• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perguruan Tinggi sebagai Institusi Ilmiah

Dalam dokumen Pedoman PK2 2017 Final (Halaman 94-99)

BAB 3 PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA

3.4.2. Perguruan Tinggi sebagai Institusi Ilmiah

Institusi ilmiah adalah cerminan dari perguruan tinggi dengan unsur-unsur dalam kelembagaannya dan berbagai kegiatan fungsionalnya untuk menghasilkan keluaran tridharma (pengajaran, penelitian dan pengabdian). Untuk pelaksanaan penelitian dibedakan berdasarkan bentuk perguruan tingginya sebagai berikut.

1. Universitas, institut, dan sekolah tinggi wajib melaksanakan penelitian dasar, penelitian terapan, penelitian pengembangan, dan atau penelitian industri.

2. Akademi dan politeknik wajib melaksanakan penelitian terapan, penelitian pengembangan, dan atau penelitian industri.

Penelitian dilaksanakan untuk:

a. mencari dan atau menemukan kebaruan kandungan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan atau olahraga.

b. menguji ulang teori, konsep, prinsip, prosedur, metode, dan/atau model yang sudah menjadi kandungan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan atau olahraga.

Kegiatan penelitian tersebut dilaksanakan oleh dosen dan atau mahasiswa dengan mematuhi kaidah/norma dan etika akademik sesuai dengan prinsip otonomi keilmuan. Hasil penelitian harus dipublikasikan pada terbitan berkala ilmiah dalam negeri terakreditasi atau terbitan berkala ilmiah internasional yang diakui Kementerian.

Hasil penelitian perguruan tinggi diakui sebagai penemuan baru setelah dimuat dalam terbitan berkala ilmiah terakreditasi yang diakui Kementerian dan atau

| PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA 65 mendapatkan hak kekayaan intelektual, dan hasil penelitian perguruan tinggi yang dilaksanakan oleh dosen dimanfaatkan untuk memperkaya materi pembelajaran mata kuliah yang relevan.

Agar perguruan tinggi sebagai institusi ilmiah dapat menyelenggarakan kegiatan ilmiah maka disusun beberapa unsur yang ada pada perguruan tinggi sebagai berikut.

a. Dewan Penyantun yang terdiri atas tokoh masyarakat, diadakan untuk ikut mengasuh dan membantu dalam memecahkan permasalahan perguruan tinggi. Keanggotaan dan kepengurusannya dipilih oleh dan dari anggota dewan penyantun.

b. Pimpinan perguruan tinggi sebagai penanggung jawab dalam pengelolaan perguruan tinggi. Di samping melaksanakan arahan dan kebijaksanaan umum, juga menetapkan peraturan norma dan tolak ukur penyelenggaraan perguruan tinggi atas dasar keputusan senat perguruan tinggi. Pimpinan perguruan tinggi terdiri atas Rektor dan Wakil Rektor untuk universitas atau institut. Masing- masing Wakil Rektor membidangi: kegiatan adminstrasi akademik, keuangan dan umum, kemahasiswaan, kerjasama antar instansi, perencanaan dan informasi.

c. Tenaga kependidikan di perguruan tinggi terdiri atas dosen dan tenaga penunjang akademik. Dosen adalah tenaga pendidik berdasarkan pendidikan dan keahliannya diangkat oleh penyelenggara perguruan tinggi dengan tugas utama mengajar pada peguruan tinggi yang bersangkutan. Dosen berdasarkan statusnya terdiri atas : dosen biasa, dosen luar biasa, dan dosen tamu. Tenaga penunjang akademik adalah tenaga berdasarkan pendidikan dan keahliannya, diangkat oleh penyelenggara perguruan tinggi dengan tugas utama sebagai peneliti pengembang pendidikan, pustakawan, laborat, dan teknisi sumber belajar.

d. Senat adalah badan normatif dan merupakan lembaga perwakilan tertinggi di perguruan tinggi dan di lingkungan fakultas. Senat di perguruan tin ggi terdiri atas : senat universitas/institut, sekolah tinggi, akademik, dan politeknik. Senat universitas/institusi terdiri atas: para guru besar, pimpinan, para dekan, dan wakil dosen. Rektor sebagai ketua senat dan dibantu sekretaris yang dipilih dari para anggota senat.

Tugas pokok Senat Perguruan Tinggi dideskripsikan sebagai berikut: 1) merumuskan kebijaksanaan akademik dan pengembangan perguruan tinggi; 2) merumuskan kebijaksanaan penilaian prestasi akademik dan kecakapan serta

kepribadian sivitas akademika;

3) merumuskan norma dan tolak ukur penyelenggaraan pendidikan tinggi;

4) memberikan pertimbangan dan persetujuan atas rencana anggaran pendapatan belanja perguruan tinggi yang duajukan oleh pimpinan perguruan tinggi;

66 PEDOMAN PK2 DAN P2MABA|

5) menilai pertanggungjawaban perguruan tinggi atas kebijaksanaan yang telah ditetapkan;

6) merumuskan peraturan pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan pada perguruan tinggi yang bersangkutan; 7) memberikan pertimbangan kepada penyelenggara perguruantinggi berkenaan

dengan calon-calon yang diusulkan untuk diangkat menjadi Rektor/Ketua/DirekturPerguruanTinggidanDosen yang dicalonkan memang kujabatan akademik di atasLektor;

8) menegakkan norma-norma yang berlaku bagi sivitas akademika;

9) mengukuhkan pemberian gelar Doktor Kehormatan pada universitas/ institut yang memenuhi persyaratan.

