METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
E. Prosedur Penelitian
2. Perencanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti secara kolaboratif mengadakan kegiatan secara berikut:
31
1) Mengamati teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran sosiologi sebelumnya;
2) Mengidentifikasi faktor-faktor hambatan dan kemudahan guru dalam pembelajaran sosiologi sebelumnya;
3) Merumuskan alternatif tindakan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran sosiologi untuk mengingkatkan hasil belajar sosiologi siswa.
4) Menyusun rancangan pelaksanaan pembelajaran sosiologi pada pokok bahasan kebudayaan Masyarakat Tanah Toraja (Tradisi Ma’badomg) melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Rancangan pelaksanaan pembelajaran sosiologi pada pokok bahasan kebudayaan Masyarakat Tanah Toraja melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini meliputi:
1. Pemilihan bahan materi pembelajaran pada materi kebudayaan Masyarakat Tanah Toraja (Tradisi Ma’badong) yang sudah ditentukan.
2. Pemilihan pertanyaan yang akan diberikan kepada siswa yang sesuai dengan materi pembelajaran.
3. Pemilihan anggota kelompok siswa yang terdiri empat orang tiap kelompok secara heterogen (jenis kelamin, kemampuan, suku, dll).
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut:
a) Membuat skenario pembelajaran sosiologi pada pokok bahasan kebudayaan Masyarakat Tanah Toraja (Tradisi Ma’badong) melalui penerapan model
32
pembelajaran kooperatif tipe STAD, seperti rencana pelaksanaan pembelajaran
b) Membuat lembar pengamatan (observasi) untuk melihat bagaimana kondisi belajar mengajar di kelas ketika latihan atau model pembelajaran kooperatif tipe STAD diaplikasikan. Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam mempelajari pokok bahasan kebudayaan Masyarakat Tanah Toraja (Tradisi Ma’badong), serta untuk mengetahui model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang digunakan dalam proses pembelajaran apakah sudah dapat meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa atau tidak.
c) Membuat alat bantu atau instrumen mengajar yang diperlukan dalam rangka optimalisasi hasil belajar siswa pada pokok bahasan kebudayaan Masyarakat Tanah Toraja (Tradisi Ma’badong)seperti menyiapkan buku paket dan sumber bacaan lainnya.
3. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan penelitian ini mengikuti tahap-tahap penelitian tindakan kelas yang pelaksanaannya terdiri atas dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap pengamatan, pendahuluan/perencanaan, dan pelaksanaan tindakan. Perencanaan tindakan, pemberian tindakan,observasi, dan refleksi. Tahap-tahap penelitian dalam masing-masing tindakan terjadi secara berulang yang akhirnya menghasilkan beberapa tindakan dalam penellitian tindakan kelas.Tahap-tahap tersebut membentuk spiral.
33
Tindakan penelitian yang bersifat spiral itu dengan jelas digambarkan oleh Hopkins (1985) sebagai berikut:
Model Penelitian Tindakan Kelas Oleh Hopkins Keterangan :
Dalam model penelitaian tindakan kelas, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan perencanaan (planning) tindakan, misalnya membuat skenario pembelajaran, lembar observasi, dan lain-lain.Kemudian langkah selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pada tahap pelaksanaan tindakan di dalamnya dilakukan pengamatan (observasi).Selanjutnya melakukan analisis dan refleksi.Apabila model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang digunakan telah berhasil maka dapat langsung ditarik kesimpulan.Akan tetapi, apabila model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang digunakan masih perlu perbaikan maka
Action/Observevatio
34
dilakukan rencana selanjutnya, dan demikian terus secara berulang, sampai model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang digunakan berhasil.
Secara rinci, pelaksanaan prosedur penelitian dalam bentuk siklus ini adalah sebagai berikut:
Siklus I
Pelaksanaan siklus I berlangsung selama 4 kali pertemuan termasuk tes siklus I pada pokok bahasan kebudayaan Masyarakat Tanah Toraja (Tradisi Ma’badong) dengan sub pokok bahasan membahas tentang kebudayaan masyarakat Tanah Toraja penjelasan mengenai upacara ma’badong. Tahapan-tahapan pada siklus I adalah sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan siklus I meliputi pembuatan skenario pembelajaran, membuat format pembelajaran, serta mempersiapkan alat-alat/bahan yang dibutuhkan siswa selama proses pembelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus I ini adalah melaksanakan langkah-langkah atau alur model pembelajara kooperatif tipe STAD yaitu:
1) Guru mempersiapkan rencana pembelajaran.
2) Pada pertemuan pertama saya selaku guru menjelaskan tentang kebudayaan masyarakat Tanah Toraja dan upacara ma’badong
3) Guru membentuk kelompok yang masing- masing kelompok anggotanya terdiri dari 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll).
35
4) Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu (kerja sama)
5) Memberi evalusai.
6) Kesimpulan.
7) Penutup
c. Tahap Observasi
Observasi dilaksanakan secara bersamaan dengan pelaksanaan penelitian yaitu mengisi lembar observasi dengan mencatat siswa yang hadir dalam proses pembelajaran, siswa mampu menyelesaikan lembar kerja siswa secara individu, kerja sama siswa secara berpasangan dalam mendiskusikan jawaban yang dianggap paling benar atau meyakinkan dan keaktifan siswa dalam mempresentasikan jawaban atau pemecahan masalah secara individual atau kelompok di depan kelas.
d. Tahap Refleksi
Hasil yang diperoleh pada tahap observasi dikumpulkan dan dianalisis kemudian diadakan refleksi apakah tindakan yang dilakukan telah berhasil mencapai tujuan atau belum. Kemudian untuk siklus berikutnya (siklus II), di adakan perbaikan-perbaikan bilamana perlu berdasarkan hasil evaluasi.
Siklus II
Pelaksanaan siklus II bertujuan untuk mengadakan perbaikan yang disesuaikan dengan hasil refleksi siklus I. Siklus II berlangsung selama 4 kali pertemuan termasuk tes siklus II pada pokok bahasan kebudayaan masyarakat Tanah Toraja dengan sub pokok bahasan Tradisi Ma’badong, tata cara
36
pelaksanaan ma’dabong, formula ma’ badong. Tahapan-tahapan pada siklus II adalah sebagai berikut:
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan siklus II ini dilaksanakan setelah pembelajaran pada siklus I direfleksi. Perencanaan siklus II adalah relatif sama dengan perencanaan siklus I yaitu pembuatan skenario pembelajaran, membuat format pembelajaran, serta mempersiapkan alat-alat/bahan yang dibutuhkan siswa selama proses pembelajaran.
b. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus II relatif sama dengan pelaksanaan siklus I yaitu melaksanakan langkah-langkah atau alur model pembelajaran STAD yang disesuaikan dengan hasil refleksi pada siklus I.
c. Tahap Observasi
Observasi pada siklus II relatif sama dengan observasi pada siklus I yaitu mengisi lembar observasi dengan mencatat siswa yang hadir dalam proses pembelajaran, siswa mampu menyelesaikan lembar kerja siswa secara individu, kerja sama siswa secara berkelompok dalam mendiskusikan jawaban yang dianggap paling benar atau meyakinkan dan keaktifan siswa dalam mempresentasikan jawaban atau pemecahan masalah secara individual atau kelompok di depan kelas.
d. Tahap Refleksi
Refleksi siklus II adalah membandingkan antara hasil belajar sosiologi siswa pada pokok bahasan kebudayaan Masyarakat Tanah Toraja (Tradisi
37
Ma’badong)melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada siklus Idengan siklus II sekaligus membuat kesimpulan.