• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Istri di Rumah Untuk Keluarga

BAB III METODE PENELITIAN

4.3 Informan

4.4.5 Peran Istri di Rumah Untuk Keluarga

Peran istri di rumah dipenuhi dengan aktivitas dan kewajiban utama sebagai istri kepada suami, peran sebagai ibu untuk anak-anak, dan peran sebagai ibu rumah tangga.Sebagai istri mereka harus setia melayani kebutuhan suaminya. Istri harus tahu apa saja yang dibutuhkan serta diperlukan oleh suaminya. Mulai dari hal-hal umum seperti pakaian, sepatu, dan kebutuhan lainnya. Jika barang-barang pribadi milik suami sudah tidak layak pakai, istri biasanya harus tahu akan hal itu dan segera menggantinya. Untuk keperluan bekerja pun biasanya disiapkan oleh sang istri.

Hal ini sesuai dengan pernyataan Ibu Sriwiyati (41 tahun) :

“Kalo saya shift pagi biasanya saya selalu menyiapkan pakaian suami buat berangkat kerja, kalo belom digosok ya saya setrika dulu. Abis itu baru deh masak buat makan anak”

Namun berbeda dengan Ibu Nurul yang mengaku bahwa suaminya menyiapkan pakaian sendiri untuk bekerja.

Berikut adalah pernyataan Ibu Nurul (44 tahun) :

“Baju buat kerja mah siapin sendiri, kaya anak kecil aja mesti disiapin.Tapi kalo makanan biasanya memang saya yang bikinin kalo dia abis pulang kerja.Bajunya yang udah kekecilan kadang masih suka dipake, sayang katanya kalo gak dipake lagi, tunggu saya beli baru abis itu baru deh yang kekecilan gak dipake lagi”.

Dalam mengurus anak, para istri mengaku bahwa hal ini bersama-sama dilakukan oleh suami dan istri. Namun pada saat masih bayi, biasanya kepengurusan lebih banyak dilakukan oleh sang ibu. Hanya ketika ibu sedang bekerja lah maka kepengurusan dilakukan oleh orang lain. Ibu dan ayah harus bersama-sama membesarkan dan mendidik anak agar mereka menjadi anak yang baik nantinya, kerjasama yang baik pada orang tua sangat diperlukan agar anak memiliki kasih sayang yang seimbang dari kedua orang tuanya.

Meskipun memiliki kesibukan sebagai pekerja, para orang tua tetap harus memiliki waktu yang cukup di dalam rumah untuk mendidik dan membesarkan anak.Tempat pertama yang mengajarkan mengenai pendidikan yang baik kepada anak ialah keluaga, maka dari itu keluarga berperan sangat besar untuk kepribadian anak nantinya. Keluarga adalah orang pertama yang mengajarkan anak cara bicara, berjalan, cara makan, dan lain sebagainya.

Selain pengajaran dasar tersebut, keluarga jugalah yang mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma kepada anak-anak. Pengajaran mengenai apa yang baik untuk dilakukan dan tidak boleh dilakukan sangatlah penting, agar anak-anak tidak terjerumus kepada hal yang salah nantinya.

Mengenai urusan sekolah, Ibu biasanya memiliki peran yang lebih besar dalam mengajarkan pelajaran sekolah seperti membantu mengerjakan PR anak-anak. Selain itu orang tua juga harus sering menanyakan keadaan di sekolah kepada anak-anak, hal tersebut tentu saja agar orang tua tahu seperti apa sifat teman-teman dan juga guru-guru yang mengajar anak. Ketika pengambilan rapot pada akhir semester, biasanya lebih sering ibu lah yang datang ke sekolah untuk pengambilan rapot. Ketika mengambil rapot, para orang tua biasanya menanyakan perkembangan anak kepada guru dan guru juga akan memberikan masukan kepada orang tua agar anak bisa menjadi lebih baik lagi.

Hal tersebut sesuai dengan yang dikatakan Ibu Maria (38 tahun) :

“Ngambil rapot anak-anak mah selalu saya, suami saya mau aja sih cuma anak-anak biasanya lebih suka kalo ibunya yang ngambil.”

