• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-

di lingkungan Badan Geologi

Kepala Badan Geologi (depan), dari kanan Kapus PLG, PVG, PMG, Ses Badan, UPT Museum Geologi, Panggung senam, Jumat 30 Juli 2010.

Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-65 diperingati oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam bentuk pelaksanaan kegiatan olahraga, kesenian, dan sosial. Kegiatan olahraga terdiri atas lomba senam aerobik, pertandingan catur, dan gapleh. Kegiatan kesenian terdiri atas panggung gembira. Sementara kegiatan sosial dilakukan dengan menggelar donor darah, penjualan sandang, dan bazaar.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT RI tersebut dimulai dengan acara pembukaan pada tanggal 30 Juli 2010 di Jalan Diponegoro No. 57, Bandung. Hadir dalam acara pembukaan ini Kepala Badan

Geologi, R. Sukhyar beserta seluruh jajaran Kepala Pusat di lingkungan Badan Geologi, termasuk pula Kepala UPT Museum Geologi. Usai pembukaan digelar berbagai lomba ketangkasan untuk memeriahkan peringatan Kemerdekaan, seperti lomba rol plastik dan tangkap/memasukkan belut ke dalam botol. Setelah itu digelar pula lomba senam aerobik antara karyawan dan darma wanita.

Dari acara Donor Darah yang diselenggarakan di Auditorium Geologi, dua hari sebelumnya diperoleh 40 labu darah @ 350 cc dari 40 orang peserta. Ketua panitia HUT RI, Ir. Djunaidi Rosadi mengungkapkan bahwa dari 48 jumlah pendonor, 40 orang saja yang layak mendonorkan darahnya

Peserta Lomba Senam Aerobik antara Karyawan, Dharma Wanita. Kejuaraan Catur Antar Unit.

Kejuaraan Gapleh Antar Unit. Kepala Badan Geologi menyampaikan kata sambutan dalam menyambut bulan Ramadhan 1431 H, Bandung 5 Agustus 2010.

64 W a r t a G e o l o g i S e p t e m b e r 2 0 1 0 Suasana Sambut Ramadhan Keluarga Besar Badan Geologi, Bandung 5 Agustus 2010.

Penceramah Ustad H. Tubagus Maulana dalam menyambut tibanya bulan suci Ramadhan 1431 H, Bandung 5 Agustus 2010.

Pemenang Doorprize sepeda gunung

dan sebagian besar darah termasuk golongan ke dalam golongan O.

Kemeriahan perayaan kemerdekaan bangsa ini terlihat pada beberapa kegiatan. Pada cabang olahraga gapleh, misalnya. Sistem pertandingan dan penghitungan nilai gapleh dimodifikasi mengikuti sistem pertandingan olahraga bridge. Hal ini menyebabkan pertandingan terasa lebih kompetitif dibandingkan sistem sebelumnya. Salah seorang penggagas ide ini, Ir. Priatna, mengungkapkan, bukan tidak mungkin pertandingan gapleh ala geologi ini akan dikembangluaskan di tingkat kota Bandung atau tingkap provinsi.

Selain suasana meriah, perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehubungan tanggal 10 Agustus

Stand Bazzar Dharma Wanita di Lingkungan Badan Geologi.

2010 sudah memasuki Bulan Ramadhan, maka panitia menggelar acara munggahan bersama pada tanggal 5 Agustus 2010. Pada acara yang dibuka oleh kepala Badan tersebut, Ustadz H. T. Maulana tampil sebagai penceramah. Rangkaian peringatan HUT RI ini ditutup dengan kegiatan Panggung Gembira pada tanggal 6 Agustus 2010. Kepala Badan Geologi, R. Sukhyar berserta istri dan Sekretaris Badan Geologi, Hadiyanto dalam kesempatan tersebut turut menyumbangkan lagu di atas panggung. Suasana meriah dan khidmat sepanjang rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian door prize bagi para karyawan di lingkungan Badan Geologi. (Donny H dan Bunyamin)

