C. Permasalahan dan Tantangan
4. Peraturan Perundangan
Departemen Dalam Negeri Nomor : 900/1307/IV/Bangda, tanggal 11 September 2006, tentang pelaksanaan kegiatan dan kebutuhan dana pendamping dan penunjang program PAMSIMAS. Keikutsertaan Kabupaten Bengkalis dalam program PAMSIMAS telah disampaikan oleh Bupati Bengkalis kepada Direktur Jenderal Cipta Karya selaku Executing Agency melalui Surat Pernyataan Minat Nomor : 050/Bappeda–SB /193/2006 tanggal 19 Juni 2006, sebagai suatu persyaratan dalam program PAMSIMAS. Keinginan tersebut selanjutnya di implementasikan dalam pelaksanaan program PAMSIMAS untuk pertama kalinya di Kabupaten Bengkalis pada tahun 2008 untuk 9 desa sasaran.
5. Peran Serta Masyarakat
Peran serta masyarakat dalam pembangunan bidang SPAM adalah dengan melalui program PAMSIMAS. Bentuk peran serta yang diberikan dapat berupa:
a. Kontribusi dalam bentuk modal (cash)
b. Kontribusi dalam bentuk tenaga dan material.
Tabel 5.22
Kondisi Eksisting Pelayanan SPAM Kabupaten Bengkalis Tahun 2014 Sistem
Jaringan
Daerah Pelayanan Tingkat Pelayanan Sumber Air
Luas WP (Ha) Jml Pddk WP Jml Pddk terlayani % Pddk %
Wilayah Lokasi Debit
Jaringan Pipa
Kota Bengkalis 51.400 75.101 3.848 5,12 7,48 Tasik Wonosari
30 l/dtk Kota Duri 93.747 233.394 8.268 3,54 8,81 Waduk
Chevron
- Kota Sei
Pakning
8.200 10.366 1.412 13,62 17,21 - -
Jaringan Non Pipa (PAMSIMAS)
Desa Klematan 6.100 1.979 1.477 75 24,21 - - Desa Sejangat 3.200 5.353 5.300 99,20 100 - - Desa Pangkalan Jambi 1.000 1.147 1.100 99,20 100 - - Desa Bandar Jaya 4.100 1.115 721 65 17,59 - - Desa Lubuk Muda 4.600 4.467 4.467 100 97,10 - -
Sumber: Dinas Cipta Karya, 2014
C. Permasalahan dan Tantangan Pengembangan SPAM
1. Permasalahan Pengembangan SPAM
a. Peningkatan Cakupan dan Kualitas
• Kualitas air sebagian besar tidak layak (berlumpur, berwarna dan berbau)
• Pembinaan pengelolaan SPAM non perpipaan
• Sistem jaringan perpipaan yang belum mencapai wilayah-wilayah
pinggiran kota dan pedesaan.
• Debit air yang belum memenuhi kebutuhan masyarakat (kurang).
• Sumber air baku yang kurang layak dan terbatas.
b. Pendanaan
• Masih mengandalkan pendanaan APBD dan membutuhkan investasi dari
luar untuk mengembangkan infrastruktur yang ada.
• Penyelenggaraan SPAM mengalami kesulitan dalam masalah pendanaan
untuk pengembangan, maupun operasional dan pemeliharaan.
c. Kelembagaan dan Perundang-undangan
• Masih terbatasnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap
pentingnya penyediaan air bersih/ air minum dan sanitasi. • Belum optimalnya partisipasi dan dukungan dan stake holder.
• Kondisi geografis dan penyebaran permukiman masyarakat.
• Terbatasnya sumber air baku.
• Belum optimalnya instansi antar instansi.
• Terbatasnya dukungan kelembagaan khususnya lembaga pengelola
sarana yang telah dibangun. d. Air Baku
PDAM Bengkalis saat ini memnafaatkan sumber air baku berupa waduk buatan yang disebut tasik Wonosari. Tasik ini merupakan satu-satunya sumber air yang ada di Pulau bengkalis yang dinilai paling layak untuk digunakan sebagai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh masyarakat kota bengkalis apalagi dalam mengantisipasi pembangunan kota yang pesat.