Dalam penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan oleh:

a. Pelaksanaan akademik di bidang pendidikan dapat berbentuk fakultas, jurusan, dan laboratorium dengan fungsi utamanya untuk melaksanakan tridarma perguruan tinggi.

Keluaran perguruan tinggi dalam bentuk tridarma sebagai berikut.

1) Pendidikan Pengajaran : lulusan perguruan tinggi dan peningkatan produktivitas masyarakat karena terlibatnya lulusan dalam proses produksi.

2) Penelitian : pengetahuan ilmu dan teknologi baru serta nilai tambah (dalam arti luas) yang terjadi karena penyebarluasan hasil penelitian.

3) Pengabdian kepada Masyarakat : pengetahuan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di masyarakat serta peningkatan kepercayaan dan kehendak masyarakat untuk melibatkan perguruan tinggi dalam masalah pembangunannya. b. Unsur pelaksanaan administrasi merupakan perangkat yang menyelenggarakan

keseluruhan pelayanan teknis dan adminstrasi yang diperlukan dalam pengolahan sumberdaya dan pengelolaan program. Keseluruhan pelayanan teknis dan administrasi tersebut terbagi dalam sejumlah biro, yaitu: Biro Adminstrasi Akademik, Biro Keuangan, Biro Adminstrasi Umum, Biro Administrasi Kemahasiswaan, dan Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi.

c. Unsur penunjang adalah bentuk satuan organisasi yang berfungsi sebagai penunjang pelaksanaan akademik di perguruan tinggi. Unsur penunjang sering disebut dengan pelaksana teknis (UPT), antara lain : UPT Perpustakaan, UPT Teknologi Informasi, UPT Pusat Bahasa, UPT Kebun Percobaan/Laboratorium, dan lain-lain.

3. 5

Sistem Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi

1. Pendidikan tinggi adalah kelanjutan pendidikan menengah yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau profesional yang dapat menyiapkan, menerapkan,

| PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA 67 mengembangkan, dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian.

2. Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi yang dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, danuni versitas.

3. Pendidikan akademik adalah pendidikan yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian dan diselenggarakan oleh sekolah tinggi, institut, danuniversitas.

4. Pendidikan akademik bertujuan menyiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dalam menerapkan, mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian, serta menyebarluaskan dan mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

5. Pendidikan akademik terdiri atas program sarjana, program magister, dan program doktor.

6. Program sarjana diarahkan pada hasil lulusan yang memiliki kualifikasi:

a. menguasai dasar-dasar ilmiah dan keterampilan bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara penyelesaian masalah di bidangnya;

b. mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan sesuai bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama;

c. mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri baik berkarya di bidang keahliannya maupun dalam kehidupan bersama di masyarakat;

d. mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian yang merupakan keahliannya.

7. Program magister diarahkan pada hasil lulusan dengan ciri-ciri:

a. mempunyai kemampuan untuk mengembangkan dan memutakhirkan IPTEKS dengan cara menguasai dan memahami pendekatan, metode, kaidah ilmiah yang disertai keterampilan penerapannya;

b. mempunyai kemampuan memecahkan permasalahan di bidang keahliannya melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah; c. mempunyai kemampuan mengembangkan kinerja profesionalnya yang

ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.

8. Program doktor diarahkan pada hasil lulusan dengan kualifikasi:

a. mempunyai kemampuan mengembangkan konsep ilmu, teknologi, dan atau kesenian baru dalam bidang keahliannya melalui penelitian;

b. mempunyai kemampuan mengelola, memimpin, dan mengembangkan program penelitian;

68 PEDOMAN PK2 DAN P2MABA|

c. mempunyai kemampuan pendekatan interdisipliner dalam berkarya di bidang keahliannya.

9. Pendidikan profesional bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi dan atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

10. Pendidikan profesional terdiri atas program Diploma I, Diploma II, Diploma III, dan Diploma IV.

11. Program Diploma I diarahkan pada lulusan yang mempunyau kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang bersifat rutin, atau memecahkan masalah yang sudah akrab sifat-sifat konstektualnya di bawah bimbingan.

12. Program Diploma II diarahkan pada lulusan yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang bersifat rutin, atau memecahkan masalah yang sudah akrab sifat-sifat dan kontekstualnya secara mandiri, baik dalam bentuk pelaksanaan maupun tanggung jawab pekerjaannya.

13. Program Diploma III diarahkan pada lulusan yang mempunyai kemampuan dalam bidang kerja yang bersifat rutin baik yang belum akrab dengan sifat-sifat maupun kontekstualnya, baik secara mandiri dalam pelaksanaanya maupun tanggungjawab pekerjaannya, dan mampu melaksanakan pengawasan serta bimbingan atas dasar ketrampilan manajerial yang dimilikinya.

Program Diploma IV diarahkan pada lulusan yang mempunyai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dengan dasar kemampuan profesional tertentu, termasuk keterampilan merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggung jawab mandiri pada tingkat tertentu, memiliki keterampilan manajerial, dan mampu mengikuti perkembangan pengetahuan serta teknologi dalam bidang keahliannya.

| KATA PENGANTARMODEL PEMBELAJARAN DAN STRATEGI BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI

69

Dalam dokumen Pedoman PK2 2017 Final (Halaman 94-99)

Dokumen terkait