Museum adalah lembaga tetap yang berada di lingkungan yang terus berubah, yaitu masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu museum harus dapat mengikuti kecenderungan perubahan yang terjadi di masyarakatnya. Dewasa ini museum tidak lagi dipahami hanya sebatas sebuah bangunan tempat menyimpan barang-barang. Pemahaman ini sudah jauh bergeser, bahkan ditinggalkan. Sekarang, museum sudah dimaknai sebagai lembaga yang dapat menjadi agen perubahan sosial. Peran museum yang unik, yaitu melakukan preservasi dan presentasi perkembangan seni, budaya, dan ilmu pengetahuan, sudah semakin menonjol dan tak terbantahkan lagi. Sejalan dengan itu, peran edukatif museum pun tidak dapat diabaikan karena sudah menjadi bagian yang inheren. Kepala UPT Museum Geologi, Dr. Ir. Yun Yunus Kusumahbrata M.Sc saat menyampaikan laporan pada Museum care, Bandung 20 Agustus 2010.

Museum adalah lembaga edukatif nonformal yang memberi ruang gerak yang jauh lebih longgar dibandingkan dengan lembaga edukatif formal- klasikal. Di Museum, orang dapat belajar secara mandiri tanpa dibatasi waktu sepanjang jam buka museum. Di Museum proses pembelajaran dapat diikuti oleh semua umur dan kalangan, tidak dibatasi tahun jazah dan tidak ada tekanan untuk mengikuti ujian akhir ataupun ketakutan akan tidak naik kelas.

Namun, ternyata tidak serta merta orang mau datang ke museum. Beberapa penyebab orang enggan datang ke museum adalah: kendala jarak, kendala financial, tidak adanya kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat, dan kurangnya informasi tentang museum itu sendiri.

Dua kendala pertama berada di luar kendali pihak museum. Dua hal terakhir hampir sepenuhnya ada dalam kendali pihak museum. Untuk mengatasi

Museum Butuh Dukungan Masyarakat

Gedung Museum Geologi, di Jalan Diponegoro No. 57 Bandung.

66 W a r t a G e o l o g i S e p t e m b e r 2 0 1 0 kedua hal terakhir tersebut museum tidak dapat bekerja sendiri. Museum membutuhkan mitra yang dapat bekerja dengan semangat kerja sama (Moore, 1994). Oleh karena itu museum membutuhkan sebuah wadah yang dapat menjadi penghubung dengan masyarakat.

Sebuah wadah, yang bukan hanya berfungsi sebagai wadah (statis) melainkan juga dapat berfungsi sebagai wahana (dinamis). Wahana ini harus dapat bergerak bebas tetapi terarah untuk menjembatani museum dengan masyarakat. Tak terkecuali Museum Geologi sebagai museum khusus, membutuhkan wahana itu.

Sabtu, (20/8/2010), Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi melakukan launching kehadiran

satu organisasi komunitas independen, yaitu Forum Peduli Museum (Museum care), organisasi yang terdiri atas berbagai profesi di masyarakat yang memiliki kepedulian kepada museum, dan bertujuan memberikan sumbangan pemikiran demi perkembangan dan kemajuan museum di Indonesia. Tidak berhenti pada perhatian dan pemikiran, Forum Peduli Museum (Museum care) pun bertekad untuk mewujudkan pemikirannya melalui tindakan konkret berupa penyelenggaraan berbagai program kegiatan yang bersifat mengajak museum dan masyarakat untuk saling melakukan apresiasi.

Kegiatan launching dilaksanakan di Auditorium Museum Geologi dengan menghadirkan beberapa pembicara dalam talkshow “Mengangkat Martabat Kepala UPT Museum Geologi, Dr. Ir. Yun Yunus Kusumahbrata M.Sc saat

menyampaikan laporan pada Museum care, Bandung 20 Agustus 2010.

Sambutan dari Ketua Museum care, Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA. Bandung, 20 Agustus 2010.

Museum” dengan pembicara di antaranya, Woerjantari (Arsitektur ITB), Pramaputra (Museum Sri Baduga), Budi Brahmantyo (Geologi ITB), Gustaff H. Iskandar (Common Room). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Survei Geologi Dr. Ir. A. Djumarma Wirakusumah yang mewakili Kepala Badan Geologi. Kegiatan diawali dengan laporan Kepala UPT Museum Geologi Dr. Ir. Yunus Kusumahbrata, M.Sc, sambutan dari Ketua Museum care, Prof. Dr. Setiawan Sabana, MFA.

