• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Perangkat Lunak

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.3 Perancangan Perangkat Lunak

Gambar 3.10 Flowchart Program

Pada gambar 3.10 flowchat di atas Menjelaskan bahwa sistem dimulai dari pemilihan mode dimana sistem tersebut memiliki dua buah mode online dan offline.

Pada mode online dimulai dari pencarian koneksi pada perangkat untuk dapat terhubung dengan internet dan terhubung dengan MQTT. Pada saat mengkoneksikan sinyal pada wifi program akan terus berulang sampai mendapatkan alamat wifi berlaku sama dengan mengkoneksikan pada broker MQTT. Pada mode offline maka program langsung menuju pada pemilihan mode

25

start atau mode stanby. Untuk pemilihan mode stanby dapat dilihat pada gambar L3.11 dan pada mode stanby program akan menampilkan informasi pada layar OLED dan mengirimkan data pada broker MQTT dimana semua data dikirimkan menjadi 0 (nol) serta digunakan untuk input password. Setelah toggle switch start dalam keadaan menyala, kemudian dilanjutkan ke dalam mode inisialisasi. Dimana mode inisialisasi digunakan untuk mengatasi pengisian pertama kali dimana pada saat pertama kali selang air dalam kondisi kosong yang menyebabkan volume dalam botol menjadi tidak terpenuhi. Kondisi inisialisasi hanya terjadi selama satu kali dan kemudian kembali pada mode start. Sedangkan pada mode start program akan memulai dengan menyalakan conveyor dan dilanjutkan stopper input keadaan non aktif dan stopper output dalam keadaan aktif. Dilanjutkan dengan sensor yang mendeteksi bahwa terdapat dua botol proses dapat dilihat pada gambar L3.12.

Setelah sensor mendeteksi dua buah botol maka conveyor akan berhenti dan stopper input dan stopper output dalam keadaan non aktif. Kemudian pompa air akan menyala untuk mengisi cairan ke dalam botol selama 6,8 detik sampai terisi proses tersebut dapat dilihat pada gambar L3.13. Proses selanjutnya conveyor menyala dan stopper output mati dan botol selesai diisi cairan contoh proses dapat dilihat pada gambar L3.14. Proses selanjutnya adalah botol yang telah terdeteksi sensor akan dicatat pada bagian produksi. Kemudian akan mencari perhitungan produksi per menit dimana data dalam produksi dibagi dengan data menit waktu rancang bangun distart. Setelah itu data produksi, menit, produksi per menit, dan kondisi akan ditampilkan pada OLED. Kemudian ketika dalam mode online dilanjutkan dengan pengecekan password yang digunakan untuk keamanan untuk mengirimkan data produksi, menit, produksi per menit, dan kondisi yang akan dikirimkan ke broker MQTT. Pada mode offline akan langsung menampilkan data pada OLED contoh proses tersebut dapat dilihat pada gambar L3.15.

26 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini terdapat hasil dari analisis pengujian dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Terdapat beberapa tahap yang dilakukan dalam pengujian pada Tugas Akhir ini. Diantaranya sebagai berikut:

4.1 Pengujian Input

4.1.1 Tujuan Pengujian Input

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk menguji proses input yang dilakukan melalui sensor dan toggle switch.

4.1.2 Peralatan yang Digunakan Pengujuan Input 1. Wemos D1 R2.

2. Sensor IR FC-51.

3. Toggle switch.

4. PC/Laptop.

5. Kabel jumper.

4.1.3 Cara Pengujian Input

1. Menghubungkan Sensor IR FC-51 dan toggle switch ke wemos D1 R2 menggunakan kabel jumper.

2. Menghubungkan wemos D1 R2 ke PC/Laptop.

3. Membuka apikasi arduino IDE pada PC/Laptop.

4. Membuka program yang telah dibuat.

5. Mengunggah program ke wemos D1 R2.

6. Membuka serial monitor pada wemos D1 R2.

7. Mengamati Sensor IR FC-51 dan toggle switch apakah berfungsi sesuai dengan program.

27

4.1.4 Hasil Pengujian Input

Gambar 4.1 – 4.6 merupakan hasil dari pengujian sensor IR FC-51 dan toggle switch.

