• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Kredit Mikro, Kecil dan Menengah (MKM)

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 42-46)

Tabel 3.5.

Perbandingan Kredit Lokasi Proyek dan DPK menurut Kabupaten/Kota di Kaltim

Kredit DPK Kredit DPK

Kab. Kutai 5,647.48 3,272.33 12.15% 6.63% 172.58%

Kab. Berau 1,773.40 2,047.31 3.82% 4.15% 86.62%

Kab. Pasir 1,325.26 1,074.43 2.85% 2.18% 123.35%

Kab. Bulungan 660.53 1,954.37 1.42% 3.96% 33.80%

Kab. Kutai Barat 584.45 332.61 1.26% 0.67% 175.72%

Kab. Kutai Timur 1,674.54 1,416.11 3.60% 2.87% 118.25%

Kab. Malinau 150.66 728.38 0.32% 1.48% 20.68%

Kab. Nunukan 335.36 543.15 0.72% 1.10% 61.74%

Kodya Samarinda 13,932.77 18,752.65 29.98% 37.99% 74.30%

Kodya Balikpapan 12,422.78 12,199.52 26.73% 24.71% 101.83%

Kodya Tarakan 1,355.64 4,158.91 2.92% 8.42% 32.60%

Kodya Bontang 6,618.22 2,886.37 14.24% 5.85% 229.29%

Kabupaten/Kota Nominal* (Rp M) Pangsa

LDR

Sumber : LBU Bank Indonesia

Menurut kabupaten/kota, penyaluran kredit terkonsentrasi untuk membiayai proyek di kota Samarinda dan kota Balikpapan yang merupakan pusat bisnis di Kalimantan Timur. Jumlah kredit yang dikucurkan untuk proyek di kota Samarinda mencapai Rp 13.932 milyar (pangsa 29,98%) dan di kota Balikpapan (termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara) sebesar Rp 12.422 milyar (pangsa 26,73%). Sementara itu, alokasi kredit terkecil diperoleh Kabupaten Malinau sebesar Rp. 150,66 milyar (pangsa 0,32%).Apabila dilihat dari nisbah pinjaman terhadap simpanan (LDR), nisbah tertinggi terjadi di kota Bontang sebesar 229,29%, diikuti oleh Kabupaten Kutai Barat (175,72%), Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 172,58%, Kabupaten Pasir (123,35%) dan kota Balikpapan (101,83%). Sedangkan LDR terendah terjadi pada Kabupaten Malinau, Bulungan dan Tarakan dengan nisbah masing-masing sebesar 20,68%, 33,80% dan 32,60% (Tabel 3.5).

3.3. Perkembangan Kredit Mikro, Kecil dan Menengah (MKM)

Penyaluran kredit berskala mikro, kecil dan menengah (MKM) oleh bank umum di Kaltim pada Triwulan III-2010 mencapai Rp 17.468 milyar atau dengan pangsa 58,23% terhadap total kredit (Tabel 3.6). Secara triwulanan, pertumbuhan kredit MKM Kaltim pada triwulan laporan mengalami penurunan sebesar -4,34% (qtq) atau memiliki arah yang berbeda jika dibandingkan dengan pertumbuhan total kredit yang naik sebesar 6,61%. Menurut skalanya, tingkat pertumbuhan tertinggi kredit MKM terjadi pada kredit berskala menengah (Rp. 500 juta s.d Rp. 5 milyar) yang tumbuh sebesar 7,01%. Sedangkan kredit berskala kecil (Rp. 50 juta s.d Rp. 500 juta) mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar -22,25%(qtq).

34 Tabel 3.6. Perkembangan Kredit Bank Umum Menurut Skala Kredit di Kaltim

TW1- 10 TW2-10 Tw 3-10 TW2-10 Tw 3-10 q-t-q y-o-y

Mikro (s.d Rp 50 jt) 3,744 4,027 4,301 14.31% 14.34% 6.82% 9.40%

Kecil (Rp 50 jt s.d 500 jt) 6,286 7,056 5,486 25.08% 18.29% -22.25% 7.81%

Menengah (Rp 500 jt s.d 5 miliar) 6,632 7,177 7,680 25.51% 25.60% 7.01% 21.90%

Kredit MKM (s.d Rp 5 miliar) 16,661 18,260 17,468 64.90% 58.23% -4.34% 14.01%

Besar (> Rp 5 miliar) 9,088 9,875 12,528 35.10% 41.77% 26.86% 52.65%

Total 25,749 28,135 29,995 100.00% 100.00% 6.61% 27.49%

Komposisi Pert. Tw3- 10

Skala Kredit Posisi (miliar Rp)

Sumber : LBU Bank Indonesia

Berdasarkan kelompok bank, kredit MKM yang disalurkan bank pemerintah pada triwulan laporan tercatat Rp 11.730 milyar atau mengalami peningkatan sebesar 6,20% jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada jumlah kredit MKM yang dikucurkan bank swasta yang tercatat Rp 8.012 milyar atau mengalami peningkatan sebesar 11,05% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (Tabel 3.7).

