BAB IV. PERKEMBANGAN OPERASI MONETER, PASAR KEUANGAN DAN LEMBAGA KEUANGAN
4.4. Perkembangan Pasar Modal Syariah
4.4.2. Perkembangan Produk Syariah di Pasar Modal
Selama kurun waktu tahun 2012 terdapat penerbitan 6 sukuk yang telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Bapepam-LK dengan total nilai emisi mencapai Rp 1,87 triliun. Selain itu, terdapat pelunasan 4 sukuk yang telah jatuh tempo dan 1 sukuk yang dilunasi dipercepat dengan total nilai Rp 868 milyar.
Sampai dengan Desember 2012, jumlah sukuk yang beredar (outstanding) mencapai 32 sukuk dengan nominal mencapai Rp 6,83 triliun. Dilihat dari jumlah efek yang beredar, jumlah sukuk mencapai 9,7% dari total efek bersifat utang yang beredar. Sementara itu, dari sisi nilai nominal, proporsi sukuk yang beredar terhadap total efek bersifat utang yang beredar mencapai 3,8%. Secara kumulatif, sampai dengan Desember 2012 jumlah sukuk yang diterbitkan telah mencapai 54 sukuk dengan total nilai nominal mencapai Rp 9,79 triliun.
Grafik 4.10. Perkembangan Sukuk
Grafik 4.11. Proporsi Sukuk terhadap Obligasi
2. Surat Berharga Syariah Negara
Tahun 2012 merupakan tahun yang kondusif dalam penerbitan sukuk korporasi maupun sukuk negara atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pada tahun ini, pemerintah Republik Indonesia kembali menerbitkan 16 SBSN yang terdiri atas 8 SBSN yang bersifat tradable dan 8 sukuk negara yang non tradable. Penerbitan tersebut meningkatkan nilai outstanding SBSN menjadi Rp 124,44 triliun, atau meningkat 60,1% dibanding tahun 2011 sebesar Rp 77,73 triliun.
Grafik 4.12. Perkembangan Oustanding SBSN
Sumber: www.dmo.or.id
Jika dilihat berdasarkan proporsinya, penerbitan SBSN yang cukup agresif di tahun 2012 tersebut meningkatkan proporsi outstanding jumlah dan nilai sukuk negara terhadap Surat Utang Negara (SUN). Per Desember 2012, proporsi jumlah outstanding SBSN terhadap SUN mencapai 27%, atau meningkat 8 % dibanding tahun 2011. Sedangkan proporsi nilai outstanding SBSN terhadap SUN mencapai 9%, atau meningkat 2% dibandingkan tahun 2011.
3. Reksadana Syariah
Pada tahun 2012 industri reksadana syariah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan adanya 18 penerbitan reksadana syariah yang telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Bapepam-LK. Sampai dengan Desember 2012, terdapat 65 reksadana syariah yang beredar atau meningkat 30% dibanding tahun 2011 yang berjumlah 50 reksadana syariah. Peningkatan ini sudah termasuk pembubaran 3 reksadana syariah.
Grafik 4.14. Perkembangan Reksa Dana Syariah
Sumber: www.bapepam.go.id
Jika dilihat berdasarkan jenisnya, mayoritas dari reksa dana syariah yang beredar tersebut merupakan reksadana terproteksi (38%), reksadana campuran (26%) serta reksadana saham (22%). Sedangkan dari sisi nilai Nilai Aktiva Bersih (NAB), total NAB reksadana syariah mencapai Rp.8,05 triliun atau meningkat 44,6% dibandingkan tahun 2011 yang hanya mencapai Rp.5,56 triliun. NAB reksadana syariah ini didominasi oleh reksadana saham (35%), reksadana campuran (33%), dan reksadana terproteksi (19%).
Grafik 4.15. Komposisi Reksa Dana Syariah
RD Syariah Campuran 33% RD Syariah Indeks 4% RD Syariah Pendapata n Tetap 9% RD Syariah Saham 35% RD Syariah Terproteksi 19%
Reksadana Syariah Berdasarkan Nilai Aktiva Bersih
Perkembangan reksadana syariah tersebut berdampak pula pada peningkatan proporsi reksadana syariah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2012, proporsi jumlah reksadana syariah terhadap total reksadana adalah menjadi sebesar 8,62%, meningkat dari tahun 2011 yang hanya 7,74%. Sedangkan dari sisi nilai NAB, proporsi reksadana syariah terhadap total reksadana meningkat menjadi 3,79% dibandingkan tahun 2011 yang hanya 3,31%.