Pada gambar 4.1 menjelaskan bahwa sensor sedang tidak dalam kondisi mendeteksi suatu objek. Dimana lampu indikator pada sensor dalam keadaan mati serta mengeluarkan output high.

Gambar 4.1 Sensor IR Keadaan Tidak Mendeteksi

Pada gambar 4.2 menjelaskan bahwa sensor sedang dalam kondisi mendeteksi suatu objek. Dimana lampu indikator pada sensor dalam keadaan menyala serta mengeluarkan output low.

Gambar 4.2 Sensor IR Keadaan Mendeteksi

Pada gambar 4.3 menjelaskan bahwa toggle switch sedang dalam kondisi off serta mengeluarkan output low.

Gambar 4.3 Toggle Switch Keadaan Off

Pada gambar 4.4 menjelaskan bahwa toggle switch sedang dalam kondisi on serta mengeluarkan output high.

Gambar 4.4 Toggle Switch Seadaan On

Pada gambar 4.5 menjelaskan bahwa serial monitor sedang membaca input dari sensor dan toggle switch dalam keadaan high.

Gambar 4.5 Tampilan Serial Monitor Input Keadaan High

Pada gambar 4.6 menjelaskan bahwa serial monitor sedang membaca input dari sensor dan toggle switch dalam keadaan low.

29

Gambar 4.6 Tampilan Serial Monitor Input Keadaan Low.

Tabel L4.1 Pengujian Input Sensor dan Switch

No Sensor Switch Serial Monitor Sensor Serial Monitor Switch Berhasil

1 nondetect ON 1 1 1

2 nondetect ON 1 1 1

3 nondetect ON 1 1 1

4 nondetect ON 1 1 1

5 nondetect ON 1 1 1

Keseluruhan Tabel L4.1 dapat dilihat pada lampiran

Pada tabel L4.1 telah dilakukan pengujian input sensor dan switch dengan persentase berhasil 100% dan dihasilkan bahwa pengujian dapat dilakukan bahwa ketika sensor mendeteksi sebuah objek maka output yang dikeluarkan 0 (low), dan apabila sensor tidak mendeteksi sebuah objek maka output yang dikeluarkan 1 (high). Pada toggle switch ketika dalam kondisi ON maka output yang dikeluarkan 1 (high), sedangkan ketika dalam kondisi OFF maka output yang dikeluarkan 0 (low).

4.1.5 Analisis Data Pengujian Input

Gambar 4.1 – 4.6 menunjukkan pengujian yang telah dilakukan dan menghasilkan kesimpulan sensor IR FC-51 dan toggle switch sesuai dengan program yang diuji coba.

4.2 Pengujian Aktuator

4.2.1 Tujuan Pengujian Aktuator

Tujuan dari pengujian ini yaitu untuk memastikan bahwa aktuator berjalan sesuai dengan program yang telah diberikan.

4.2.2 Peralatan yang Digunakan Pengujuan Aktuator 1. Wemos D1 R2.

2. Modul Relay.

3. Solenoid push pull.

4. Pompa air.

5. Synchronous motor.

6. PC/Laptop.

7. Kabel jumper.

4.2.3 Cara Pengujian Aktuator

1. Menghubungkan soleoid push pull dengan modul relay menggunakan kabel.

2. Menghubungkan pompa air dengan modul relay menggunakan kabel.

3. Menghubungkan synchronous motor dengan modul relay menggunakan kabel.

4. Menghubungkan modul relay dengan wemos D1 R2.

5. Menghubungkan wemos D1 R2 dengan PC/Laptop.

6. Membuka aplikasi arduino ide pada PC/Laptop.

7. Membuka program yang telah dibuat.

8. Mengunggah program pada wemos D1 R2.

9. Membuka serial monitor pada wemos D1 R2.

10. Mengamati solenoid push pull, pompa air, dan synchronous berfungsi sesuai dengan program.

4.2.4 Hasil Pengujian Aktuator

Pada gambar 4.7 – 4.9 adalah hasil dari pengujian pada aktuator yang digunakan untuk mengoperasikan proses pengisian cairan pada botol.

Pada gambar 4.7 menjelaskan bahwa aktuator dalam keadan 0 (low) dan dapat dilihat bahwa lampu indikator pada modul relay dalam keadaan mati.