Tabel 3.7. Perkembangan Kredit MKM Bank Umum Menurut Kelompok Bank, Jenis Penggunaan dan Sektor Ekonomi di Kaltim

Tw 1-10 Tw 2-10 Tw 3-10 Tw 2-10 Tw 3-10 q-t -q y-o-y

Kredit MKM 16,661 18,260 19,742 100.00% 100.00% 8.11% 30.40%

Kelompok Bank

Bank Pemerintah 10,146 11,045 11,730 60.49% 59.41% 6.20% 25.27%

Bank Swasta 6,516 7,215 8,012 39.51% 40.59% 11.05% 38.72%

Jenis Penggunaan

Modal Kerja 6,069 6,434 7,126 35.24% 36.10% 10.75% 14.53%

Investasi 1,934 2,187 2,310 11.98% 11.70% 5.63% 23.20%

Konsumsi 8,658 9,639 10,306 52.79% 52.20% 6.92% 46.34%

Sekt or Ekonomi

Pertanian 164 176 227 0.96% 1.15% 28.92% -56.50%

Pertambangan 231 204 240 1.12% 1.22% 17.44% 30.53%

Perindustrian 312 341 370 1.87% 1.88% 8.65% 99.21%

Listrik, Gas dan Air 17 12 24 0.06% 0.12% 104.41% -18.89%

Konstruksi 916 981 1,075 5.37% 5.44% 9.58% -15.79%

Perdagangan 3,611 3,890 4,450 21.30% 22.54% 14.39% 15.99%

Angkutan 409 473 491 2.59% 2.49% 3.93% 40.18%

Jasa Dunia Usaha 1,096 1,039 1,114 5.69% 5.64% 7.20% -29.09%

Jasa Sosial 417 772 796 4.23% 4.03% 3.10% 564.38%

Lain-Lain 9,488 10,372 10,955 56.80% 55.49% 5.62% 55.07%

Pert . Tw 3-10 Posisi (dalam Rp miliar) Komposisi

Ket erangan

Sumber : LBU Bank Indonesia

Menurut jenis penggunaan, kredit modal kerja dan kredit investasi yang telah disalurkan masing-masing berjumlah Rp. 7.126 milyar (pangsa 36,1%) dan Rp. 2.130 milyar (pangsa 11,70%). Dilihat dari pertumbuhan secara triwulanan, kredit modal kerja tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 10,75%. Sedangkan kredit investasi mengalami peningkatan yang lebih kecil yaitu sebesar 5,63% (qtq).

35 Secara sektoral, distribusi penyaluran kredit MKM terutama untuk membiayai tiga sektor utama, yaitu sektor perdagangan (pangsa 22,54%), sektor jasa dunia usaha (pangsa 5,64%) dan sektor konstruksi (pangsa 5,44%). Dilihat dari pertumbuhan secara triwulanan, pertumbuhan tertinggi pada sektor listrik, gas, dan air yang tumbuh sebesar 104,41%, diikuti oleh sektor pertanian (28,92%) dan sektor pertambangan (17,44%). Sedangkan sektor angkutan, sektor jasa sosial, dan sektor perindustrian mengalami pertumbuhan terkecil masing-masing sebesar 3,93%, 3,10%, dan 8,65% (qtq).

Tabel 3.8. Perkembangan Kredit MKM Bermasalah Bruto (Gross-NPLs) menurut Sektor Ekonomi Kaltim

