BAB IV. Upaya Pengelolaan Lingkungan
D. Peran Serta Masyarakat
Aspek pemberdayaan masyarakat meliputi masyarakat yang diberdayakan, akses informasi, kapasitas organisasi lokal dan pelaku pemberdaya. Sebagai pelaku pemberdaya di sini dapat berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
LSM peduli lingkungan di Kabupaten Gunungkidul ada 11 (sebelas), namun kiprahnya dalam kegiatan lingkungan hidup masih belum kelihatan di Gunungkidul, dan pelibatan LSM dalam pengelolaan lingkungan belum terlihat, hanya pada even tertentu. Pelibatan LSM tersebut masih sebatas rapat/seminar/penyuluhan.
Pengelolaan lingkungan yang ada di Kabupaten Gunungkidul sebagian besar melibatkan kelompok masyarakat yang ada. Pelibatan kelompok masyarakat seperti pokdarling (kelompok sadar lingkungan), pokmaswas (kelompok masyarakat pengawas), dan pokdarwis (kelompok sadar wisata), kelompok binaan dalam rehabilitasi lahan kritis serta kelompok lainnya belum terdata dengan baik. Kelompok binaan dalam rehabilitasi lahan kritis yang ada di Kabupaten
Gunungkidul dapat membantu konservasi lingkungan dan tersebar hampir di semua kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.
Tabel 4.6. Kelompok Masyarakat Binaan dalam Rehabilitasi Lahan Kritis
No Nama Kelompok Jumlah
Anggota KecamatanDesa/ Luasan(Ha)
1. LPHD Wonojati 269 Kepek, Saptosari 32,9
2. LPHD Nirwana Lestari 49 Monggol, Saptosari 18,9
3. LPHD Jati Makmur 27 Planjan, Saptosari 10,3
4. LPHD Desa Kanigoro 702 Kanigoro, Saptosari 360,3
5. LPHD Wanalestari, 29 Jetis, Saptosari 7,85
6. LPHD Wono Waluyo 166 Krambilsawit, Saptosari 63
7. Kel. Tani Ngudimulyo 30 Bedoyo, Ponjong 10
8. Kel. Tani Tani Rukun 40 Karangasem, Ponjong 10
9. Kel. Tani Tani Mulyo 25 Kenteng, Ponjong 10
10. Kel. Tani Dadimulyo 20 Karangwuni, Rongkop 10
11. Kel. Tani Tani Mulyo 25 Pringombo, Rongkop 10
12. Kel. Tani Marsudi Tani 20 Candirejo, Semanu 10
13. Kel. Tani Ngudi Rejeki 30 Ngestirejo, Tanjungsari 15
14. Kel. Tani Rukun Makaryo 30 Ngestirejo, Tanjungsari 15
15. Kel. Tani Tani Maju 30 Giricahyo, Purwosari 15
16. Kel. Tani Jambu Lestari 35 Giricahyo, Purwosari 15
17. Kel. Tani Mekarsari 30 Sumbergiri, Ponjong 15
18. Kel. Tani Sedyo mulyo 15 Petir, Rongkop 15
19. KT.Sedyo Maju 20 Pucanganom, Rongkop 15
20. KT. Sidorukun 20 Giring, Paliyan 15
21. Karang Taruna Bukit Putra
Mandiri 55 Nglanggeran, Patuk 20
22. Ngudi Lestari 50 Beji, Ngawen 25
23. Pemukim Pantai Siung 60 Purwodadi, Tepus 25
24. Putera Bahari 55 Purwodadi, Tepus 75
25. KT HKM“Sedyo lestari 80 Karangasem, Paliyan 25
26. KT. Ngudilancar 30 Tileng, Girisubo 15
27. KT. Saribumi 150 Genjahan, Ponjong 100
28. KT Dadi Makur 160 Sawahan, Ponjong 100
29. KT. Ngudi Raharjo 140 Sumberejo, Semin 100
30. KT.Muda tani 100 Bulurejo, Semin 100
31. KT. Margo Dadi 125 Balong, Girisubo 100
32. KT.Anugerah 125 Semugih, Rongkop 100
33. KT.Ngudi Makmur 125 Petir, Rongkop 100
34. KT.Suto Raharjo 130 Ngawis, Karangmojo 100
35. KT. Dadi Subur 135 Ngeposari, Semanu 100
36. KT.Maju Makmur 130 Kemiri,Tanjungsari 100
37. KT.Jaya Lestari 130 Kemadang, Tanjungsari 150
38. KT.Warga Bakti 130 Semanu, Semanu 150
