PERILAKU NILAI TUKAR PETANI
5.2. Perilaku Harga yang Diterima Petani (HT)
Harga yang diterima petani merupakan harga tertimbang di tingkat petani/peternak/nelayan dari harga-harga sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. Harga dari masing-masing sub sektor sendiri juga dibangun dari harga tertimbang dari komoditas penyusunnya. Penimbang dari masing-masing adalah nilai produksi.
Perilaku HT dari Januari 2008 sampai dengan Mei 2013 terangkum di dalam Gambar 5.2. Seperti dijelaskan di atas, HT meningkat dengan marjinal sebesar 0,0233/bulan. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kontribusi peningkatan yang lebih besar dari sub sektor tanaman pangan (marjinal = 0,0273/bulan) dan sub sektor hortikultura (marjinal = 0,0264/bulan); menyusul sub sektor perikanan dengan marjinal 0,0180/bulan, perkebunan sebesar 0,0169/bulan dan peternakan sebesar 0,0155/bulan.
Variabel Dugaan Regresi R2 Indeks Harga Diterima Petani NAS (HT ) 0,0233x - 812,2 0,9866 Indeks Harga Diterima Petani T.Pangan (HT TP) 0,0273x - 974,74 0,9756 Indeks Harga Diterima Petani Hortikultura (HT HOR) 0,0264x - 931,8 0,9596 Indeks Harga Diterima Petani Perkebunan (IHT BUN) 0,0169x - 547,78 0,8805 Indeks Harga Diterima Petani Ternak (HT NAK) 0,0155x - 497,56 0,8996 Indeks Harga Diterima Petani Perikanan (HT IK) 0,018x - 596,39 0,9295
Nilai Tukar Petani NAS (NTP ) 0,0038x - 51,004 0,8131
Gambar 5.2. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani, Indeks Harga Dibayar Petani, dan Nilai Tukar Petani per Sub sektor dan Gabungan, Januari 2008-Mei 2013.
Penulusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa peningkatan harga yang diterima petani sub sektor tanaman pangan (HTTP) pengaruh peningkatan harga palawija relatif lebih besar dibanding peningkatan harga padi, yaitu dengan nilai peningkatan marjinal sebesar 0,0273/bulan untuk palawija dan 0,0233/bulan untuk padi (Tabel 5.1). Sementara itu, pada sub sektor hortikultura, kontribusi peningkatan harga buah-buahan relatif lebih tinggi dibandingkan peningkatan harga sayuran, yaitu masing-masing dengan peningkatan marjinal sebesar 0,0262/bulan dan 0,0259/bulan. Pada sub sektor perkebunan nilai marjinal yang dimaksud adalah nilai marjinal kelompok tanaman perkebunan rakyat.
Pada sub sektor peternakan, kontribusi terbesar dari peningkatan harga yang diterima petani terjadi pada kelompok komoditas ternak kecil (nilai marjinal 0,0213/bulan) menyusul hasil peternakan (nilai marjinal 0,0178/bulan), unggas
Variabel Dugaan Regresi R2
Indeks Harga Diterima Petani NAS (HT ) 0,0233x - 812,2 0,9866 Indeks Harga Diterima Petani T.Pangan (HT TP) 0,0273x - 974,74 0,9756 Indeks Harga Diterima Petani Hortikultura (HT HOR) 0,0264x - 931,8 0,9596 Indeks Harga Diterima Petani Perkebunan (IHT BUN) 0,0169x - 547,78 0,8805 Indeks Harga Diterima Petani Ternak (HT NAK) 0,0155x - 497,56 0,8996 Indeks Harga Diterima Petani Perikanan (HT IK) 0,018x - 596,39 0,9295
Nilai Tukar Petani NAS (NTP ) 0,0038x - 51,004 0,8131
Gambar 5.2. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani, Indeks Harga Dibayar Petani, dan Nilai Tukar Petani per Sub sektor dan Gabungan, Januari 2008-Mei 2013.
Penulusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa peningkatan harga yang diterima petani sub sektor tanaman pangan (HTTP) pengaruh peningkatan harga palawija relatif lebih besar dibanding peningkatan harga padi, yaitu dengan nilai peningkatan marjinal sebesar 0,0273/bulan untuk palawija dan 0,0233/bulan untuk padi (Tabel 5.1). Sementara itu, pada sub sektor hortikultura, kontribusi peningkatan harga buah-buahan relatif lebih tinggi dibandingkan peningkatan harga sayuran, yaitu masing-masing dengan peningkatan marjinal sebesar 0,0262/bulan dan 0,0259/bulan. Pada sub sektor perkebunan nilai marjinal yang dimaksud adalah nilai marjinal kelompok tanaman perkebunan rakyat.
Pada sub sektor peternakan, kontribusi terbesar dari peningkatan harga yang diterima petani terjadi pada kelompok komoditas ternak kecil (nilai marjinal 0,0213/bulan) menyusul hasil peternakan (nilai marjinal 0,0178/bulan), unggas
(nilai marjinal 0,0171/bulan) dan kelompok ternak besar (nilai marjinal 0,0120/bulan). Sementara pada sub sektor perikanan kontribusi terbesar dari peningkatan harga yang diterima petani ikan dan nelayan terjadi pada harga produk penangkapan (nilai marjinal 0,188/bulan) dan nilai marjinal harga produk budidaya ikan sebesar 0,0138/bulan.
Tabel 5.1. Nilai Regresi Indeks Harga yang Diterima Petani Tahun 2008-2013
Sub sektor Komoditas Dugaan Regresi R2
Tanaman Pangan
(TP) Padi (PAD) 0,0271x - 968,64 0,9744
Palawija (PLW) 0,0286x - 1019,1 0,9682
Hortikultura (HT) Sayur-sayuran (SYR) 0,0259x - 909,93 0,8947 Buah-buahan (BUH) 0,0262x - 924,23 0,9642 Perkebunan (BUN) Tanaman Perkebunan Rakyat
(TPR) 0,0169x - 547,78 0,8805
Peternakan (NAK)
Ternak Kecil (TNK) 0,0213x - 724,06 0,9104 Ternak Besar (TNB) 0,0120x - 361,75 0,8489
Unggas (UGS) 0,0171x – 559,66 0,8671
Hasil Ternak (HST) 0,0178x - 584,17 0,9004 Perikanan (IK) Penangkapan (KAP) 0,0188x – 629,51 0,9241
Budidaya (BDY) 0,0138x - 439,51 0,9179
5.2.1. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Tanaman Pangan
Indeks harga yang diterima petani tanaman pangan meningkat dengan penambahan marjinal sebesar 0,0273/bulan. Dua komoditas tanaman pangan, yaitu padi dan palawija menunjukkan penambahan marjinal harga yang diterima masing-masing sebesar 0,0271/bulan untuk padi dan 0,0286/bulan untuk palawija. Detil perilaku harga yang diterima petani padi dan palawija ditunjukkan Gambar 5.3 dimana palawija tampak dominan disbanding padi.
(nilai marjinal 0,0171/bulan) dan kelompok ternak besar (nilai marjinal 0,0120/bulan). Sementara pada sub sektor perikanan kontribusi terbesar dari peningkatan harga yang diterima petani ikan dan nelayan terjadi pada harga produk penangkapan (nilai marjinal 0,188/bulan) dan nilai marjinal harga produk budidaya ikan sebesar 0,0138/bulan.