Air baku yang diambil dari waduk buatan (disebut tasik Wonosari) yang dialirkan melalui Pipa transmisi air baku PVC diameter 6 + 700 M ke instalasi pengolahan Air bersih dengan bantuan Pompa. Kemudian Air baku diolah pada satu unit IPA 2x 15 1/detik sehingga total kapasitas yang tersedia 30 1/ detik. Air bersih dari IPA disalurkan ke reservoir untuk kemudian dipompkan ke daerah pelayanan melalui jaringan pipa distribusi.
e. Peran Masyarakat
Peran serta masyarakat dalam program pengembangan SPAM terwujud dalam bentuk program PAMSIMAS yang sudah di mulai di Kabupaten bengkalis sejak tahun 2008.
Permasalahan dalam penyelenggaraan PAMSIMAS adalah masih
terbatasnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya penyediaan air bersih/ air minum dan sanitasi dan belum optimalnya partisipasi dan dukungan dan stake holder.
Tabel 5.23
Identifikasi Permasalahan Pengembangan SPAM
No Aspek Pengelolaan Air
Minum Permasalahan Tindakan Yg sudah di lakukan Yg sedang di lakukan A Kelembagaan/Perundangan 1. Organisasi SPAM 2. Tata laksana (SOP,
Koordinasi dll) 3. SDM
B Teknis Operasional 1. Sumber Air Baku 2. Bangunan Intake 3. IPA
4. Reservoir dan Pompa Distribusi
5. Jaringan Transmisi 6. Jaringan Distribusi 7. Sambungan Rumah 8. Meter Pelanggan
1. Sumber air baku dari Tasik Wonogiri. Umumnya sumber air baku lain kurang memadahi dari kelayakannya.
2. Terbatasnya dukungan kelembagaan khususnya lembaga pengelola sarana yang telah dibangun.
3. Belum optimalnya partisipasi dan dukungan dan stake holder
4. Jaringan distribusi belum menyentuh wilayah pedalaman hanya di kota saja. 5. Bangunan Intake dan IPA perlu
peningkatan dan sering terjadi kerusakan. 6. Debit air yang belum memenuhi
kebutuhan masyarakat (kurang).
Program SPAM non perpipaan (PAMSIMAS) sejak tahun 2008. Lanjutan program PAMSIMAS untuk tahun 2015-2016.
Sumber: Hasil Analisis, 2015
2. Tantangan Pengembangan SPAM
Beberapa tantangan dalam pengembangan SPAM yang cukup besar ke depan, agar dapat digambarkan, misalnya :
a. Tantangan Internal
• Tantangan dalam peningkatan cakupan kualitas air bersih saat ini mengingat masih banyak masyarakat di kabupaten bengkalis belum memiliki akses air bersih.
• Pengembangan sistem pengolahan air non perpipaan dengan metode
Reverse Osmosis dengan memanfaatkan sumber air baku yang ada di wilayah Kabupaten Bengkalis (sungai, rawa) bagi wilayah yang belum
terlayani jaringan SPAM dengan sistem pengelolaan mandiri (dikelolah oleh masyarakat dan didistribusi ke masyarakat dengan tarif ekonomis). • Full cost recovery dengan cara meningkatkan pelayanan jaringan,
meningkatkan debit air dan kualitas air baku serta menambah sambungan rumah.
• Profesionalisme dalam rangka meningkatkan SDM pengelolah SPAM
melalui pelatihan dan pendidikan.
• Meningkatkan kuantitas dan kualitas IPA guna memperoleh air bersih yang berkualitas dengan sistem RO.
