• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Pemerintah melalui Beberapa Program Pemberdayaan UMKM

TINJAUAN PUSTAKA 2.1Uraian Teoritis

2.1.4 Dukungan Dari Pemerintah Daerah

2.1.4.1 Peran Pemerintah melalui Beberapa Program Pemberdayaan UMKM

Perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia tidakterlepas dari dukungan perbankan dalam penyaluran kredit kepada UKM. Setiap tahun kredit kepada UKM mengalami pertumbuhan dan secara umumpertumbuhannya lebih tinggi dibanding total kredit perbankan. Kredit UMKM adalahkredit kepada debitur usaha mikro, kecil dan menengah yang memenuhi definisi dankriteria usaha mikro, kecil dan menengah sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2008 Tentang UKM. Berdasarkan UU tersebut, UKM adalah usaha produktif yangmemenuhi kriteria usaha dengan batasan tertentu kekayaan bersih dan hasil penjualantahunan.

Keberhasilan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia juga tidakterlepas dari dukungan dan peran pemerintah dalam mendorong penyaluran kredit kepada UKM. Berbagai skim Kredit/pembiayaan UKM diluncurkan olehpemerintah dikaitkan dengan tugas dan program pembangunan ekonomi pada sektor-sektorusaha tertentu, misalnya ketahanan pangan, perternakan dan perkebunan. Peranpemerintah dalam skim-skim kredit UKM ini adalah pada sisi penyediaan dana APBNuntuk subsidi bunga skim kredit dimaksud, sementara dana kredit/pembiayaanseluruhnya (100%) berasal dari bank-bank yang ditunjuk pemerintah sebagai bankpelaksana. Selain itu pemerintah berperan dalam penyiapan UKM agar dapat dibiayaidengan skim dimaksud, menetapkan kebijakan dan prioritas usaha yang akan menerimakredit, melakukan pembinaan dan pendampingan selama masa kredit, dan memfasilitas ihubungan antara UKM dengan pihak lain.

Pada dewasa ini skim kredit yang sangat familiar di masyarakat adalah KreditUsaha Rakyat (KUR), yang khusus diperuntukkan bagi UKM dengan kategori usahalayak, namun tidak mempunyai agunan yang cukup dalam rangka persyaratanperbankan. KUR adalah Kredit atau pembiayaan kepada UKM dan Koperasi yang tidaksedang menerima Kredit atau Pembiayaan dari Perbankan dan/atau yang tidak sedangmenerima Kredit Program dari

Pemerintah pada saat permohonan Kredit/Pembiayaandiajukan. Tujuan akhir diluncurkan Program KUR adalah meningkatkan perekonomian,pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.KUR merupakan kredit yang diberikan oleh bank kepada UMKM dalam bentukpemberian modal kerja dan investasi untuk usaha produktif yang feasible namun belumbankable. Tujuannya adalah tercapainya percepatan pengembangan sektor riil (terutamasektor pertanian, kehutanan, kelautan dan perikanan serta industri).Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit Usaha Kecil Menengah (UKM) masih sangat rendah di bawah 10% sejak Januari hingga Mei 2011.Bank sentral terus mengarahkan bank untuk menggenjot kredit sektor produktif tersebutuntuk mencegah ekonomi "overheating" alias kepanasan. Pendekatan yang digunakankepada UMKM bergeser dari development role menjadi promotional role. Pendekatan yangmemberikan subsidi kredit dan bunga murah sudah bergeser kepada pendekatan yanglebih menitikberatkan pada kegiatan pelatihan kepada petugas bank, penelitian danpenyediaan informasi. Sabirin (2001) menjelaskan bahwa untuk memberdayakan masyarakat golonganekonomi lemah atau sektor usaha kecil adalah dengan menyediakan sumber pembiayaanusaha yang terjangkau. Salah satu strategi pembiayaan bagi golongan ini adalah usahakredit mikro. Lembaga keuangan mikro merupakan institusi yang menyediakan jasa-jasakeuangan penduduk yang berpendapatan rendah dan termasuk dalam kelompok miskin.Lembaga keuangan mikro ini bersifat spesifik karena mempertemukan permintaan danapenduduk miskin atas ketersediaan dana. Bagi lembaga keuangan formal perbankan,penduduk miskin akan tidak dapat terlayani karena Kesuksesan pemberdayaan UKMakan terwujud bila semua stakeholder berperan secara bersama-sama sesuai peranmasing-masing. Baik regulator termasuk Pemerintah Daerah, para pelaku UKM dandunia perbankan yang dapat bekerja sesauai dengan tugas dan fungsinya, makakeberhasilan dan kemajuan UKM akan cepat terlaksana. Sehingga pada akhirnyapeningkatan penerimaan pajak dari sisi penggalian wajib pajak baru maupun

nilaipajaknya akan terus meningkat.Pemerintah sebagai regulator, pada dasarnya telah banyak mengeluarkanprogram atau skim yang telah disediakan untuk memberdayakan UKM. Program inihendaknya terus dioptimalisasikan. Program-program tersebuta antara lain.

1. Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebagaimana telah di bahas di atas. 2. Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE),

KKPE adalah kredit investasi atau modal kerja yang diberikan dalam rangkamendukung program ketahanan pangan, dan diberikan melalui kelompok tani atau

koperasi.

3. Program Usaha Agrobisnis Pertanian (PUAP)

PUAP merupakan fasilitasi bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petanipemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yangdikoordinasikan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan).

4. Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS)

5. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM)

Demikian juga program-program yang dikeluarkan oleh Badan Usaha MilikNegara (BUMN) dalam bentuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).Program ini berangkat dari kepedulian dari BUMN untuk memberdayakan UKMmelalui bagian laba sebesar 2,5 persen yang digunakan untuk pemberdayaan UKM.

Disisi lain Kementrian Koperasi dan UKM dan Kementrian lainnya langsung melakukan pembinaan terhadap UKM di seluruh wilayah tanah air. TermasukDirektorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan langsung melakukan pembinaan danpemberian fasilitas pajak kepada UKM.

Diharapkan juga pemberdayaan UKM akan dilakukan oleh pihak swastamelalui Corporate Social Responsibility (CSR) yang mereka miliki, antara lain melaluibapak angkat, plasma, pembinaan manajemen dan berbagai kegiatan untuk pemasaran produk UKM. CSR

diharapkan juga digulirkan oleh industri perbankan Indonesia gunamemberikan kemudahan dan akses kredit kepada para pelaku UKM.Saat ini Bank Indonesia juga telah melakukan pembinan dan berbagai aktivitas untuk pemberdayaan UKM dalam bentuk program Konsultan Keuangan Mitra Bank(KKMB). Program ini dimaksudkan antara lain sebagai pendampingan manajerial baikdibidang keuangan, pemasaran, kapasitas pengelolaan serta administrasi UKM. Halsenada juga dilakukan oleh beberapa Pemerintah Daerah berupa program ekonomikerakyatan pemda serta keunggulan komparatif daerah. Salah satu hal terpenting lagiadalah program sosialisasi berbagai program agar program-program pemberdayaan UKM dapat dengan mudah diakses.Mengacu pada sasaran dan arah kebijakan pemberdayaan UKM sebagaimanauraian di atas, maka diperlukan strategi pada tatanan makro, dan mikro melaluiimplementasi program-program pemberdayaan UKM seperti sebagai berikut :

a. Penciptaan iklim usaha UKM. Tujuan program ini adalah untuk

memfasilitasiterselenggaranya lingkungan usaha yang efisien secara ekonomi,sehat dalampersaingan, dan nondiskriminatif bagi kelangsungan dan peningkatan kinerja usahakecil menengah.

b. Pengembangan sistem pendukung usaha bagi UKM. Program ini bertujuan

untukmempemudah, memperlancar, dan memperluas akses UKM kepada sumberdayaproduktif agar mampu memanfaatkan kesempatan yang terbuka dan potensisumberdaya lokal serta menyesuaikan skala usahanya sesuai dengan tuntutanefisiensi.

c. Pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif UKM.Program ini ditujukan untuk mengembangkan jiwa dan semanga kewirausahaan danmeningkatkan daya saing UKM, sehingga pengetahuan serta sikap wirausahasemakin berkembang dan produktivitas meningkat;

d. Pemberdayaan Usaha Skala Kecil. Program ini ditujukan untuk meningkatkanpendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi di sektorinformal yang berskala usaha mikro, terutama yang masih berstatus keluarga miskindalam rangka memperoleh pendapatan yang tetap, melalui upaya peningkatankapasitas usaha, sehingga menjadi unit usaha yang lebih mandiri

e. Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi. Program ini bertujuan untukmeningkatkan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi agar koperasi mamputumbuh dan berkembang secara sehat.

Dokumen terkait