31

Gambar 4.7 Modul Relay Aktuator Keadaan Low

Pada gambar 4.8 menjelaskan bahwa aktuator dalam kondisi 1 (high) atau menyala, dan dapat dilihat bahwa dilihat bahwa indikator pada modul relay dalam keadaan menyala.

Gambar 4.8 Modul Relay Aktuator Keadaan High

Pada gambar 4.9 menjelaskan bahwa serial monitor menampilkan informasi berupa aktuator dalam keadaan menyala dan mati secara bergantian.

Gambar 4.9 Tampilan Serial Monitor Relay pada Aktuator

Tabel L4.2 Pengujian Aktuator

No Pompa

Air Stopperin Stopperout Conveyor

Serial

Keseluruhan Tabel L4.2 dapat dilihat pada lampiran

Pada tabel L4.2 telah dilakukan pengujian aktuator dimana memiliki persentase keberhasilan 100%. Aktuator yang diujikan berupa pompa air, stopperin, stopperout, dan conveyor.

4.2.5 Analisis Data Pengujian Aktuator

Gambar 4.7 dan 4.9 menunjukkan hasil pada pengujian aktuator dapat berfungsi sesuai dengan program. Pengujian pada aktuator berupa menyala dan mati sesuai dengan data yang telah ditampilkan pada serial monitor dan tabel.

4.3 Pengujian Output

4.3.1 Tujuan Pengujian Output

Tujuan dari pengujian ini adalah memastikan bahwa oleh dapat berkerja sesuai dengan program yang telah dibuat.

4.3.2 Peralatan yang Digunakan Pengujuan Output 1. OLED I2C.

2. Kabel jumper.

3. Wemos D1 R2.

4. PC/Laptop.

4.3.3 Cara Pengujian Output

1. Menghubungkan OLED I2C ke wemos D1 R2 menggunakan kabel jumper.

33

2. Menghubungkan wemos D1 R2 ke PC/Laptop.

3. Membuka apikasi arduino IDE pada PC/Laptop.

4. Membuka program yang telah dibuat.

5. Mengunggah program ke wemos D1 R2.

6. Mengamati OLED I2C berfungsi sesuai dengan program.

4.3.4 Hasil Pengujian Output

Pada gambar 4.10 dan 4.11 adalah hasil dari pengujian pada OLED I2C dimana OLED akan menampilkan teks atau informasi yang sesuai dengan program.

Pada Gambar 4.10 memperlihatkan bahwa OLED dalam keadaan tidak menampilkan informasi kepada user.

Gambar 4.10 OLED Dalam Keadaan Tidak Menampilkan Informasi

Pada gambar 4.11 memperlihatkan bahwa OLED dalam keadaan menampilkan informasi kepada user.

Gambar 4.11 OLED Dalam Keadaan Menampilkan Informasi

4.3.5 Analisis Data Pengujian Output

Gambar 4.10 dan 4.11 menunjukkan hasil pada pengujian OLED I2C dapat berfungsi sesuai dengan program.

4.4 Pengujian Aplikasi MQTT Panel

4.4.1 Tujuan Pengujian Aplikasi MQTT Panel

Pengujian ini memiliki tujuan untuk memastikan aplikasi MQTT Panel dapat berkomunikasi sesuai dengan program.

4.4.2 Peralatan yang Digunakan Pengujuan Aplikasi MQTT Panel 1. Wemos D1 R2.

2. Modul RTC.

3. Smartphone android.

4. PC/Laptop.

4.4.3 Cara Pengujian Aplikasi Aplikasi MQTT Panel

1. Menghubungkan RTC ke wemos D1 R2 dengan kabel jumper.

2. Menghubungkan wemos D1 R2 ke PC/Laptop.

3. Membuka apikasi arduino IDE pada PC/Laptop.

4. Mendownload Aplikasi MQTT Panel pada smartphone.

5. Configurasi Aplikasi MQTT Panel pada smartphone.

6. Membuka program yang telah dibuat.

7. Mengunggah program ke wemos D1 R2.

8. Membuka serial monitor pada wemos D1 R2.

9. Mengamati serial monitor dan aplikasi MQTT panel saling berkomunikasi.

4.4.4 Hasil Pengujian Aplikasi MQTT Panel

Pada gambar 4.12 – 4.15 dapat dilihat bahwa wemos D1 R2 dapat berkomunikasi dengan aplikasi MQTT Panel. Komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi dua arah. Dimana wemos D1 R2 dapat menerima dan mengirim data dari MQTT Panel. MQTT Panel juga dapat menerima serta mengirim data kepada wemos D1 R2.

