UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
D. PERAN SERTA MASYARAKAT
Peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup dilakukan melalui berbagai macam kegiatan baik secara perorangan maupun dalam suatu wadah organisasi. Berdasarkan data tahun 2013 jumlah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan hidup yang masih aktif sebanyak 7 (tujuh) organisasi (UP-6). Sebagian besar dari LSM tersebut bergerak dalam bidang pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Metode pengolahan sampah yang digunakan seperti pembuatan pupuk organik dari sampah organik, pembuatan kerajinan dari sampah anorganik (plastik) dan lain-lain dapat mewujudkan lingkungan bersih dan sehat serta menambah pendapatan keluarga. Salah satu kegiatan telah mencapai tingkat nasional adalah Bank Sampah LSM Bengkel Kesling di Dusun badegan, Desa Bantul, Kecamatan Bantul. Disamping itu ada pula jenis LSM lainnya seperti kelompok peduli lingkungan yang beranggotakan pedagang kaki lima dan kelompok pecinta lingkungan yang bergerak dibidang pendididkan lingkungan.
Meningkatnya kepedulian masyarakat di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup membuat bermunculnya pelopor-pelopor peduli lingkungan baik berupa perorangan maupun kelompok dengan kegiatan yang berbeda-beda. Hal ini ditunjukkan melalui berbagai penghargaan yang diterima baik di tingkat Daerah, Provinsi maupun Nasional (UP-7). Penghargaan di bidang lingkungan mencakup 4 katagori yakni
penghargaan untuk sekolah berwawasan lingkungan/Adiwiyata, kalpataru, kampung iklim dan Adipura.
Di tahun 2013 sekolah-sekolah yang menerima penghargaan kategori sekolah berwawasan lingkungan/Adiwiyata tingkat propinsi adalah SMAN 1 Banguntapan, SMPN 1 Pandak, dan SD Kanisius Sorowajan sedangkan untuk pondok pesantrenya adalah Pontren Ibnul Qoyyim Putra Piyungan. Untuk sekolah Adiwiyata tingkat Nasional dimenangkan oleh SMAN 2 Banguntapan, SMPN 1 Piyungan, SMPN 1 Banguntapan, SMP Pangudiluhur Sedayu, SD Muhammadiyah Bodon, dan SD Bantul 1.
Penghargaan untuk kategori Kalpataru adalah kelompok tani Catur Makaryo kategori penyelamat lingkungan, Bapak Sukijan kategori pembina lingkungan, Bapak Singgih Pranowo penerima penghargan kalpataru pengabdi lingkungan, dan Bapak Joko Pekik penerima penghargaan kalpataru perintis lingkungan. Penghargaan untuk program kampung iklim berhasil dimenangkan oleh dusun Puton, Trimulyo mendapatkan penghargaan kampung hijau tingkat propinsi dan Kabupaten Bantul menerima sertifikat Adipura dari kementrian lingkungan hidup.
Untuk meningkatkan pengetahuan serta pemahaman tentang lingkungan hidup pada masyarakat, aparat, swasta, sekolah dan lain-lain salah satu kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi atau penyuluhan (tabel UP-8). Penyuluhan lingkungan diberikan kepada kelompok-kelompok masyarakat, pelajar, aparat pemerintah, dan perusahaan yang dilaksanakan bekerjasama dengan instansi lingkungan hidup provinsi.
Materi yang disampaikan beragam dan disesuaikan dengan kondisi maupun permasalahan dari peserta. Untuk kelompok masyarakat kebanyakan diberikan materi tentang penggunaan dan manfaat komposter, pengelolaan sampah dan konservasi sumber daya air dan lain-lain. Sedangkan untuk pengusaha, aparat pemerintah diberikan materi tentang peraturan perundangan lingkungan hidup serta pengendalian pencemaran air maupun udara. Untuk siswa maupun guru diberikan materi tentang pengelolaan sampah, pendidikan lingkungan, kader-kader lingkungan dan perlindungan dan pengelolaan lingkungan sekolah.