Ketika anak sedang sakit, biasanya Ibu memutuskan untuk tidak bekerja dan merawat anak yang sedang sakit.Hal ini tentu saja harus dilakukan, karena merupakan salah satu kewajiban utama ibu untuk merawat anak-anaknya.Bahkan ketika kondisi mulai membaik dan Ibu memutuskan untuk kembali bekerja, seringkali anak-anak anak menangis karena tidak ingin ditinggal oleh ibunya. Jika terjadi hal demikian, maka sang ibu akan berusaha keras untuk membujuk anaknya agar mau ditinggal atau bisa juga memutuskan untuk kembali tidak bekerja karena keinginan anak.

Anak-anak juga seringkali memiliki keinginan untuk berlibur bersama keluarga.Dengan kesibukan orang tua menyebabkan sulitnya memiliki waktu untuk liburan bersama keluarga.Namun demikian orang tua tetap harus menyempatkan diri untuk sesekali berlibur demi menyenangkan hati anak dan terlebih juga untuk menghilangkan stres yang dimiliki orang tua akibat dari pekerjaan atau masalah-masalah lainnya.Tidak dipungkiri bahwa anak-anak juga sering merasa keberatan ketika ditinggal bekerja oleh ibunya.

Hal itu tentu saja dapat dimaklumi, mengingat bahwa anak-anak memiliki hubungan terdekat dengan ibu dan lebih suka bersama ibunya dibandingkan orang lain. Ada saja anak yang selalu menangis ketika ditinggal kerja oleh ibunya. Hal ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Ibu Floren (42 tahun) :

“Anak saya dulu sampe SD juga masih nangis tiap ditinggal kerja.Untung sekarang udah gak gitu lagi karena udah terbiasa.Walaupun kadang masih suka ngeluh karena saya tiap hari kerja.Kalo udah gitu saya paling cuma jelasin aja biar dia ngerti kalo mamanya kerja buat nyari uang buat uang jajan juga, namanya anak-anak ya kadang diiyain aja kadang dilawan juga”.

Hal berbeda dinyatakan oleh Ibu Juliana (38 tahun) :

“Kalo anak saya mah malah seneng kalo saya kerja, jadi bisa main-main keluar.

Biasanya kalo saya siang di rumah kan udah pasti saya larang main diluar dan suruh tidur, kalo gak ada saya baru deh suka-sukanya main keluar. Masih pada kecil tapi gak suka ngeluh, seneng juga sih liatnya jadi gak repot”.

Sebagai ibu tentu saja sudah kewajibannya untuk mengurus keperluan sebagai ibu rumah tangga.Pekerjaan yang dilakukan setiap harinya tidak menjadi penghalang untuk melakukan tugas utamanya sebagai ibu rumah tangga.Terkadang mereka melakukan pekerjaan rumah pada pagi hari, namun kadang bisa juga dilakukan pada sore hari ketika pulang bekerja.Anak-anak sendiri sudah diajarkan mandiri oleh orang tuanya sejak kecil, sehingga mereka bisa mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mencuci piring, dan juga menyiapkan makan sendiri.Anak-anak juga bahkan ada yang sudah bisa menyiapkan baju sendiri untuk berangkat sekolah.Anak-anak yang bersekolah biasanya berangkat sekolah menggunakan becak dan diantar oleh ayahnya.Ada juga beberapa anak yang berangkat ke sekolah bersama teman-temannya.

4.4.6 Peran Ganda yang Dimiliki Istri yang Bekerja Sebagai Buruh

Setiap istri yang bekerja, tentu saja memiliki peran ganda.Yakni peran utamanya sebagai ibu rumah tanggan yang mengurusi keperluan rumah dan keluarga, dan juga perannya sebagai pekerja di di tempat bekerja.Dan setiap istri harus bisa menjalani kedua perannya ini dengan seimbang. Para buruh yang bekerja di PT Mediasafe Technologysendiri memiliki tiga shift dalam bekerja dan selalu berganti shift, ketika mereka sedang di rumah dan belum menjalani shift maka mereka harus memberikan waktu sepenuhnya kepada anak-anaknya.

Para istri juga pastinya memiliki masalah dalam rumah tangga dan masalah dalam pekerjaan. Namun istri harus bisa untuk tidak membawa satu masalah ke tempat lain. Mereka harus bisa bersikap profesional sehinggal apapun masalah yang terjadi dalam keluarga tidak akan dibawa ke tempat kerja, begitu juga dengan masalah di tempat kerja tidak akan dibawa ke dalam rumah sehingga tidak akan mempengaruhi ketentraman keluarga.