39. KT. Boga Tani 125 Pacarejo, Semanu 150
40. KT. Ngudi Makmur 100 Candirejo, Semanu 150
41. KT. Ngudi Buga 100 Pacarejo, Semanu 150
42. KT. Handayani 100 Wonosari, Wonosari 150
43. KT. Murasuma 100 Giring, Paliyan 150
44. KT. Majusari 100 Monggol, Saptosari 150
45. KT. Tani Maju 120 Kepek, Saptosari 160
46. KT.Karangnongko 125 Bleberan, Playen 150
No Nama Kelompok Jumlah
Anggota KecamatanDesa/ Luasan(Ha)
48. KT.Margodadi 100 Nglipar, Nglipar 150
49. KT.Tanirejo 100 Katongan, Nglipar 150
50. KT.Sidomaju 100 Umbulrejo, Ponjong 150
51. KT.Jatimulyo 125 Bedoyo, Ponjong 150
52. KT.Sidomakmur 100 Umbulrejo, Ponjong 150
53. KT.Marsudi Raharjo 100 Sumberwungu, Tepus 150
54. KT.Sedyomaju B 100 Giripanggung, Tepus 150
55. KT.Dadyomulyo 100 Kelor, Karangmojo 150
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul, 2014
Disamping kelompok masyarakat yang memiliki peran dalam pengelolaan lingkungan adalah swasta, pada tahun 2014 ada keterlibatan swasta dalam rehalilitasi lahan kritis di Kabupaten Gunungkidul seluas 70 ha pada empat kecamatan.
Tabel 4.7. Keterlibatan Kegiatan Usaha dalam Rehabilitasi Lahan Kritis di Kabupaten Gunungkidul
No. Nama Lokasi Luasan (Ha)
1. PT. Pertamina Ngawen 10
2. PT. Pertamina Patuk 10
3. Bank Mandiri. Tbk Patuk 10
4. Bank Negara Indonesia Wonosari 10
No. Nama Lokasi Luasan (Ha)
5. PT Astra Rongkop 20
6. PT. TELKOM Wonosari 10
Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gunungkidul, 2014
Pembinaan pengelolaan lingkungan untuk kelompok/masyarakat umum dilakukan baik Kapedal maupun instansi lain. Kegiatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan yaitu gerakan kebersihan kali, program langit biru, Program Adipura, Pengelolaan sampah, sekolah adiwiyata, dan penghijauan di pesisir, sumber air ada karst. Sebelum dilakukan kegiatan tersebut masyarakat diberi pembinaan terlebih dahulu.
Pengelolaan sampah mandiri terus digulirkan seiring dengan ditetapkan Peraturan daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 10 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah, dalam perda tersebut disebutkan bahwa sampah menjadi tanggung jawab sumber sampah bukan hanya pemerintah. Masayarakat diharapkan mengelola sampahnya secara mandiri dari sumber ke TPS, sedangkan dari TPS ke TPA menjadi tanggung jawab pemerintah, dan diharapkan dilakukan masyarakat mengelola sampah dengan prinsip 3 R (Reduce, reuse, dan Recycle) dan pemerintah mendorong ini dengan melaksanakan pembinaan/pelatihan/bimtek :
1. Pelatihan pembuatan kerajinan dari sampah anorganik dilakukan terhadap 30 orang
2. Pelatihan pembuatan kerajinan dari sampah anorganik bagi tenaga pendidik dilakukan terhadap 30 orang
3. Bimtek Pengelolaan sampah untuk 50 orang
4. Sosialisasi Bank sampah untuk masyarakat umum dan sekolah bagi 30 orang 5. Workshop jejaring pengelolaan sampah mandiri dilakukan terhadap 40 orang
Adapun peserta seobagai sasaran adalah dari kelompok pengelola sampah mandiri di wilayah kota/ kecamatan wonosari dan dari beberapa sekolah yang diprogram/direncanakan sebagai Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup.
