Kedepan perlu upaya yang lebih keras dalam merealisasikan APBD dan APBN di Sulsel, agar instrumen fiskal ini dapat berperan lebih
2.2 Perkembangan Realisasi Anggaran APBD Provinsi
2.2.1 Pendapatan
2.2.1.1. Struktur Realisasi Pendapatan
Menurut sumbernya, struktur pendapatan Provinsi Sulsel didominasi oleh pendapatan transfer. Sampai dengan triwulan II 2016 nilai pendapatan yang bersumber dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,93 triliun atau 56,27% dari total nilai realisasi pendapatan sebesar Rp3,43 triliun. Sebagian besar dari pendapatan transfer tersebut direalisasikan dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) dengan porsi mencapai 42,21%. Selebihnya direalisasikan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak. Perolehan nilai pendapatan transfer pada semester I 2016 ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp847 miliar.
Sumber pendapatan kedua berasal dari realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hingga semester I 2016 mencapai Rp1,50 triliun (43,73%), dengan sumber pendapatan utama berasal dari pos Pendapatan Pajak Daerah yang nilainya mencapai Rp1,36 triliun. Sementara itu pendapatan dari sumber lain-lain nilainya relatif kecil sebesar Rp2,36 miliar.
Secara umum pencapaian realisasi pendapatan Provinsi Sulsel cukup menggembirakan. Sampai dengan semester II 2016 realisasi pendapatan telah mencapai 46,54% dari yang ditargetkan sebesar Rp7,35 triliun. Secara lebih rinci, realisasi pendapatan transfer mencapai 50,40%, PAD mencapai 42,63% dan sumber pendapatan lain-lain 20,01% dari yang ditargetkan.
36
Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Selatan | Periode Agustus 2016 Pengembangan Infrastruktur Kemaritiman Sebagai Pendorong Ekonomi SulselSumber:Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Sulsel, diolah Grafik 1.61. Proporsi Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Sulsel 2.2.1.2. Perkembangan Realisasi Pendapatan
Persentase realisasi pendapatan APBD Provinsi Sulsel sampai dengan triwulan II 2016 mencapai 46,64% dari target yang dianggarkan. Persentase realisasi pendapatan ini relatif sama dengan pencapaian triwulan II tahun lalu 46,77%.
Namun secara nominal, realisasi pendapatan daerah pada triwulan II 2016 sebesar Rp3,43 triliun, lebih besar dari capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,89 triliun. Peningkatan pendapatan bersumber dari realisasi PAD dan pendapatan transfer. Komponen PAD yang meningkat antara lain pendapatan pajak daerah, pendapatan retribusi daerah, dan lain-lain PAD yang syah, masing-masing sebesar Rp1,36 triliun; Rp37,74 miliar dan Rp93,43 miliar. Peningkatan PAD terutama berasal dari hasil peningkatan intensifikasi penagihan tunggakan PKB melalui kegiatan penertiban dokumen administrasi kendaraan bermotor, program samsat delivery order, pembebasan (pemutihan) denda sehingga masyarakat tertarik membayar pajak, dan banyaknya pameran otomotif, sehingga menambah penerimaan PAD dari pajak kendaraan.
Tabel 1.9. Anggaran dan Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Sulsel
(Rp Miliar)
Keterangan: angka sementara (APBD Provinsi Sulawesi Selatan Unaudited) Sumber: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Sulsel
Sementara itu, sampai dengan triwulan II 2016 realisasi pendapatan dari transfer mencapai Rp1,93 triliun (50,40%), yang berarti lebih besar dari realisasi pendapatan transfer tahun lalu sebesar Rp847,31 miliar (55,35%). Semua komponen pendapatan transfer mengalami peningkatan, baik Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan transfer pemerintah pusat lainnya. Realisasi DBH sampai dengan triwulan II 2016 telah mencapai Rp149,26 miliar (52,97%), lebih tinggi dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp115,87 miliar (42,55%). DAU telah mencapai Rp813,25 miliar (58,33%), meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp688,34 miliar (58,33%), sementara DAK baru mencapai Rp130,14 miliar (30,23%), meskipun secara nominal lebih besar dari pencapaian realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp43,1 miliar (55,0%). Sedangkan transfer pemerintah pusat lainnya telah mencapai Rp834,01 miliar (48,60%), lebih tinggi dari pencapaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp601,64 miliar (48,19%). Untuk penerimaan lain-lain pendapatan yang sah hanya berhasil merealisasikan Rp2,36 miliar (20,01%), lebih rendah dari capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,03
Tw II-2012 Tw II-2013 Tw II-2014 Tw II-2015 Tw II-2016 Rp miliar
Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Pendapatan Transfer Pendapatan Asli Daerah
NOMINAL % REALISASI NOMINAL % REALISASI
Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Selatan| Periode Agustus 2016 Pengembangan Infrastruktur Kemaritiman Sebagai Pendorong Ekonomi Sulsel
37 2.2.2 Belanja
2.2.2.1. Struktur Realisasi Belanja
Struktur belanja Provinsi Sulsel didominasi belanja operasional. Sampai dengan triwulan II 2016, nilai realisasi belanja operasional mencapai Rp1,83 triliun (73,94%) lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,40 triliun (67,620%). Disusul kemudian realisasi belanja transfer yang juga meningkat menjadi Rp563,73 miliar (22,76%), dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp517,99 miliar (25,04%). Sementara itu, realisasi belanja modal justru hanya mencapai Rp81,69 miliar (3,30%). Pencapaian ini lebih rendah dari realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp151,98 miliar (7,35%). Persentase realisasi belanja modal yang relatif rendah mengindikasikan bahwa masih terdapat kendala dalam merealisasikan berbagai proyek khususnya pembangunan infrastruktur sebagaimana yang telah direncanakan. Hal demikian tentunya patut menjadi perhatian bersama, karena keberhasilan dalam membangun infrastruktur sangat menentukan keberhasilan pembangunan Sulsel yang berkesinambungan.
