• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persiapan yang Baik dan Efisien dalam Membaca dan Mencatat

Dalam dokumen Pedoman PK2 2017 Final (Halaman 111-113)

BAB 4 MODEL PEMBELAJARAN DAN STRATEGI BELAJAR DI PERGURUAN

4.4.2. Persiapan yang Baik dan Efisien dalam Membaca dan Mencatat

Pengaturan waktu dan cara belajar serta persiapan belajar yang baik yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa sangat diperlukan. Persiapan sebelum belajar akan menentukan tingkat keberhasilan kegiatan belajar nantinya. Melalui persiapan yang baik, mahasiwa akan mampu: (1) membuat jadwal harian yang sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang tersedia, (2) menjelaskan hasil analisis karakteristik tempat belajar yang baik.

Belajar yang efisien memerlukan pengaturan waktu dengan baik. Strategi pengaturan waktu yang baik harus: memperhatikan waktu belajar yang dimiliki; merefleksikan bagaimana menghabiskan waktu yang ada; apakah sering menggunakan waktu dengan sia-sia; mengetahui saat-saat kapan merasa bahwa diri kita produktif.

Jadwal belajar bagi mahasiswa sangat penting. Untuk itu, mahasiswa perlu menyusun jadwal belajar yang dapat membantu dalam melakukan hal-hal penting dan agar dapat belajar secara teratur; agar tugas tidak menumpuk dan dapat terselesaikan sesuai waktu; menjadi salah satu jaminan agar kita tidak membuang waktu dengan sia-sia dan dapat memanfaatkan waktu kosong untuk hal-hal lain; membantu untuk mengetahui dengan pasti perkembangan belajar dan penyelesaian tugas-tugas belajar. Hal itu penting karena membuat jadwal sesuai kebutuhan belajar dan waktu yang tersedia adalah salah satu kunci kesuksesan seseorang. Pembuatan jadwal belajar haruslah fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan kegiatan lain, lingkungan pertemanan atau keluarga.

Strategi penyusunan jadwal harus diarahkan pada tujuan spesifik. Jangan menentukan tujuan terlalu luas dan tidak jelas, misalnya “Saya akan menghabiskan waktu sehari penuh untuk belajar pada hari Minggu.”; tentukan batasan penyusunan kegiatan belajar; buatlah tujuan sebelum memulai belajar sehingga kegiatan belajar lebih bermakna. Tujuan tersebut sebagai sesuatu yang mungkin dapat dicapai (tidak “mengawang-awang”). Contoh: “Selesaikan membaca tiga bab dalam buku teks Manajemen”.

Selain jadwal belajar yang spesifik, mahasiswa juga perlu menyiapkan tempat belajar yang baik. Tempat belajar yang baik perlu ada tempat belajar, bebas dari gangguan, dilengkapi dengan sumber dan bahan ajar, memiliki tempat penyimpanan, ada penerangan, temperatur yang nyaman,dan ada ventilasi.

a. Membaca Secara Efisien

Bagaimana strategi mahasiswa agar dapat membaca secara efektif? Untuk mengerti bagaimana cara membaca yang efektif, terlebih dahulu perlu diketahui apa sebenarnya tujuan membaca itu. Setidak-tidaknya ada tiga tujuan dalam membaca, yaitu: mengumpulkan informasi untuk membuat tulisan atau esai; mempelajari suatu topik atau memahami suatu teori tertentu; dan mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian atau tes.

82 PEDOMAN PK2 DAN P2MABA|

Efektivitas dan efisiensi dalam membaca dapat dilihat atau dirasakan apabila seseorang dapat mengerti maksud dari penulis dengan jelas dan cepat tanpa perlu berlama-lama dalam proses membaca. Membaca yang efisien bila seseorang dapat mengerti maksud penulis dengan jelas dan cepat dalam proses membaca dan mampu memilih materi bacaan yang relevan dengan kebutuhan. Perlu diingat bahwa strategi membaca yang baik bertalian erat dengan kemampuan membuat catatan yang baik pula.

Ada dua strategi yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam membaca agar lebih efektif dan efisien, yaitu metode SQRW dan metode SQ3R.