• Sosialisasi ke masyarakat dan memberdayakan masyarakat dalam
pembangunan serta melakukan kerjasama dengan swasta melalui KSO (Kerja Sama Operasional).
b. Tantangan Eksternal
• Tuntutan pembangunan yang berkelanjutan dengan pilar pembangunan
ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
• Tuntutan penerapan Good Governance melalui demokratisasi yang menuntut pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
• Komitmen terhadap kesepakatan Millennium Development Goals
(MDGs) 2015 dan Protocol Kyoto dan Habitat, dimanapembangunan perkotaan harus berimbang dengan pembangunan perdesaan.
• Tuntutan peningkatan ekonomi dengan pemberdayaan potensi lokal dan
masyarakat, serta peningkatan peran serta dunia usaha, swasta.
7.3.2. Analisis Kebutuhan Sistem Penyediaan Air Minum
A. Analisis Kebutuhan Pengembangan SPAM Kabupaten Bengkalis
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis kebutuhan Sistem Penyediaan Air Minum, baik sistem perpipaan maupun bukan perpipaan adalah menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi sistem penyediaan air minum. Melakukan analisis atas dasar besarnya kebutuhan penyediaan air minum, baik itu untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat (basic need) maupun kebutuhan
pengembangan kota (development need). Pada bagian ini sudah harus
diuraikan penetapan kawasan/daerah yang memerlukan penanganan dari komponen penyediaan air minum baik sistem perpipaan maupun bukan perpipaan, serta diperlihatkan arahan struktur pengembangan prasarana kota yang telah disepakati.
Tabel 5.24
Analisis Kebutuhan SPAM Kabupaten Bengkalis
No Uraian Kondisi Eksisiting
Kebutuhan Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 1 Sistem Perpipaan (PDAM)
a. Kebocoran
b. Cakupan Pelayanan Penduduk (%) c. Kebutuhan (liter/org/hari)
a. Kebocoran mencapai 30% b. Cakupan pelayanan sudah 70% c. Kebutuhan 120 liter/ orang/hari
10% 10% 10% 10% 10%
2 Sistem Bukan Perpipaan a. Kebocoran
b. Cakupan Pelayanan Penduduk (%) c. Kebutuhan (liter/org/hari)
a. 60% b. 85%
c. 30 liter/orang/hari
50% 45% 40% 30% 10%
3 Sistem Perpipaan non PDAM a. Kebocoran
b. Cakupan Pelayanan Penduduk (%) c. Kebutuhan (liter/org/hari)
4 Kebocoran Total Kebocoran total mencapai 60% 60% 45% 40% 30% 10%
5 Jumlah pelanggan
a. Proporsi sambungan langsung b. Proporsi sambungan umum c. Jumlah sambungan langsung d. Jumlah sambungan umum
a. 70 % b. 30%
c. 13.164 pelanggan d. 240 pelanggan
No Uraian Kondisi Eksisiting Kebutuhan Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019 Tahun 2020 6 Unit Konsumsi a. Sambungan langsung: SL b. Sambungan umum: SU c. Non domestik a. 120 liter b. 60 liter c. 180 liter 180 200 220 250 280
7 Kebutuhan Air 30 liter/detik 50 l/dtk 70 l/dtk 100 l/dtk 120 l/dtk 120 l/dtk a. Kebutuhan air domestik
b. Kebutuhan non domestik c. Sub total kebutuhan air
120 liter/detik 120 l/dtk 120 l/dtk 120 l/dtk 120 l/dtk 120 l/dtk
8 Kebutuhan Air Rata-Rata (Qr) 10 liter/detik 30 l/dtk 40 l/dtk 60 l/dtk 90 l/dtk 120 l/dtk 9 Kebutuhan Air Maksimum (Qmax) a. 70 %
b. 30%
c. 13.164 pelanggan d. 240 pelanggan
13.164 14.480 15.928 17.520 19.272
10 Faktor Jam Puncak 30 liter/detik 30 l/dtk 40 l/dtk 60 l/dtk 90 l/dtk 120 l/dtk Sumber: Hasil Analisis, 2015