Tabel 5.1. Nilai Regresi Indeks Harga yang Diterima Petani Tahun 2008-2013
Sub sektor Komoditas Dugaan Regresi R2
Tanaman Pangan
(TP) Padi (PAD) 0,0271x - 968,64 0,9744
Palawija (PLW) 0,0286x - 1019,1 0,9682
Hortikultura (HT) Sayur-sayuran (SYR) 0,0259x - 909,93 0,8947 Buah-buahan (BUH) 0,0262x - 924,23 0,9642 Perkebunan (BUN) Tanaman Perkebunan Rakyat
(TPR) 0,0169x - 547,78 0,8805
Peternakan (NAK)
Ternak Kecil (TNK) 0,0213x - 724,06 0,9104 Ternak Besar (TNB) 0,0120x - 361,75 0,8489
Unggas (UGS) 0,0171x – 559,66 0,8671
Hasil Ternak (HST) 0,0178x - 584,17 0,9004 Perikanan (IK) Penangkapan (KAP) 0,0188x – 629,51 0,9241
Budidaya (BDY) 0,0138x - 439,51 0,9179
5.2.1. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Tanaman Pangan
Indeks harga yang diterima petani tanaman pangan meningkat dengan penambahan marjinal sebesar 0,0273/bulan. Dua komoditas tanaman pangan, yaitu padi dan palawija menunjukkan penambahan marjinal harga yang diterima masing-masing sebesar 0,0271/bulan untuk padi dan 0,0286/bulan untuk palawija. Detil perilaku harga yang diterima petani padi dan palawija ditunjukkan Gambar 5.3 dimana palawija tampak dominan disbanding padi.
Variabel Dugaan Regresi R2 Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0273x - 974,74 0,9756
Padi (PAD) 0,0271x - 968,64 0,9744
Palawija (PLW) 0,0286x - 1019,1 0,9682
Gambar 5.3. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor Tanaman Pangan, Indeks Harga Padi dan Palawija, Januari 2008-Mei 2013.
5.2.2. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Hortikultura Indeks harga yang diterima petani hortikultura meningkat dengan penambahan marjinal sebesar 0,0264/bulan, lebih rendah dari penambahan marjinal harga yang diterima petani hortikultura. Dua komoditas hortikultura, yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan menunjukkan penambahan marjinal harga yang diterima masing-masing sebesar 0,0259/bulan untuk sayur-sayuran dan 0,0262/bulan untuk buah-buahan. Detil perilaku harga yang diterima petani sayur-sayuran dan buah-buahan ditunjukkan Gambar 5.4.
Variabel Dugaan Regresi R2
Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0273x - 974,74 0,9756
Padi (PAD) 0,0271x - 968,64 0,9744
Palawija (PLW) 0,0286x - 1019,1 0,9682
Gambar 5.3. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor Tanaman Pangan, Indeks Harga Padi dan Palawija, Januari 2008-Mei 2013.
5.2.2. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Hortikultura Indeks harga yang diterima petani hortikultura meningkat dengan penambahan marjinal sebesar 0,0264/bulan, lebih rendah dari penambahan marjinal harga yang diterima petani hortikultura. Dua komoditas hortikultura, yaitu sayur-sayuran dan buah-buahan menunjukkan penambahan marjinal harga yang diterima masing-masing sebesar 0,0259/bulan untuk sayur-sayuran dan 0,0262/bulan untuk buah-buahan. Detil perilaku harga yang diterima petani sayur-sayuran dan buah-buahan ditunjukkan Gambar 5.4.
Variabel Dugaan Regresi R2 Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0264x - 931,8 0,9596
Sayur-sayuran (SYR) 0,0259x - 909,93 0,8947
Buah-buahan (BUH) 0,0262x - 924,23 0,9642
Gambar 5.4. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor Hortikultura, Indeks Harga Sayur-sayuran dan Buah-buahan, Januari 2008-Mei 2013.