Sebagai perempuan yang memiliki dua peran, para pekerja tersebut membuktikan bahwa mereka tetap menjalankan kedua perannya dengan baik tanpa harus mengorbankan satu peran yang laib.Hal ini dibuktikan dengan tetap terus bekerja selama bertahun-tahun dan memiliki kepuasan kerja, serta tetap menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya dengan selalu memberikan waktu dan tidak meninggalkan kewajiban, dan juga tetap melayani suami dengan sepenuh hati.

Semua informan mengaku bahwa tidak memiliki banyak kekurangan dibandingkan ibu lain yang tidak bekerja, mereka merasa tetap bisa mendidik anaknya dengan baik dan pekerjaan yang dilakukan selama bertahun-tahun tidak memiliki dampak negatif.

Selain itu sistem pengupahaan yang diterapkan oleh PT. Medisafe Technologies berpedoman pada ketentuan Upah Minimum Sektoral Propinsi (UMSP) yang ditetapkan pemerintah

Sistem pengupahan yang diterapkan dibedakan atas :

1. Untuk pekerja bulanan tetap, gaji dibayarkan satu kali sebulan sesuai dengan skala penggajian yang dibagi dalam golongan tertentu.

2. Untuk pekerja harian tetap, gaji atau upah dibayarkan dua kali sebulan dihitung berdasarkan jumlah hari kerja.

Usaha-usaha lain dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja adalah:

1. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Diberikan kepala seluruh pekerja berupa:

a. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan b. Jaminan Kematian

c. Jaminan kecelakaan kerja d. Jaminan hari tua.

2. Cuti

Cuti diberikan perusahaan kepada pekerja berupa : a. Cuti tahunan

Diberikan kepada pekerja yang telah bekerja minimal satu tahun, dengan ketentuan pekerja berhak mendapat satu hari cuti setelah bekerja selama 23 hari kerja.Dalam satu tahun rata-rata pekerja mendapat cuti selama 12 hari.

b. Cuti hamil dan melahirkan.

3. Dispensasi

Diberikan kepada semua pekerja untuk kepentingan tertentu, misalnya adanya tugas khusus, menikahkan anak, kemalangan dan lain-lain.Perusahaan juga melakukan penilaian terhadap performance pekerja mengenai kehadiran, kemampuan, produktivitas kerja dan lain-lain.Lembaran penilaian ini diisi oleh atasan dan dilakukan evaluasi setiap bulannya.Untuk pekerja yang keterampilan kerjanya dinilai kurang, maka diberikan pengarahan dan training untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan bekerja.

Suasa yang diberikan di wilayah lingkungan kerja PT. MT juga bersifat kekeluargaan sehingga para buruh dapat saling bekerja sama dan berinteraksi dengan baik.

Adanya susasa kekeluargaan antara sesama karyawan, maka timbul perasaan nyaman dalam melakukan pekerjaan.Hal ini tentu memberikan pengaruh yang sangat baik terhadap hasil produksi perusahaan.

4.4.7 Peranan Istri Dalam Mengambil Keputusan Menurut Teori Strukturasi (Anthony Giddens)

Asumsi dalam masyarakat yang memandang bahwa yang paling menentukan dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga adalah laki-laki tidak selamanya benar.

Kenyataannya, hampir semua pria (suami) memberikan kekuasaan dan kepercayaan penuh kepada wanita (istri) dalam mengelola keuangan keluarganya . Ini adalah peran kecil yang dapat dilakukan oleh wanita, akan tetapi tanpa disadari hal tersebut dapat memberikan dampak yang besar dalam kelangsungan kehidupan berkeluarga.

