BAB I PENDAHULUAN 1
2.3 Kerangka Teori
2.3.2 Cyberbullying
2.3.2.3 Perkembangan Cyberbullying
Menurut survei global yang diadakan oleh Latitude News, Indonesia merupakan negara dengan kasus perundungan tertinggi kedua di dunia setelah Jepang. Kasus perundungan di Indonesia ternyata mengalahkan kasus perundungan di Amerika Serikat yang menempati posisi ketiga. Ironisnya, kasus perundungan di Indonesia lebih banyak dilakukan di jejaring sosial (http://www.latitudenews.com/story/what-country-has-the-most-bullies-2/,
diakses pada 22 April 2015).
Badan Pusat Statistik mencatat pada 2006, angka Cyberbullying yang terjadi di mencapai angka 25 juta kasus di mulai dari kasus dengan skala ringan sampai dengan skala berat. Hasil penelitian memasukkan kategori seseorang disebut korban Cyberbullying merupakan korban yang dihina, diabaikan, atau digosipkan di dunia maya. Berdasarkan penelitian 91% responden asal Indonesia mengaku telah melihat kasus Cyberbullying . Kemudian data menunjukkan bahwa Cyberbullying paling sering terjadi melalui media sosial, khususnya Facebook. Di
Indonesia, 74% responden menunjuk Facebook sebagai biangnya Cyberbullying, dan 44% menyebut media website yang lain. Selain itu, kasus ini juga paling sering dilakukan oleh telepon genggam, chat room, email, online instant messaging (Satalina, 2014: 291).
Beberapa data statistik menunjukkan bahwa sekitar 42 % anak-anak mengalami Cyberbullying, 35 % anak diancam secara online, 58 % anak-anak mengakui bahwa mereka sering mengalami pelecehan dan penghinaan secara online, dan 58 % anak-anak itu mengakui bahwa mereka tidak melaporkan kepada orang tua mereka soal tindakan Cyberbullying yang mereka alami. Dengan demikian, perkembangan ancaman Cyberbullying sangat cepat, seiring cepatnya perkembangan dan peminat penggunaan internet dalam keseharian bagi anak-anak dan remaja yang berfikiran sangat labil.
Seorang remaja putri di Medan bernama Sonya Depari menjadi korban Cyberbullying karena terlibat perdebatan dengan seorang polwan di jalan raya.
Sonya Depari dan teman-temannya tidak terima saat ditilang oleh si polwan karena melakukan konvoi dengan membuka pintu belakang mobil. Sonya Depari yang tidak terima kemudian membentak dan mengancam aparat dengan mengatakan bahwa ia adalah anak seorang jendral. Perdebatan ini kemudian direkam dan video ini disebarluaskan melalui internet. Akibatnya, banyak netizen yang menonton kejadian ini tidak senang, Mereka kemudian menghina, membuat gambar meme tentang Sonya Depari, menguntit kehidupan pribadinya berulang kali sehingga korban semakin lama semakin terundung dan tertindas secara
daring, bahkan Sonya harus kehilangan ayah kandungnya yang kemudian sakit karena tidak tahan anaknnya menjadi bahan perundungan.
Penyanyi Aurel Hermansyah kerap mendapat komentar-komentar buruk melalui akun Instagramnya. Netizen sepertinya selalu nyinyir melihat penampilan Aurel. Tudingan dan hinaan cukup keras terhadap putri Krisdayanti ini. Mulai dari operasi plastik, berwajah tua, hingga cara berpakaiannya bahkan keluarganya.
Dalam pernyataannya pada Tribun (23 September 2016), Aurel mengeluh “ Perasaan orang foto lebih parah dari aku. Kenapa cuma aku yang di-bully?. Orang lain kenapa nggak di-bully. Jadi ya udah, bodo amat”. Alhasih, Aurel pasrah terhadap komentar yang dirasa merundung dirinya itu.
Perundungan di dunia maya juga jauh lebih mudah dibandingkan di dunia nyata dimana pelaku tidak perlu bertemu muka untuk menyakiti perasaan korbannya. Ada beberapa macam contoh kasus Cyberbullying dimana salah satunya tindakan mengirimkan pesan berisi ejekan atau ancaman yang menyakiti bahkan merundungan korban. Selain itu, Cyberbullying juga dapat dilakukan dengan menyebarkan rumor, menyebarkan foto atau video untuk menjatuhkan reputasi dan mempermalukan orang. Kemudian, ada juga yang mencuri password korban dan menyalahgunakannya untuk merusak profil si korban atau bahkan orang lain.
2.3.3. Sikap
Setiap manusia mempunyai sikap dalam menentukan setiap hal yang menjadi tuuan hidupnya. Walgino (1991:109) menjelaskan bahwa sikap, tingkah
laku, atau perbuatan manusia merupakan hal penting dalam kehidupan psikologi manusia. Sikap merupakan kumpulan pendapat, keyakinan seseorang mengenai objek atau situasi yang relatif ajeg., disertai oeh adanya suatu perasaan tertentu, yang pada akhirnya memberikan dasar kepada orang tersebut untuk membuat respon atau perilaku dalam cara tertentu yang dipilihnya.
Gerungen (2000:149) menyatakan bahwa manusia tidak dilahirkan dengan sikap-sikap tertentu, akan tetapi sikap tersebut dibentuk oleh seorang individu sepanjang perkembangan hidupnya. Setiap hal yang terjadi dan juga setiap pengetahuan yang dibaca, ditonton atau didengar oleh mausia kemudian menjadi satu pengalaman baru yang kemudian menambah organisasi sikap manusia.
Pengalaman dan pengetahuan baru akan terus bertambah dan tercetus dalam satu tindakan yang khas pada manusia tersebut. Sikap berperan besar dalam kehidupan manusia karena sikap menentukan bagaimana respon seorang manusia terhadapa suatu objek.
Mar’at (1982:12) mengungkapkan bahwa sikap belum merupakan suatu tindakan atau aktifitas, akan tetapi berupa pre-disposisi tingkah laku. Sikap merupakan kesiapan individu untuk bereaksi terhadap obyek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap obyek tersebut.
Krech dan kawan-kawan (1982:25) menyatakan bahwa pada saat individu berkembang, maka kognisi-kognisinya, perasaan-perasaannya, dan tendensi-tendensi tingkah lakunya berkenaan dengan bermacam ragam obyek di dunianya terorganisasikan menjadi sistem-sistem yang tahan lama, dan inilah yang dinamakan sikap. Pengetahuan yang didapat dan dipelajari serta pengalaman yang
terjadi dalam kehidupan manusia sepanjang hidupnya akan membentuk sikap yang khas manusia.
Ensiklopedia Ilmu-Ilmu Sosial (2005:49), sikap merupakan masalah yang lebih banyak bersifat afektif. Sikap menunjukkan penilaian kita (baik positif maupun negatif) terhadap bermacam-macam entinitas, misalnya individu-individu, kelompok-kelompok, obyek-obyek maupun lembaga-lembaga. Atkinson (1999:371) menyatakan bahwa sikap sangat terkait dengan kognisi, khususnya dengan keyakinan terhadap sifat suatu objek, Sikap meliputi rasa suka dan tidak suka, mendekati atau menghindari suatu situasi, benda, orang, kelompok, dan aspek lingkunganyang dapat dikenal lainnya, termasuk gagasan abstrak, dan kebijakan sosial.
Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan suatu kecenderungan seseorang untuk bertindak terhadap sesuatu atau seseorang dengan didasari oleh pandangan dan keyakinannya yang didapat dari setiap pengetahuan dan pengalaman yang didapatnya sepanjang kehidupannya.