• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 ANALISA PERBANDINGAN PROSES DAN RINCIAN BIAYA

6.3 Analisa Implikasi Penambahan Biaya

6.3.1 Perbandingan Keuntungan Masing-Masing Galangan

Untuk mengetahui bagaimana perubahan harga jual hasil penutuhan akibat perubahan biaya, maka akan dilakukan suatu analisa. Analisa ini dilakukan dengan membandingkan keuntungan yang diperoleh keduanya. Keuntungan dibandigkan dengan cara membandingkan kondisi keuntungan sama, keuntungan berbeda 75%, keuntungan berbeda 50%, dan keuntungan berbeda 25%. Dari perbedaan keuntungan tersebut baru akan dilakukan perhitungan harga jual hasil penutuhan. Dikarenakan pemasukan terbesar industri adalah penjualan besi bekas, maka perhitungan analisa ini lebih difokuskan pada perhitungan perbedaan harga jual besi.

Perhitungan ini dilakukan dengan cara menambah keuntungan dan pengeluaran sehingga diketahui pemasukan yang diterima galangan. Dari pemasukan tersebut akan dikurangi dengan penghasilan selain penghasilan baja sehingga didapatkan pemasukan yang merupakan penjualan baja bekas. Penghasilan baja itu kemudian dibagi dengan berat baja yang dihasilkan galangan sehingga diketahui harga jual baja bekas per kilogram.

Analisa perubahan dapat dilihat pada uraian di bawah ini.

6.3.1.1 Kondisi Keuntungan Sama

Ketika kondisi keuntungan dari kedua jenis galangan diasumsikan sama, maka didapatkan bahwa kedua galangan memiliki keuntungan sebesar IDR 3.355.296.600. Yang membedakan perhitungan diantara keduanya adalah pengeluaran yang dihasilkan oleh tiap-tiap galangan berbeda. Perhitungan yang dilakukan pada galangan penutuhan konvensional menghasilkan nilai pengeluaran sebesar IDR 34.475.730.000. Sementara itu, pengeluaran untuk galangan pengembangan menghasilkan nilai sebesar IDR 36.686.722.845.

Tabel 6.5 Perhitungan Perubahan Harga Jual (Keuntungan Sama)

Keuntungan Rp 3.355.296.600 Keuntungan Rp 3.355.296.600 Pengeluaran Rp 34.475.730.000 Pengeluaran Rp 36.686.722.845 Pemasukan Rp 37.831.026.600 Pemasukan Rp 40.042.019.445

Pemasukan Rp 37.831.026.600 Pemasukan Rp 40.042.019.445 Penghasilan Selain Baja Rp 6.052.026.600 Penghasilan Selain Baja Rp 6.052.026.600 Penghasilan Baja Rp 31.779.000.000 Penghasilan Baja Rp 33.989.992.845 Harga Baja per Kilo Harga Baja per Kilo

(Penghasilan Baja / Berat Baja) (Penghasilan Baja / Berat Baja)

Perhitungan Pengembangan

Perhitungan Pemasukan Perhitungan Pemasukan

Perhitungan Penjualan Baja Perhitungan Penjualan Baja

KEUNTUNGAN SAMA Perhitungan Konvensional

4.500

101 Perhitungannya dapat disimak pada Tabel 6.5. Dari Tabel 6.5 didapatkan bahwa pemasukan yang diterima galangan konvensional adalah sebesar IDR 37.831.026.600. Sementara itu, pemasukan yang diterima galangan penembangan untuk mendapatkan keuntungan yang sama dengan galangan pentuhan konvensional harus sebesar IDR 40.042.019.445.

Pemasukan masing-masing galangan tersebut kemudian dikurangi oleh penghasilan yang diterima galangan namun selain dari penjualan baja. Setelah dikurangi, nilai penghasilan penjualan baja bekas untuk masing-masing galangan adalah sebesar: IDR 31.779.000.000 untuk galangan penutuhan konvensional dan IDR 33.989.992.845 untuk galangan pengembangan.

