• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DOA DEVOSI DALAM GEREJA KATOLIK

G. Latar belakang, bentuk, isi, dan peranan

2. Peranan doa devosi Kerahiman Illahi dalam Kehidupan sehari-hari 58

tidak hanya melalui kepedulian sosial dimasyarakat. Kepedulian sosial dimasyarakat, hanya merupakan salah satu contoh dari adanya buah

ketekunan dalam melakukan doa Devosi. Penghayatan yang paling mendasar, dan paling penting dari adanya ketekunan doa-doa Devosi Kerahiman Illahi adalah, semangat pertobatan dan kesediaan juga mengampuni sesama, karena yang bersangkutan menghayati Allah Yang Rahim, yang mau mengampuni dosa-dosanya juga. Hal ini merupakan sikap yang perlu dibangun dalam masing-masing pribadi peserta doa Devosi Kerahiman Illahi.

Semangat pertobatan dalam diri dan juga rekonsiliasi perlu menjadi semangat utama dalam berkarya membangun dunia ini. Jika tidak ada

semangat pertobatan dalam pribadi masing-masing jemaat, dan tidak ada semangat pengampunan, karya-karya sosial ditengah dunia ini, akan tidak bisa berlangsung lama (langgeng). Semangat rekonsiliasi diantara semua orang, akan membuat kehidupan menjadi tidak mudah dirusak oleh konflik. Dengan adanya rekonsiliasi, kerukunan diantara semua orang akan terjaga. Kerukunan tersebut akan memudahkan paguyuban-paguyuban berkembang, karena dalam paguyuban-paguyuban tersebut akan lebih mudah, untuk saling menjalin komunikasi dan berkerjasama.

Dalam ARDAS KAS 2001-2005, dituliskan bahwa “Dalam masyarakat Indonesia yang sedang mengalami krisis dan berjuang untuk memperbarui diri, cita-cita tersebut diwujudkan dalam pengembangan persekutuan paguyuban-paguyuban yang terbuka, bersahabat, saling mengasihi secara tulus, dan mengutamakan yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir.” Sebagai mahluk sosial dalam kehidupan sehari-hari, membutuhkan peran serta semua orang dilingkungan sekitarnya, maka kehidupan bersama semua orang, diwujudnyatakan oleh Gereja dengan mengajak anggota-anggotanya, untuk membentuk paguyuban-paguyuban yang bisa mengembangkan kehidupan masyarakatnya ke arah yang lebih baik.

Dalam kehidupan bersama suatu paguyuban, konflik merupakan hal yang biasa terjadi. Konflik yang terjadi tersebut, memang perlu diolah bersama dan diselesaikan secara bersama-sama. Usaha penyelesaian konflik secara bersama, dapat terjadi, jika masing-masing anggota paguyuban, memiliki kedewasaan iman dan semangat rekonsiliasi. Sebagai contoh kehidupan

sebuah keluarga, menjadi bermusuhan satu sama lain, karena ucapan menyakitkan dari salah satu anggota keluarganya, sehingga membuat kehidupan keluarga menjadi tidak harmonis. Kedewasaan iman para anggota, sangat diperlukan untuk membereskan konflik dan kecemburuan dalam kehidupan bersama. Kedewasaan iman bisa membuat kehidupan paguyuban-paguyuban yang ada, dimampukan membangun semangat rekonsiliasi atas dasar kesiapan untuk mengampuni.

Semangat rekonsiliasi sangat membantu mengembangkan tata penggembalaan yang mengikutsertakan, mengembangkan, memberdayakan seluruh umat dan kerjasama dengan siapapun yang berkehendak baik, sesuai dengan ARDAS KAS 2001- 2005 (alinea 3). Semangat rekonsiliasi mempermudah kehidupan antar paguyuban, untuk dapat menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan siapapun yang berkehendak baik. Kerjasama dan komunikasi yang baik antar anggota peguyuban, akan mampu menciptakan tata penggembalaan yang mengikutsertakan, mengembangkan dan memberdayakan seluruh umat.

Semangat rekonsiliasi perlu dikembangkan dengan membangun semangat pertobatan dalam diri sendiri terlebih dahulu. Masing-masing pribadi diharapkan mampu menyadari, bahwa Allah berkenan mengampuni dosa-dosanya, kalau manusia mau bertobat kembali kepada Allah, dengan mau mengampuni kesalahan orang lain. Kesadaran akan kasih dan pengampunan dari Allah akan semakin berkembang, apabila masing-masing

pribadi mau membangun hubungan secara pribadi dengan Allah, melalui doa-doa pribadi atau dalam doa-doa Devosi Kerahiman Illahi.

Mengembangkan semangat pertobatan, rekonsilasi dan mau melayani, adalah suatu usaha seseorang untuk dapat menuju kepada kedewasaan iman. Bertobat berarti mau kembali kepada Allah, dengan cara melaksanakan rencana dan kehendak Allah, sehingga seseorang mengalami peran serta Allah dalam kehidupannya. Peran serta Allah dalam kehidupan masing-masing pribadi, menjadi dasar untuk membangun semangat rekonsiliasi. Semangat rekonsiliasi inilah yang menjadi semangat ( roh ) dalam melakukan karya pelayanan ditengah masyarakat zaman ini, karena semangat rekonsiliasi membuahkan suasana perdamaian, sehingga kerjasama yang baik demi perkembangan bersama akan dapat terus dijalankan, walaupun dalam suasana yang memprihatinkan.