35

Pada gambar 4.12 merupakan contoh dari konfigurasi aplikasi MQTT Panel untuk terkoneksi dengan broker.

Gambar 4.12 Konfigurasi Koneksi MQTT Panel Dengan Wemos D1 R2

Pada gambar 4.13 merupakan contoh dari konfigurasi aplikasi MQTT Panel untuk membuat panel yang berisi informasi data pada topik yang akan ditampilkan.

Gambar 4.13 Konfigurasi Panel Dalam Aplikasi

Pada gambar 4.14 merupakan contoh dari tampilan MQTT yang akan digunakan. Dimana terdapat tampilan informasi grafik produksi, data produksi, data menit, data produksi per menit, data kondisi mesin dan password yang digunakan sebagai keamanan untuk pengiriman data.

Gambar 4.14 Tampilan Aplikasi MQTT Panel yang Telah Terkoneksi

Gambar 4.15 merupakan contoh data yang dikirimkan oleh wemos kepada aplikasi MQTT panel. Kemudian data tersebut akan diterima oleh MQTT Panel dan ditampilkan pada aplikasi MQTT Panel.

Gambar 4.15 Tampilan Serial Monitor Uji Coba Aplikasi MQTT Panel

Tabel L4.3 Pengujian Aplikasi MQTT Panel

No

Keseluruhan Tabel L4.3 dapat dilihat pada lampiran

Pada tabel L4.3 telah dilakukan pengujian untuk kecepatan pengiriman data dari wemos ke broker MQTT. Dari pengujian pada tabel L4.3 dapat diketauhi

37

bahwa rata-rata waktu kecepatan pengiriman data dengan 50 kali percobaan adalah 2 detik.

4.4.5 Analisis Data Pengujian Aplikasi MQTT Panel

Gambar 4.12 – 4.15 menunjukkan wemos D1 R2 dapat berkomunikasi dengan aplikasi MQTT Panel sesuai dengan program. Pengujian menggunakan internet pribadi dengan kecepatan bandwidth sebesar 50Mbps.

4.5 Pengujian Seluruh Sistem

4.5.1 Tujuan Pengujian Seluruh Sistem

Pengujian ini memiliki tujuan untuk memastikan seluruh sistem dapat berjalan sesuai dengan program.

4.5.2 Peralatan yang Digunakan Pengujuan Seluruh Sistem 1. Sensor IR FC-51.

2. Toggle switch.

3. Modul relay.

4. Solenoid push pull.

5. Pompa air.

6. Synchronous motor.

7. OLED I2C.

8. Wemos D1 R2.

9. Kabel jumper.

10. Smartphone dan aplikasi MQTT Panel.

11. PC/Laptop.

4.5.3 Cara Pengujian Seluruh Sistem

1. Menghubungkan semua komponen menggunakan kabel jumper.

2. Membuka program yang telah dibuat.

3. Mengunggah program ke wemos D1 R2.

4. Membuka serial monitor pada wemos D1 R2.

5. Membuka aplikasi MQTT Panel.

6. Menonaktifkan tombol emergency untuk menyalakan power.

7. Mengatur toggle switch relay dalam keadaan ON untuk menyalalakan relay.

8. Mengatur toggle switch mode, jika user menginginkan mode online maka toggle switch mode diatur dalam keadaan ON. Jika user menginginkan mode offline maka toggle switch mode diatur dalam keadaan OFF.

9. Mengatur toggle switch start, jika user menginginkan mode running maka toggle switch start diatur dalam keadaan ON. Jika user menginginkan mode standby maka toggle switch mode diatur dalam keadaan OFF.

10. Mengamati proses yang berjalan sesuai dengan program.

4.5.4 Hasil Pengujian Seluruh Sistem

Pada gambar 4.16 – 4.30 dapat diamati bahwa proses dapat berjalan sesuai dengan program.

Pada gambar 4.16 merupakan contoh pengujian dimana pada saat mode online pertama kali dinyalakan, perangkat akan mencari koneksi internet yang sudah diatur pada program dan mengkoneksikan dengan broker MQTT.

