Interpretasi merupakan suatu alat bantu yang data menterjemahkan keindahan dan keunikan sumberdaya manusia dan alam sehingga bisa dinikmati secara utuh oleh pengunjung atau wisatawan. Pulau Bawean dengan berbagai keunikan dan keindahan sumberdaya alam dan manusianya sangat membutuhkan adanya interpretasi. Tujuannya adalah memberikan pengetahuan lebih kepada wisatawan agar ketika datang ke suatu objek ada nilai lebih yang diperoleh, baik secara ilmiah maupun tidak. Bahkan sebagai media promosi bagi calon wisatwan.
Interpretasi Pulau Bawean saat ini sangat minim sekali, maka dari itu perlu usaha yang lebih maksimal dan optimal agar tercipta suatu media interpretasi yang efektif namun tetap efisien. Media interpretasi yang diperlukan berupa ruang penunjung atau pusat informasi wisata Pulau Bawean yang bisa menggunakan kantor UPT wisata yang terdapat di Pulau Bawean. Pusat informasi ini nantinya disediakan segala informasi wisata Pulau Bawean berupapapan informasi obyek-obyek yang ada dan peta jalur interpretasi. Saat ini informasi yang ada berupa dokumentasi objek dan kegiatan pengunjung di salah satu objek wisata.
a. Perencanaan Jalur Interpretasi Lingkungan
Perencanaan jalur-jalur interpretasi dalam kegitan wisata menawarkan sebuah perjalanan yang menarik bagi pengunjung sekaligus memberdayakan masayarakat setempat. Kegiatan interpretasi wisata Pulau Bawean direncanakan 3 jalur yaitu jalur jalur kanan, jalur kiri dan jalur tengah. Jalur kanan terdiri dari Pelabuhan, Sungai Rujing, Daun, Kebun Teluk Dalam, Sido Gedung Batu, Kepuh Legundi, Kepuh Teluk, Diponggo, Tanjung Ori dan Paromaan. Jalur kiri terdiri dari Sungai Teluk, Bulu Lanjang, Lebak, Suwari, Dekat Agung, Teluk Jati Dawang, Gelam, Sukaoneng, Sukalela, Pekalongan, Tambak, Tanjung Ori dan Paromaan. Jalur tengah terdiri dari Pelabuhan, Gunung Teguh, Balik Terus, Paromaan.
Jalur – jalur tersebut merupakan jalur yang selama ini digunakan oleh pengunjung kecuali jalur tengah. Masing-masing jalur tersebut memiliki atraksi yang menarik baik potensi alam maupun budaya. Jalur kanan dan kiri merupakan jalur yang menggunakan jalan lingkar bawean sebagai patokannya, sedangkan
jalur tengah berupa jalan desa yang jalurnya cenderung variatif, semuanya disajikan dalam Gambar 29.