3. Inti dari Doa Devosi Kerahiman Illahi

Dalam perkembangannya Gereja memiliki bermacam-macam doa Devosi yang dapat digunakan sebagai sarana untuk memperkuat dan memperbaharui kehidupan iman jemaat. Salah satu usaha jemmat untuk dapat memperkuat dan memperbaharui imannya adalah melalui doa devosi Kerahiman Illahi. Inti doa devosi Kerahiman Illahi terdiri atas lima bagian yang penting yakni :

a. Gambar Yesus Yang Maharahim

… Chitttester (2000 : 25-27 ) dikisahkan :

“Pada tanggal 22 Febuari 1931, Sr Faustina melihat Tuhan Yesus berpakaian jubah putih, tangan kanan-Nya terangkat seperti sikap

memberi berkat dan tangan kiri-Nya terdekap di dada-Nya. Dari pakaian-Nya yang terbuka di dada keluar dua sinar besar, yang satu berwarna merah dan yang satu lagi berwarna pucat….. kemudian Yesus meminta agar Sr. Faustina bisa melukiskan sebuah gambar yang tepat seperti yang kau lihat ini dan sertakan tulisan dibawahnya “Yesus aku berharap pada-Mu. Aku ingin mula-mula gambar ini dihormati di kapelmu, lalu kemudian diseluruh dunia.

… Chitttester (2000 : 25-27 ) dikisahkan :

Pada tahun 1934 sementara Sr Faustina berdoa, ternyata dua sinar itu melambangkan darah dan air. Yang pucat melambangkan air yang menguduskan jiwa-jiwa dan yang merah melambangkan darah yang memberi hidup bagi jiwa-jiwa. Kedua sinar itu keluar dari kerahiman-Ku, ketika hati-Ku dibuka dengan tombak disalib.

Dari adanya penampakkan Tuhan Yesus kepada Sr. Faustina, maka terciptalah gambar Yesus dengan hati-Nya yang bersinar berwarna merah dan pucat. Dengan adanya gambar Yesus tersebut, diharapkan umat dapat dengan mudah untuk mendalami kerahiman Allah yang tiada batasnya.

Gambar Yesus Yang Maharahim ini memang menjadi inti dalam melaksanakan doa devosi Kerahiman Illahi, karena dengan adanya gambar tersebut akan membantu permenungan umat tentang Kerahiman dari Allah yang tiada batasnya, sehingga menunjang suasana doa devosi kepada Kerahiman Illahi (Ceslaus, (1999). Hal : 23-26).

b. Pesta Kerahiman Illahi

Pesta Kerahiman Illahi diperingati setiap Minggu Pertama sesudah Paskah. Pesta Kerahiman Illahi mengajak banyak orang untuk merenungi kasih dan pengampunan dari Tuhan kepada manusia. Permenungan akan kasih dan pengampunan Tuhan yang tiada batasnya kepada manusia, akhirnya akan membawa manusia kepada kesadaran, bahwa dirinya harus mampu mengasihi dan mengampuni kepada sesamanya.

Dalam buku Rasul Kerahiman Illahi dikisahkan bahwa “ Tuhan Yesus sendiri meminta supaya diadakan pesta peringatan kerahiman itu. Dalam penampakan-Nya kepada Sr Faustina Tuhan Yesus mula-mula berbicara tentang gambar ajaib. Kemudian Ia minta supaya diadakan pesta kerahiman Illahi. Namun demikian doa Novena Kerahiman Illahi juga bisa didoakan pada kesempatan dan keperlua lain.

Pesta Kerahiman Illahi mengajak manusia untuk mau mendalami secara lebih khusus peristiwa kasih dan pengampunan dari Tuhan. Maka dengan ditetapkannya Pesta Kerahiman Illahi, umat secara lebih khusus diajak merenungkan peristiwa kasih dan rahmat pengampunan dari Allah, yang sudah diterimanya dalam pengalaman hidup sehari-sehari (Ceslaus, ( 1999) : Hal 26-30).

Rosario Kerahiman dapat menggunakan manik-manik dalam rosario biasa yang sudah dimiliki setiap orang Kristen. Doa Rosario Kerahiman diawali dengan doa satu kali Bapa Kami, satu kali Salam Maria dan Satu Kali Aku Percaya. Sesudah itu pada biji rosario yang biasanya didoakan untuk satu kali Bapa kami ( sebelum 10 x salam Maria ) didoakan doa yakni Bapa yang kekal kupersembahkan kepadaMu Tubuh dan Darah, Jiwa dan keAllahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia. Sesudah itu pada manik-manik sepuluh salam maria didoakan demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia. Dan sebagai penutup doa ini didoakan sebanyak tiga kali doa : Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia (Ceslaus, (1999) : Hal 71-72).

