F. Penelitian Terdahulu
3. Pemilihan Informan
Informan merupakan orang yang dijadikan narasumber untuk dapatr memberikan informasi berupa data maupun wawancara yang dibutuhkan peneliti dalam berlangsungnya kegiatan penelitian. Informan yang dibutuhkan peneliti harus memenuhi kriteria tertentu agar seluruh informasi yang diberikan dapat dipercaya kevalidan data maupun informasinya. Peneliti memilih informan yaitu, Koordinator Perpustakaan, Pustakawan, Staf Layanan, dan Pemustaka yang aktif. Berikut ini adalah informan internal Perpumda Provinsi DKI Jakarta yang dipilih berdasarkan kriteria :
T
Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, yaitu :
a) Observasi
Observasi, merupakan kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indera mata senagai alat bantu utamanya. Yang dimaksud metode observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang akan digunakan dalam penelitian ini. Dalam artian bahwa data tersebut dikumpulkan melalui
NO NAMA JABATAN
1 Salam Nataru Koordinator Perpustakaan
2 Syahmiranti Datau Pustakawan
3 Jufri Staf Layanan
4 Dafa Ramadhan Pemustaka
5 Ridho Rosiandi Pemustaka
pengamatan peneliti melalui bantuan panca indera.34 Pengamatan ini dilakukan dengan cara mendatangi langsung lokasi penelitian di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta (Kuningan). Setelah itu mengamati peran serta cara melestarikan yang dilakukan untuk meningkatkan Kebudayaan Betawi.
b) Wawancara
Wawancara, adalah proses nenperoleh sebuah keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara bertatap muka antara peneliti dengan informan yang di wawancara. Dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara.35 Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh data dari informan tentang masalah yang akan di teliti. Wawancara ini dilakukan secara bebas, tetapi tetap menggunakan pedoman wawancara agar saat berlangsungnya wawancara tetap pada arah permasalahan dan daftar pertanyaan. Peneliti mengajukan wawancara kepada Koordinator Perpustakaan, Pustakawan, Staf Layanan, dan Pemustaka.
c) Dokumentasi
Dokumentasi, merupakan proses pengumpulan serta pengambilan data yang berbentuk catatan, buku, dokumentasi, dan foto. Peneliti mengambil data dokumentasi dan mengumpulkan beberapa data yang berupa foto dan rekaman wawancara.
d) Penarikan Kesimpulan
Sebuah data di reduksi dan disajikan, setelah itu penarikan kesimpulan untuk menjawab dari rumusan masalah yang peneliti kemukakan.
34 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif (Jakarta: Prenada Media Grup, 2005), h 126.
35 Bungin, h 126.
5. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan proses pengumpulan data setelah itu mengurutkan kedalam dan pola pengumpulan data. Menurut Burhan Bungin, analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam metode ilmiah, karena dalam analisis data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna untuk memecahkan masalah penelitian.36 Apabila data sudah terkumpul, langkah selanjutnya yang dilakukan peneliti adalah menganalisis data yang sudah didapat melalui penyusunan kata-kata dalam bentuk kalimat yang lebih luas.
6. Jadwal Penelitan
Penelitian ini dilaksanakan pada Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta di Gedung Nyi Ageng Serang Lantai 7-8 Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019.
Table 4.1 Jadwal Penelitian
36 Bungin, h 131.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Profil dan Objek Penelitian
a) Profil Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta
Perpustakaan Umum Daerah (PERUMDA) Provinsi DKI Jakarta merupakan bagian dari pengelolaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Provinsi DKI Jakarta yang merupakan bagian dari layanan terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat khususnya warga DKI Jakarta.
DISPUSIP Provinsi DKI Jakarta sendiri memecah bebrapa bagian Perpumda menjadi dua wilayah yaitu yang terletak di Gedung Nyi Ageng Serang lantai 7-8 Kuningan Jakarta Selatan dan Perpumda Cikini di area Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat, selain itu juga mengelola Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin yang terletak di sekitaran Perpumda Cikini. Pada tingkat Kotamadya pun DISPUSIP Provinsi DKI Jakarta membawahi Suku Dinas (SUDIN) Perpustakaan dan Kearsipan Kota di masing-masing Kotamadya termasuk Kepulauan Seribu.