Banyak hal yang tidak disadari oleh masyarakat bahwa sebenarnya wanita telah memberikan kontribusi yang besar dalam urusan rumah tangga, terutama dalam hal pengelolaan keuangan keluarga. Baik seorang ibu yang bekerja ataupun yang tidak bekerja memiliki peranan yang sama didalamnya. Sebuah keluarga dimungkinkan tidak dapat mencukupi kepentingan serta kebutuhan keluarganya apabila tidak memiliki manajamen dan pengaturan keuangan yang baik dalam menggunakan peghasilan yang didapat.Maka dari itu, dalam hal ini peran seorang wanita harus dapat lebih dilibatkan dan diintegrasikan didalam pengambilan keputusan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi peranan wanita dalam persoalan pengambilan keputusan, antara lain seperti yang dikemukakan oleh Rosaldo, dalam kerangka pemikirannya tentang hubungan antara wanita, kebudayaan, dan masyarakatya. Ia membedakan secara tegas dua sektor kegiatan dalam masyarakat, yakni sektor publik dan sektor domestik. Sektor domestik adalah bidang untuk wanita, yakni di lingkungan rumah tangganya saja, sedangkan sektor publik adalah bidang untuk pria, yakni di luar lingkungan rumah tangga sebagai pencari nafkah untuk keluarganya. Perbedaan terhadap kedua sektor ini tidak selalu sama ditiap masyarakat, karena pada umumnya dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Pada masyarakat terdapat perbedaan yang ketat antara kegiatan di sektor domestik dan sektor publik, yakni apabila wanita terkucil dari pergaulan masyarakat dan sepenuhnya berada di bawah wewenang suaminya, maka kaum wanita (istri)

cenderung tidak mempunyai kekuasaan sama sekali untuk mengambil keputusan dalam keluarganya apalagi dalam masyarakat. Selain itu, ada pula faktor-faktor lain yang di anggap mempengaruhi peranan wanita dalam pengambilan keputusan, yaitu proses sosialisasi, pendidikan, latar belakang perkawinan, kedudukan dalam masyarakat, dan pengaruh luar lainnya.

Akan tetapi, kini pernyataan akan rendahnya posisi wanita dibandingkan pria tidak selamanya berlaku, karena sekarang banyak kaum wanita yang telah berpendidikan sehingga terjadi kesetaran gender didalamnya. Pada kenyataannya, dapat dilihat bahwa terdapat banyak sekali variasi dalam soal pengambilan keputusan dalam keluarga.Adakalanya seorang wanita tidak diikutsertakan dalam pengambilan keputusan, terkadang ada pula justru wanitalah yang lebih berperan di dalamnya.Banyak pula keputusan yang diambil berdasarkan kesepakatan keduanya, yaitu kesepakatan antara suami dan istri.

Pengelola peghasilan suami sebagian besar adalah istri.Selain itu, kita juga dapat melihat adanya kecenderungan kerjasama antara suami dan istri terkait pengelolaan keuangan keluarganya. Bagi para keluarga dimana istrinya bekerja, selain mengelola penghasilan suaminya, ia juga mengelola penghasilannya sendiri, baik untuk kepentingan keluarga maupun untuk kepentingan pribadi. Secara tradisional kedua macam penghasilan ini sama-sama digunakan untuk kepentingan dan kebutuhan rumah tangga, meskipun tanggapan umum mengatakan penghasilan istri merupakan tambahan terhadap penghasilan suamiya

Dalam pengambilan keputusan mengenai penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari seorang istri lebih berperan daripada suaminya. Untuk para ibu yang tidak bekerja, mereka hanya mengelola keuangan penghasilan suaminya saja, sedangkan untuk para ibu yang bekerja, mereka tidak hanya mengelola dan mengatur keuangan penghasilan suaminya saja melainkan penghasilannya sendiri. Namun pada intinya, semua penghasilan yang ada di dalam suatu keluarga tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan

bersama, meskipun tanggapan umum mengatakan pendapatan istri merupakan tambahan terhadap penghasilan suaminya, terlepas dari berapa penghasilan yang diterima istri dibandingkan penghasilan suaminya, misalnya penghasilan istri lebih besar dari suami. Jadi, selain mengelola keuangan keluarga, keseimbangan antara pengeluaran dan pendapatan juga akan menjadi tanggung jawab seoarang istri, sehingga kepentingan dan kebutuhan keluarga senantiasa tercukupi.

Peran perempuan kerap menjadi sebuah perdebatan.Banyak kalangan menilai perempuan mesti mendapatkan peran lebih besar dalam kehidupan masyarakat. Di sisi lain, ada kalangan yang memandang perempuan mestinya hanya berperan dalam ranah domestik atau kehidupan rumah tangga saja.