Doa rosario kerahiman sebagai sarana manusia untuk merenungkan kasih Allah. Selain itu doa rosario kerahiman memberikan janji rahmat pengampunan yang besar dari Allah, bagi orang yang mau rutin dan sungguh-sungguh mendoakan doa roasario kerahiman ini.

… Chititester ( 2000 : 30-32) berpendapat :

Pada kesempatan lain Yesus berkata kepada Sr Faustina : Hendaklah tak henti-hentinya engkau berdoa Rosario Kerahiman yang telah kuajarkan kepadamu, karena siapa yang mendoakanya akan mendapat kerahiman yang besar pada jam kematiannya.

Berdoa Kerahiman Illahi bisa dilaksanakan setiap waktu, dengan rutin dan secara terus-menerus konsekwen dalam waktu yang sama. Lebih baik lagi apabila doa devosi kepada Kerahiman Illahi, didoakan pada pukul 3 sore. Jam Kerahiman berarti pada jam 3 sore, karena Yesus minta agar semua orang mau menghormati jam kematiaannya yakni pada pukul 3 sore.

Aku memperingatkan engkau putri-Ku (Sr. Faustina), agar setiap kali engkau mendengar bunyi jam yang menunjukkan pukul tiga sore, hendaknya engkau membenamkan dirimu seutuhnya dalam Kerahiman-Ku sambil memuliakan dan memuji-Nya.” Maka dari itu akan lebih baik jika doa devosi kepada Kerahiman Illahi dilaksanakan secara rutin pada pukul tiga sore, sebagai sarana bagi manusia untuk merenungkan kasih dan pengampunan dari Allah, terutama kasih dan pengampunan-Nya kepada manusia, ketika mengalami peristiwa menderita disalib ( Ceslaus, (1999) : Hal 24 -36).

e. Pengembangan doa devosi Kerahiman Illahi

Pengembangan doa Devosi Kerahiman Illahi menjadi hal yang penting, karena demi perkembangan iman manusia kepada Allah. Dengan berkembangnya doa Devosi kepada Kerahiman Illahi ini, maka manusia sudah sedikit terbantu untuk melakukan permenungan kasih dan pengampunan dari Allah kepada manusia.

Kesadaran akan kasih dari Allah, seharusnya menyemangati manusia untuk mengasihi manusia yang lain. Kesadaran akan Allah yang mengampuni, seharusnya juga akan menyemangati manusia untuk selalu mau memaafkan kesalahan orang disekitarnya. Kesadaran kasih dan pengampunan dari Allah, akan terwujud dalam masing-masing pribadi, apabila masing-masing pribadi mau merenungkannya dalam doa Devosi kepada Kerahiman Illahi.

Yesus sendiri memberikan banyak janji-Nya kepada manusia yang mau menyebarluaskan doa devosi kepada Kerahiman Illahi ini. (Ceslaus, (1999) : Hal 37- 45).

Pengembangan doa devosi kepada Kerahiman Illahi akan membawa dampak yang positif, bagi masing-masing pribadi. Dampak positif yang dapat dirasakan adalah kedamaian hati dan kekuatan jiwa dalam menghadapi banyak persoalan dalam kehidupan.

Penngembangan doa devosi Kerahiman Illahi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dan salah satunya adalah melalui ibadat doa devosi Kerahiman Illahi, dengan renungan menggunakan sarana cerita bermakna ( renungan naratif eksperiensial).

Dalam artikel yang berjudul Pola naratif eksperiensial dalam pendidikan agama, Romo Reudi Hofman SJ berkata, bahwa

“Dengan pola “Naratif Eksperiensial“ diharapkan umat akan memperoleh ceritera yang berhubungan dengan pengalamannya sendiri. Dengan model pewartaan yang menggunakan sarana cerita diharapkan peserta katekese lebih terlibat, Kitab Suci digali bersama

dan pengalaman umat mendapat tempat untuk direfleksikan bersama.“

Kalau orang berkatekese dengan metode renungan naratif eksperiensial, berarti pewartaan dilakukan dalam suasana ibadat (renungan), dengan menggunakan sarana cerita. Cerita ini dapat diambil dari sumber mana saja. Cerita yang digunakan sedapat mungkin sesuai dengan pengalaman hidup peserta katekese, dengan demikian pengalaman iman peserta, akan lebih mudah diangkat dan diolah. Pengalaman hidup dapat terolah dengan baik, jika yang bersangkutan mau memanfaatkan dan merefleksikan ajaran-ajaran Gereja dan Kitab Suci, kemudian diolah atas dasar pengalaman konkret hidup sehari-hari, sehingga sebagai manusia yang lemah, mereka akan terbantu dalam mengembangkan hidup berimannya.

Doa Devosi Kerahiman Illahi dilaksanakan dalam bentuk ibadat. Salah satu bentuk katekese yang digunakan adalah dengan renungan yang menggunakan sarana cerita bermakna. Diharapkan dengan menggunakan sarana cerita bermakna, pendalaman dan pemahaman materi dapat menjadi mudah, karena adanya contoh-contoh konkret dari ceritera tersebut.

Dokumen terkait