Visi yang diemban Forum Peduli Museum (Museum care) adalah pencerdasan bangsa melalui pemberdayaan museum, dengan motto Smart Museum, Smart People, Smart Nation. Di usianya yang semakin matang, tidaklah berlebihan

jika Museum Geologi membuka diri untuk menerima aspirasi masyarakat dan menyambut baik kehadiran Forum Peduli Museum (Museum care) demikian dikatakan Yunus Kusumahbrata dalam laporannya.

Dalam kata sambutan A. Djumarma Wirakusumah mengatakan, bahwa Museum Geologi telah memiliki berbagai macam faktor penunjang untuk kemajuan museum itu sendiri, tetapi yang diperlukan saat ini adalah menginformasikan tentang keberadaannya kepada masyarakat luas, sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat. Bagaimanapun Museum Geologi tetap membutuhkan promosi. Bukan untuk memperkenalkan diri, tetapi untuk memberikan pernyataan kepada masyarakat luas bahwa museum ini masih ada (I am still here) untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi (khususnya informasi ke-geologi-an, dan informasi tentang alam, budaya, dan ilmu pengetahuan tentang kebumian pada umumnya). Promosi Museum Geologi adalah dengan cara menyelenggarakan berbagai program yang dapat melibatkan masyarakat, dan Forum Peduli Museum (Museumcare)-lah yang menjadi wahananya. Dalam akhir sambutannya, A. Djumarma Wirakusumah menegaskan kembali, museum membutuhkan dukungan masyarakat untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, tak terkecuali Museum Geologi. Museum dipercaya masyarakat untuk melakukan dua hal penting bagi masyarakat, yaitu preservasi dan presentasi perkembangan seni dan ilmu pengetahuan, baik yang kontemporer maupun masa lalu, dan menyampaikan pengetahuan.

Jika museum tidak dapat memenuhi harapan masyarakatnya, maka dia akan ditinggalkan dan kembali menjadi sebuah gedung, bahkan gudang, yang kaku dan sulit disentuh.n

(Donny Hermana, Pranata Humas Madya Badan Geologi).

Kepala Pusat Survei Geologi Dr. Ir. A. Djumarma Wirakusumah yang mewakili Kepala Badan Geologi saat memberikan kata sambutan, Bandung 20 Agustus 2010.

68 W a r t a G e o l o g i S e p t e m b e r 2 0 1 0 Bermaterikan pemain Priatna, Nia Kurnia Praja, Uchtari Chandra, Dwi Agoes, Fera Damayanti, dan Riantini, Badan Geologi menjuarai Porseni Sektor ESDM 2010 cabang olahraga bridge. Dengan keberhasilan tersebut selama tiga tahun berturut- turut Badan Geologi berhasil mencetak hattrick Porseni Sektor ESDM cabang olahraga bridge mematahkan dominasi PT PLN. Selain mencetak hattrick, di nomor pasangan buttler, Badan Geologi berhasil meraih medali atas nama Fera Damayanti – Riantini.

Pertandingan Porseni Sektor ESDM 2010 cabang olahraga bridge dilaksanakan di Auditorium Badan Geologi Lt.1, Jl. Diponegoro No. 57 Bandung. Turut hadir dalam pembukaan selain para pemain adalah Kepala Badan Geologi, Sekretaris Badan Geologi, para Kepala Pusat di lingkungan Badan Geologi, dan Dr. Wimpy S. Tjetjep selaku Pembina utama Klub Bridge Geologi. Acara ini dibuka oleh Kepala Badan Geologi, Dr.R. Sukhyar. Dalam

sambutannya Kepala Badan Geologi memberikan apresiasi yang besar terhadap perkembangan bridge di tanah air serta bagaimana bridge disosialisasikan di lingkungan Badan Geologi. Selain itu beliau juga berpesan kepada para pemain untuk sportif dalam bertanding/fairplay. Turut memberikan sambutan juga Dr. Wimpy S. Tjetjep selaku pembina utama klub bridge Geologi. Dalam sambutannya Dr. Wimpy S. Tjetjep menyampaikan rasa bangganya karena kini porseni sektor ESDM lebih ramai dan lebih berkualitas dengan adanya pemain-pemain nasional yang tergabung dalam instansi turut menjadi peserta. Klub Bridge Geologi sebagai salah satu wadah pemain-pemain bridge turut berpartisipasi dalam setiap pertandingan internasional dengan menyumbangkan anggota-anggotanya sebagai anggota tim nasional Seagames 2011 yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia pada bulan November 2011.