• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peritesium: bentuk bulat/bulat memanjang seperti bola/botol dengan satu pori-pori kecil tempat keluarnya askospora

Golongan Cyclosporeae

DIVISI ASCOMYCOTA (Fungi Kantung)

3. Peritesium: bentuk bulat/bulat memanjang seperti bola/botol dengan satu pori-pori kecil tempat keluarnya askospora

Askus biasanya dibentuk dari permukaan dalam askoma. Lapisan askus biasanya disebut himenium (lapisan pembentuk spora).

2. Konidium biasanya multinukleat dan dibentuk dari sel-sel konidiogen di dalam konidiofor, yang biasanya muncul dari ujung-ujung hifa yang termodifikasi. Hifa ini berasal dari miselium yang merupakan hasil perkecambahan sebuah askospora. Miselium membentuk konidiofora, yang didalamnya dibentuk konidium. Konidium merupakan struktur paling bertanggungjawab atas reproduksi fungi.

Reproduksi seksual terjadi secara gametangiogami, diawali dengan pemben-tukan gametangium multinukleat. Gametangium jantan disebut anteridium, sedang gametangium betina disebut askogonium. Kopulasi terjadi dengan masuknya nukleus jantan dari anteridium ke dalam askogonium melalui buluh trikogen.

Kemudian diikuti plasmogami yakni penggabungan sitoplasma keduanya. Nukleus jantan selanjutnya akan berpasangan dengan nukleus betina, namun keduanya belum saling menyatu. Hifa-hifa askogenous mulai tumbuh pada askogonium, lalu pasangan-pasangan nukleus masuk ke dalam hifa-hifa tersebut. Sel-sel yang terbentuk dari hifa-hifa askogenous ini kebanyakan berupa sel-sel dikaryotik, berisi dua nukleus haploid.

Gambar 2-4

Gambar 2-5

Tipe askokarp: a. apotesium: 1. himenium, 2. peridium, 3. askus dengan askospora, b.

kleistotesium: 1. alat tambahan (appendages), 2. askus, 3. askospora, c. peritesium: 1. ostiola,

2. askus, 3. parafisis, 4. peridium.

a

b

ORDO ENDOMYCETALES

FAMILIA SACCHAROMYCETACEAE

GENUS SACCHAROMYCES

Khamir (Saccharomyces) merupakan anggota Ascomycetes paling sederhana, bersifat uniseluler. Dalam keadaan cukup makanan, sel-sel uniseluler dapat bergabung dan membentuk rantai pendek seperti hifa, tetapi dapat terputus-putus kembali menjadi sel-sel yang terpisah-pisah. Familia Saccharomycetaceae paling sedikit terdiri dari 60 genus, masing-masing memiliki sekitar 500 spesies.

Reproduksi aseksual biasanya dilakukan dengan pembelahan mitosis, namun dapat pula dengan pertunasan (budding), dimana sel baru tumbuh dari sel induk seperti balon kecil. Tunas ini akhirnya membesar dan berpisah dengan sel induk.

Reproduksi seksual hanya dilakukan spesies tertentu. Pembentukan askus sangat sederhana, dimana dua sel khamir yang kompatibel (cocok) berfusi, diikuti fusi nukleus sehingga bersifat diploid, pembelahan meiosis dan pembentukan dinding, tanpa pembentukan askoma. Proses ini umumnya menghasilkan empat askospora. Pada Schizosaccharomyces octosporus dibentuk delapan askospora.

Gambar 2-6

Saccharomyces: a. sel dewasa (2n); b. tunas (buds) b

Askospora tumbuh menjadi sel-sel vegetatif haploid. Pada beberapa Saccharomyces, askospora yang sedang berkecambah dapat berkopulasi membentuk sel-sel vegetatif diploid. Sel-sel ini dapat memperbanyak diri dengan pertunasan, dapat pula berfungsi sebagai askus dan menghasilkan askospora.

Dinding sel khamir tidak mengandung selulosa atau kitin, tetapi fosfor glikoprotein. Spesies ini banyak terdapat pada buah-buahan atau karbohidrat yang mengalami fermentasi. Spesies-spesies penting ialah:

Saccharomyces ellipsoideus: mengubah cairan buah anggur menjadi minuman

Saccharomyces tuac: merubah air nira menjadi tuak (badeg).

Saccharomyces cerevisiae: untuk pembuatan roti atau bir. Sel-sel khamir yang

mengendap pada pembuatan bir mengandung vitamin B-komplek.

ORDO PLESTACALES

Pada fungi ini gametangium terbentuk secara bebas. Tubuh buah dibentuk baik di luar maupun di dalam substrat. Tubuh buah berbentuk bulat, dilapisi dinding peridium yang terdiri dari miselium-miselium steril. Di dalamnya terdapat askus yang susunannya tidak beraturan. Askus tumbuh dari hifa askogenus dan mengandung 2-8 spora. Cara membukanya tubuh buah tidak beraturan. Pada beberapa spesies, selain tubuh buah terdapat pula konidium dengan konidiofor yang seringkali sangat banyak.

FAMILIA ASPERGILLACEAE

Familia ini jarang membentuk tubuh buah, sehingga sering dimasukkan dalam Fungi Imperfecti (fungi tidak sempurna). Gametangium seringkali mengalami reduksi. Askogonium mempunyai trikogin dan sehabis perkawinan zigot membentuk hifa askogenus. Tubuh buah berupa kleistotesium, terdiri dari sekelompok hifa tidak beraturan, membentuk jaringan dasar longgar dilapisi peridium yang bersifat plektenkim. Askus bulat, tersebar tidak beraturan dalam tubuh buah. Spora baru dapat terpencar, apabila tubuh buah telah pecah.

