• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adapun peran berikutnya yang digagas oleh Ife, yakni peran keterampilam teknis. Peran ini mencakup tiga aktivitas antara lain, keterampilan pendamping untuk melakukan riset, keterampilan pendamping dalam mengoperasikan teknologi serta keterampilan pendamping untuk melakukan presentasi tertulis maupun verbal.

Di Kecamatan Sukamakmur, aktivitas riset yang dilakukan pendamping sebelum terjun lapang menjalankan kegiatan pendampingan masih dilakukan sebatas pencarian informasi mengenai lokasi (desa) dampingan. Sementara untuk proses riset mengenai kultur masyarakat dan latar belakang masyarakat belum terlalu banyak di observasi. Dalam aktivitas riset ini, pendamping cenderung lebih mengutamakan bagaimana akses mereka untuk mencapai lokasi dampingan dibanding dengan mencari tahu kondisi sosial budaya yang terdapat di masyarakat. Hal ini dijelaskan oleh salah satu pendamping yakni Ibu Sekarwartini yang mendampingi Desa Cibadak.

³2KL\DSHUQDKLWXPDKGXOXZDNWXDZDOVD\Dsempet cari-cari informasi mengenai Kecamatan Sukamakmur. Saya kan deket yah disini di Citeureup (kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Sukamkmur), nah waktu saya cari-cari kata orang sekitar Kecamatan Sukamkmur tuh jalannya aduh meuni (sangat) parah, ternyata benar pas saya pertama kali

datang kesini jalannya duh sangat parah a. Masih banyak batu-batu

apalagi pas masuk ke rumah-UXPDKZDUJD\DQJMDXKGDULMDODQEHVDU´50

Sebagai akibat dari minimnya riset mengenai kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat yang dilakukan oleh pendamping maka pendamping cenderung terkejut ketika terjadi konflik di kalangan masyarakat setempat. Tujuan utama dari aktivitas riset ini adalah agar pendamping dapat memposisikan diri serta memahami bagaimana metode pendekatan terbaik untuk menghadapi masyarakat yang akan di dampingi.

Aktivitas kedua dalam peran keterampilan teknis ini adalah kemampuan pendamping dalam menggunakan teknologi selama menjalankan perannya. Aktivitas ini cenderung lebih banyak memiliki keterkaitan terhadap tugas-tugas administrasi pendamping. Aktivitas ini pun berkaitan erat dengan kemampuan pendamping dalam mengoperasikan komputer beserta program-program di dalamnya. Sebab pendamping harus selalu melakukan update data-data penerima manfaat PKH, sebagai contoh apabila terdapat masyarakat penerima manfaat yang meninggal maka pendamping harus segera mendata dan melakukan upload secara online atas perubahan status anggota keluarga KPM sebagai dasar pembayaran bantuan tunai.

Di dalam melaksanakan aktivitas ini pendamping di Kecamatan Sukamakmur di bantu oleh ketua kelompok dari setiap kelompok dampingan. Karena terkendala sinyal yang buruk, pendamping mengalami kesulitan dalam melakukan komunikasi dengan masyarakat dampingan maka akses informasi

50Hasil wawancara dengan Ibu Sekarwartini selaku pendamping Desa Cibadak pada tanggal 16 Mei 2017

dilakukan melalui ketua kelompok. Dari hasil wawancara dengan Riska Damayanti, pendamping di desa Sukaresmi diketahui bahwa masyarakat cenderung langsung mengadukan kepada pendamping apabila terdapat anggota keluarga yang melahirkan, meninggal ataupun keadaan lainnya yang menyebabkan perubahan status kategori.

³Disini mah apa ya, pendamping tuh kaya dijadiin pahlawan gitu, yang selalu harus hadir kalo mereka ada apa-apa. Misal, pas ada yang ngelahirin, mau tengah malem mau kapanpun juga di telfon tuh kita. Tapi karena terkendala sinyal yah, jadi orang pertama yang tau tuh ya ketua kelompok. Baru dari ketua kelompok itu yang menyampaikan ke kita. Nah kalo udah kaya gitu, biasanya kita langsung update data, biar ga ketumpuk-tumpuk.´51

Dari apa yang disampaikan oleh Riska, diketahui bahwa aktivitas penggunaan teknologi menjadi aktivitas yang penting meskipun tidak memiliki dampak secara langsung terhadap masyarakat dampingan. Tertib administrasi yang berusaha untuk dilaksanakan oleh setiap pendamping ditunjukan untuk menghindari dari adanya ketidaktepatan penyaluran dana kepada masyarakat dampingan yang telah berubah statusnya. Pemukhthiran data ini dilakukan oleh pendamping berdasarkan rentang waktu tertentu. Rentang waktu ini ditentukan oleh UPPKH Kabupaten Bogor yang menetapkan setiap bulannya harus ada pemutakhiran data. Untuk meminimalisir penumpukan beban kerja, pendamping melakukan update data setiap terjadi perubahan status pada masyarakat dampingan.

Pada aktivitas berikutnya, yakni aktivitas pendamping dalam melakukan presentasi kepada masyarakat dampingan baik dalam bentuk verbal maupun non

51Hasil wawancara dengan Riska Damayanti pendamping desa Sukaresmi Kecamatan Sukamakmur, pada tanggal 17 mei 2017

verbal. Aktivitas ini biasa dilakukan pada awal program berjalan, saat terdapat perubahan informasi serta menjelang waktu pencairan dana bantuan.