Dari masing-masing besar pengeluaran tersebut, kemudian dibagi dengan berapa berat besi yang dihasilkan dari penutuhan kapal. Hasil yang didapatkan setelah dibagi oleh berat hasil penutuhan (7.062.000 kilogram) yaitu: Harga penjualan baja dari galangan konvensional adalah sebesar IDR 4.500 per kilogramnya. Sedangkan harga penjualan baja dari galangan pengembangan, agar dapat menjaga keuntungannya sama dengan galangan konvensional adalah sebesar IDR 4.813 per kilogram.

Sehingga untuk menjaga bahwa keuntungannya tetap sama, maka akan ada kenaikan harga jual dari galangan pengembangan. Kenaikan harga ini adalah sebesar IDR 313 per kilogram atau harganya naik sekitar 6,95 %.

6.3.1.2 Kondisi Keuntungan Selisih 25%

Ketika kondisi keuntungan dari kedua jenis galangan diasumsikan berbeda 25%, maka didapatkan bahwa kedua galangan memiliki selisih keuntungan sebesar IDR 838.824.150. Karena galangan pengembangan mempunyai biaya yang dikeluarkan lebih banyak, maka didapatkan asumsi keuntungan kedua galangan adalah sebegai berikut: IDR 3.355.296.600 untuk galangan penutuhan konvensional dan IDR 2.516.472.450 untuk galangan pengembangan.

Yang membedakan perhitungan diantara keduanya adalah pengeluaran yang dihasilkan oleh tiap-tiap galangan berbeda. Perhitungan yang dilakukan pada galangan penutuhan konvensional menghasilkan nilai pengeluaran sebesar IDR 34.475.730.000. Sementara itu, pengeluaran untuk galangan pengembangan menghasilkan nilai sebesar IDR 36.686.722.845.

102

Perhitungannya dapat disimak pada Tabel 6.6. Dari Tabel 6.6 didaparkan bahwa pemasukan yang diterima galangan konvensional adlah sebesar IDR 37.831.026.600. Sementara itu, pemasukan yang diterima galangan pengembangan untuk mendapatkan keuntungan yang berbeda 25% dari galangan pentuhan konvensional harus sebesar IDR 39.203.195.295.

Tabel 6.6 Perhitungan Perubahan Harga Jual (Perbedaan Keuntungan 25%)

Pemasukan masing-masing galangan tersebut kemudian dikurangi oleh penghasilan yang diterima galangan namun selain dari penjualan baja. Setelah dikurangi, nilai penghasilan penjualan baja bekas untuk masing-masing galangan adalah sebesar: IDR 31.779.000.000 untuk galangan penutuhan konvensional dan IDR 33.151.168.695 untuk galangan pengembangan.

Dari masing-masing besar pengeluaran tersebut, kemudian dibagi dengan berapa berat besi yang dihasilkan dari penutuhan kapal. Hasil yang didapatkan setelah dibagi oleh berat hasil penutuhan (7.062.000 kilogram) yaitu: Harga penjualan baja dari galangan konvensional adalah sebesar IDR 4.500 per kilogramnya. Sedangkan harga penjualan baja dari galangan pengembangan, agar dapat menjaga keuntungannya sama dengan galangan konvensional adalah sebesar IDR 4.694 per kilogram.

Sehingga untuk menjaga bahwa keuntungannya tetap sama, maka akan ada kenaikan harga jual dari galangan pengembangan. Kenaikan harga ini adalah sebesar IDR 194 per kilogram atau harganya naik sekitar 4,31 %.

