CLOSE –UP; ORGANISASI
I. Pendahuluan 1.1 Deskripsi Singkat
2.1 Perilaku dan Perbedaan Individu
Tinjauan Perilaku individu dalam organisasi perilaku merujuk pada segala sesuatu yang seseorang lakukan, pikirkan, maupun rasakan. Perilaku juga merupakan respon dari seseorang terhadap stimulus dari sekelilingnya/lingkungan.
semua respon yang terjadi dalam diri seseorang dan seringkali tidak terlihat nyata. Komponen perilaku internal biasanya berupa perasaan, emosi, pikiran dan peristiwa pribadi. Sedangkan perilaku eksternal meliputi semua respon yang dapat dilihat orang.
Perilaku dilingkungan kerja dapat berbentuk :
Formal Non Formal Informal
Perilaku merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan. Perilaku individu dalam organisasi merupakan interaksi antara karakteristik individu dengan karakteristik organisasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkah laku dan hasil tingkah laku :
1. Individu secara alami
2. Situasi yang alamiah yang ditemukan oleh individu itu sendiri.
Dengan begitu, kita perlu mengartikan tingkah laku adalah respon individu pada stimulasi dalam bentuk tindakan/ sebagaimana kita telah ketahui sebelumnya bahwa salah satu model tentang perilaku manusia adalah dipengaruhi oleh faktor fisiologis, psikologis dan lingkungan. Selain itu kita juga dapat pula melihat komposisi perilaku individu secara alamiah, seperti terlihat pada skema berikut :
1. Keturunan 2. Lingkungan 3. Kebudayaan 4. Pembelajaran
Individu membagi kesenangan/kebiasaan dan beberapa perbedaan atau keunikan individu berbeda, karena tidak ada dua individu yang sama, tetapi membagi beberapa kebiasaan.
1. Biologis Tingkah laku sepenuhnya ditujukan pada penyelesaian tugas atau ujian tertentu dari kewajiban
organisasi formal
Tingkah laku yang memfasilitasi penyelesaian tugas-tugas/ujian-ujian dengan mengambil inisiatif anggota dan tingkah laku informal yang ditujukan pada Tingkat laku sepenuhnya ditujukan pada kepuasan-kepuasan manusia dan kebutuhan sosial dan dihubungkan pada ujian penampilan Tingkah Laku
2. Kebudayaan
Individu berbeda dalam:
1. Kepekaan/sensitif 2. Tanggapan terhadap sesuatu yang dimainkan,
3. Kepandaian 4. Minat
5. Dorongan/semangat/motivasi 6. Kepribadian
Tingkah laku juga dipandang sebagai hasil dari interaksi antara stimulus dan organisme, daripada reaksi organisme pada stimulus (persepsi).
Tingkah laku sebagai hasil dari interaksi stimulus organisme. Kita dapat melihatnya dalam berbagai pandangan yang berbeda.
(1) Sepasang huruf x (2) Dua v (normal dan tidak) (3) w atas m (4) Permata dengan cambang-cambang disisinya
Orang-orang harus terbuka pada segala sesuatu seperti ini, jadi sepertinya mampu melihat pendapat orang lain sebagaimana yang mereka tunjukkan. Interaksi ini penting seperti kita sadari bagaimana orang-orang berinteraksi (pekerja-pekerja dan majikan-majikan).
Sebab musabab dalam kelakukan. The SOBA Model
S O B A
S (Stimulus) = Perangsang/keadaan Pendorong/situasi O (Organisme) = Manusia (fisik & non fisik)
B (Behavior) = Kelakuan A (Attainment) = Pencapaian Keterangan :
Keturunan
Perpindahan bahasa tubuh Merubah perangsangan Suara
Keperluan pemasokan oleh manusia secara biologis Pikiran dan tanggapan emosi expresi wajah
Penelitian Pekerjaan rutin
Dari banyak mempelajari pengetahuan, keterampilan membutuhkan pendirian dan nilai-nilai
Penghindaran kecelakaan Orang lain
Pengawasan dari perbuatan
Dan beberapa aspek dan lingkungan untuk seseorang yang mana yang sensitif
S: Menggambarkan pendorong itu yang merangsang pengaturan tersebut. Tanggapan dari pengaturan ditunjukkan oleh tanda anak panah pada kelakuan tersebut. Kelakuan didalam mengarahkan perbuatan pada dunia luar menuntun pada pencapaian A. Pencapaian itu mungkin merubah kondisi yang mendorong dan dengan demikian pengaruh kelakuan atau melalui kelakuan berikut ini dengan penciptaan situasi yang baru bagi pengaturan tersebut.
