Saskia Elenora Wieriga. op.cit. hal. 296. 174
Populis adalah penganut paham populisme. Populisme artinya paham yang mengakui dan menjunjung tinggi hak, kearifan, dan keutamaan rakyat kecil.
175
Saskia Elenora Wieringa. op.cit. hal. 359-361. Lihat. Hikmah Diniah.
perkawinan.176 Namun, pada saat Gerwani dibubarkan, UU perkawinan ini belum disetujui oleh pemerintah. Setelah melalui proses yang panjang, yang telah mulai diperjuangkan Gerwani, akhirnya UU Perkawinan No.I tahun 1974 disahkan. Dengan UU Perkawinan tersebut, meskipun belum sempurna namun diharapkan kesejahteraan keluarga lebih terjamin.177
Dapat disimpulkan bahwa, peran Gerwani dalam menyadarkan perempuan sangat besar. Hal ini dilihat dari keberadaan perempuan saat ini, di mana perempuan sudah memperoleh kedudukan yang sama dengan laki-laki baik dalam pendidikan, masyarakat, lapangan pekerjaan maupun politik.
176
Ibid. hal 303. 177
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan melihat uraian di atas, dapat diperoleh gambar tentang organisasi Gerwani di Indonesia. Sejarah perjuangan perempuan telah melewati proses yang begitu panjang, suka dan duka menjadi batu loncat mewujudkan cita-cita perjuangan. Budaya, agama, ekonomi, serta penjajah sebagai faktor penghambat yang menyebabkan kaum perempuan tidak berkembang.
Agar cita-cita perjuangan terwujud, perempuan telah mengambil bagian dan bekerjasama dengan kaum laki-laki. Sehingga akhirnya bangsa Indonesia merdeka dari penjajah. Setelah Indonesia merdeka kaum perempuan harus menerima realitas di mana kaum perempuan akhirnya dilupakan dan ditinggalkan di tengah bidang sosial. Diskriminasi baru mulai dialami baik dalam lapangan pekerjaan, dalam rumah tangga bahkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Tekanan dan diskriminasi yang dialami melahirkan kesadaran baru dalam diri perempuan untuk melawan bukan dengan kekerasan fisik tetapi melalui pembentukan organisasi dan pendidikan. Pertama, kaum perempuan yang mulai sadar akan realitas yang ada, membentuk organisasi. Di dalam organisasi tersebut mereka dilatih agar melek huruf, bisa baca, bisa tulis, bisa menghitung dan kaum perempuan diberi kursus-kursus untuk menggembangkan keterampilan. Kedua,
Dalam perjalanannya ternyata, organisasi yang telah dibentuk kurang menjawab kebutuhan perempuan, oleh beberapa perempuan disadari bahwa organisasi yang ada hanya berputar pada masalah pendidikan dan kurang menyentuh masalah pokok kaum perempuan sehari hari.
Munculnya organisasi perempuan semata-mata hanya ingin melawan ketidakadilan serta mengangkat derajat perempuan. Lahirnya tokoh-tokoh perempuan untuk melawan ketidakadilan, mereka bersatu membentuk kekuatan-kekuataan. Perlawanan perempuan ini dilakukan tidak dengan kekerasan tetapi melalui pemberantasan buta huruf dan pendidikan; melalui kerjasama dengan organisasi yang ada berpihak pada rakyat tertindas serta dengan terjun keranah politik.
Dilapangan politik kurangnya hak demokrasi, dalam lapangan ekonomi oleh kurangnya jaminan hidup, dalam bidang sosial masih ada kepincangan-kepincangan pergaulan karena kurang sempurnanya pendidikan dan kesehatan, jadi kekurangan selalu dirasakan oleh kaum perempuan, sebagai alasan kaum perempuan berorganisasi. Artinya, bukan organisasi politik melainkan orang yang bekerja dalam lapangan kemasyakatan, yang berjiwa peri kemanusiaan.
Gerwani yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi perempuan yang memiliki kesadaran yang tinggi menolak posisi kaum perempuan pada saat itu. Mereka merasa kecewa dan prihatin dengan keadaan gerakan perempuan yang hanya bergerak di bidang sosial dan soal perkawinan. Oleh karena itu, Gerwani yang militan dan independen, masuk dalam ranah politik, dengan tujuan ingin memperjuangkan nasib perempuan. Hal ini berkaitan dengan realitas di mana
tuntutan-tuntutan perempuan diabaikan oleh pemerintah. Maka, dengan terjun keranah politik Gerwani bisa menyuarakan kepentingan perempuan.