Keuntungan Rp 3.355.296.600 Keuntungan Rp 2.516.472.450 Pengeluaran Rp 34.475.730.000 Pengeluaran Rp 36.686.722.845 Pemasukan Rp 37.831.026.600 Pemasukan Rp 39.203.195.295

Pemasukan Rp 37.831.026.600 Pemasukan Rp 39.203.195.295 Penghasilan Selain Baja Rp 6.052.026.600 Penghasilan Selain Baja Rp 6.052.026.600 Penghasilan Baja Rp 31.779.000.000 Penghasilan Baja Rp 33.151.168.695 Harga Baja per Kilo Harga Baja per Kilo

(Penghasilan Baja / Berat Baja) (Penghasilan Baja / Berat Baja) PERBEDAAN KEUNTUNGAN 25%

Perhitungan Konvensional Perhitungan Pengembangan

Perhitungan Pemasukan Perhitungan Pemasukan

Perhitungan Penjualan Baja Perhitungan Penjualan Baja

4.500

103

6.3.1.3 Kondisi Keuntungan Selisih 50%

Ketika kondisi keuntungan dari kedua jenis galangan diasumsikan berbeda 50%, maka didapatkan bahwa kedua galangan memiliki selisih keuntungan sebesar IDR 1.677.648.300. Karena galangan pengembangan mempunyai biaya yang dikeluarkan lebih banyak, maka didapatkan asumsi keuntungan kedua galangan adalah sebegai berikut: IDR 3.355.296.600 untuk galangan penutuhan konvensional dan IDR 1.677.648.300 untuk galangan pengembangan.

Yang membedakan perhitungan diantara keduanya adalah pengeluaran yang dihasilkan oleh tiap-tiap galangan berbeda. Perhitungan yang dilakukan pada galangan penutuhan konvensional menghasilkan nilai pengeluaran sebesar IDR 34.475.730.000. Sementara itu, pengeluaran untuk galangan pengembangan menghasilkan nilai sebesar IDR 36.686.722.845.

Tabel 6.7 Perhitungan Perubahan Harga Jual (Perbedaan Keuntungan 50%)

Perhitungannya dapat disimak pada Tabel 6.7. Dari Tabel 6.7 didaparkan bahwa pemasukan yang diterima galangan konvensional adalah sebesar IDR 37.831.026.600. Sementara itu, pemasukan yang diterima galangan penembangan untuk mendapatkan keuntungan yang mempunyai selisih 50% dengan galangan pentuhan konvensional harus sebesar IDR 38.364.371.145.

Pemasukan masing-masing galangan tersebut kemudian dikurangi oleh penghasilan yang diterima galangan namun selain dari penjualan baja. Setelah dikurangi, nilai penghasilan penjualan baja bekas untuk masing-masing galangan adalah sebesar: IDR 31.779.000.000 untuk galangan penutuhan konvensional dan IDR 32.312.344.545 untuk galangan pengembangan.

Keuntungan Rp 3.355.296.600 Keuntungan Rp 1.677.648.300 Pengeluaran Rp 34.475.730.000 Pengeluaran Rp 36.686.722.845 Pemasukan Rp 37.831.026.600 Pemasukan Rp 38.364.371.145

Pemasukan Rp 37.831.026.600 Pemasukan Rp 38.364.371.145 Penghasilan Selain Baja Rp 6.052.026.600 Penghasilan Selain Baja Rp 6.052.026.600 Penghasilan Baja Rp 31.779.000.000 Penghasilan Baja Rp 32.312.344.545 Harga Baja per Kilo Harga Baja per Kilo

(Penghasilan Baja / Berat Baja) (Penghasilan Baja / Berat Baja)

Perhitungan Konvensional Perhitungan Pengembangan

Perhitungan Pemasukan Perhitungan Pemasukan

Perhitungan Penjualan Baja Perhitungan Penjualan Baja

PERBEDAAN KEUNTUNGAN 50%

4.500

104

Dari masing-masing besar pengeluaran tersebut, kemudian dibagi dengan berapa berat besi yang dihasilkan dari penutuhan kapal. Hasil yang didapatkan setelah dibagi oleh berat hasil penutuhan (7.062.000 kilogram) yaitu: Harga penjualan baja dari galangan konvensional adalah sebesar IDR 4.500 per kilogramnya. Sedangkan harga penjualan baja dari galangan pengembangan, agar dapat menjaga keuntungannya sama dengan galangan konvensional adalah sebesar IDR 4.576 per kilogram.

