Riska Pujiati 4.1 Pendahuluan
4.4 Perkembangan Harga Timah
Harga timah Indonesia yang diperdagangkan melalui BKDI mengalami fluktuasi selama periode tahun 2013–2016. Berikut adalah pergerakan harga timah bulanan yang tercatat sejak diperdagangkan melalui BKDI:
Berdasarkan data dari Bappebti (2016), harga timah turun sebesar 28% dari 21.510 USD/ton pada Agustus 2013 menjadi 16.100 USD/ton di bulan Februari 2016. Harga penjualan timah tertinggi terjadi pada bulan April 2014, harga timah saat itu mencapai 23.765 USD/ton, dan harga timah terendah tercatat pada Bulan Agustus 2015, harga timah hanya mencapai 14.400 USD/ton. Kecenderungan penurunan harga timah dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain penurunan harga timah di pasar internasional yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi dunia yang berjalan lambat. Perlambatan ekonomi menurunkan permintaan terhadap timah.
Harga timah yang diperdagangkan di BKDI dengan harga timah internasional memiliki perbedaan. Selama beberapa periode, harga di BKDI lebih tinggi dibanding harga internasional dan sebaliknya, pada periode waktu tertentu, harga BKDI lebih rendah jika dibandingkan dengan harga internasional. Berikut adalah grafik perbandingan antara harga timah di BKDI dan di pasar internasional.
Gambar 4.4 Harga Timah Bulanan Indonesia. Sumber: Bappebti (2016) 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 5,000 -USD/T on
Perdagangan Timah di Dalam Negeri
Gambar 4.5 Harga Timah Internasional dan BKDI Bulanan, 2013-2015. Sumber: Bappebti (2016) & World Bank (2015), diolah
Pembentukan BKDI bertujuan untuk meningkatkan harga jual timah Indonesia, diharapkan harga timah yang terbentuk di BKDI lebih tinggi dibandingkan harga yang terbentuk di LME dan Kuala Lumpur Tin Market (KLTM). Pelaku perdagangan di BKDI didominasi oleh produsen atau smelter yang menginginkan harga relatif tinggi. Di Bursa LME dan KLTM (Kuala
Lumpur Tin Market), pelaku lebih didominasi oleh trader dan end user yang
menginginkan harga rendah. Hal ini berdampak pada pembentukan harga yang lebih tinggi di BKDI. Sebagai lembaga yang memiliki tujuan jangka panjang menjadi referensi harga, BKDI menentukan harga melalui proses lelang (bid-offer). Meskipun harga ditentukan oleh mekanisme pasar (supply dan demand), harga minimum masih perlu ditetapkan agar dapat memberi keuntungan bagi smelter. Biaya produksi timah memiliki perbedaan bagi tiap smelter, yang bergantung pada cadangan timah di wilayah tambang masing-masing produsen atau smelter (BPPKP, 2014).
Saat ini di BKDI ada beberapa jenis kontrak fisik timah batangan, diantaranya dengan kode TINPB300, TIPB200, TINPB100, TINPB050 dan TIN4NINE. Berdasarkan kualitas maka jenis TIN4NINE merupakan jenis timah terbaik dibandingkan jenis timah lain yang diperdagangkan di BKDI. Meskipun secara umum kandungan timah putih (Sn) diharuskan 99,9% murni untuk kelima jenis timah tersebut, ternyata kandungan 0,1% ternyata cukup mempengaruhi jumlah permintaan timah karena spesifikasinya berbeda terutama untuk kandungan timbal (Pb) dan kandungan zat berbahaya lainnya.