Sejak pencapaian dipengaruhi oleh faktor-faktor perubahan didalam beberapa hal bahwa kelakuan yang sama dapat memiliki sejumlah perbedaan pencapaian yang lebih dapat dicapai oleh penempatan tekanan pada kelakuan dari pencapaian dan mencari pencapaian yang sederhana dengn mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi kelakuan tersebut.
Aplikasi (penerapan)
Pekerja bertindak berbeda dengan seorang pengawas
Beberapa orang benci kehadirannya karena meraka melihatnya sebagai budak pengemudi.
Yang lain-lain mungkin meremehkan dan melihat sebelah mata nilainya, karena mereka melihatnya sebagai orang yang gugup, takut (grogi), lekas marah.
Yang lainnya mungkin senang menyuruhnya untuk membantu mereka dan menghormatinya sebagai seorang yang melakukan pekerjaannya.
Pengawas dapat mempertimbangkan dirinya sendiri sebagai teman yang berhati baik yang memperhatikan minat pekerjaannya dengan serius dan percaya bahwa dia benar-benar harus mempunyai lebih sedikit menghormati kerja semua orang bahkan ketika dia menyatakan mereka mirip atau serupa.
Bagaimana seorang memandang orang lain tergantung pada faktor-faktor berikut ini :
1. Temperatur 2. Keadaan lemah
3. Kontak-kontak terdahulu dengannya (pengalaman masa lalu) 4. Kepribadian Individu.
Pemahaman Tingkah laku dapat tercapai bila:
Seseorang mampu (harus) membedakan stimulus dimana Individu akan bergerak/bertindak, serta menemukan bagaimana stimulus disusun.
Stimulus ini diberikan arti melalui persepsi dan tingka laku yang dibedakan dengan arti.
Contoh : Gerakan cepat adalah ancaman. Gerakan lambat adalah pada umumnya ditafsirkan suatu hal yang ramah.
Kepandaian dan Kelakuan :
Peranan penting kelakuan perseorangan itu membawa kepada beberapa kepandaian/prestasi baik yang diinginkan maupun yang tidak diinginkan tetapi akan selalu ditampilkan/ditunjukkan dari kelakuan bukan penyebab dari kelakuan :
1. Perpindahan kelakuan
2. Kedipan mata melindungi mata
3. Penjatuhan sebuah peralatan yang berat mungkin melukai kaki 4. Pelintasan lampu merah mungkin hasil tiket lalu lintas.
Maksud dan Pencapaian
Pencapaian kelakuan dari suatu peristiwa menyebabkan kita untuk mengevaluasinya. Dalam peristiwa kelakuan kita boleh memberikan 2 pandangan yaitu : kita barangkali mengerti kelakuan atau kita barangkali mengevaluasinya. Kita mengerti sebuah kelakuan tertentu sewaktu kita tahu apa penyebabnya atau sewaktu kita mengetahui apa yang menyebabkan kelakuan sewaktu kita menyetujui atau tidak menyetujuinya.
Penyampaian Kelakuan Secara Tepat
Seorang manajer/pimpinan harus memperoleh keterampilan menunjukkan kelakuan secara tepat.
Menunjukkan kelakuan secara tepat boleh diamati dan diperhitungkan. Anda boleh mengamati kelakuan itu dari kedatangan untuk bekerja atau sebelum jam 08.30 pada pagi hari. Atau penulisan tiga surat usaha sehari atau pembuatan beberapa komentar yang menghina (kritik). Anda bisa mengamati kelakuan itu dari keadaan fisik yang baik atau pendirian yang tidak baik, kemalasan atau ingkat motivasi yang tinggi.
Menunjukkan kelakuan secara tepat adalah apa yang anda lihat, apa yang anda ketahui telah terjadi. Motivasi/dorongan yang tidak baik tidak dapat diamati dan merupakan sebuah penambahan dari kelakuan orang mungkin mengamati kelakuan itu dari datang terlambat kerja dan menafsirkan sebagai kelakuan yang tidak baik atau motivasi/dorongan yang tidak baik. Ada kemungkinan mengamati kelakuan tersebut dan kedatangan awal kerja, jalan cepat di gang, berbicara degan cepat dengan menafsirkan kelakuan ini menunjukkan motivasi yang baik. Anda tidak mengamati dorongan, pendirian/mutu seperti ambisi, malas, disiplin, pribadi, penderita urat saraf atau sombong. Anda hanya dapat mengamati dan mengukur kelakuan tersebut supaya menyebabkan anda percaya bahwa individu/perorangan dikarakteristikkan oleh sifat pembawaan umum. Ini penting untuk menunjukkan kelakuan secara tepat karena kelakuan ini dapat diamati dan diukur, sehingga mungkin (perlu) dirubah. Kelakuan menyumbang daya produksi.