Gambar 4.16 Pengujian Pencarian Koneksi

Pada gambar 4.17 merupakan contoh pengujian dimana pada saat mode offline akan langsung menuju mode stanby. Ketika pada mode online maka akan menunggu perangkat terkoneksi dulu dengan internet dan broker pada MQTT baru

39

kemudian menuju mode stanby. Pada mode stanby password bisa diinputkan baik itu password benar maupun password salah.

Gambar 4.17 Pengujian Mode Stanby

Pada gambar 4.17 merupakan contoh pengujian dimana pada mode inisialisasi digunakan pada saat menyalakan mesin pertama kali. Mode ini digunakan untuk mengatasi kekurangan volume botol pada saat pengisian pertama kali dikarenakan selang pada nozzle dalam kondisi kosong yang menyebabkan kurangnya cairan yang masuk ke dalam botol.

Gambar 4.18 Pengujian Mode Inisialisasi

Pada gambar 4.19 merupakan contoh dari pengujian pada saat perangkan melakukan start dan proses produksi. Ketika pada mode offline maka perangkat akan melakukan proses produksi tanpa mengirimkan data dikarenakan tidak terkoneksi dengan internet dan broker MQTT. Kemudian ketika pada mode online maka perangkan akan melakukan proses produksi dan proses pengiriman data kepada aplikasi MQTT Panel dengan syarat password yang telah dinputkan benar.

Gambar 4.19 Pengujian Mode Start

Pada gambar 4.20 merupakan contoh dari pengujian reconnect. Dimana pada saat mode online dan kemudian kehilangan koneksi maka sistem akan melakukan pencarian koneksi dan menampilkan informasi kepada pengguna dengan menampilkan bahwa sistem dalam keadaan reconnect atau sedang kehilangan koneksi internet dan sedang mencari koneksi internet tersebut.

Gambar 4.20 Pengujian Keadaan Reconnect

Pada gambar 4.21 merupakan contoh proses pengisian cairan dalam botol.

Dimana dalam proses tersebut dimulai dengan stopper in dalam keadaan mati, stopper out dalam keadaan menyala dan conveyor menyala. Kemudian sensor mendeteksi bahwa ada dua buah botol yang terdeteksi, maka stopperin akan menyala, conveyor mati dan pompa air akan menyala selama 8 detik dimana itu waktu yang dibutuhkan untuk mengisi botol sampai penuh. Setelah botol terisi maka pompa air akan mati dan stopperin menyala, stopperout mati serta conveyor juga akan menyala. Dan kembali keproses awal.

41

Gambar 4.21 Pengujian Pengisian Botol

Pada gambar 4.22 merupakan contoh pengujian dimana pada mode stanby maka akan mengirimkan data 0 pada topik menit, produksi, dan produksi permenit.

Serta akan mengirimkan data stanby pada aplikasi MQTT Panel. Pada mode stanby password bisa diinputkan baik itu password benar maupun password salah.

Gambar 4.22 Pengujian MQTT Pada Saat Stanby

Pada gambar 4.23 merupakan contoh pengujian pengiriman password keamanan yang dapat dilihat pada serial monitor. Dimana ketika password yang diinputkan oleh MQTT Panel dalam keadaan benar, maka password akan terbuka yang digunakan untuk mengirim data monitoring pada saat produksi. Sebaliknya jika password yang diinputkan oleh MQTT Panel dalam keadaan salah, maka password akan terkunci dimana tidak akan mengirimkan data pada saat produksi.

Gambar 4.23 Pengujian Komunikasi Data Password

Pada gambar 4.24 merupakan contoh dimana password dalam keadaan benar dan pada saat produksi berjalan maka akan mengirimkan data monitoring berupa topik menit, produksi, produksi per menit, dan kondisi.

Gambar 4.24 Pengujian MQTT Password Benar

Pada gambar 4.25 merupakan contoh dimana password dalam keadaan salah dan pada saat produksi berjalan maka tidak akan mengirimkan data monitoring.

Gambar 4.25 Pengujian MQTT Password Salah

43

Pada gambar 4.26 merupakan contoh pengujian durasi waktu pompa air menyala. Pengujian tersebut bertujuan untuk memperoleh waktu durasi yang dibutuhkan untuk dapat mengisi botol dengan volume sebesar 100 ml.

