Ketika guru berada di depan kelas, satu kenyataan terpampang di depan mata bahwa siswa yang dihadapi berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut tidak hanya tampak pada penampilan fisik dan tingkah laku tetapi juga pada kemampuan dalam menangkap dan melakukan kegiatan pembelajaran. Ada siswa yang cepat menguasai materi pelajaran tetapi ada pula siswa yang lambat. Hal ini terlihat jelas pada saat guru mengolah hasil evaluasi. Dari hasil evaluasi, guru mengetahui adanya siswa yang telah mencapai tujuan yang dirumuskan dan ada siswa yang belum mencapai tujuan tersebut. Oleh karena kita mengharapkan semua siswa mencapai tujuan yang ditetapkan, guru hendaknya memberikan bantuan kepada siswa yang belum mencapai tingkat penguasaan yang diharapkan. Bantuan yang dapat diberikan guru untuk siswa yang belum mencapai tujuan dikenal dengan iatilah kegiatan remedial.
Dari hasil evaluasi, di samping guru menemukan siswa yang belum menguasai materi pelajaran, guru juga menemukan siswa yang telah mencapai tujuan yang dirumuskan. Apabila guru terlalu memperhatikan siswa yang mengalami kesulitan, siswa yang lebih cepat menguasai materi pelajaran akan terabaikan sehingga mereka akan terhambat pencapaian prestasi belajar yang optimal. Atau mungkin mereka malah mengganggu siswa lain. Oleh karena itu, guru perlu merancang kegiatan bagi siswa yang termasuk kelompok cepat agar mereka mencapai tingkat perkembangan yang optimal. Kegiatan ini diaebut kegiatan pengayaan.
Berkenaan dengan kegiatan remedial dan pengayaan, dalam modul ini Anda diajak mengkaji hakikat kegiatan remedial dan pengayaan serta penerapannya dalam pembelajaran. Pengetahuan tentang kegiatan remedial dan pengayaan serta kemampuan untuk menerapkannya dalam pembelajaran akan sangat membantu Anda dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa secara optimal sesuai dengan kemampuannya.
Setelah mempelajari modul ini Anda diharapkan dapat menjelaskan konsep serta kegiatan remedial dan pengayaan. Secara lebih khusus, Anda diharapkan mampu:
1. menjelaskan hakikat kegiatan remedial;
2. membedakan kegiatan remedial dari pembelajaran biasa;
3. menjelaskan pendekatan dalam kegiatan remedial;
4. memilih metode untuk kegiatan remedial;
5. menjelaskan prosedur kegiatan remedial;
6. menjelaskan hakikat kegiatan pengayaan;
7. memberikan contoh kegiatan pengayaan; 8. menjelaskan karakteriatik kegiatan pengayaan;
9.menjelaskan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam melaksanakan
kegiatan pengayaan.
Untuk memudahkan Anda dalam mencapai tujuan di atas, materi yang dibahas dalam modul ini diorganiaasikan ke dalam dua kegiatan belajar. Kegiatan Belajar 1 membahas topik Kegiatan Remedial. Kegiatan Belajar 2 membahas topik Kegiatan Pengayaan.
Agar Anda berhasil dalam menguasai materi yang dibahas dalam modul ini, bacalah uraian materi pada setiap kegiatan belajar dengan cermat; kerjakan setiap latihan dan tes formatif dengan diaiplin tinggi. Jangan lupa tanamkan dalam hati Anda bahwa Anda akan berhasil. Dan buktikan bahwa Anda memang berhasil.
Kegiatan Remedial
Keberhasilan semua siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang guru. Namun, kadangkala dalam setiap tes yang diberikan, tidak semua siswa dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Di samping ada siswa yang dapat menjawab sebagian besar pertanyaan yang diajukan, ada pula siswa yang hanya dapat menjawab sebagian kecil pertanyaan yang diajukan. Siswa-- siswa yang tergolong kelompok yang belum mencapai target penguasaan yang telah ditetapkan memerlukan bantuan guru dalam mencapai target yang
diharapkan. Guru perlu membantu kelompok siswa ini karena masalah-- masalah yang dihadapi siswa tersebut akan menghambat proses belajar berikutnya apabila tidak segera diatasi.
