Proses Pembelajaran
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif, sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesiik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
Kompetensi Dasar (KD)
1.2. Menghayati kepribadian utama dari khalifah utama dari Dinasti Bani Umayyah di Damaskus.
1.3. Mengambil ibrah dalam hal kepemimpinan dari Dinasti Bani Umayyah di Damaskus 1.4 Membiasakan sikap bijaksana dalam kehidupan sehari-hari sebagai inplementasi dari
pemahaman mengenai proses lahirnya Dinasti Bani Umayyah di Damaskus 1.5. Meneladani perilaku mulia dari Khalifah Dinasti Bani Umayyah di Damaskus.
1.6.Menunjukkan sikap dinamis sebagai implementasi dari pemahaman tentang keberhasilan Dinasti Bani Umayyah di Damaskus
1.8. Mengidentiikasi keberhasilan-keberhasilan yang dicapai pada Dinasti Bani Umayyah di Damaskus
1.9. Menganalisis perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Bani Umayyah di Damaskus
1.10 Menceritakan tentang proses berdirinya Dinasti Bani Umayah di Damaskus
1.11. Membuat peta konsep berkaitan dengan keberhasilan-keberhasilan yang dicapai pada Bani Umayyah di Damaskus
1.12. Memamaparkan perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah di Damaskus
Indikator Ketercapaian KD
1. Menjelaskan proses berdirinya Daulah Bani Umayyah
2. Menjelaskan wilayah penyebaran Islam masa Daulah Bani Umayyah
3. Menyebutkan kebijakan kebijakan pemerintahan Khalifah Bani Umayyah di Damaskus 4. Menyebutkan peradaban dan ilmu pengetahuan pada masa Daulah Bani Umayyah
Tujuan Pembelajaran
Setelah proses pembelajaran ini diharapkan siswa memahami proses berdirinya Daulah Bani Umayyah, peta wilayah penyebaran Islam, kebijakan dan kemajuan peradaban ilmu pengetahuan pada masa Dauah Bani Umayyah.
Materi Esensi
Pada Bab V berisi materi tentang Perkembangan Islam pada masa Daulah Bani Umayyah di Damaskus. Materi ini meliputi; latar belakang berdirinya Daulah Bani Umayyah; para Khalifah berpengaruh Daulah Bani Umayyah; kemajuan dinasti Umayyah dan kemunduran dinasti Umayyah.
Proses Pembelajaran Langkah Pembelajaran Umum
1. Melaksanakan persiapan dan pendahuluan pembelajaran.
2. Melaksanakan pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang mendorong peserta didik mampu memahami Perkembangan Islam pada masa Daulah Bani Umayyah di Damaskus. 3. Model dan strategi pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang digunakan pendidik
disesuaikan dengan buku teks pelajaran dan dapat ditambahkan oleh pendidik dengan model lain yang dianggap dapat mendorong pencapaian tujuan yang sudah ditentukan. 4. Pendidik mendorong terjadinya proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik,
yaitu:
a. Membimbing dan memfasilitasi pembelajaran.
b. Mendorong peserta didik untuk mampu memahami hakikat sejarah dalam menyampaikan hasil pembelajaran peserta didik yang dilakukan dengan menggunakan media yang ada dan memungkinkan di Madrasah.
Materi dan Proses Pembelajaran di Buku Teks Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Bab V
Pada Bab V guru selayaknya mampu menyiapkan diri dengan membaca berbagai literatur yang berkaitan dengan Perkembangan Islam pada masa Daulah Bani Umayyah di Damaskus. Guru dapat mengambil contoh- contoh yang terkait dengan materi yang ada di buku dan yang ada di daerah di sekitarnya. Guru dapat memperkaya materi dalam buku teks pelajaran dengan membandingkan buku lain yang relevan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif ada baiknya guru dapat menampilkan foto-foto, gambar, denah, peta, dan do-kumentasi audiovisual (ilm) yang relevan.
Membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok untuk melakukan pengamatan lapangan dengan membaca literatur sejarah yang berhubungan dengan Perkembangan Islam pada masa Daulah Bani Umayyah di Damaskus. Setelah melakukan pengamatan peserta didik diwajibkan untuk membuat laporan dengan menggunakan metode sejarah secara sederhana, misalnya dengan pengamatan literatur, wisata religi/tour, mencari sumber-sumber, wawan-cara dengan tokoh setempat, selanjutnya membandingkan fakta dengan bacaan yang terdapat di buku-buku. Dari hasil analisis sederhana itu dicari makna dan relevansinya dengan kehidu-pan sekarang.