Gambar 4.26 Pengujian Durasi Waktu Pompa Air

Tabel L4.4 Tabel Pengujian Durasi Waktu Pompa Air

No Durasi (s) Volume (ml)

1 0,2 3

2 0,4 6

3 0,6 9

4 0,8 12

5 1 15

Keseluruhan Tabel L4.4 dapat dilihat pada lampiran.

Pada tabel L4.4 pengujian durasi waktu pompa air diperoleh nilai bahwa untuk dapat mengisi botol dengan volume 100 ml dibutuhkan waktu 6.8 detik.

Gambar 4.27 merupakan contoh pengujian volume cairan dari botol yang melakukan pengisian pada nozzle nomor 1 (satu).

Gambar 4.27 Volume Botol pada Nozzle 1

Gambar 4.27 merupakan contoh pengujian volume cairan dari botol yang melakukan pengisian pada nozzle nomor 2 (dua).

Gambar 4.28 Volume Botol pada Nozzle 2

Gambar 4.29 merupakan contoh dari pengujian selisih volume pengisian cairan ke dalam botol pada nozzle 1 (satu) dan nozzle 2 (dua).

Gambar 4.29 Pengujian Selisih Volume Filling Nozzle

45

Tabel L4.5 Tabel Pengujian Selisih Volume Filling Nozzle No Volume Nozzle 1

Keseluruhan Tabel L4.5 dapat dilihat pada lampiran.

Pada tabel L4.5 pengujian selisih volume filling nozzle diperoleh nilai rata-rata selisih volume antara nozzle 1 (satu) dan nozzle 2 (dua) sebesar 1,3 ml dalam 30 kali percobaan.

Gambar 4.30 merupakan contoh dari tampilan serial monitor pada saat melakukan pengujian produksi mesin filling.

Gambar 4.30 Pengujian Produksi Mesin Filling

Tabel L4.6 Tabel Pengujian Produksi Mesin Filling

No Produksi Menit Produksi/Menit Berhasil

1 1 0 0 1

2 2 0 0 1

3 3 0 0 1

4 4 0 0 1

5 5 0 0 1

Keseluruhan Tabel L4.6 dapat dilihat pada lampiran.

Pada tabel L4.6 pengujian produksi mesin filling diperoleh nilai rata-rata produksi per menit sebesar 10 botol dalam 100 kali percobaan.

Rumus menghitung kecepatan produksi

60𝑠 𝑅𝑎𝑡𝑎 − 𝑅𝑎𝑡𝑎 𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑃𝑒𝑟𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

𝑁𝑜𝑧𝑧𝑙𝑒

Tabel 4.7 Kecepatan Produksi

Rata-Rata P/M Nozzle Kecepatan Produksi (s)

10 2 12

Pada tabel 4.7 pengujian kecepatan produksi diperoleh dari rumus menghitung kecepatan produksi. Dimana pada pengujian produksi mesin filling diperoleh nilai rata-rata produksi per menit sebesar 10 botol. Kemudian dikarenakan terdapat 2 nozzle maka produksi per menit sebesar 10 botol akan dibagi dengan 2 nozzle yang menghasilkan nilai 5 produksi per menit jika menggunakan 1 nozzle. Kemudian untuk menghitung kecepatan produksi maka dilakukan pembagian dimana 60 detik dibagi dengan 5 produksi per menit. Dari perhitungan tersebut akan diperoleh nilai kecepatan produksi dari awal botol terdeteksi oleh sensor sampai selesai proses pengisian selama 12 detik.

Tabel L4.8 Tabel Pengujian Komunikasi Mesin Filling

No Menit Produksi P/M Kondisi Password

Keseluruhan Tabel 4.8 dapat dilihat pada lampiran.

47

Pada tabel L4.8 pengujian komunikasi mesin filling menjelaskan seluruh pengujian sistem pada pengiriman berupa data menit, produksi, produksi per menit, dan kondisi. Pada penerimaan berupa data password. Proses percobaan tersebut menghasilkan persentase keberhasilan sebesar 100% dalam 30 kali percobaan.