Tabel 4.8. Kelompok pengelolaan sampah di Kabupaten Gunungkidul
No. Nama Kelompok Alamat Jumlah
yang Dilayani
Keterangan
1. Muda karya Trimulyo II, Kepek, Wonosari
130 KK pengumpulan sampah dari rumah ke rumah dan pemilahan sampah 2. Bank Sampah Asri Madusari,
Wonosari, Gunungkidul
76 KK Sampah di bawa ke
kelompok satu minggu sekali 3. Bank sampah Maju
Mulyo Gading I, Gading,Playen 92 KK Pengumpulan sampah darirumah ke rumah satu minggu sekali
4. Purwo Lestari Purwosari, Baleharjo, Wonosari
200 KK Pengumpulan sampah setiap harilangsung dibuang ke TPA
No. Nama Kelompok Alamat Jumlah
yang Dilayani
Keterangan
5. Amrih Lestari Kepek II, Kepek,
Wonosari 471 KK pengumpulan sampah darirumah ke rumah dan pemilahan sampah
6. Shodaqoh Heksa
Muda Kepek I, Kepek,Wonosari 154 KK Pengumpulan sampah darirumah ke rumah satu minggu sekali
7. Bank sampah Catur
Taruna Bakti Selang IV, Selang,Wonosari 130 KK Pengumpulan sampah darirumah ke rumah satu minggu sekali
Sumber : Kapedal Gunungkidul, 2014
Pembinaan rutin pantai dan laut lestari dilakukan pada warga pesisir selatan Gunungkidul dilakukan di Pokdarwis Pantai Nguyahan, Ngobaran, Jogan, Nglamor, Ngunggah, dan Gesing. Peserta pembinaan diikuti oleh 25 peserta terdiri dari unsur Pemerintah Desa, Unsur lembaga Desa, lembaga dusun dan tokoh masyarakat serta masyarakat pada masing-masing lokasi pantai, dilaksanakan pada Bulan November 2014. Narasumber pembinaan patai lestari dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Bagian Administrasi Sumberdaya Alam Setda Kabupaten Gunungkidul, Kapedal Kabupaten Gunungkidul, dan Pemerintah Kecamatan.
Kegiatan sosialisasi Kampung Hijau dilaksanakan sebanyak 2 angkatan pada bulan Agustus 2014. Adapun pelaksanaan sosialisasi tersebut adalah sebagai berikut :
a. Angkatan I dilaksanakan di Desa Kepek, Wonosari, Gunungkidul. b. Angkatan II dilaksanakan di Desa Gading, Playen, Gunungkidul.
Jumlah peserta pada masing-masing angkatan sebanyak 15 orang terdiri dari perangkat desa, lembaga desa, PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, pendidik, dan pelaku budaya.
Sedangkan Instruktur/narasumber dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Bagian Administrasi Sumberdaya Alam Setda Kab. Gunungkidul, Kecamatan setempat, dan Kapedal Kabupaten Gunungkidul. Materi pembinaan berupa : Kebijakan Program Kampung Hijau sebagai Upaya Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup di Desa, Pedoman dan Penilaian Kampung Hijau, Konservasi Sumberdaya Alam, Partisipasi masyarakat desa dalam penentuan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan kegiatan Program Kampung Iklim terkait dengan upaya merespon perubahan iklim global yang saat ini sedang terjadi. Program tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dampak buruk yang terjadi akibat perubahan iklim global.
Selain itu dilaksanakan juga sosialisasi keanekaragaman hayati pada Bulan Agustus 2014 di Playen dan Patuk.
Sejak tahun 2005 telah ada sekolah berwawasan lingkungan hidup yang awalnya digarap BLH DIY, kemudian menjadi program nasional Sekolah Adiwiyata. Tahun 2012 Kapedal telah melaksanakan pendampingan di 15 sekolah, Pemenang pertama tingkat kabupaten dikirim ikut lomba Sekolah Adiwiyata tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2013 dan pemenang kedua akan diajukan ke tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2014.