Grafik 4.16. Kontribusi Reksa Dana Syariah
RD Syariah 3.79%
RD Konvensional
96,21% Kontribusi Reksadana Syariah Berdasarkan
Nilai Aktiva Bersih
4. Saham Syariah
Untuk saham yang dikategorikan dalam saham syariah, pada akhir tahun 2012 terdapat peningkatan jumlah saham sebesar 26% menjadi 319 saham syariah jika dibandingkan pada akhir tahun 2011 (253 saham syariah). Mayoritas saham syariah bergerak dalam bidang industri Perdagangan, jasa dan investasi (25%), Properti, Real Estate & Konstruksi (16%), serta Industri Dasar dan Kimia (15%).
Grafik 4.17. Perkembangan Saham Syariah
*) DES periode II tahun 2012 terdiri dari 317 saham hasil penelaahan DES periodik dan 2 saham hasil penelaahan DES insidentil bersamaan dengan penawaran umum perdana (IPO).
Grafik 4.18. Bidang Industri Saham Syariah
Pada tanggal 28 Desember 2012, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup pada 144,99 poin atau meningkat sebesar 15,6% dibandingkan posisi indeks ISSI pada akhir Desember 2011 (125,35 poin). Pertumbuhan indeks ISSI pada tahun 2012 ini lebih baik dibandingkan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya meningkat 12,94%.
Sementara itu, kapitalisasi pasar saham yang tergabung dalam ISSI per 28 Desember 2012 sebesar Rp2.451,33 triliun atau 68,35% dari total kapitalisasi pasar seluruh saham sebesar Rp4.126,99 triliun. Kapitalisasi pasar saham ISSI pada 2012 tersebut mengalami peningkatan sebesar 24,5% jika dibandingkan kapitalisasi saham ISSI pada akhir Desember 2011 sebesar Rp1.968,09 triliun.
Grafik 4.19. Perkembangan dan Kapitalisasi Pasar ISSI
Pada saat yang sama, Jakarta Islamic Index (JII), ditutup pada 594,78 poin atau meningkat sebesar 10,75% dibandingkan pada akhir Desember 2011 sebesar 537,03 poin. Sedangkan kapitalisasi pasar untuk saham-saham yang tergabung dalam JII sebesar Rp 1.745 triliun atau 42,28% dari total kapitalisasi pasar seluruh saham. Kapitalisasi pasar saham yang tergabung dalam JII pada tahun 2012
tersebut mengalami peningkatan sebesar 23,32% jika dibandingkan kapitalisasi saham JII pada akhir Desember 2011 sebesar Rp.1.414,98 triliun.
Grafik 4.20. Perkembangan dan Kapitalisasi Pasar Jakarta Islamic Index
5. Layanan Syariah
Selain mengalami perkembangan dari sisi produk syariah di pasar modal, industri pasar modal syariah juga mengalami perkembangan dari aspek layanan syariah. Sampai dengan akhir tahun 2012, terdapat 6 Perusahaan Sekuritas yang memiliki sistem layanan online trading syariah, yang merupakan 8,9% dari total perusahaan sekuritas yang memiliki layanan online trading. Hal ini merupakan fasilitas yang disediakan mengingat semakin banyaknya investor yang menginginkan bertransaksi di pasar modal yang sesuai dengan prinsip – prinsip syariah. Di samping itu, terdapat 8 bank yang pernah memberikan jasa kustodi atas penerbitan efek syariah, yang merupakan 41% dari total bank kustodian. Selanjutnya, terdapat 21 perusahaan penjamin emisi efek yang pernah terlibat sebagai penjamin atas penerbitan sukuk, dimana jumlah tersebut merupakan 14,5% dari total penjamin emisi yang pernah terlibat sebagai penjamin atas penerbitan efek. Untuk manajer investasi, terdapat 21 manajer investasi yang telah memiliki produk reksadana syariah, yang merupakan 30,1% dari total manajer investasi. Selain itu, terdapat 1 pihak yang telah mendapatkan persetujuan Bapepam-LK untuk dapat menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) khusus untuk Efek di luar negeri, yaitu CIMB Principal Asset Management.
4.5. PERKEMBANGAN PERASURANSIAN SYARIAH