1. Metode S Q R W S : Survey R : Read Q : Question W : Write 2. Metode SQ3R S : Survey R : Recite Q : Question R : Review R : Read

Langkah yang harus Anda lakukan dalam menerapkan model pertama yaitu: membaca judul, merangkum, menggambar grafik dari suatu bab dalam buku untuk mendapatkan topik atau persepsi awal dari bab tersebut. Langkah ini sebagai persiapan untuk dilanjutkan membaca secara keseluruhan dan membuat kita mempelajari topik yang diangkat secara cepat.

Anda harus memiliki pertanyaan-pertanyaan dalam benak Anda pada saat membaca. Pertanyaan tersebut akan memberikan arah dan membuat Anda tetap fokus pada saat membaca. Anda dapat mengubah judul atau topik suatu bab menjadi format pertanyaan. Sebagai contoh, pada saat Anda membaca judul “Kegunaan Listrik”, Anda dapat mengubahnya ke bentuk pertanyaan menjadi “Apa saja kegunaan listrik?” (Key Questions).

Baca keseluruhan teks pada buku dan tetap fokus serta berkonsentrasi sehingga informasi yang didapat saat membaca akan mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya. Dengan begitu, kegiatan membaca sudah dapat dikategorikan sebagai kegiatan membaca yang efektif

Menulis tiap-tiap pertanyaan beserta jawaban yang telah dibuat ke dalam catatan. Dengan menulis ulang, hal yang telah didapat melalui membaca akan membantu untuk mengingat dengan baik beberapa informasi penting yang dibutuhkan.

Pada model yang kedua, pertama-tama yang harus Anda lakukan yaitu membaca ulang keseluruhan per bab dari tiap buku. Tidak ada peraturan baku mengenai tahapan ini. Setelah mengakhiri membaca, Anda harus bertanya pada diri sendiri, apakah “gambaran utama” dari buku tersebut sudah didapatkan di kepala?

| MODEL PEMBELAJARAN DAN STRATEGI BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI 83 Tahapan selanjutnya yaitu melakukan pengecekan terhadap keseluruhan proses dalam membaca. Anda bisa membuka ulang tiap bab dan mengecek apakah Anda telah memahami isinya secara keseluruhan dan mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan isi atau materi bacaan. Membuat catatan pada buku tersebut apabila ada kesalahan atau apabila masih terdapat beberapa poin yang belum dipahami benar dan kembali membaca atau bertanya kepada orang lain untuk mendapatkan penjelasan.

b. Teknik dalam Membaca

Ada dua teknik yang dapat digunakan oleh mahasiswa agar dapat membaca secara lebih efktif dan efisien. Teknik tersebut berupa scanning dan skimming. Teknik scanning digunakan untuk mencari poin-poin penting atau spesifik dari satu bacaan atau buku. Membaca buku dengan cepat dan sekilas, biasanya dibantu dengan ujung jari yang disapukan di atas buku atau bacaan tertentu. Teknik ini biasanya digunakan saat seseorang mencari informasi seperti di kamus, buku telepon, atau di iklan baris koran. Mahasiswa yang baik harus mampu melakukan teknik sca nning ini untuk membaca buku dan catatannya guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.

Teknik skimming digunakan, misalnya, saat Anda mengambil sebuah buku atau artikel tentang genetika dan melakukan teknik skimming dengan mencari ide pokok dari setiap paragraf, melihat judul per bab, dan lain sebagainya untuk memastikan apakah buku tersebut menarik minat Anda atau memiliki informasi berguna yang Anda butuhkan. Pada saat melakukan teknik skimming, Anda mencari gambaran umum tentang suatu artikel atau buku referensi

c. Mencatat

Bagaimana tahapan dalam mencatat, jenis catatan, dan tips mencatat yang baik? Teknik mencatat yang baik harus menjaga kontak mata dengan pembicara; menghindari keterlibatan emosional dan bersikaplah objektif dalam menyimak informasi; dan tetaplah aktif dengan cara mengajukan pertanyaan. Tahapan mencatat harus diawali dengan memahami informasi yang akan disampaikan; memfokuskan pada apa yang disampaikan dosen; menulis informasi dengan cepat; dan mencatat ulang

Dalam dokumen Pedoman PK2 2017 Final (Halaman 111-113)

Dokumen terkait