5.2.3. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Perkebunan Indeks harga yang diterima petani tanaman perkebunan hanya disusun oleh satu komoditas, yaitu tanaman perkebunan rakyat. Selama Januari 2008-Mei 2013 indeks harga yang diterima oleh petani perkebunan/tanaman perkebunan rakyat meningkat dengan penambahan marjinal sebesar 0,0169/bulan atau lebih rendah dari indeks harga yang diterima petani tanaman pangan maupun petani hortikultura. Detil perilaku harga yang diterima petani perkebunan/tanaman perkebunan rakyat ditunjukkan Gambar 5.5.
Variabel Dugaan Regresi R2
Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0264x - 931,8 0,9596
Sayur-sayuran (SYR) 0,0259x - 909,93 0,8947
Buah-buahan (BUH) 0,0262x - 924,23 0,9642
Gambar 5.4. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor Hortikultura, Indeks Harga Sayur-sayuran dan Buah-buahan, Januari 2008-Mei 2013.
5.2.3. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Perkebunan Indeks harga yang diterima petani tanaman perkebunan hanya disusun oleh satu komoditas, yaitu tanaman perkebunan rakyat. Selama Januari 2008-Mei 2013 indeks harga yang diterima oleh petani perkebunan/tanaman perkebunan rakyat meningkat dengan penambahan marjinal sebesar 0,0169/bulan atau lebih rendah dari indeks harga yang diterima petani tanaman pangan maupun petani hortikultura. Detil perilaku harga yang diterima petani perkebunan/tanaman perkebunan rakyat ditunjukkan Gambar 5.5.
Variabel Dugaan Regresi R2 Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0169x - 547,78 0,8805 Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) 0,0169x - 547,78 0,8805 Gambar 5.5. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor
Perkebunan/Tanaman Perkebunan Rakyat, Januari 2008-Mei 2013.
5.2.4. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Peternakan Indeks harga yang diterima petani sub sektor peternakan/peternak disusun oleh empat komoditas, yaitu ternak besar, ternak kecil, unggas, dan hasil ternak.
Indeks harga yang diterima peternak bergerak naik dengan penambahan marjinal sebesar 0,0155/bulan. Penambahan marjinal harga yang indeks harga yang diterima peternak lebih rendah dibandingkan petani tanaman pangan, petani hortikultura, dan petani perkebunan. Artinya, indeks harga yang diterima peternak adalah terendah dibandingkan yang diterima petani di tiga sub sektor lain.
Diantara empat komoditas penyusunnya, ternak kecil menunjukkan penambahan marjinal tertinggi, yaitu 0,0213/bulan, diikuti hasil ternak dengan penambahan marjinal sebesar 0,0178/bulan, lalu disusul oleh unggas dengan penambahan marjinal sebesar 0,0171/bulan, dan terendah adalah ternak besar dengan penambahan marjinal sebesar 0,0120/bulan. Perilaku indeks harga yang diterima peternak beserta komoditas penyusunnya ditunjukkan Gambar 5.6.
Variabel Dugaan Regresi R2
Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0169x - 547,78 0,8805 Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) 0,0169x - 547,78 0,8805 Gambar 5.5. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor
Perkebunan/Tanaman Perkebunan Rakyat, Januari 2008-Mei 2013.
5.2.4. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Peternakan Indeks harga yang diterima petani sub sektor peternakan/peternak disusun oleh empat komoditas, yaitu ternak besar, ternak kecil, unggas, dan hasil ternak.
Indeks harga yang diterima peternak bergerak naik dengan penambahan marjinal sebesar 0,0155/bulan. Penambahan marjinal harga yang indeks harga yang diterima peternak lebih rendah dibandingkan petani tanaman pangan, petani hortikultura, dan petani perkebunan. Artinya, indeks harga yang diterima peternak adalah terendah dibandingkan yang diterima petani di tiga sub sektor lain.