Tabel L4.9 Pengujian Komunikasi Keamanan

No Data Masuk Kondisi Data MQTT

Panel Data Wemos Berhasil

1 password Terkunci dikirim diterima 1

2 password123 Terbuka dikirim diterima 1

3 password123 Terbuka dikirim diterima 1

4 password123 Terbuka dikirim diterima 1

5 password12 Terkunci dikirim diterima 1

Keseluruhan Tabel L4.9 dapat dilihat pada lampiran.

Pada tabel L4.9 pengujian keamanan dimana proses tersebut berupa pengiriman data keamanan yang akan diterima oleh wemos dan menghasilkan persentase keberhasilan sebesar 100% dalam 30 kali percobaan.

4.5.5 Analisis Data Pengujian Seluruh Sistem

Pada hasil pengujian seluruh sistem dapat diamati bahwa pengujian berjalan sesuai dengan program. Pada pengujian mesin filling dibutuhkan bantuan operator untuk menjalankan mesin tersebut dan juga pengawasan ketika terjadi troble pada mesin. Kemudian pada pengujian yang membutuhkan koneksi internet, pengujian tersebut dilakukan menggunakan koneksi internet pribadi dengan kecepatan bandwidth sebesar 50Mbps.

48 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Hasil dari pengujian dari pengisian cairan ke dalam botol secara otomatis yang telah dilakukan menghasilkan beberapa kesimpulan, yaitu:

1. Rancang bangun yang telah dibuat yaitu automatic liquid filling machine mampu melakukan pengisian cairan pada botol secara otomastis menggunakan mikrokontroler sebagai pengendali utama pada sistem. Pengisian cairan pada botol secara otomatis dapat berjalan dengan selisih pengisian kedua botol memiliki rata-rata 1,3 ml. Memiliki kecepatan pengisian dua buah botol 100 ml selama 6,8 detik.. Kemudian mendapatkan persentase keberhasilan sebesar 100% dan rata-rata produksi per menit sebanyak 10 botol serta kecepatan sistem pengisian botol selama 12 detik dalam 100 kali percobaan.

2. Rancang bangun dapat terkoneksi dengan internet yang dimana digunakan untuk terkoneksi dengan broker MQTT dalam pengiriman data dan penerimaan data yang digunakan pada jaringan IoT (Internet of Things) dengan persentase keberhasilan sebesar 100% dan kecepatan pengiriman data rata-rata selama 2 detik dalam 50 kali percobaan.

3. Rancang bangun dapat menggunakan protokol MQTT dan dapat melakukan proses monitoring dan keamanan data dengan persentase keberhasilan sebesar 100%. Pada pengujian ini diperoleh kesimpulan bahwa monitoring bisa dilakukan secara real time. Dimana selisih dari kecepatan sistem produksi selama 12 detik dan kecepatan pengiriman data selama 2 detik. Menjelaskan bahwa sistem dapat berjalan secara realtime dimana kecepatan dari pengiriman data lebih cepat dari kecepatan sistem produksi.

49

5.3 Saran

Untuk penelitian selanjutnya terdapat beberapa saran yang dapat digunakan:

1. Membuat aplikasi monitoring sendiri yang dikhususkan untuk rancang bangun ini dengan fitur-fitur yang lebih lengkap.

2. Menggunakan broker MQTT yang berbayar, dimana broker MQTT yang berbayar memiliki tingkat keamanan lebih baik.

3. Mengganti jenis mikrokontroler berupa PLC untuk mendapatkan sistem yang stabil dan tahan dalam kondisi ekstrim. Serta memiliki banyak I/O untuk menunjang lebih banyak perangkat yang digunakan agar sistem lebih termekanisme dengan sempurna serta kecepatan produksi yang lebih tinggi.

4. Menggunakan mekanisme program yang dapat berjalan secara multitasking yang digunakan untuk mengatasi stuck saat kehilangan koneksi internet ketika berjalan pada mode online

50

DAFTAR PUSTAKA

Abilovani, Z. B., Yahya, W., & Bakhtiar, F. A. (2018). Implementasi Protokol MQTT Untuk Sistem Monitoring Perangkat IoT. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, 7521-7527.

Airlangga, F. G., Triwiyatno, A., & Sumardi. (2017). PERANCANGAN SISTEM

Airlangga, F. G., Triwiyatno, A., & Sumardi. (2017). PERANCANGAN SISTEM

Dokumen terkait