Perpumda Provinsi DKI Jakarta (Kuningan) yang lokasi nya tergabung di dalam Gedung Nyi Ageng Serang itu sendiri berada pada lantai 7 dan 8 dan terletak di Jalan H.R Rasuna Said. Lantai 7 yang berisikan dengan ruang koleksi, meja sirkulasi, ruang anak, loker room, Musholah, hingga toilet.
Sedangkan pada lantai 8 terdapat ruang referensi, ruang KCKR, ruang bioskop yang dihunakan untuk pemutaran film yang ada pada koleksi, ruang koordinator perpustakaan beserta staf, dan yang paling menonjol adalah ruang koleksi khusus yang memiliki desain seperti rumah adat Betawi yang di isi dengan koleksi khusus Kebudayaan Betawi serta Koleksi mengenai Kota Jakarta.
b) Sejarah Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta
Pada tahun 1950 kegiatan perpustakaan di Pemerintah DKI Jakarta dimulai ketika DKI Jakarta masih berbentuk kotapradja, dengan sebutan Perpustakaan Kotapradja Djakarta Raja‖. Pada tahun 1961 setelah Kotapradja Jakarta Raja ditingkatkan statusnya menjadi Daerah Tingkat 1 Daerah Khusus Ibukota Djakarta Raya, kemudian berubah menjadi Perpustakaan Balaikota Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Djakarta Raja‖.
Pada tahun 1972 melalui keputusan Gubernur Nomor 16/2/1/1972 tentang Susunan Organisasi Sekretariat Daerah Pemerintah DKI Jakarta, perpustakaan diselenggarakan oleh dan merupakan salah satu bagian pada Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan. Tahun 1978 juga melalui keputusan Gubernur Nomor 62 Tahun 1978 tanggal 3 Februari 1978 dibentuk Lembaga Perpustakaan Umum yang menangani jenis perpustakaan umum dilingkungan Pemerintah DKI Jakarta, seperti Perpustakaan Umum Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro dan Perpustakaan Umum di lima wilayah Kotamadya DKI Jakarta. Perpustakaan umum di lima wilayah kotamadya DKI Jakarta dialihkan pengelolaannya pada tahun 1989 kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran DKI Jakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), sedangkan Perpustakaan Umum Soemantri Brodjonegoro masih tetap dikelola Biro Bina Mental Spiritual DKI Jakarta. Tahun 1993 dibentuk Perpustakaan Umum Pemerintah Daerah DKI Jakarta dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 1993 sebagai Daerah Nomor 3 tahun 2011 dan Keputusan Gubernur Nomor 109 tahun 2001 ditetapkan pembentukan Kantor Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta yang mempunyai fungsi antara lain sebagai pengelola perpustakaan umum daerah.
Tahun 2009 berdasarkan kepada Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2008 dan Peraturan Gubernur Nomor 153 Tahun 2009 ditetapkan pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta dan Kantor Perpustakaan dan Arsip Kota Administrasi (KPAK), yang mempunyai tugas adalah sebagai penyelenggara perpustakaan umum daerah.37
Kini BPAD pun berubah menjadi DISPUSIP yang langsung menaungi PERPUMDA Kuningan-Cikini sebagai layanan perpustakaan dan PDS HB Jassin sebagai pusat dokumentasi, serta Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di masing-masing Kota Madya termasuk Kepulauan Seribu.
c) Visi dan Misi Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta mempunyai visi serta misi sesuai dengan landasan dari DISPUSIP untuk memajukan bangsa dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan membangun kemampuan literasi informasi melalui budaya membaca di perpustakaan.
• Visi
Modern Responsif Profesional
• Misi
1. Mewujudkan Budaya Membaca Masyarakat Jakarta;
2. Mewujudkan Tertib Tata Kelola Kearsipan;
37 BPAD DKI Jakarta, Buku Petunjuk Penggunaan Koleksi Perpustakaan (Jakarta: BPAD DKI Jakarta, 2011), h 3.
3. Meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan dan Kearsipan yang Inovatif.
d) Struktur Organisasi
Bagan 2 Struktur Organisasi
e) Gedung dan Tata Ruang Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta
Gedung Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta ini terletak pada Gedung Nyi Ageng Serang yang dimana tergabung dengan beberapa instansi pemerintahan lainnya. Meski begitu, Perpumda Provinsi DKI Jakarta memiliki dua lantai yang di khususkan menjadi pusat layanan perpustakaan Perpumda itu sendiri yaitu pada lantai 7 dan 8 Gedung Nyi Ageng Serang.