Perempuan akan mampu berkiprah dalam masyarakat di berbagai bidang baik ekonomi, pendidikan, teknologi, bahkan politik. Meski ia pun menyatakan bahwa perempuan juga memiliki kewajiban menyeimbangkan antara kegiatannya di luar dengan kewajiban bagi keluarganya. Perlunya peran perempuan dalam skala yang lebih besar membuatnya bebas tanpa batas aturan.Perempuan harus tetap menjalankan perannya di masyarakat.

Hasil penelitian menujukkan bahwa aktivitas disektor publik memiliki banyak persiapan yaitu untuk diri sendiri sebelum bekerja sampai mengerjakan pekerjaan rumah pada saat sebelum berangkat kerja, buruh yaitu mulai dari memasak, mengurus anak-anak dan pekerjaan rumah lainnya setelah itu berangkat ketempat kerja. Pada pukul 07.00 pagi karyawan berangkat ketempat kerja, pada saat jam 08.00 pagi mereka memulai aktivitas kerja sampai dengan pukul 10.00 pagi hari karyawan beristirahat dan makan sampai pada jam 11.00 siang hari informan memulai untuk melanjutkan aktivitas pekerjaan mereka masing-masing. Sampai pada pukul 03.00 sorekaryawan bergagas dan bersiap-siap untuk pulang kerumah setelah itu karyawan pulang kerumah untuk berkumpul bersama keluarganya dan kembali mengerjakan pekerjaan rumah, begitu seterusnya rutinitas yang dilakukan para

karyawan bahkan sebagian karyawan ada yang lembur bekerja sampai pukul 05.00 sore.Melihat dari rutinitas sehari-hari buruh di tempat kerja, menuntut mereka untuk dapat mengatur waktu dengan sebaik mungkin agar pekerjaanya sebagai karyawan di PT. MT dapat mereka kerjakan dengan baik tanpa harus mengganggu pekerjaan rumah.

Konflik telah membuka pemikiran mereka untuk mampu menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya.Selama ini mereka memang bergantung pada kepala keluarga.Namun konflik telah membalikkan keadaan tersebut, mereka kemudian aktif di pasar untuk menggerakkan roda perekonomian; membekali dirinya dengan ketrampilan, di antaranya keperawatan dan medis.

Dalam kondisi yang serba sulit itu tak semua perempuan mampu mencapai pendidikan ketrampilan tersebut karena biayanya yang sangat mahal.Namun mereka tak berpangku tangan. Efek konflik yang mempersempit lapangan pekerjaan di daerah kelahiran mereka, membuatnya rela pergi ke luar negeri, terutama ke Timur Tengah untuk mendapatkan pekerjaan.Fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan perempuan-perempuan untuk menabung membuat mereka memiliki akses ekonomi dan memainkan peran baru pula dalam keluarganya.

Kesuksesan tersebut membuat mereka kemudian mampu mengembangkan usaha meski dalam skala yang masih relatif kecil.Mereka juga mampu membantu suaminya untuk menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang lebih tinggi. Pun akhirnya mampu menciptakan sebuah modal bagi kemajuan ekonomi keluarga. Perempuan juga memainkan peran dalam sejumlah lembaga swadaya masyarakat

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dan uraian pembahasan maka dapat diperoleh kesimpulan, yaitu sebagai berikut:

1. Peran ganda istri dalam pekerjaan, yaitu:

a. Aktivitas ditempat kerja

Peran istri yang bekerja sebagai buruh PT. MT di sektor publik meliputi aktivitas di tempat kerja yaitu dalam kesehariannya ada 3 bagian pekerjaan seperti Spray

(penyemprot), Manuring (memupuk), dan Perawatan (membabat/menebas).Istri yang bekerja sebagai wanita karir agar menaikkan status perempuan yang bekerja sebagai buruh ini disebabkan karena untuk pemenuhan ekonomi sehari-hari.

b. Jam kerja buruh pabrik PT.MT

Jam kerja di PT. MT memiliki tiga shift bekerja. Yang pertama ialah shift pagi, dengan jam kerja dari pukul 07.00 hingga pukul 15.00. kemudian yang kedua ialah shift siang, dari pukul 15.00 hingga pukul 23.00. Dan yang terakhir ialah shift malam, dari pukul 23.00 hingga pukul 07.00. setiap minggunya setiap pekerja memiliki satu hari libur atau biasa disebut off. Dalam satu team memiliki shift yang sama namun memiliki off yang sama.

c. Penghasilan di sektor Publik

Pengalokasian dana untuk keluarga menurut informan gajiyang mereka peroleh ternyata sudah memenuhikebutuhan keluarga mereka.