Seperti yang telah diaampaikan pada bagian pendahuluan, kegiatan guru untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar dinamakan Kegiatan Remedial. Dalam kegiatan belajar pertama ini Anda akan mengkaji apa, mengapa, dan bagaimana melaksanakan kegiatan remedial. Melalui kajian ini, diharapkan Anda akan lebih percaya diri dalam membantu siswa melalui kegiatan remedial.
9.1 Hakikat Kegiatan Remedial
Dalam bagian ini Anda akan membahas pengertian, tujuan, dan fungsi kegiatan remedial. Informasi ini akan sangat bermanfaat bagi Anda sebagai landasan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan remedial.
Sebelum kita membahas apa itu kegiatan remedial, cobalah Anda jawab pertanyaan berikut ini.
Apakah pemberian her (ujian ulang) kepada siswa-siswa yang memperoleh Nilai tes formatif kurang memuaskan termasuk kegiatan remedial?" Apa jawaban Anda?
Jawabannya biaa "ya" biaa juga "tidak". Mengapa demikian?
Untuk memperjelas jawaban di atas, mari kita kaji terlebih dahulu pengertian "remedial". Dalam Random House Webster's College Dictionary (1991), remedial diartikan sebagai intended to improve poor skill in specified field. Remedial adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki keterampilan yang kurang baik dalam suatu bidang tertentu. Kalau kita kaitkan dengan kegiatan pembelajaran, kegiatan remedial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil. Kekurangberhasilan pembelajaran ini biasanya ditunjukkan oleh ketidakberhasilan siswa dalam menguasai materi yang dibahas dalam kegiatan pembelajaran. Dari pengertian di atas diketahui
bahwa suatu kegiatan pembelajaran dianggap sebagai kegiatan remedial apabila kegiatan pembelajaran tersebut ditujukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran. Guru melaksanakan perubahan dalam kegiatan pembelajarannya sesuai dengan kesulitan yang dihadapi para siswa.
Kita kembali pada pertanyaan di atas, dapatkah Anda menjelaskan bahwa her (ujian ulang) dapat dianggap sebagai kegiatan remedial. Kegiatan pemberian her (ujian ulang) dapat dianggap sebagai bagian kegiatan remedial apabila sebelum her diberikan, guru melaksanakan kegiatan pembelajaran yang membantu siswa memahami materi pelajaran yang belum dikuasainya. Tetapi, apabila guru langsung memberikan ujian ulang tanpa melakukan pembelajaran tambahan yang membantu siswa mengatasi kesulitan yang dihadapinya maka pelaksanaan her tersebut tidaklah termasuk kegiatan remedial.
Dari uraian di atas dapat diaimpulkan bahwa kegiatan remedial adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai materi pelajaran.
Sekarang kita lanjutkan pembahasan kita pada topik tujuan dan fungsi kegiatan remedial.
9.2 Tujuan dan Fungsi Kegiatan Remedial
Berdasarkan pengertian di atas dapat kita ketahui bahwa tujuan guru melaksanakan kegiatan remedial adalah membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran agar mencapai hasil belajar yang lebih baik. Secara umum, tujuan kegiatan remedial adalah sama dengan pembelajaran biasa, yaitu membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Secara khusus, kegiatan remedial bertujuan untuk membantu siswa yang belum menguasai materi pelajaran melalui kegiatan pembelajaran tambahan. Melalui kegiatan remedial, siswa dibantu untuk memahami dan mengatasi kesulitan belajar yang dihadapinya dengan memperbaiki cara dan sikap belajarnya, di samping guru sendiri memperbaiki cara mengajarnya.
Sebagai salah satu upaya membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, kegiatan remedial memiliki beberapa fungsi yang penting bagi keseluruhan proses pembelajaran. Warkitri, dkk. (1991) menyebutkan enam fungsi kegiatan remedial dalam kaitannya dengan proses pembelajaran. Keenam fungsi kegiatan remedial tersebut adalah fungsi korektif, pemahaman, penyesuaian, pengayaan, akselerasi, dan terapeutik.
KOREKTIF : memperbaiki cara mengajar dan cara belajar PEMAHAMAN : memahami kelebihanikelemahan guru dan siswa PENYESUAIAN : menyesuaikan pembelajaran dengan
karakteriatik siswa
PENGAYAAN : menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi AKSELERASI : mempercepat penguasean materi
TERAPEUTIK : membantu mengatasi masalah sosial-pribadi