Lantai 7 dan 8 yang dilengkapi dengan akses lift pun di berikan untuk kemudahan dan kenyamanan pemustaka yang hadir. Pada lantai 7 tersedia tempat penitipan barang atau looker room demi menunjang keamanan para pemustaka, meja sirkulasi untuk penminjaman dan pengembalian koleksi serta meja pendaftaran anggota menjadi bagian paling depan dari lantai tersebut.
Selain itu dilengkapi juga dengan ruang baca, ruang koleksi, ruang khusus anak, dan komputer sebagai alat penunjang layanan OPAC. Adapun sarana penunjang di lantai ini, antara lain yaitu terdapat Mushola dan toilet. Lantai 8 di Gedung Nyi Ageng Serang ini sendiri meliputi ruang kerja Koordinator Perpustakaan beserta staf. Sarana yang disediakan sebagai pelayanan kepada pemustaka yaitu terdapat ruang referensi, ruang KCKR, ruang pemutaran film (Audio Visual), ruang preservasi bahan koleksi, dan Betawi Corner sebagai tempat peyimpanan koleksi khusus Budaya Betawi maupun Jakarta. Pada lantai tersebut juga disediakan meja baca untuk memudahkan para pemustaka agar tidak naik turun untuk mengambil koleksi yang akan digunakan. Selain itu untuk meningkatkan keamanan Perpustakaan, RFID menjadi pilihan Perpumda Provinsi DKI Jakarta dengan memasang di titik pintu keluar masuk secara umum. Pada lantai 7 dan 8 juga dilengkapi kamera pengawas CCTV
serta pendingin ruangan demi kenyamanan dan keamanan para pengunjung Perpustakaan.
f) Sarana dan Prasarana Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta
1) Meja Sirkulas
Meja sirkulasi yang menghadap langsung di posisi kedatangan pengunjung, kegunaan meja sirkulasi ini untuk tempat peminjaman/pengembalian buku, peminjaman kunci loker, serta pusat informasi perpustakaan
2) Meja Pendaftaran (Administratif)
Meja pendaftaran berposisi di sebrang meja sirkulasi ini digunakan untuk membuat Kartu Tanda Anggota (KTA) perpustakaan atau perpanjang masa berlaku KTA. Untuk memudahkan melengkapi persyaratan proses pembuatan KTA juga disediakan kamera serta mesin fotokopi.
3) Ruang Baca
Perpustakaan sebagai sarana publik, dimana setiap ruang dapat dipergunakan untuk membaca. Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta (Kuningan) terdiri dari 2 lantai, letak pada Gedung Nyi Ageng Serang yaitu di lantai 7 dan 8. Pada lantai 7 terdapat ruang baca untuk menggunakan fasilitas dari koleksi buku yang tidak berjauhan dengan meja baca, pada lantai 2 terdapat ruang baca untuk lebih mudah dengan akses koleksi referensi maupun koleksi khusus. Ruang baca anak yang terdiri dari area baca lesehan
dan kursi serta meja-meja kecil
4) Rak Koleksi Buku
Rak buku yang disediakan berbahan utama besi agar tingkat penyusutan serta serangan dari serangga tidak mudah menyerang koleksi buku pada rak. Susunan rak beserta nomor panggil disusun sesuai urutan agar memudahkan proses pencarian bahan koleksi pemustaka.
5) Ruang Layanan Anak
Perpustakaan Umum Daerah DKI Jakarta memiliki layanan anak yang terdapat di lantai 7 gedung perpustakaan. Layanan anak ini terbagi atas empat ruangan yaitu; pertama ruangan membaca, dimana koleksi anak mulai dari koleksi umum hingga refensi tersusun rapih dan dapat dijangkau oleh anak-anak, sehingga anak-anak dapat memilih buku mana yang ingin dibaca. Kedua yaitu ruangan mainan edukasi, terdapat banyak mainan yang beredukasi seperti puzzle, tebak gambar dan lain-lain, dimana mainan edukasi tersebut berjumlah 300 eksemplar dan aman untuk digunakan oleh anak-anak. Ketiga adalah ruangan playground, yang dikhususkan untuk anak-anak usia 5 tahun ke bawah serta dengan tinggi badan kurang dari 110 cm. Ruangan tersebut mempunyai beberapa mainan seperti mandi bola, mainan sepeda kecil, musik hingga seluncuran atau perosotan. Ruangan layanan anak dapat digunakan sesuai hari operasional pada umumnya akan tetapi di tutup 1 lebih cepat dari pada layanan lainnya.