Beberapa jenis kegiatan fisik yang dilakukan oleh masyarakat dalam rangka perbaikan kualitas lingkungan meliputi pengelolaan sampah rumah tangga, sampah pasar, bank sampah, konservasi lahan dan pengeloaan sumberdaya air. Kegiatan tersebut dilaksanakan menggunakan dana dari swadaya masyarakat dan bantuan dari Dinas/Instansi, LSM dan lain-lain. Untuk mendukung program-program kegiatan fisik
anggaran DAK Bidang LH memberikan bantuan kepada kelompok-kelompok masyarakat berupa alat-alat pengelola sampah seperti terlihat pada gambar 4.5
Gambar 4.5 Peralatan Pengelolaan Sampah
Manfaat dari kegiatan fisik perbaikan kualitas lingkungan yang dilakukan oleh kelompok masyarakat adalah meningkatnya pendapatan ekonomi keluarga, membaiknya kualitas lingkungan dan terwujudnya kondisi lingkungan yang bersih dan sehat.
E. KELEMBAGAAN
Untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang baik diperlukan ketaatan, ketertiban dan pengawasan. Pengawasan tersebut membutuhkan peraturan/produk hukum tentang perlindungan dan pengeloaan lingkungan sesuai yang diamanatkan dalam UU No. 32 tahun 2009. Beberapa produk hukum tentang pengelolaan lingkungan hidup yang dihasilkan di Kabupaten Bantul (Tabel UP-9) meliputi Perda Kab. Bantul No.6 tahun 2011 tentang retribusi ijin gangguan (RIG), Perda Kab. Bantul No.15 Tahun 2010 tentang pengelolaan air limbah dan Peraturan Bupati l No. 42 tahun 2010 tentang Perizinan dan Pengawasan pengelolaan limbah B3 serta pengawasan pemulihan akibat pencemaran LB3. Dan ditahun 2012 kabupaten Bantul mengeluarkan dua Peraturan baru, yaitu Perda No. 15 Tahun 2012 tentang pengelolaan persampahan dan Peraturan Bupati No. 18 Tahun 2012 tentang upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauab lingkungan hidup (UKL-UPL) dan
surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup (SPPL) di kabupaten Bantul. Sedangkan di tahuni 2013 BLH Kabupaten Bantul tidak mengeluarkan peraturan berkaitan dengan lingkungan hidup. Perda ini dimaksudkan untuk mengawasi serta menertibkan perusahaan atau industri yang menghasilkan limbah B3.
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan bidang lingkungan hidup di kabupaten Bantul pada tahun 2013 telah dilaksanakan Program yang terdiri dari 5 Program perioritas berdasar pada RPJMD dan 4 program pendukung mendasarkan Permendagri Nomor 13 tahun 2006. Program tersebut dijabarkan dalam 59 kegiatan dengan jumlah total anggaran Rp. 3.104.974.573,- (tiga milyar seratus empat Juta sembilan ratus tujuh puluh empat ribu lima ratus tujuh puluh tiga Rupiah) yang berasal dari anggaran APBD Kabupaten Bantul. Ditambah anggaran dari APBN sebesar Rp. 697.517.000,- untuk tugas pembantuan berupa rehabilitasi kerusakan ekosistem pesisir dan laut serta infrastruktur pengendalian pencemaran (Tabel UP-13). Anggaran BLH meningkat sebesar Rp. 857.177.949,- ditahun 2013.
Dalam pelaksanaan Tupoksi Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul didukung oleh SDM yang memadai dengan disiplin ilmu yang sesuai dengan bidangnya untuk meningkatkan kinerja institusi lingkungan hidup di daerah. Adapun SDM yang ada berjumlah 41 personel dengan kualifikasi pendidikan S2 sebanyak 4 orang, S1 28 orang, D3 2 orang dan SLTA mencapai 7 orang. Adapun disiplin ilmu SDM meliputi Hukum, Kimia, Teknik kimia, Biologi, Teknik Lingkungan, Ekonomi, Sospol.
Namun demikian untuk meningkatkan penaatan hukum dalam rangka penyelesaian pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran maupun kerusakan lingkungan belum ada Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Adapun SDM yang telah mengikuti diklat jabatan fungsional sebanyak 5 orang terdiri dari diklat Pedal sebanyak 3 orang dan diklat pengawas lingkungan sebanyak 2 orang namun belum dilantik.