1. Jalur Kanan (Sungai Rujing-Tanjung Ori- Paromaan)
Jalur Sungai Rujing-Tanjung Ori-Paromaan memiliki jarak sekitar 20 Km (Sungai Rujing – Tanjung Ori) dan sekitar 7 Km (Tanjung Ori – Paroman). Melewati jalur ini akan menjumpai berbagi objek yang variatif baik pantai maupun keunikan alam lainnya berupa air panas. Peningalan sejarah belanda berupa pesanggrahan dan dermaga. Melewati desa Sungai Rujing terdapat objek wisata Air Panas Taubat, Pantai dan Pulau Slayar. Apabila cuaca memungkinkan bisa berlayar menuju Pulau Noko yang memiliki hamparan pasir putih yang indah. Selain menikmati keindahan pantai, kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah berlayar dengan jukung disekitar Pulau Slayar. Menuju desa Daun akan dijumpai pasar tradisional yang menyajikan berbagai makanan tradisional bawean. Desa Daun memiliki bagian terpisah yaitu Pulau Noko dan Gili. Pulau ini memiliki keindahan pasir putih yang membentang serta terumbu karang yang indah disekitarnya. Jalur ini nantinya akan berakhir di Desa Tanjung Ori dengan Pantai Labuhannya yang indah. Dari sini perjalanan dilanjutkan menuju Desa Paromaan untuk menikmati keindahan Danau Kastoba yang merupakan ikon wisata bawean. 2. Jalur Kiri (Sungai Teluk - Tanjung Ori –Paromaan)
Jalur ini memiliki rekam sejarah yang cukup banyak terutama sejarah agama hindu dan islam. Peninggalan budaya asli masyarakat bawean banyak tersebar di jalur ini seperti rumah asli masyarakat bawean dan durung. Menikmati hutan sekunder dan penangkaran Bawean tersaji pada jalur ini juga. Hamparan pegunungan, perbukitan dan sawah yang membentang luas adalah pemandangan yang tidak mudah untuk dilupakan. Jalur kiri yang terdiri dari Sungai Rujing – Tanjung Ori memiliki jarak sekitar 30 Km dan Tanjung Ori Paromaan sekitar 8 Km. Pantai Labuhan di Desa Kumalasa merupakan pelabuhan pertama di bawean yang saat ini sudah ditingalkan oleh masyarakat.
Melewati Desa Dekat Agung akan dijumpai sebuah pulau yang bernama Gili Barat. Di pulau ini akan dijumpai pohon kelapa yang bercabang empat dan sumber air tawar yang berada di bibir pantai. Menuju ke Pulau Gili Barat akan melewati sebuah jembatan bambu yang berasal dari swadaya masyarakat.
Keunikan lain di jalur ini adalah Pulau Cina yang terdapat di Desa Teluk Jati Dawang. Di pulau ini pernah ditemukan tanda yang menunjukkan bahwa Pulau Cina merupakan slah satu habitat Rusa Bawean. Objek berikutnya yang tak kalah menarik adalah Pantai Pasir Putih dengan hutan bakau sebagai pelindungnya, di pantai yang berjarak 24 km dari kota Sangkapura memiliki kayu Santegi yangmenjadi inceran para pengunjung. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju Dana Kastoba di Desa Paromaan, berhenti sejenak di Pantai Labuhan untuk menikmati indahnya pasir putih dan tenangnya lautan.
3. Jalur Tengah (Pelabuhan-Gunung Teguh-Balik Terus Paromaan)
Jalur Tengah merupakan jalur yang melewati bagian tengah pulau Bawean, dengan kontur yang beragam (naik turun) jalur ini cocok digunakan bagi yang suka trekking atau touring dengan mengunakan kendaraan roda dua. Objek wisata yang bisa dinikmati adalah Air Kuduk-kuduk, perkebunan cengkeh, berkemah di Belang yang letaknya berada dikaki gunung tinggi, menikmati budaya masyarakat tradisional bawean, mengunjungi pengrajin anyaman, berkunjung ke pemukiman baru, terakhir menikmati indahnya Danau Kastoba.. Bagi pengunjung yang suka tantangan, maka jalur tengah ini bisa melewati gunung tinggi dengan hutan alam yang masih terjaga. Keunikan laindair jalur ini adalah adanya rumah di pinggir hutan dan merupakan satu-satunya rumah yang ada di wilayah tersebut. sebagian masyarakat bawean meyakini bahwa pak Pak Buhari penghuni rumah tersebut sebagai dukun.
Secara keseluruhan Pulau Bawean memiliki berbagai keindahan yang tidak akan habis dan bosan untuk dinikmati. Potensi atraksi wisat pada setiap jalur interpretasi disajikan pada Tabel 22.
Ga mbar 29. Ja lu r I nter p re tasi W isat a P ulau Baw ea n
Tabel 22 Potensi interpretasi pada tiap jalur interpretasi lingkungan
.