Pembelajaran Minggu Ke-1
Pertemuan minggu ke-1 ini merupakan wahana dialog untuk lebih mengenalkan proses pembelajaran perkembangan Islam pada masa Daulah Bani Umayyah yang akan dilakukan pada minggu-minggu yang akan datang.
Pertemuan ini diawali dengan membuat kondisi untuk membangun ikatan emosional antara guru dan peserta didik, bagaimana guru dapat mengenal anak didiknya, bagaimana guru menjelaskan pentingnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan peserta didik terhadap materi yang akan dibahas. Dalam pertemuan ini guru juga dapat mengangkat isu aktual sebagai apersepsi. Mengenai kondisi sosial dan kebudayaan, masyarakat Madinah. Pada pertemuan kali ini guru membahas ter-lebih dulu mengenai latar belakang berdirinya Daulah Bani Umayyah.
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mema-hami proses berdirinya Daulah Bani Umayyah.
b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ini adalah Proses Berdirinya Daulah Bani Umayyah di Damaskus. Setelah Khalifah Ali bin Abi Thalib wafat, para pengikut Ali menobatkan Hasan bin Ali menjadi Khalifah. Mu’awiyah bin Abu Sufyan melihat bahwa pendukung Hasan bin Ali tidak begitu banyak, maka Mu’awiyah berusaha merangkul kekuatan baik dari kawan maupun lawan politiknya untuk merebut kekuasaan. Upaya strategis dilakukan Mu’awiyah untuk mewujudkan keinginannya mendirikan Daulah Bani Umayyah.
Upaya strategis yang dilakukan Mu’awiyah ini cukup efektif, sehingga posisi dan dukungan terhadapnya semakin kuat. Mu’awiyah mampu mengalahkan kekuatan Hasan bin Ali sekaligus memposisikan dirinya menjadi Khalifah penguasa Islam. Cita-citanya mendirikan dinasti atau Daulah Bani Umayyah tercapai. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Kegiatan Pendahuluan
1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (absensi, kebersihan, kelas, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan).
2) Guru menyampaikan topik tentang proses berdirinya Daulah bani Umayyah di Damaskus.
3) Guru memberikan motivasi dan bersyukur atas karunia dan nikmat Allah Swt. dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk belajar dan bekerja.
4) Guru menegaskan kembali tentang topik dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
5) Guru menginformasikan model pembelajaran kali ini.
Kegiatan Inti
1) Pembelajaran dimulai dengan meminta peserta didik melihat peta konsep untuk dikomentari.
2) Guru membacakan topik-topik yang akan dibahas sebagai berikut: a) Proses berdirinya Daulah Bani Umayyah.
b) Wilayah Islam masa Daulah Bani Umayyah. c) Kemajuan peradaban Daulah Bani Umayyah.
d) Pelajaan yang dapat kita ambil untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 3) Guru membimbing siswa menggali informasi melalui bacaan/literature tentang
perkembangan Islam pada masa Daulah Bani Umayyah selama 25-30 menitt
4) Guru meminta siswa mempresentasikan temuanya di depan kelas secara bergantian. 5) Pada saat proses pembelajaran berjalan guru membimbing siswa untuk menemukan
informasi yang di butuhkan sambil memberikan penilaian.
6) Guru memberikan penghargaan terhadap siswa yang aktif dan berprestasi dan memotivasi kepada siswa yang kurang berhasil.
7) Sekali lagi guru memberi kesempatan bertanya dan menyampaikan gagasan pemikirannya. 8) Guru memberikan ulasan akhir dari temuanya selama proses pembelajaran.
Kegiatan Penutup
1) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi tersebut.
2) Peserta didik diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi halaman 18 -19 untuk mengukur sejauh mana dapat mengerti apa yang dijelaskan oleh guru dan mengerjakan portofolio pada halaman 20.
3) Guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan berlangsung pada pertemuan yang akan datang.
4) Guru membimbing siswa untuk merenungkan proses pembelajaran hari ini yaitu tentang nilai-nilai apa saja yang didapat dari pelajaran hari ini.
Penilaian
1) Penilaian terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses dan setelah pembelajaran berlangsung, termasuk pada saat peserta didik menjawab beberapa pertanyaan dari guru. 2) Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas
dan tingkat perhatian peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung, kemampuan menyampaikan pendapat, juga aspek kerja sama, dan tentu ketepatan peserta didik pada saat menjawab pertanyaan dari guru.
3) Sebagai uji kompetensi, guru juga mengajukan beberapa pertanyaan yang terkait dengan materi yang baru saja dikaji sebagai berikut.
a) Jelaskan latar belakang berdirinya Daulah Bani Umayyah. b) Jelaskan sistem pemerintahan Daulah Bani Umayyah.
c) Apa saja pelajaran yang dapat kita peroleh dari pembelajaran kali ini.