GENUS ASPERGILLUS

Aspergillus merupakan salah satu anggota familia Aspergillaceae yang paling terkenal karena memiliki nilai ekonomi tinggi. Ujung konidiofor genus ini menggembung dan memiliki sterigma dengan konidium berderet-deret, misalnya:

Aspergillus oryzae, digunakan dalam pembuatan minuman alkohol dari nasi.

Aspergillus wentii, dapat memecah protein dan mengubah karbohidrat seperti

Gambar 2,7

Aspergillus: 1. konidia, 2. konodiofor GENUS PENICILLIUM

Genus lain yang juga cukup terkenal adalah Penicillium. Ujung konidiofor genus ini tidak menggembung, tetapi membentuk bercabang-cabang. Konidium berderet di ujung cabang-cabang tersebut. Fungi ini umumnya hidup saprofit pada bahan-bahan organik, misalnya:

Penicillium notatum: menghasilkan antibiotik penisilin.

Penicillium glaucum: menghasilkan antibiotik penisilin, namun dapat pula

Gambar 2,7

Penicillium: 1. konidia, 2. konodiofor ORDO PERISPORALES

Kopulasi antara askogonium dan anteridium menghasilkan tubuh buah yang diselubungi dinding peridium. Peridium berbentuk bulat atau perisai, tertutup (kleistotesium) atau dengan sebuah lubang pada bagian atasnya (peritesium). FAMILIA ERYSIPHCEAE

GENUS ERYSIPHE,OIDIUM

Erysiophe umumnya hidup parasit pada tumbuhan tingkat tinggi. Miselium berwarna putih seperti tepung dan melapisi epidermis tumbuhan inang, sehingga dinamakan embun tepung (mildew). Miselium menghasilkan konidium dan tubuh buah bertipe peritesium. Tangkai konidiofor kadang-kadang diidentifikasi sebagai fungi lain dengan nama Oidium.

Beberapa spesies yang terkenal karena menimbulkan penyakit pada tanaman budidaya antara lain:

Oidium heveae, menyerang daun tanaman karet (Hevea brasiliensis).

Oidium tuckeri (Unicola necator), menyerang buah dan daun tanaman anggur,

jarang memperlihatkan tubuh buah.

Erysiphe polygoni (E. pisi), menyerang Leguminosae terutama kacang kapri

(Pisum stivum).

Erysiphe graminis, menyerang Gramineae.

Gambar 2-8

Erysiphe: a. konidium, b. konidiofor, c. haustorium ORDO PYRENOMYCETALES

Tubuh buah berupa peritesium yang berbentuk botol atau bulat. Peritesium paling sederhana berupa kepala jarum di ujung suatu hifa, berwarna hitam. Peritesium lain terkumpul pada suatu badan seperti plektenkim, yang dinamakan stroma. Ada pula yang menghasilkan monidium yang terkumpul pada piknidium berbentuk bulat. Umumnya hidup sebagai parasit, sebagian hidup saprofit pada kayu yang lapuk, kotoran hewan dan lain-lain.

FAMILIA HYPOCREACEAE

GENUS CLAVICEPS

Anggota Hypocreaceae yang paling terkenal adalah Claviceps purpurea. Fungi ini hidup sebagai parasit dalam bakal buah Gramineae. Segera setelag askospora menginfeksi bakal buah, miselium membentuk konidium dan suatu zat manis berupa tetes-tetes yang disebut embun madu (honey dew). Kunjungan serangga (semut) ke tetes-tetes itu akan menyebarkan konidium ke tanaman lain. Setelah bakal buah rusak, miselium membentuk sklerotium (ergot, scale cornutum), suatu badan serupa plektenkim yang lebih padat. Sklerotium berwarna ungu kehitam-hitaman, merupakan struktur untuk menghadap kondisi lingkungan yang buruk. Apabila kondisi lingkungan membaik, maka sklerotium berkecambah, membentuk filamen. Pada ujung filamen terdapat suatu badan berbentuk bulat, berwarna merah, mengandung peritesium dan akhirnya mengelurkan askospora. Askospora kecil, panjang dan apabila kondisi lingkungan menguntungkan akan menginfeksi tanaman. sklerotium merupakan bahan obat untuk menghentikan pendarahan.

Gambar 2-9

a. Claviceps: a. askus, b. askospora (endospora)

b a

ORDO DISCOMYCETALES

Tubuh buah yang sudah dewasa, ujung-ujungnya membentang ke samping, sehingga bentuknya seperti piala atau cawan (apotesium). Askus terdapat pada permukaan atas tubuh buah. Tubuh buah kadang-kadang bertangkai dan lebarnya dapat mencapai 10 cm. Tubuh buah yang telah tua kehilangan bentuk sebagai piala, karena lapisan himenium mekar dan semua askus menghadap keluar. Pada pembalikan ini himenium seringkali robek-robek atau retak-retak. Askus membuka dengan suatu katup atau pecah pada ujungnya. Ordo ini dapat hidup sebagai parasit, namun kebanyakan hidup saprofit pada kayu-kayu lapuk atau di tanah yang mengandung banyak sisa-sisa tumbuhan.

FAMILIA HELCELLACEAE

GENUS MORCHELLA

Morchella esculenta merupakan salah satu anggota genus yang paling dikenal. Spesies ini memiliki tubuh buah besar dan dapat dimakan.

Gambar 2-10

Morcella: a. penampakan umum, b. lapisan himenium

DIVISI BASIDIOMYCOTA