Diantara empat komoditas penyusunnya, ternak kecil menunjukkan penambahan marjinal tertinggi, yaitu 0,0213/bulan, diikuti hasil ternak dengan penambahan marjinal sebesar 0,0178/bulan, lalu disusul oleh unggas dengan penambahan marjinal sebesar 0,0171/bulan, dan terendah adalah ternak besar dengan penambahan marjinal sebesar 0,0120/bulan. Perilaku indeks harga yang diterima peternak beserta komoditas penyusunnya ditunjukkan Gambar 5.6.
Variabel Dugaan Regresi R2 Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0155x - 497,56 0,8996
Ternak Besar (TNB) 0,012x - 361,75 0,8489
Ternak Kecil (TNK) 0,0213x - 724,06 0,9104
Unggas (UGS) 0,0171x – 559,66 0,8671
Hasil Ternak (HST) 0,0178x - 584,17 0,9004
Gambar 5.6. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor Peternakan, Indeks Harga Ternak Besar, Ternak Kecil, Unggas, dan Hasil Ternak, Januari 2008-Mei 2013.
5.2.5. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Perikanan Indeks harga yang diterima petani sub sektor perikanan/nelayan disusun oleh dua komoditas, yaitu penangkapan dan budidaya. Indeks harga yang diterima nelayan bergerak naik dengan penambahan marjinal sebesar 0,0155/bulan. Penambahan marjinal indeks harga yang diterima nelayan lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang diterima petani perkebunan dan peternak, namun lebih rendah dibandingkan indeks harga yang diterima petani tanaman pangan dan hortikultura.
Indeks harga perikanan penangkapan bergerak naik dengan penambahan marjinal sebesar 0,0188/bulan, sedangkan indeks harga perikanan budidaya bergerak naik dengan penambahan marjinal sebesar 0,0138/bulan. Perilaku indeks
Variabel Dugaan Regresi R2
Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0155x - 497,56 0,8996
Ternak Besar (TNB) 0,012x - 361,75 0,8489
Ternak Kecil (TNK) 0,0213x - 724,06 0,9104
Unggas (UGS) 0,0171x – 559,66 0,8671
Hasil Ternak (HST) 0,0178x - 584,17 0,9004
Gambar 5.6. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor Peternakan, Indeks Harga Ternak Besar, Ternak Kecil, Unggas, dan Hasil Ternak, Januari 2008-Mei 2013.
5.2.5. Perilaku Harga yang Diterima Petani Sub Sektor Perikanan Indeks harga yang diterima petani sub sektor perikanan/nelayan disusun oleh dua komoditas, yaitu penangkapan dan budidaya. Indeks harga yang diterima nelayan bergerak naik dengan penambahan marjinal sebesar 0,0155/bulan. Penambahan marjinal indeks harga yang diterima nelayan lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang diterima petani perkebunan dan peternak, namun lebih rendah dibandingkan indeks harga yang diterima petani tanaman pangan dan hortikultura.
Indeks harga perikanan penangkapan bergerak naik dengan penambahan marjinal sebesar 0,0188/bulan, sedangkan indeks harga perikanan budidaya bergerak naik dengan penambahan marjinal sebesar 0,0138/bulan. Perilaku indeks
harga yang diterima nelayan beserta komoditas penyusunnya ditunjukkan Gambar 5.7. Tampak bahwa indeks harga perikanan penangkapan lebih dominan dalam penyusunan indeks harga yang diterima oleh nelayan.
Variabel Dugaan Regresi R2
Indeks Harga Diterima Petani (IHT) 0,0155x - 497,56 0,8996
Ternak Besar (TNB) 0,012x - 361,75 0,8489
Ternak Kecil (TNK) 0,0213x - 724,06 0,9104
Unggas (UGS) 0,0171x – 559,66 0,8671
Hasil Ternak (HST) 0,0178x - 584,17 0,9004
Gambar 5.7. Perkembangan Indeks Harga Diterima Petani Sub Sektor Perikanan, Indeks Harga Ikan Hasil Penangkapan dan Ikan Hasil Budidaya, Januari 2008-Mei 2013.