6) Ruang Referensi
Ruang referensi terletak di lantai 8 gedung perpustakaan.
Koleksi pada ruang referensi ini terdiri dari kamus, surat kabar, hingga ensiklopedia, dan koleksi tersebut hanya bisa dibaca ditempat. Selain koleksi buku referensi terdapat pula koleksi braille untuk penyandang disabilitas
7) Ruang Betawi Corner
Betawi Corner pada lantai 8 di dalamnya tersedia koleksi-koleksi buku khas Betawi atau Jakarta, alat musik, galeri foto Kebudayaan Betawi, peta Jakarta, dan miniatur busana-busana Kebudayaan. Ruang ini sendiri menjadi ruangan yang menonjolkan kekhasan dari Perpumda itu sendiri sesuai Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
8) Ruang Audio Visual (Pemutaran Film)
Ruang pemutaran film ini di lantai 8 yang dilengkapi fasilitas peredam suara serta desain yang dibuat seperti bioskop pada umumnya dengan susunan kursi dan kondisi warna dalam ruangan sedikit lebih gelap agar mengurangi pantulan cahaya pada saat pemutaran film dilakukan.
9) Ruang Kerja
Ruang kerja terdiri dari ruagan khusus Koordinator Perpustakaan, Pustakawan, serta para staf berposisi di lantai 8 sebagai ruang penunjang agar perkerjaan lebih maksimal dalam mengelola perpustakaan.
10) Ruang Preservasi
Seperti pada umumnya koleksi mengalami penyusutan atau kerusakan dari tangan pemustaka ataupun serangga yang menjadikan
bentuk fisik tidak lagi baik, ruang ini menjadi tempat perawatan dan perbaikan koleksi buku agar menjadi lebih baik lagi bentuk fisiknya dan di isi oleh petugas yang ahli pada bidangnya
11) Ruang Penitipan Barang
Tempat penitipan barang dengan bentuk loker dengan jumlah sekitar 1 50 pintu dilengkapi dengan kunci bisa digunakan dengan mengisi daftar pengunjung yang tersedia di komputer yang telah disediakan lalu menukar kunci loker dengan kartu identitas pemustaka, bisa berupa KTP, SIM atau kartu pelajar.
12) Komputer OPAC
Disediakan juga beberapa komputer di setiap lantai untuk dapat menemukan buku melalui penelusuran koleksi perpustakaan atau yang disebut dengan OPAC.
13) Ruang Karya Cetak dan Karya Rekam
Ruang karya cetak dan karya rekam terletak di lantai 8 gedung perpustakaan Kuningan.
14) Galeri
Galeri yang tersedia di perpustakaan berada pada lantai 8 gedung perpustakaan dan tergabung pada ruang Betawi Corner. Galeri ini berisi berbagai jenis pameran yaitu gambar sejarah kota Jakarta, kebudayaan Betawi, Alat music Betawi, Ondel-Ondel, hingga busana-busana adat Betawi
15) Akses Internet
Sarana hotspot ini dapat dinikmati di lantai 7 dan 8 gedung perpustakaan. Sarana ini ditunjukkan bagi pemustaka guna memudahkan dalam melakukan penelusuran bahan koleksi yang terdapat di internet. Sarana akses internet ini hanya dapat dimanfaatkan jika sudah terdaftar menjadi anggota perpustakaan
16) Mushalla
Mushalla ini berada di lantai 7 yang bersebelahan dengan toilet dan ruang baca. Mushalla ini hanya satu ruang dan memiliki perlengkapan ibadah seperti sarung, mukenah dan sajadah.
17) Buku Tamu Online
Buku tamu di Perpustakaan Kuningan sudah tidak menggunakan kertas lagi, melainkan menggunakan komputer. Buku tamu ini harus diisi oleh pengunjung perpustakaan baik anggota maupun non-anggota.
18) Fotokopi
Layanan fotokopi adalah salah satu layanan yang digunakan secara cuma-cuma atau gratis. Layanan ini hanya bisa digunakan oleh anggota perpustakaan dan dibatasi untuk setiap anggota perharinya.