25,000 20,000 15,000 10,000 5,000 -Bulan Harga BKDI USD/T on Harga Internasional
Gambar 4.6 Perdagangan Timah (TINPB300) di BKDI. Sumber: Bappebti (2016)
Gambar 4.6 merupakan perbandingan antara harga timah dan volume timah bulanan yang diambil dari data bulanan perdagangan BKDI dari tahun 2013 sampai 2016. Berdasarkan Gambar 4.7 terlihat bahwa harga timah untuk jenis TINPB300 mengalami tren penurunan dari sejak diperdagangkan di BKDI sampai dengan Februari 2016. Harga tertinggi yaitu sebesar USD 23.381/ton yang terjadi pada bulan Mei 2014, sedangkan harga terendah yaitu sebesar USD 13.886/ton yang terjadi pada Januari 2016.
Salah satu faktor penyebab turunnya harga timah ini yaitu permintaan timah di luar negeri sedang menurun. Meskipun demikian ternyata volume timah yang diperdagangkan di BKDI mengalami tren peningkatan dari sejak Agustus 2013 sampai dengan Februari 2016. Volume timah tertinggi terjadi pada bulan Desember 2013 dengan jumlah timah yang dijual BKDI untuk TINPB300 sebesar 1.411 lot atau 7.055 ton dalam waktu sebulan. Volume timah terendah terjadi pada bulan September 2014 dengan jumlah timah TINPB300 yang diperdagangkan hanya sebesar 38 lot atau 190 ton dalam waktu sebulan. Perubahan volume timah yang diperdagangkan ini cenderung dipengaruhi oleh permintaan ekspor timah ke luar negeri karena mayoritas timah yang diperdagangkan di BKDI merupakan timah untuk diekspor.
30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 5,000 -1,600 1,400 1,200 1,00 800 600 400 200 -USD/Ton 1,411 23,381 14,300 13,886 38
Harga Timah (TINPB300)
Volume Timah (Sumber Kanan)
Lot
Perdagangan Timah di Dalam Negeri
Gambar 4.7 Perdagangan Timah (TINPB200) di BKDI. Sumber: Bappebti (2016)
Berdasarkan Gambar 4.7 terlihat bahwa harga timah TINPB200 mengalami penurunan harga dari awal diperdagangkan di BKDI. Harga timah tertinggi yaitu sebesar USD 23.420/ton yang terjadi pada bulan Mei 2014. Harga ini lebih tinggi sebesar USD 39/ton dibandingkan dengan jenis timah TINPB300, dikarenakan kualitas timah TINPB200 lebih baik dengan kadar timbal (Pb) hanya sebesar 200 ppm. Harga terendah yaitu sebesar USD 14.020/ton yang terjadi pada bulan Januari 2016. Harga ini juga lebih tinggi sebesar USD 134/ ton dibandingkan dengan jenis timah TINPB300. Apabila industri memberikan nilai tambah terhadap jenis timah TINPB300 (kadar timbal 300 ppm) menjadi TINPB200 (kadar timbal 200 ppm) atau dengan kata lain mengurangi kadar timbal, maka diperkirakan akan terjadi peningkatan harga timah antara USD 39–134/ton. Gambar 4.7 memperlihatkan bahwa perdagangan timah untuk jenis TINPB200 menurun selama periode tahun 2013-2016. Volume timah tertinggi terjadi pada bulan Juni 2015 yaitu sebesar 517 lot atau 2.585 ton. Sedangkan volume timah terendah terjadi pada September 2014 yaitu hanya sebesar 9 lot atau 45 ton.