Diawal program berjalan, pendamping harus menjelaskan kepada masyarakat dampingan mengenai aturan, hak serta kewajiban apa saja yang harus dipenuhi oleh para penerima manfaat. Untuk Kecamatan Sukamakmur, pada awal program berjalan, aktivitas ini dilakukan secara terpusat di Kantor Desa masing-masing Desa. Penggunaan teknologi seperti slide presentasi dan proyektor untuk memudahkan pendamping dalam melakukan presentasi masih digunakan pada awal program. Namun dalam pelaksanaannya, masih banyak masyarakat yang tidak dapat membaca sehingga penggunaan teknologi ini dirasa kurang efektif. Untuk itu, pendamping harus benar-benar menjelaskan secara rinci kepada masyarakat penerima manfaat. Dalaam perjalanannya, presentasi yang dilakukan oleh pendamping tidak lagi dilakukan di Kantor Desa karena minimnya jumlah penerima manfaat yang hadir dengan alasan sulitnya akses menuju Kantor Desa. Maka beberapa tahun terakhir, aktivitas pendamping dalam melakukan presentasi dilakukan pada setiap kelompok-kelompok dampingan yang telah terbentuk. Biasanya aktivitas ini dilakukan bertempat di rumah ketua kelompok yang bertanggungjawab atas kelompok tersebut.

Untuk saat ini aktivitas presentasi di Kecamatan Sukamakmur sedang dilakukan secara intens karena akan diadakannya perubahan metode pencairan dana bantuan yang semula dilakukan melalui kantor pos beralih dengan penggunaan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Hal ini merupakan aturan baru yang telah

ditetapkan oleh Kementerian Sosial guna memudahkan penerima PKH dalam mengakses dana bantuan.

Kesulitan yang dihadapi pendamping dengan adanya perubahan mekanisme pencairan ini adalah kondisi mayarakat penerima manfaat di Kecamatan Sukamakmur yang belum memiliki kemampuan dasar untuk memenuhi syarat-syarat administrasi pencairan. Syarat yang dimaksud disini antara lain: pembuatan buku rekening, kelengkapan berkas administrasi berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kondisi ini dijelaskan oleh salah satu pendamping di Kecamatan Sukamakmur, Bapak Asep Ismatullah..

³1DKLWXDPDVDODKQ\DPDV\DUDNDWVLQLNDQPDVLKWHUEDWDV\DNHPDPSXDQ dasarnya seperti kemampuan baca tulisnya. Tiap pencairan aja ini pendamping harus bener-bener disana untuk ngawasin ini mereka tanda tangannya benar atu tidak. Terus benar atau tidak penerima manfaat langsung yang datang untuk melakukan pencairan atau malah orang lain. Lucunya a mereka waktu disuruh tanda tangan aja itu sampe geter-geter tangannya saking takutnya mungkin ya. Kebanyakan dari mereka takut salah. Kalo dulu kan masih bisa pake gini ya (cap jempol) nah kalo urusan

VDPDEDQNNDQQJJDELVDJLWXVHPXDKDUXVVHVXDLVDPDDWXUDQQ\D´52

Dari penjelasan yang disampaikan oleh Bapak Asep diketahui bahwa pendamping harus memberikan pemahaman serinci mungkin kepada masyarakat penerima manfaat serta memastikan bahwa nantinya setiap masyarakat akan memperoleh kartu ATM yang berfungsi sebagai alat pencairan dana sekaligus tabungan bagi mereka. Tak hanya mengenai perubahan metode pencairan yang menuntut masyarakat untuk setidaknya memiliki kemampuan dasar baca-tulis, namun perubahan metode pencairan ini juga menuntut masyarakat harus memiliki

52Hasil wawancara dengan Bapak Asep Ismatullah selaku pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Pabuaran pada tanggal 17 Mei 2017 bertempat di kediaman beliau

keleengkapan administrasi berupa kartu keluarga (KK) dan kartu tanda pengenal (KTP). Sayangnya, berdasarkan hasil observasi selama di lapangan menujukan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak memiliki kelengkapan administrasi. Kondisi ini dipertegas oleh Bapak Usman Sagita selaku pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sukaharja.

³Untuk masyarakat Sukamakmur sendiri mereka tidak menganggap penting itu kelengkapan administrasi. Toh mau buat apa, kerjaan mereka cuma di sawah setiap hari. Saya pernah tuh dateng ke rumah lansia yang rumahnya aja memprihatinkan. Saya tanya, ktp sama kk-nya mana pak? Si kakek itu malah ngasih saya satu tas tua yang isinya berkas dari tahun sya belum

ODKLUWXK6D\DPDODKGLVXUXKFDULVHQGLULNDUHQDPHPDQJXGDKWXD\D´53

Berdasarkan kedua informasi yang penulis dapatkan dari pendamping maka dapat disimpulkan bahwa pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Sukamakmur, dalam melakukan aktivitas presentasi pada masyarakat penerima manfaat harus mampu untuk menyederhanakan cara penyampaian dalam transfer informasi kepada masyarakat penerima manfaat. Hal ini dilakukan mengingat rendahnya tingkat pendidikan masyarakat yang berakibat pada minimnya kemampuan daya tangkap masyarakat dalam memahami apa yang disampaikan oleh pendamping.

Dokumen terkait