4) Penilaian terhadap peserta didik dapat diambil dari jawaban pada uji kompetensi pada materi yang baru saja dikaji.
Pembelajaran Minggu Ke-2
Pertemuan minggu ke-2 ini merupakan wahana dialog untuk lebih memantapkan proses pembelajaran perkembangan Islam pada masa Daulah Bani Umayyah yang akan dilakukan pada minggu-minggu yang akan datang.
Pertemuan ini diawali dengan membangun ikatan emosional antara guru dan peserta di-dik, bagaimana guru dapat mengenal anak didiknya, bagaimana guru menjelaskan pentingnya matapelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan peserta didik terhadap materi yang akan dibahas. Dalam pertemuan ini guru juga dapat men-gangkat isu aktual sebagai apersepsi. Mengenai kondisi sosial, politik dan kebudayaan, ma-syarakat Timur Tengah. Pada pertemuan kali ini guru akan membahas terlebih dulu mengenai kebijakan Khalifah Daulah Bani Umayyah.
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mema-hami kepemimpinan Khalifah Daulah Bani Umayyah dan pengaruh kepemimpinannya.
b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ini adalah para Khalifah yang berpengaruh pada masa Daulah Bani Umayyah. Berikut ini adalah Penguasa-Penguasa Daulah Bani Umayyah
1) Mu’awiyyah bin Abi Sufyan ( 41 – 60 H ) 2) Yazid bin Muawiyyah ( 60 – 64 H ) 3) Mu’awiyyah II ( 64 H ) 4) Marwan bin Hakam ( 64 – 66 H ) 5) Abdul Malik bin Marwan ( 66 – 86 H ) 6) Al Walid bin Abdul Malik ( 89 – 92 H ) 7) Sulaiman bin ‘Abdil Malik ( 92 – 99 H ). 8) Umar Ibnu Abdil Aziz ( 99 – 101 H ) 9) Yazid Ibnu Abdil Malik ( 101 – 105 H ) 10) Hisyam bin Abdul Malik ( 105 – 125 H ) 11) Al Walid bin Yazid ( 125 – 126 H ) 12) Yazid bin Walid ( 126 H ) 13) Ibrahim binWalid ( 126 H ) 14) Marwan bin Muhammad (127- 132 H)
Kegiatan Pendahuluan
1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (absensi, kebersihan, kelas, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan).
2) Guru menyampaikan topik tentang kebijakan Khalifah Daulah Bani Umayyah di Damaskus.
3) Guru memberikan motivasi dan bersyukur atas karunia dan nikmat Allah Swt. dengan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk belajar.
4) Guru menegaskan kembali tentang topik dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
5) Guru menginformasikan model pembelajaran kali ini.
Kegiatan Inti
1) Pembelajaran dimulai dengan meminta peserta didik melihat peta konsep untuk dikomentari.
2) Peserta didik diajak menyaksikan ilm/Slide untuk menggali informasi tentang perkembangan Islam masa Daulah Bani Umayyah.
3) Guru membacakan topik-topik yang akan dibahas sebagai berikut: a) Kebijakan Khalifah Daulah Bani Umayyah.
b) Pelajaran yang dapat kita ambil untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 4) Guru membimbing siswa menggali informasi tentang perkembangan Islam pada masa
Daulah Bani Umayyah selama 25-30 menit.
6) Pada saat proses pembelajaran berjalan guru membimbing siswa untuk menemukan informasi yang di butuhkan sambil memberikan penilaian.
7) Guru memberikan penghargaan terhadap siswa yang aktif dan berprestasi dan memotivasi kepada siswa yang kurang berhasil.
8) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menyampaikan gagasan pemikirannya.
9) Guru memberikan ulasan akhir dari temuanya selama proses pembelajaran.
Kegiatan Penutup
1) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi tersebut.
2) Guru menyampaikan materi pembelajaran yang akan berlangsung pada pertemuan yang akan datang.
3) Guru membimbing siswa untuk merenungkan proses pembelajaran hari ini yaitu tentang nilai-nilai apa saja yang didapat dari pelajaran hari ini.
4) Guru meminta siswa berdoa untuk mengakhiri pembelajaran.
c. Penilaian
1) Penilaian terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses dan setelah pembelajaran berlangsung, termasuk pada saat peserta didik menjawab beberapa pertanyaan dari guru.
2) Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung, kemampuan menyampaikan pendapat, juga aspek kerja sama, dan tentu ketepatan peserta didik pada saat menjawab pertanyaan dari guru.
