Sifat kesetiaan anak dapat diuji dari seberapa jauh ia dapat dipercaya. Melalui permainan berikut ini kita dapat mengajarkan pada anak bagaimana menjadi orang yang dapat dipercaya.
SIMULASI: PERCAYALAH PADAKU (Sebuah Pengalaman dalam Kegelapan)
Tujuan:
Anak bisa dipercaya oleh orang lain, dan anak belajar membimbing/ menolong orang lain dengan tulus. Sikap semacam ini akan mempererat persahabatan mereka satu dengan yang lain.
Persiapan:
Anak-anak diminta berpasangan berdua-dua. Sediakan penutup mata (bisa dari kain hitam) setiap pasang cukup diberi satu penutup mata.
Garis besar permainan:
Setiap pasangan diminta untuk melakukan hal berikut, salah satu dari mereka ditutup matanya dituntun oleh yang tidak tertutup matanya, ia dituntun berjalan-jalan di sekitar kelas selama 1 menit. Setelah selesai, sekarang bergantian, yang semula menuntun sekarang ditutup matanya dan dituntun berjalan-jalan selama 1 menit. Guru
mewawancarai anak-anak, apakah mereka tadi ada keinginan mempermainkan mereka yang dituntun? Tetapi apakah keinginan tersebut mereka lakukan? Mengapa?
Di akhir kegiatan guru menjelaskan:
Supaya dapat dipercaya, kita harus melakukan yang terbaik bagi orang lain, dalam membimbingnya, dalam mengingatkan dia bila ada bahaya di depan mereka. Sahabat setia adalah sahabat yang dapat dipercaya dan mau membimbing, menegur,
95
Kegiatan ini tepat untuk menjelaskan:
Sikap yang setia dalam persahabatan dan dalam pergaulan, juga tepat untuk
menjelaskan makna kata "percaya". Beranikah kita "percaya" kepada Tuhan, walau kita tidak melihat-Nya (seperti orang yang tertutup matanya namun dituntun berjalan-jalan, itulah rasa percaya, rela dituntun dan diarahkan walau tidak melihat).
Bahan ini diedit dari sumber:
Judul Buku: Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu Pengarang : Paulus Lie
Penerbit : Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999 Halaman : 156 - 157
Sharing
Pada edisi e-BinaAnak no. 64 yang lalu kami telah membahas tentang bagaimana mengajar anak untuk murah hati (memberi) dan secara khusus dibahas juga ide-ide untuk melayani anak-anak jalanan. Kami menemui ternyata Milis e-BinaGuru pada minggu terakhir ini juga sedang mendiskusikan tentang pengalaman seorang anggota milis melayani anak- anak jalanan. Oleh karena itu kami ingin memuat sharing tsb. untuk menambah ide bagi guru-guru yang tergerak untuk melakukan pelayanan bagi anak-anak jalanan.
Dari : Dinar Verawaty >Dear all,
>Kemarin, Sabtu 16 Februari 2002 saya sudah mengadakan kegiatan yang >pertama yang dihadiri oleh 10 pengamen cilik, pertemuan pertama
>kita berlokasi dipinggir jalan, perempatan yang selalu macet, yaitu >di bilangan Rawa Panjang - Bekasi - Jawa Barat. Disana itu mereka >kumpul, kita janjian pkl. 15.00, tapi ternyata mereka sudah
>menunggu kita dari pagi (mengharukan :)) . >
>Saya bersama 2 rekan saya menginterview mereka, inilah hasil >interview tersebut:
> 1. Wahyu - 11 thn s/d kls. 5 [drop out (do)]
> 2. Tulus - 9 thn s/d kls. 1 (do) - ayahnya sudah meninggal > 3. Yabani - 12 thn s/d kls. 4 (do) > 4. Wandi - 12 thn s/d kls. 3 (do) > 5. Riko - 11 thn kls. 4 > 6. Irfan - 12 thn kls. 6 > 7. Dios - 12 thn kls. 6 > 8. Iswanta - 11 thn kls. 4 > 9. Asep - 11 thn kls. 3 >10. Bakir - 12 thn kls. 4 . >
96
>mobil yang sedang antri dalam kemacetan tertuju pada kita. >Akhirnya kita ambil keputusan pindah lokasi. Lokasi yang ditunjuk >oleh mereka cukup sunyi, sepi, sejuk karena berlokasi di belakang >ruko yang tidak laku, dengan pemandangan hamparan padang alang- >alang yang luas, kita bisa melihat sunset disana.