Pendampingan sekolah Adiwiyata tahun 2014 dilaksanakan untuk 13 sekolah sekitar mulai bulan Maret 2014 sampai Oktober 2014, yaitu 2 sekolah yang akan maju sekolah adiwiyata mandiri, 3 sekolah yang akan maju tingkat DIY tahun 2014, dan 5 sekolah calon sekolah adiwiyata Kabupaten Gunungkidul dan 3 calon sekolah adiwiyata yang akan maju tingkat DIY 2015. Guna meningkatkan pemahaman sekolah adiwiyata dilakukan pendampingan dan Bimbingan teknis sekolah adiwiyata sekitar Bulan April 2014 narasumber dari calon sekolah adiwiyata Mandiri.
Selain sekolah pembinaan lainnya adalah pondok pesantren berwawasan lingkungan, seleksi yang dilakukan melalui penunjukan oleh Kementrian Agama Kabupaten Gunungkidul, kemudian dievaluasi oleh BLH DIY. Tahun 2014 ini Ponpes Nurul Fallah Kecamatan Playen yang diajukan, dan mendapatkan juara V.
Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup berupa pelaksanaan lomba lingkungan hidup tingkat Kabupaten Gunungkidul, Tingkat Provinsi DIY dan Tingkat Nasional. Adapun jenis lomba lingkungan hidup yang diselenggarakan meliputi kategori .
Tabel 4.9. Penerima Penghargaan Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota: Gunungkidul
Tahun Data:2014
No. /Kelompok/OrganisasiNama Orang Nama Penghargaan PenghargaanPemberi PenghargaanTahun
1 Desa Gading Kampung Hijau BLH DIY 2014
No. /Kelompok/OrganisasiNama Orang Nama Penghargaan PenghargaanPemberi PenghargaanTahun 3 KT. Ngudi Siti TirtoSambeng Kalpataru Penyelamat LH Gubernur DIY 2014
4 Damanhuri Kalpataru Perintis LH Gubernur DIY 2014
5 Drs. Pratjaja, MPd Kalpataru Pengabdi LH Gubernur DIY 2014
6 Sutiyono Kalpataru Pembina LH BupatiGunungkidul 2014
7 KT. Sri Sadono IIRongkop Kalpataru Penyelamat LH BupatiGunungkidul 2014
8 Tri Harjono Kalpataru Perintis LH BupatiGunungkidul 2014
9 M. Broto Sugondo, S.Pd.SD Kalpataru Pengabdi LH BupatiGunungkidul 2014
10 MIN Semanu Sekolah AdiwiyataTingkat Kabupaten Gunungkidul
Bupati
Gunungkidul 2014
11 MTSN Gubuk Rubuh Sekolah AdiwiyataTingkat Kabupaten Gunungkidul
Bupati
Gunungkidul 2014
12 SMPN 3 Semin Sekolah AdiwiyataTingkat Kabupaten Gunungkidul
Bupati
Gunungkidul 2014
Keterangan :
Sumber : Kapedal Kabupaten Gunungkidul
Membuang sampah di sungai dan pembuangan limbah di sungai merupakan perilaku buruk masyarakat yang masih saja dilakukan. Kapedal melalui kelompok pemerhati kali terutama di wilayah perkotaan melaksanakan gerakan kebersihan kali dan sarasehan obrolan pinggir kali. Gerakan kebersihan dilaksanakan pada awal musim penghujan agar dapat mencegah banjir akibat sampah yang menumpuk di sungai dan tanaman di badan sungai, sekaligus dilaksanakan bertepatan menghadapi pemantauan Adipura pertama (P1) di Bulan Oktober 2013. Pada bulan Oktober 2014 dilaksanakan sarasehan/obrolan di pinggir kali guna menambah wawasan masyarakat mengenai sanksi membuang sampah di sungai dan akibatnya sesuai Perda Kabupaten Gunungkidul Nomor 10 Tahun 2012.
Mengawali tugas penyusunan Buku Laporan status Lingkungan Hidup, maka semua anggota Tim LSLHD Kabupaten Gunungkidul dalam penyusunan LSLHD diikutkan dalam workshop SLHD yang diselenggarakan Kapedal Kabupaten Gunungkidul pada Bulan oktober 2014, dengan menghadirkan narasumber dari BLH DI.Yogyakarta. Workshop hasil status LSHD untuk kecamatan dan dinas instansi terkait dilakukan pada bulan Desember 2014.