Kongres-kongres yang dilaksanakan Gerwani untuk mencapai kesepakatan bersama, dan di dalam kongres, program-program diputuskan dan menjadi bekal dan pegangan bagi setiap anggota baik di pusat maupun di desa dalam berkarya.
Pada awal berdirinya, Gerwani telah menjalin kerja sama dengan organisasi lain yang juga aktif pada saat itu dan selalu berada digaris depan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan bersama. Kegiatan Gerwani disesuaikan dengan perkembangan pemerintahan saat itu, seperti konfrotansi Malaysia, pembebasan Irian Barat sampai pada aksi-aksi menentang AS.
Munculnya Gerwani yang progresif, militan serta yang berpihak pada rakyat kecil, miskin, tertindas dan dengan tindakan nyata membebaskan rakyat dari penindasan membawa harapan baru bagi kaum perempuan. Gerwani sebagai pahlawan baru dalam membebaskan perempuan dan menyadarkan perempuan. Selain sebagai pahlawan, aksi-aksi Gerwani membawa ide-ide kiri baru yang memberikan energi baru bagi tumbunya gerakan demokratik di Indonesia termasuk gerakan perempuannya. Gerwani bisa dianggap adanya kebudayaan bangkit. Kebudayaan yang bangkit adalah praktik-praktik, makna-makna dan nilai-nilai baru yang membebaskan perempuan, sehingga kedudukan laki-laki dan perempuan sama dan bisa kerjasama untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.
Sepak terjang Gerwani dalam membebaskan kaum perempuan sangat mendunia, berpijak pada realitas hidup serta mampu menjawab permasalahan yang sedang dialami perempuan, kaum buruh serta buruh nelayan. Gerwani sangat
militan, berani menuntut pemerintah untuk memperhatikan kepentingan rakyat. Melalui aksi-aksi yang dilakukan mampu membawa perubahan bagi perempuan dan rakyat pada umumnya. Perubahan itu memang tidak kelihatan, tetapi adanya indikasi bahwa, sampai saat ini masih ada organisasi perempuan yang mau berjuang bagi kaum perempuan dan kaum tertindas. Dapat disimpulkan, bahwa pengaruh Gerwani dewasa ini, ketika kaum perempuan mampu menjadi pemimpin bangsa dan bahkan duduk pada posisi-posisi penting baik dibidang politik, pendidikan, ekonomi dan dalam kehidupan bermasyarakat.
Gerakan Gerwani menjadi ikon bagi gerakan perempuan dewasa ini, sayangnya gerakan perempuan sekarang masih merupakan berputar pada kepentingan kelompok tertentu dan masih berputar-putar pada masalah kesetaraan
gender, hak-hak politik. Sejak kehancuran Gerwani, idelogi gerakan perempuan di Indonesia melemah.
B. Saran
Keberadaan organisasi Gerwis hingga berubah menjadi Gerwani tidak mengurangi peran mereka di dalam masyarakat khususnya kaum perempuan dan rakyat pada umumnya. Gerwis memiliki peranan yang demikian besar bagi kaum perempuan khususnya bagi setiap permasalahan yang harus dihadapi oleh kaum perempuan, baik buruh tani, nelayan maunpun tani miskin. Organisasi ini ternyata juga menjadi harapan bagi tergalangnya sikap solidaritas antara kaum perempuan baik dari Gerwani maupun dari organisasi lainnya, meskipun harus mengubah nama dari Gerwis menjadi Gerwani.
Terbentuknya Gerwis tak lepas dari partisipasi para anggotanya yang memiliki semangat nasionalisme sehingga harus mengubah nama organisasi tersebut ke garis massa. Gerwani sebagai ikon perjuangan perempuan, kiranya organisasi perempuan saat ini mampu mengadopsi semangat juang Gerwani yang tidak takut akan tantangan dan sangat fleksibel. Untuk kaum perempuan yang duduk dalam posisi penting di pemerintahan, diharapkan mampu memperjuangkan nasib perempuan yang masih tertindas oleh beragam persoalan hidup.