. >
>Mulai kembali interview batch 2 pendapatan mereka mengamen cukup >lumayan sekitar Rp. 20.000,- an per hari tapi dari penghasilan
>tersebut mereka harus membiayai sekolahnya sendiri dan kadang- >kadang kebutuhan keluarga, mereka suka main ding-dong tapi kadang- >kadang (kira-kira hanya menghabiskan dana Rp. 500, tapi ada yang >agak nakal memang (wahyu) bisa habis sampai Rp. 2.000,-)
. >
>Saya minta mereka menyanyi lagu yang biasa mereka nyanyikan. Suara >mereka lumayan baik tapi syairnya rada-rada tidak sopan dan
>menjengkelkan (lagunya memang tidak asing ditelinga saya) kata-kata >mereka agak kasar, maklum AAJ (hal inilah yang mendorong saya ingin >menjangkau mereka, saya ingin membantu mereka dalam pendidikan >moral)
. >
>Akhirnya dalam pertemuan perdana ini, saya meng-energize mereka >untuk berkata sopan (mereka berjanji untuk saling mengingatkan) dan >kami juga mengajarkan mereka lagu yang cocok dinyanyikan oleh anak >se-usia mereka. Mereka pintar, mudah sekali menghafal lagu tersebut >mereka cukup fun dan bergembira
. >
>Satu hal yang sangat mengharukan kami ketika tiba saatnya pembagian >susu bendera (botol kecil) semua menikmati dengan sukacita, tapi >ada satu anak (Riko) yang tidak menikmatinya, kenapa ? "untuk adik >dirumah" katanya (luar biasa !!!) bisakah kita seperti dia? Dia
>rela tidak menikmatinya, walaupun disekeliling nya seolah-olah >menggoda iman tapi dia tetap bertahan akhirnya kita berikan dia >satu lagi, (wuiiihhh ... sekali sedot habis lho'). Setelah selesai
>semuanya, mereka pergi. Hei ... ada yang kembali, ternyata wahyu. >"Ka' ... saya minta susunya lagi untuk adik saya." Wah ini sich >udah nggak bener nich pikir saya.
. >
>Demikianlah pengalaman perdana kami dalam menjangkau mereka. Kami >akan bertemu lagi tiap sabtu, dengan jam dan lokasi yang sama kami >tidak tahu program apa yang akan kami lakukan selanjutnya kami >bergerak hanya modal motivasi "Mendidik moral mereka" terima kasih >buat donatur yang sudah membantu jalannya program perdana ini >(laporan pengeluaran akan saya informasikan menyusul). Kami >menunggu ide, saran dan informasi dari saudara agar program ini >tetap berjalan dengan baik
. >
97
>021-82416530 atau 0812-9440852 kami menunggu partisipasi saudara. . >
>Regards,
>Vera (Koordinator AAJ-RP)
Dari Anda Untuk Anda
Dari: Linda <eflin_87@>>Syalom,
>Saya ingin tanya, kapan e-Bina Anak memuat hal-hal yang berhubungan >dengan Paskah?
>Saya sedang mencari ide untuk kegiatan Paskah nanti. Mungkin ada >rekan-rekan yang bisa membantu?
>Selamat melayani, >Linda
Redaksi: Terima kasih untuk surat dan pertanyaan Anda. Mulai edisi minggu depan (no. 66) e-BinaAnak akan memuat beberapa edisi berturut-turut mengenai PASKAH. Silakan menyimak edisi kami yang akan datang. Dan ... bagi rekan-rekan GSM yang ingin
membagikan ide maupun artikel yang berhubungan dengan PASKAH, silakan kirimkan ke Redaksi < [email protected] >, kami akan senang sekali membagikannya kepada para pembaca e-BinaAnak yang lain.
Selain itu, anda juga bisa menyimak arsip e-BinaAnak yang pernah membahas tentang PASKAH:
Tahun 2001: Cerita Paskah; Paskah (1); Paskah (2)
Edisi 27/2001 http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/027/
Edisi 26/2001 http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/026/
Edisi 25/2001 http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/025/
Tahun 2000: Menrencanakan Paskah Sekolah Minggu; Paskah Edisi 05/2000 http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/005/
Edisi 04/2000 http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/004/
Informasi/artikel lain seputar "PASKAH" bisa anda dapatkan melalui FUNGSI PENCARIAN yang terdapat dalam Sistem Arsip dan Publikasi di Situs SABDA.org:
98
e-BinaAnak 066/Maret/2002: Paskah -
Menggunakan Metode Boneka Tangan
Salam dari Redaksi
Salam Sejahtera dalam Kasih Kristus,
Menjelang persiapan perayaan Hari PASKAH 2002, Redaksi telah menyiapkan
serangkaian sajian PASKAH sepanjang bulan Maret ini, yaitu meliputi 4 edisi berturut-turut (No. 66 - 69). Kami yakin banyak guru Sekolah Minggu yang membutuhkan ide dan bahan-bahan untuk PASKAH, bukan? Oleh karena itu harapan kami sajian-sajian ini akan dapat menolong anda untuk mengembangkan ide-ide acara PASKAH yang menarik sehingga perayaan PASKAH di Sekolah Minggu anda dapat berkesan di hati anak-anak dan terutama berkenan kepada Tuhan.
Pada edisi PASKAH yang pertama ini kami akan menyajikan artikel tentang bagaimana menggunakan boneka tangan sebagai metode untuk menyampaikan cerita PASKAH. Sekaligus kami siapkan juga bahan cerita PASKAH dengan boneka yang dapat anda pakai pada acara PASKAH nanti. Nah, siapkan acara PASKAH dari sekarang. Semakin banyak persiapan, semakin baik.
Tuhan memberkati, Tim Redaksi
"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
(Kisah Para Rasul 4:12)
< http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Kis/T_Kis4.htm 4:12 > < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Kis+4:12 >
99