19) Ruang Rapat
Ruang Rapat bisa digunakan untuk keperluan karyawan yang bekerja di dalam perpustakaan maupun bisa dipinjamkan kepada masyarakat umum dengan menggunakan persuratan resmi.
g) Kegiatan Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta
Pada umumnya perpustakaan umum memiliki kegiatan penunjang demi memenuhi kebutuhan pengguna nya. Seperti di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta memiliki kegiatan sebagai berikut :
1) Story Telling
Mengadakan Layanan Bercerita (storytelling), kegiatan ini sangat banyak diminati dengan pengunjung perpustakaan orang tua yang membawa anaknya dan juga anak-anak yang sengaja berkunjung untuk menunggu kegiatan ini dilaksanakan setiap minggu nya. Kegiatan ini pula yang dapat menjadi daya Tarik anak-anak berkunjung ke perpustakaan.
2) Bimtek Perpustakaan
Layanan Bimtek perpustakaan, kegiatan ini dilakukan perminggu nya dengan mengundang sekolah-sekolah yang telah dipilih untuk datang ke perpustakaan di waktu sekolah untuk mengikuti arahan dari petugas perpustakaan untuk menjelaskan hal terkait fasilitas perpustakaan.
3) Pemutaran Film
Nonton Bareng di ruang Audio Visual, kegiatan nonton bareng ini juga menjadi kegiatan primadona di Perpumda DKI Jakarta. Karena disini anak-anak dan pengunjung dapat menikmati manyaksikan pemutaran film gratis di dalam ruangan dengan konsep desain
bioskop. Setelah pemutaran film yang dipilih oleh petugas, setelah ini pengunjung diperbolehkan memilih film yang akan di putar.
4) Bedah Buku
Acara Bedah Buku, kegiatan ini dilakukan dengan melakukan kerja sama kepada pihak lain demi menjalankan kegiatan ini juga menjadi bahan promosi Perpumda DKI Jakarta.
5) Indonesian Book Fair (IBF)
Berpartisipasi dalam acara Indonesian Book Fair (IBF) dan Jak Book setiap tahun, kegiatan ini menjadi ajang tahunan yang menjadi Perpumda DKI Jakarta berperan penting dalam kontribusi penyediaan koleksi dalam acara tersebut.
6) Gerakan Hibah Buku dan Bazar
Gerakan hibah buku dan bazar, kegiatan gerakan ini menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh DISPUSIP dan melalui jalur Perpumda hingga ke Perpustakaan Sudin setelah itu dialihkan hasil nya ke DISPUSIP.
7) Perlombaan
Lomba mewarnai, menggambar, dan bercerita.
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang bermaksud meningkatkan minat bakat anak-anak pada bidangnya,
biasa dilaksanakan untuk menyambut hari-hari besar kenegaraan.
8) Hari Anak Jakarta Membaca
Menyelenggarakan Hari Anak Jakarta Membaca, kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang dimana untuk meningkatkan minat baca dengan berbagai konsep acara yang dilakukan dengan mengikutsertakan banyak anak-anak dengan mendatangkan ke perpustakaan dan di dukung dengan acara-acara lainnya demi meningkatkan minat baca.
9) Pemilihan Abang None Buku
Pemilihan Abang None Buku, kegiatan pemilihan abang none buku ini menjadi kegiatan yang cukup besar dikarenakan ikut melibatkan seluruh perpustakaan yang dibawahi DISPUSIP dengan cara mengirimkan perwakilan dari masing-masing kotmadya yang berasal dari sekolah maupun kampus, setelah itu pemilihan abang none buku di fokuskan kea rah literasi kebudayaan, berbeda dengan abang none yang di laksanakan pemilihanya oleh Kementerian Pariwisata.
10) Buletin Terbitan Perpustakaan
Menerbitkan Buletin Terbitan Perpustakaan, kegiatan ini difokuskan kepada tim yang diturunkan dari DISPUSIP untuk meliput semua agenda kegiata
maupun penyebaran informasi perpustakaan yang dinaungi DISPUSIP dalam bentuk Koran khusus.