No Jalur Atraksi Fisik Atraksi Biologis Atraksi Budaya 1 Kanan 1. Air Panas Taubat
2. Pantai Slayar 3. Pulau noko Slayar 4. Pulau Slayar
5. Keindahan Pulau Gili Timur
6. Hamparan pasir putih pulau noko gili 7. Air terjun laccar
1. Hutan di desa Kebun teluk dalam
2. Terembu karang pulau gili timur
1. Pasar tradisional Daun 2. Kehidupan masyarakat
Gili Timur
3. Pengambilan getah aren 4. Pembuatan gula aren 5. Kuburan waliyah zainab
2 Kiri 1. Pantai tenggen 2. Tajunggahan
3. Pantai labuhan kumalasa
4. Keidahan gili barat 5. Keindahan pulau
cina
6. Pantai pasir putih 7. Air terjun padang
jambu
1. Rusa Bawean
2. Hutan sekunder di gunung tunggi
3. cagar alam Kumalasa 4. Kehidupan pulau cina 5. Pohon kelapa
bercabang empat 6. Burung migran di
pulau nusa
7. Burung air di pantai pasir putih
1. Durung
2. Rumah khas Bawean 3. Kunuran sunan bonang 4. Kuburan juk campa 5. Kuburan juk putrid 6. Kuburan syeh ibrahim
3 Tengah 1. Air panas kebun daya
2. Air terjun gunung durin
3. Danau kastoba
1. Kebun cengkeh
2. Cagar alam gunung tinggi
3. Bentang sawah
4. Keindahan alam pegunungan
1. Kuburan umar masud 2. Kuburan purbonegoro 3. Kuburan cokrokusumo 4. Tradisi maulid nabi 5. Kesenian dungkak
b. Perencanaan Kegiatan
Rencana kegiatan wisata di Pulau Bawean merupakan kegiatan yang mengakomudir segala potensi yang ada baik alam dan budaya. Kegiatan yang dapat dikembangkan disajikan pada Tabel 23.
Tabel 23. Kegiatan wisata yang dikembangkan di Pulau Bawean
No Kegiatan Lokasi
1 Menyaksikan tradisi maulid nabi Kecamatan Sangkapura 2 Trekking melewati menelusuri jalan setapak, naik turun
bukit di lingkungan yang alami.
Balik Terus - Paromaan
3 Menyaksikan kegiatan pertanian Patas Selamat, Balik Terus,
4 Menyaksikanpembuatan kerajinan batu onix Sawah Mulya, Kota Kusuma
5 Menyaksikan pembuatan tikar anyaman Gunung Teguh 6 Menyaksikan pembuatan gula aren dan cara pengambilan
getahnya
Gunung Teguh
7 Menaiki jukung Pulau slayar
8 Trekking mengelilingi Pulau Slayar Pulau Slayar
9 Mandi air panas Kepuh Teluk
10 Menyelam Pulau Gili Timur
11 Melihat burung air Sokaoneng
12 Melihat burung migran Pulau Nusa
Kegiatan interpretasi wisata ditujukan agar pengunjung dapat menikmati potensi budaya maupun alam Pulau Bawean. sehingga melalui kegiatan ini pengunjung dapat menikmati fenomena sosial dan budaya masyarakat. Pengunjung dapat menikmati keindahan alam Bawean yang sebagian wilayahnya termasuk ke dalam kawasan suaka alam.
Berdasarkan lama kunjungan yang berorientasi pada jadwal pelayaran kapal Gresik Bawean yang melakukan pelayaran tiga kali dalam seminggu, maka dapat dikembangkan kegiatan dengan durasi 2-3 hari dengan memanfaatkan potensi yang ada dan jalur interpretasi yang direncanakan disajikan pada Tabel 24.