3) Sebagai uji kompetensi, guru juga mengajukan beberapa pertanyaan yang terkait dengan materi yang baru saja dikaji sebagai berikut.
a) Sebutkan keijakan-kebijakan Khalifah Daulah Bani Umayyah.
b) Apa saja pelajaran yang dapat kita peroleh dari pembelajaran kali ini.
4) Penilaian terhadap peserta didik dapat diambil dari jawaban pada uji kompetensi pada materi yang baru saja dikaji.
Pembelajaran Minggu Ke-3
Pertemuan minggu ke-3 ini merupakan wahana dialog untuk lebih mendalami proses pembelajaran perkembangan Islam pada masa Daulah Bani Umayyah.
Pertemuan ini diawali dengan membangun ikatan emosional antara guru dan peserta di-dik, bagaimana guru dapat mengenal anak didiknya, bagaimana guru menjelaskan pentingnya matapelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan peserta didik terhadap materi yang akan dibahas. Dalam pertemuan ini guru juga dapat men-gangkat isu aktual sebagai apersepsi.Mengenai kondisi sosial dan kebudayaan dunia yang ttelah diwariskan oleh Bani Umayyah. Pada pertemuan ini guru membahas terlebih dulu mengenai kebijakan Khalifah Daulah Bani Umayyah.
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu mema-hami kemajuan-kemajuan yang dicapai Daulah Bani Umayyah.
b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ini adalah kemajuan yang dicapai Khalifah Daulah Bani Umayyah.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan mendapat tempat di hati para penguasa Daulah Bani Umayyah, bahkan para penguasa Umayyah memberikan do-rongan kepada para ilmuwan untuk mengembangkan ilmu dengan memberikan penghar-gaan yang tinggi serta memberikan gaji dan berbagai fasilitas lainnya.
Cabang-cabang pengetahuan berkembang dengan pesat di era Daulah Bani Umayyah seperti pengetahuan sejarah, tata bahasa, geograi, dan berbagai pengetahuan lainnya. Pada zaman Khalifah Khalid bin Yazid dan Umar bin Abdul Aziz pengembangan ilmu pengetahuan mendapat perhatian yang besar, sehingga pada masa ini muncul gerakan-gerakan yang berusaha mengembangkan ilmu pengetahuan.
Upaya menterjemahkan buku-buku juga telah dilakukan pada masa Khalifah Khalid bin Yazid, selain sebagai Khalifah Khalid bin Yazid merupakan ahli kimia, kedokteran, dan astronomi. Oleh para ahli sejarah Islam diduga Khalid bin Yazid adalah orang per-tama yang menterjemahkan buku-buku yang berbahasa Yunani ke dalam bahasa Arab.
Masjid dijadikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, baik ilmu penge-tahuan agama maupun umum. Guru-guru yang mengajar agama di antaranya ; Abdullah bin Abbas, Rabi’ah, Hasan Basri, Ja’far As-Shidiq, dan lain- lainnya. Mereka mengajar di berbagai kota di seluruh negeri. Ubaid bin Syaryah pengarang kitab “Kitabul Amsaal“, secara garis besar mengelompokkan ilmu pengetahuan menjadi :
1) Al-Adabul Hadisah (ilmu-ilmu baru).
2) Al-Ulumul Ilmiah : yaitu ilmu Al-Qur’an, Hadis, Fiqh, Tarikh, dan Jughrai (geograi) 3) Al-Ulumud Dakhliyah seperti ilmu kedokteran, ilosoi, ilmu pasti, dan ilmu eksakta
lainnya.
Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Kegiatan Pendahuluan
1) Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar; kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi (absensi, kebersihan, kelas, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan).
2) Guru menyampaikan topik tentang kemajuan peradaban masa Daulah Bani Umayyah. 3) Guru memberikan motivasi dan bersyukur atas karunia dan nikmat Allah swt dengan
memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk belajar dan berkarya.
4) Guru menegaskan kembali tentang topik dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
5) Guru menginformasikan model pembelajaran kali ini.
Kegiatan Inti
1) Pembelajaran dimulai dengan meminta peserta didik melihat peta konsep untuk dikomentari.
2) Peserta didik diajak menyaksikan ilm/Slide untuk menggali informasi tentang perkembangan Islam masa Daulah bani Umayyah.
3) Guru membacakan topik-topik yang akan dibahas sebagai berikut: a) Kemajuan peradaban Islam masa Daulah Bani Umayyah.
b) Pelajaran yang dapat kita ambil untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 4) Guru membimbing siswa menggali informasi tentang perkembangan Islam pada masa
Daulah Bani Umayyah selama 25-30 menit.