Sehingga untuk menjaga bahwa keuntungannya tetap sama, maka akan ada kenaikan harga jual dari galangan pengembangan. Kenaikan harga ini adalah sebesar IDR 76 per kilogram atau harganya naik sekitar 1,67 %.

6.3.1.4 Kondisi Keuntungan Selisih 75%

Ketika kondisi keuntungan dari kedua jenis galangan diasumsikan berbeda 75%, maka didapatkan bahwa kedua galangan memiliki selisih keuntungan sebesar IDR 2.516.472.450. Karena galangan pengembangan mempunyai biaya yang dikeluarkan lebih banyak, maka didapatkan asumsi keuntungan kedua galangan adalah sebegai berikut: IDR 3.355.296.600 untuk galangan penutuhan konvensional dan IDR 838.824.150 untuk galangan pengembangan. Yang membedakan perhitungan diantara keduanya adalah pengeluaran yang dihasilkan oleh tiap-tiap galangan berbeda. Perhitungan yang dilakukan pada galangan penutuhan konvensional menghasilkan nilai pengeluaran sebesar IDR 34.475.730.000. Sementara itu, pengeluaran untuk galangan pengembangan menghasilkan nilai sebesar IDR 36.686.722.845.

Tabel 6.8 Perhitungan Perubahan Harga Jual (Perbedaan Keuntungan 75%

Perhitungannya dapat disimak pada Tabel 6.8. Dari Tabel 6.8 didaparkan bahwa pemasukan yang diterima galangan konvensional adalah sebesar IDR 37.831.026.600. Keuntungan Rp 3.355.296.600 Keuntungan Rp 838.824.150 Pengeluaran Rp 34.475.730.000 Pengeluaran Rp 36.686.722.845 Pemasukan Rp 37.831.026.600 Pemasukan Rp 37.525.546.995

Pemasukan Rp 37.831.026.600 Pemasukan Rp 37.525.546.995 Penghasilan Selain Baja Rp 6.052.026.600 Penghasilan Selain Baja Rp 6.052.026.600 Penghasilan Baja Rp 31.779.000.000 Penghasilan Baja Rp 31.473.520.395 Harga Baja per Kilo Harga Baja per Kilo

(Penghasilan Baja / Berat Baja) (Penghasilan Baja / Berat Baja)

Perhitungan Konvensional Perhitungan Pengembangan

Perhitungan Pemasukan Perhitungan Pemasukan

Perhitungan Penjualan Baja Perhitungan Penjualan Baja

4.500

Rp Rp 4.457 PERBEDAAN KEUNTUNGAN 75%

105 Sementara itu, pemasukan yang diterima galangan penembangan untuk mendapatkan keuntungan yang mempunyai selisih 75% dengan galangan pentuhan konvensional harus sebesar IDR 37.525.546.995.

Pemasukan masing-masing galangan tersebut kemudian dikurangi oleh penghasilan yang diterima galangan namun selain dari penjualan baja. Setelah dikurangi, nilai penghasilan penjualan baja bekas untuk masing-masing galangan adalah sebesar: IDR 31.779.000.000 untuk galangan penutuhan konvensional dan IDR 31.473.520.395 untuk galangan pengembangan.

Dari masing-masing besar pengeluaran tersebut, kemudian dibagi dengan berapa berat besi yang dihasilkan dari penutuhan kapal. Hasil yang didapatkan setelah dibagi oleh berat hasil penutuhan (7.062.000 kilogram) yaitu: Harga penjualan baja dari galangan konvensional adalah sebesar IDR 4.500 per kilogramnya. Sedangkan harga penjualan baja dari galangan pengembangan, agar dapat menjaga keuntungannya hanya berbeda 75% dengan galangan konvensional adalah sebesar IDR 4.457 per kilogram.

Sehingga untuk menjaga bahwa keuntungannya berbeda 75%, maka akan ada poenurunan harga jual dari galangan pengembangan. Penurunan harga ini adalah sebesar IDR 43 per kilogram atau harganya turun sekitar 0,96 %.