Tabel 24. Rencana kegiatan wisata di Pulau Bawean
Hari Program Jalur
Senin a. Tiba di Bawean b. City Tour
Jalur kanan Selasa 1. Menikmati pantai slayar, naik jukung dan trekking pulau slayer
2. Jika cuaca baik, berlayar ke pulau noko slayer 3. Menikmati air terjun Laccar
4. Melihat cara pengambilan getah aren dan menikmati hasilnya Rabu Berlayar ke Pulau Gili Timur dan menginap
Kamis Berlayar Ke Gresik
c. Perencanaan Fasilitas Pendukung Interpretasi
Kegiatan wisata di Pulau Bawean selama ini didukung oleh pemerintah maupun swasta. Di Bawean tersedia beberapa fasilitas seperti penginapan, shelter, tempat ibadah, transportasi dan komunikasi. Sebagian fasilitas telah mengalami kerusakan karena termakan usia, seperti jalan, shelter dan pemandian air panas.
Selain fasiltas utama, diperlukan juga pembangunan fasiliats pendukung. Fasilitas interpretasi yang akan direncanakan disesuaikan dengan potensi sumberdaya alam, arah pengembangan, dan kebutuhan pengunjung dalam usaha menciptakan suasana yang nyaman, menyenangkan memperkaya pengalaman dan pengetahuan sehingga pengunjung dapat menikmati alam dan budaya kawasan wisata bawean secara optimal.
Kegiatan interpretasi lingkungan memerlukan fasilitas pendukung seperti, pusat informasi, penjelasan tentang objek, petunjuk arah, tempat istirahat, peta jalur wisata, selebaran/ booklet/ leaflet, papan nama objek serta buku informasi tentang objek wisata bawean.
Rencana interpretasi wisata di bawean berdasarkan konsep tata ruang yang ada dan konsep wisata yang dikembangkan. Fasilitas ini direncanakan untuk dapat menunjang kegiatan interpretasi di 3 Jalur interpretasi lingkungan yang direncanakan. Terutama fasilitas yang terkait dengan metode self interpretation. Dalam perencanaan ini sedapat mungkin tidak merubah kondisi bentang alam, alami dan menggunakan bahan yang tersedia di lokasi. Jenis fasilitas pendukung interpretasi yang direncanakan disajikan pada Tabel 25.
Tabel 25. Jenis fasilitas pendukung interpretasi yang direncanakan dan fungsinya
No Jenis Fasilitas Fungsi
1 Pal Pal-pal Hm yang ada saat ini hanya dikawasan hutan meskipun sebagian rusakdan hilang, sehingga pengunjung tidak dapat mengetahui sudah seberapa jarak yang telah ditempuh
2 Pusat Informasi Pusat informasi yang direncanakan berfungsi untuk memberikan pelayanan informasi bagi pengunjung tentang hal-hal yang berkaitan dengan kawasan wisat bawean
3 Papan interpretasi Papan interpretasi disediakan untuk memberikan informasi mengenai jalur interpretasi lingkungan seta penjelasan objek-objek yang dipelajari
Tabel 25 Lanjutan
No Jenis Fasilitas Fungsi
4 Petunjuk arah Petunjuk arah berfungsi untuk memberikan informasi untuk menuju lokasi yang ingin didatangi. Adanya papan petunjuk arah ini akan menghindarkan pengunjung dari resiko tersesat. 5 Tempat sampah Sebagai tempat pembuangan sampah
6 Peta jalur wisata Memberikan informasi tentang jalur wisata yang dapat yang dapat dipilih oleh pengunjung kawasan wisata bawean
7 Shelter Fasilitas ini disediakan bagi pengunjung sebagai tempat istirahat yang melakukan perjalanan sambil menikmati panorama alam
8 Toko souvenir Fasilitas ini disediakan untukmenambpung hasil kerajinan masyarakat yang bisa dijual kepada pengunjung
9 Benkel kerajinan Fasilitas ini disediakan untuk menampung kreatifitas masyarakat, tempat pengunjung melihat dan belajar bagaimana membuat kerajinan anyaman tikar dan tas dari pandan.
10 Pangkalan jukung Pangkalan jukung merupakan tempat yang khusus menyediakan jukung untuk pengunjung yang ingin menaikinya ditemani seorang pemadu.