Setelah itu dilayankan di masing-masing perpustakaan.
h) Koleksi Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta
Koleksi Perpumda Kuningan sebanyak 250.000 koleksi buku serta 4.000 koleksi brailler diupayakan secara lengkap dan mendalam agar dapat menunjang tujuan dan program lembaga ini di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berikut ragam koleksi tercetak yang terdapat pada perpustakaan yang berlokasi di Kuningan yaitu sebagai berikut:
1) Koleksi Buku
Koleksi buku yang terdapat pada Perpumda Provinsi DKI Jakarta secara garis besar terdiri dari dua kategori berdasarkan usia yaitu buku-buku untuk anak- anak, dan buku-buku remaja atau dewasa. Dikarenakan perpustakaan umum, maka buku-buku yang tersedia merupakan buku-buku-buku-buku umum untuk masyarakat umum. Buku-buku yang tersedia di perpustakaan antara lain adalah buku dalam bidang:
▪ Karya Umum
▪ Filsafat dan psikologi
▪ Agama
▪ Politik, Sosial dan Budaya
▪ Bahasa
▪ Ilmu-ilmu Murni seperti Matematika, IPA, dan sebagainya
▪ Ilmu-ilmu Terapan seperti Kedokteran,
Teknologi, Manajemen dan sebagainya
▪ Kesenian dan Olahraga
▪ Kesusastraan
▪ Sejarah dan Geografi
▪ Fiksi
2) Koleksi Khusus
Pada buku koleksi khusus ini pun ketersediaannya mencapai 2000an buku dari berbagai judul dan jumlah eksemplar.
Koleksi khusus ini bisa di akses di dalam ruang Betawi Corner yang di dalamnya beraneka ragam tema dari Sejarah Jakarta dan Kebudayaan Betawi. Koleksi buku tersebut juga ada karangan salah satunya tokoh Budaya Betawi yaitu Bapak Ridwan Saidi, dan juga dari mantan-mantan Gubernur DKI Jakarta
3) Koleksi Berseri
Koleksi serial atau terbitan berseri tercetak yang terdapat di Perpustakaan Kuningan ialah terdiri dari majalah dan surat kabar. Beberapa judul koleksi terbitan berkala yang tersedia adalah majalah popular, surat kabar yang dilanggan, tabloid yang dilanggan, kliping surat kabar, dan terbitan pemerintah.
Susunan koleksi (buku) di Perpustakaan Cikini disusun secara berkelas (classified order), yaitu berdasarkan disiplin ilmu masing-masing. Susunan buku dijajarkan mulai dari arah kiri ke arah kanan dan menggunakan klasifikasi Dewey (Dewey Decimal Clasification).
i) Jadwal Layanan
Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui berbagai cara. Salah satunya adalah melalui peningkatan jam buka perpustakaan yang terdiri dari layanan pagi hingga sore hari. Adapun jam buka perpustakaan dapat dilihat sebagaimana tabel di bawah:
Jam Layanan Perpustakaan
Hari Jam Layanan
Senin-Kamis 09.00 – 17.00 WIB
Jum‘at
09.00 – 17.30 WIB (11.30 – 13.00 WIB tutup karena
Shalat Jum‘at)
Sabtu-Minggu 09.00 – 17.00 WIB
Layanan Anak
Jam layanan anak perpustakaan 09.00 – 16.00 WIB
Libur Nasional/ Cuti Bersama yang ditetapkan
oleh Pemerintah
Tutup
j) Jenis Layanan Perpustakaan
Adapun jenis-jenis layanan yang diberikan oleh Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta kepada pemustaka, adalah sebagai berikut:
• Layanan Sirkulasi
Layanan ini meliputi kegiatan peminjaman dan pengembalian buku, pengambilan kunci loker, serta pusat informasi yang diberikan oleh SDM di dalamnya.
• Layanan Referensi
Penyediaan berbagai sumber referensi yang meliputi kamus, ensiklopedi, sumber biografi, bibliografi, sumber geografi, indeks, abstrak, direktori, dan sumber-sumber referensi lainnya.
Layanan referensi yang terdapat di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta meliputi:
o Jasa Informasi dan Bimbingan Pemakai
Jasa informasi ini memberikan layanan secara terperinci mengenai seluruh informasi yang dimiliki perpustakaan. Bimbingan pemakai memberikan layanan berupa bimbingan kepada pemakai dalam memanfaatkan pemakaian koleksi yang ada di perpustakaan termasuk di dalamnya teknik penemuan kembali informasi dengan menggunakan sarana komputer.
o Jasa Penelusuran Informasi
Layanan informasi ini memberikan bantuan kepada pemakai dalam menemukan informasi berasal dari buku ataupun majalah/jurnal.
Sumber informasi dapat berasal dari koleksi yang ada di lingkungan perpustakaan dan juga lembaga informasi di luar Perpustakaan
Dispusip Provinsi DKI Jakarta. Jasa penelusuran ini juga
Dispusip Provinsi DKI Jakarta. Jasa penelusuran ini juga