2. Peran ganda istri dalam keluarga, yaitu:

a. Memberikan sumber daya ekonomi kepada keluarga seperti halnya suami sebagai kepala keluarga yang merupakan tugas utamanya sebagai pencari nafkah.

b. Istri yang bekerja sebagai wanita karir agar menaikkan status perempuan yang bekerja sebagai buruh ini disebabkan karena untuk pemenuhan ekonomi sehari-hari.

c. Istri yang bekerja sebagai buruh dikarenakan oleh aktor ekonomi dan kurangnya biaya untuk melanjutkan pendidikan pada masa muda. Istri dengan besar hati membantu suami mencari nafkah karena kurangnya pendapatan jika hanya mengandalkan gaji suami.

3. Penghasilan istri/ibu (informan kunci) setiap bulannya dari hasilnya bekerja sebagai buruh/karyawan perkebunan sawit di PT.MT Tanjung Morawa dapat memberikan kontribusi (sumbangan) yang besar untuk dapat membantu keuangan suaminya yang tidak memadai untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari – hari di dalam rumah tangganya masing – masing, baik untuk biaya makan kelurarganya setiap harinya, untuk biaya perawatan dan pemeliharaan anak – anaknya, biaya sekolah anak – anak, dan untuk biaya keperluan rumah tangga lainnya, bahkan selain itu anak – anak mereka (informan kunci) tersebut akhirnya bisa lebih berkesempatan untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi, yakni pada umumnya sampai jenjang pendidikan Sekolah Menengah Umum (SMU) dan bahkan juga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dari tingkatan SMU.

4. Kondisi perekonomian rumah tangga/keluarga mereka semakin membaik dan wanita yang berperan sebagai istri bagi suami dan ibu bagi anak-anak mereka tetap mampu dan konsisten serta berkesinambungan juga dalam menjalankan peran domestiknya (sebagai istri dan ibu rumah tangga)

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan dan uraian pembahasan maka dapat diperoleh saran, yaitu sebagai berikut:

1. Seiring dengan adanya pergeseran nilai dan budaya dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern, yang dapat dikatakan telah memberikan peluang bagi wanita untuk berkarya/bekerja maka peran ganda yang dijalankan oleh seorang istri/ibu dipahami secara integral (terpadu) serta komprehensif, sehingga kita sebagai masyarakat yang menuju pada masyarakat modern dewasa ini dapat memberikan suatu perlakuan atau penghargaan yang layak, khususnya kepada istri/ibu (dalam hal ini, khususnya,

informan kunci) karena dengan peran ganda yang memang harus dijalankannya sekaligus secara konsisten dan berkesinambungan tersebut, terutama melalui peran publik/produktifnya tersebut yang memang pada realitanya tentunya dapat memberikan kontribusi (sumbangan) yang besar untuk membantu penghasilan suaminya yang belum memadai bahkan tidak memadai untuk memenuhi dan menjamin tuntunankebutuhan hidup sehari-hari di dalam rumah tangganya (keluarganya) sehingga akhirnya dapat menunjang perekonomian rumah tangganya (keluarganya) untuk menjadi semakin baik dan meningkat dari sebelumnya.

2. Seiring dengan adanya tuntutan ekonomi yang kompleks bahkan lebih kompleks dalam memenuhi dan menjamin kebutuhan hidup sehari – hari didalam sebuah rumah tangga (keluarga) akibat terjadinya situasi kemiskinan (deprivation trap) tersebut dimana suatu kondisi deprivesi terhadap sumber – sumber pemenuhan kebutuhan dasar, seperti:

pangan, perumahan, kesehatan, dan pendidikan dasar ataupun dengan kata lain, sudah tidak adanya sumber–sumber ekonomi yang cukup untuk menjamin/memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari di dalam rumah tangga (keluarga) tersebut, baik itu

pangan, perumahan, kesehatan, dan pendidikan dasar ataupun dengan kata lain, sudah tidak adanya sumber–sumber ekonomi yang cukup untuk menjamin/memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari di dalam rumah tangga (keluarga) tersebut, baik itu