Tw 1-10 Tw 2-10 Tw 3-10 Tw 2- 10 Tw 3-10 Tw 2-10 Tw 3-10

NPLs Kredit UM KM 402.261 482.67 520.602 19.99% 7.86% 2.64% 2.64%

Sektor Ekonomi

Pertanian 8.512 5.967 9.082 -29.90% 52.20% 3.39% 4.00%

Pertambangan 14.252 7.442 5.036 -47.78% -32.33% 3.64% 2.10%

Perindustrian 6.539 8.653 20.072 32.33% 131.97% 2.54% 5.42%

Listrik, Gas dan Air - - - - - -

-Konstruksi 52.739 91.642 65.694 73.77% -28.31% 9.34% 6.11%

Perdagangan 94.775 111.332 141.113 17.47% 26.75% 2.86% 3.17%

Angkutan 9.122 16.403 24.816 79.82% 51.29% 3.47% 5.05%

Jasa Dunia Usaha 23.655 28.072 34.342 18.67% 22.34% 2.70% 3.08%

Jasa Sosial 20.011 44.013 39.738 119.94% -9.71% 5.70% 4.99%

Lain-Lain 172.656 169.146 180.709 -2.03% 6.84% 1.63% 1.65%

Posisi (Rp miliar) q-t-q Nisbah NPL

Keterangan

Sumber : LBU Bank Indonesia

Kualitas kredit MKM yang disalurkan bank umum di Kaltim selama triwulan III 2010 menunjukkan kinerja yang tetap seperti terlihat dari persentase kredit bermasalah bruto (gross-non performing loans/NPLs) yang sebesar 2,64% atau tetap jika dibandingkan dengan persentase NPLs pada triwulan sebelumnya yang sebesar 2,64%. Jika dilihat menurut sektor ekonomi, persentase NPLs tertinggi terjadi pada sektor konstruksi (6,11%), sektor perindustrian (5,42%) dan sektor angkutan (5,05%). Sedangkan sektor-sektor lainnya mencatat persentase NPLs di bawah 5 % pada triwulan III-2010 (Tabel 3.8).

36 3.4 Perkembangan Usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 1

a. Perkembangan Aset BPR di Kaltim

Jumlah aset BPR di wilayah Kalimantan Timur pada triwulan III-2010 mengalami pertumbuhan sebesar 18,68% (yoy), dengan total nilai mencapai Rp. 239,78 milyar (Grafik 3.7).

Pertumbuhan ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2010 yang sebesar 15,93%

(yoy). Sementara secara triwulanan, aset BPR sedikit meningkat dibandingkan dengan jumlah aset pada triwulan II-2010 yang mencapai Rp. 234,23 milyar atau meningkat sebesar 2,37% (qtq).

b. Perkembangan Dana Pihak Ketiga BPR di Kaltim

Jumlah dana pihak ketiga (DPK) BPR di Kalimantan Timur pada triwulan III-2010 mengalami pertumbuhan sebesar 17,96% (yoy), dengan nilai Rp 152,71 milyar (Grafik 3.8). Akan tetapi pertumbuhan ini mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2010 yang tumbuh sebesar 29,75%. Perlambatan pertumbuhan DPK pada triwulan III-2010 dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan jumlah deposito yang hanya meningkat sebesar 23,52% menjadi Rp 97,82 milyar setelah triwulan sebelumnya tumbuh 33,09% (yoy), begitu pula tabungan yang tumbuh sebesar 9,19% (yoy) menjadi Rp 54,89 milyar setelah triwulan sebelumnya tumbuh 24,81% (yoy).

c. Penyaluran Kredit/Pembiayaan BPR di Kaltim

Penyaluran kredit oleh BPR pada triwulan III-2010 mencapai Rp 166,17 milyar, atau mengalami pertumbuhan sebesar 13,02% (yoy) dibandingkan triwulan III-2009 (Grafik 3.9).

Pertumbuhan ini lebih rendah jika dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-2010 yang tumbuh sebesar 14,52%.

1 Tidak termasuk BPR/S di kota Balikpapan (2 BPR/S)

0% Rp Milyar Inves tasi Kons um si Modal Kerja growth

Grafik 3.9 Perkembangan Kredit BPR Sumber: Simwas BPR Bank Indonesia

0%

Grafik 3.8 Perkembangan DPK BPR Sumber: Simwas BPR Bank Indonesia

0%

Rp Milyar Total Aset growth (yoy)

Grafik 3.7 Perkembangan Aset BPR Sumber: Simwas BPR Bank Indonesia

37 Perlambatan pertumbuhan kredit ini terutama disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan pada komponen kredit konsumsi yang tumbuh sebesar 13,28%

(yoy) menjadi Rp. 54,70 milyar, setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh 22,23% (yoy) atau mencapai Rp. 56,09 milyar.

Tabel 3.9. Perkembangan Usaha BPR di Kaltim

Q IV Q I Q II QIII qtq yoy

Total Aset (Rp M iliar) 222.44 220.48 234.23 239.78 2.37% 18.68%

DPK (Rp Miliar) 143.46 141.98 150.86 152.71 1.23% 17.96%

Tabungan 64.67 60.29 58.48 54.89 -6.15% 9.19%

Giro - - - - -

-Deposito 78.79 81.69 92.38 97.82 5.89% 23.52%

Kredit (Rp Miliar) 147.93 155.47 163.49 166.17 1.64% 13.02%

Modal Kerja 83.25 85.18 90.51 94.01 3.87% 11.23%

Konsumsi 50.40 55.44 56.09 54.71 -2.46% 13.28%

Investasi 14.27 14.85 16.89 17.46 3.36% 22.81%

Rasio NPL Gross (%) 18.00 19.00 17.62 17.78

LDR 1.03 1.10 1.08 1.09

TW3-2010

INDIKATOR 2009 2010

Sumber : Simwas BPR Bank Indonesia

3.5. Asesmen Risiko Perbankan

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 42-46)

Dokumen terkait