Volume Timah (Sumber Kanan) Harga Timah (TIN PB200) 30,000 25,000 20,000 15,000 10,000 5,000 -600 500 400 300 200 100 -USD/Ton 14,020 Lot
Oct-13 Dec-13 Feb-13 Apr-14 Jun-14 Aug-14 Oct-14 Dec-14 Feb-15 Apr-15 Jun-15 Aug-15 Oct-15 Dec-16 Feb-16 23,420
4.5 Penutup
Perdagangan timah Indonesia yang sebagian besar dijual untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional saat ini dilakukan melalui Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI). Sampai saat ini Indonesia belum menjadi penentu harga (price maker) di pasar internasional. Pembentukan BKDI bertujuan untuk merekam seberapa besar timah yang ditransaksikan secara resmi di pasar sehingga diharapkan mampu meminimalisir ekspor timah yang tidak tercatat selama beberapa tahun terakhir. Dengan kata lain, perdagangan timah untuk ekspor melalui BKDI diharapkan mampu meningkatkan harga dan daya saing timah Indonesia. Dalam memperdagangkan timah di bursa, mekanisme penjualan dan pembelian timah terbagi menjadi 3 tahap utama yaitu pre trade, trade, dan post trade. Perkembangan harga dan volume transaksi timah Indonesia menunjukkan berfluktuasi dalam beberapa periode. Diharapkan di masa depan harga timah yang terbentuk di BKDI mampu menjadi acuan para pelaku usaha timah dalam menentukan harga dunia. DAFTAR PUSTAKA
Bappebti. (2012). “INATIN Acuan Harga Timah Dunia”. Bulletin Bappebti/ Mjl/131/XI/2012/Edisi Februari, Kementerian Perdagangan.
Bappebti. (2013). “Bursa Timah Rujukan Dunia”. Bulletin Bappebti/Mjl/148/ XII/2013/Edisi Juli.
Bappebti. (2014). “Era Baru Perdagangan Timah”. Buletin Bappebti/Mjil/158/ VI/2014/ Edisi Juni 2014, Kementerian Perdagangan.
Bappebti. (2016). “Data Harga dan Volume Perdagangan Timah”. Laporan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.
BPPKP. (2014). “Analisis Dampak Kebijakan Ekspor Timah Terhadap Kinerja Timah Indonesia”. Laporan Penelitian Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan (BPPKP), Kementerian Perdagangan.
Indonesia Commodty & Derivative Exchange (ICDX) and Indonesia Clearing House (ICH). (2015). “New Era of Indonesia Tin, Transforming Tin Industry, Enhancing Indonesia’s Competitiveness. Tin Hand Book Kementerian Perdagangan. (2014). Siaran Pers Kemendag Terbitkan
Permendag No. 44 Tahun 2014 Tentang Ketentuan Ekspor Timah. [Online]. Tersedia: http://www.kemendag.go.id/id/news/2014/07/25/ kemendag-terbitkan-permendag-no-44-tahun-2014-tentang-ketentuan-ekspor-timah-[25Juli 2014]
Perdagangan Timah di Dalam Negeri
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 44/M-DAG/PER/7/2014 Tentang Ketentuan Ekspor Timah, Permendag No. 33 Tahun 2015 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Tentang Tentang
Ketentuan Ekspor Timah, Permendag No. 44 Tahun 2014
Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Tentang Tentang Ketentuan Ekspor Timah, Permendag No. 78 Tahun 2012
PT BKDI.(2016a). Data Pembeli dan Penjual Timah, PT BKDI. Laporan dari PT Bursa Komiditi Derivatif Indonesia
PT BKDI.(2016b). Data Historis Transaksi Timah, PT BKDI. Laporan dari PT Bursa Komiditi Derivatif Indonesia
PT Timah (Persero) Tbk. (2015). Laporan Tahunan PT Timah Tahun 2014. Kementerian Perdagangan. (2014). Siaran Pers Kemendag Terbitkan
Permendag No. 44 Tahun 2014 Tentang Ketentuan Ekspor Timah. [Online]. Tersedia: http://www.kemendag.go.id/id/news/2014/07/25/ kemendag-terbitkan-permendag-no-44-tahun-2014-tentang-ketentuan-ekspor-timah-[25Juli 2014].
Undang – Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
World Bank. (2015). “Commodity Market Outlook: April 2015”. A World Bank
Quarterly Report, World Bank Group, diakses pada 28 April 2016
dari https://www.worldbank.org/content/dam/Worldbank/GEP/ GEPcommodities/GEP2015b_commodity_Apr2015.pdf.