5) Siswa diminta mempresentasikan temuanya dengan menunjukkan gagasan atau analisis tentang kemajuan peradaban Islam pada saat itu.
6) Pada saat proses pembelajaran berjalan guru membimbing siswa untuk menemukan informasi yang dibutuhkan sambil memberikan penilaian.
7) Guru memberikan penghargaan terhadap siswa yang aktif dan berprestasi dan memotivasi kepada siswa yang kurang berhasil.
8) Sekali lagi guru memberi kesempatan bertanya dan menyampaikan gagasan pemikirannya. 9) Guru memberikan ulasan akhir dari temuanya selama proses pembelajaran.
Kegiatan Penutup
1) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi tersebut.
2) Peserta didik diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi untuk mengukur sejauh mana dapat mengerti apa yang dijelaskan oleh guru dan mengerjakan portofolio.
akan datang.
4) Guru membimbing siswa untuk merenungkan proses pembelajaran hari ini yaitu tentang nilai-nilai apa saja yang didapat dari pelajaran hari ini.
5) Guru memimpin berdoa untuk mengakhiri pembelajaran ini.
c. Penilaian
1) Penilaian terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses dan setelah pembelajaran berlangsung, termasuk pada saat peserta didik menjawab beberapa pertanyaan dari guru.
2) Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung, kemampuan menyampaikan pendapat, juga aspek kerja sama, dan tentu ketepatan peserta didik pada saat menjawab pertanyaan dari guru.
3) Sebagai uji kompetensi, guru juga mengajukan beberapa pertanyaan yang terkait dengan materi yang baru saja dikaji sebagai berikut.
a) Jelaskan kemajuan peradaban Islam yang dicapai pada masa Daulah Bani Umayyah. b) Apa saja pelajaran yang dapat kita peroleh dari pembelajaran kali ini
4) Penilaian terhadap peserta didik dapat diambil dari jawaban pada uji kompetensi pada materi yang baru saja dikaji.
Pembelajaran Minggu Ke-4
Pertemuan minggu ke-4 ini merupakan wahana dialog untuk lebih mengenal proil Khali -fah Daulah Bani Umayyah. Dalam pertemuan ini guru juga dapat mengangkat isu aktual seb-agai apersepsi. Mengenai sosok pemimpin yang ideal untuk perkembangan Islam pada masa sekarang, sekaligus sebagai pemimpin bangsa yang sangat majemuk. Pada pertemuan kali ini guru akan membahas mengenai Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu memahami proil Khalifah Umar bin Abdul Aziz
b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ini adalah proil Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Umar bin Abdul Aziz dilahirkan di kota Hilwan tahun 63 H. Ia adalah Khalifah kedelapan. Ia sangat masyhur karena alim, santun dan bersahaja. Umar bin Abdul Aziz
bin Marwan lahir di Hulwan, sebuah desa di Mesir, tahun 61 H saat ayahnya menjadi gu-bernur di daerah itu. Ibunya, Ummu ‘Ashim, putri ‘Ashim bin Umar bin Khathab. Jadi, Umar bin Abdul Aziz adalah cicit Umar bin Khathab dari garis ibu.
Umar bin Abdul Aziz dibesarkan di lingkungan istana. Keluarganya, seperti keluarga raja-raja Dinasti Umayyah lainnya, memiliki kekayaan berlimpah yang berasal dari tun-jangan yang diberikan raja kepada keluarga dekatnya. Perkebunan miliknya menghasil-kan 50.000 Dinar per tahun.
Meski demikian, orangtuanya tidak lupa memberi pendidikan agama. Sejak kecil Umar sudah hafal Al-Qur’an. Ayahandanya mengirim Umar ke Madinah untuk bergu-ru kepada Ubaidillah bin Abdullah. Inilah salah satu titik balik dalam kehidupan Umar bin Abdul Aziz. Ia kini dikenal sebagai orang saleh dan meninggalkan gaya hidup suka berfoya-foya. Bahkan, Zaid bin Aslam berkata, “Saya tidak pernah melakukan shalat di belakang seorang imam pun yang hampir sama shalatnya dengan shalat Rasulullah Saw. daripada anak muda ini, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Dia sempurna dalam melakukan ruku’ dan sujud, serta meringankan saat berdiri dan duduk.”. Abdul Malik wafat dan kekhalifahan diwariskan kepada Al-Walid bin Abdul Malik. Pada tahun 86 H, Khalifah baru mengangkat Umar bin Abdul Aziz menjadi Gubernur Madinah. Namun, pada tahun 93 H Khalifah Al-Walid memberhentikannya karena kebijakan Umar tidak sejalan