Sumber: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Sulsel Grafik 1.62. Proporsi Realisasi Belanja APBD Provinsi Sulsel
2.2.2.2. Perkembangan Realisasi Belanja
Total realisasi belanja APBD Provinsi Sulsel meningkat. Realisasi belanja hingga triwulan II 2016 tercatat sebesar Rp2,48 triliun atau 34,28% dari yang ditargetkan sebesar Rp7,22 triliun. Pencapaian nilai realisasi belanja ini sedikit lebih tinggi dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp2,07 triliun atau 33,55% dari yang ditargetkan sebesar Rp6,17 triliun. Dengan realisasi belanja sebesar tersebut, maka pada akhir triwulan II 2016 terdapat surplus pada APBD Provinsi Sulsel sebesar Rp948,95 miliar. Hal demikian perlu dicarikan langkah yang cepat dan cermat untuk meningkatkan serapan anggaran, agar APBD Sulsel dapat lebih mendinamisasi pertumbuhan ekonomi Sulsel.
Realisasi belanja operasional lebih tinggi apabila dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan yang terjadi pada belanja operasional dikarenakan terdapat pembayaran gaji ke-13 dan ke-14 bagi pegawai negeri (termasuk TNI/Polri), adanya penambahan pegawai dan pembayaran kenaikan gaji berkala, serta pembayaran honorarium. Total pos belanja operasional hingga pertengahan 2016 terealisasi Rp1,83 triliun (37,08%), meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,40 triliun (33,47%). Persentase realisasi belanja operasional yang lebih tinggi terjadi pada belanja pegawai, barang, dan hibah masing-masing Rp555,08 miliar (44,92%); Rp312,30 miliar (21,53%); dan Rp861,05 miliar (47,49%). Pada periode yang sama tahun lalu masing-masing tercatat sebesar Rp428,17 miliar (36,73%); Rp255,77 miliar (18,50%); dan Rp605,61 miliar (23,32%). Sementara belanja operasional yang cenderung menurun antara lain belanja bunga dan belanja bantuan keuangan masing-masing menjadi Rp11,395 miliar (30,26%) dan Rp91,17 miliar (22,78%). Pada periode yang sama tahun lalu masing-masing tercatat Rp13,65 miliar (34,55%) dan Rp125,85 miliar (25,72%).
Sementara itu, realisasi belanja modal justru menurun. Sampai dengan triwulan II 2016 realisasi belanja modal baru mencapai Rp81,69 miliar atau 9,31% dari yang ditargetkan sebesar Rp877,61 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada triwulan II tahun lalu sebesar Rp151,98 miliar (23,08%). Belanja modal yang telah terealisasi antara lain belanja peralatan/mesin, belanja gedung/bangunan, dan belanja jalan/irigasi/jaringan, dengan nilai realisasi yang masih relatif minimal, masing-masing sebesar Rp25,07 miliar (16,72%), Rp14,76 miliar (10,26%), dan Rp37,06 miliar (6,86%).
Rp1,219 Rp1,305 Rp1,382 Rp1,399 Rp1,832
Rp50
Rp53
Rp127 Rp152 Rp82
Rp142 Rp316 Rp450 Rp518 Rp564
0%
20%
40%
60%
80%
100%
Tw II-2012 Tw II-2013 Tw II-2014 Tw II-2015 Tw II-2016 Rp miliar
Transfer Belanja Modal Belanja Operasional
38
Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Sulawesi Selatan | Periode Agustus 2016 Pengembangan Infrastruktur Kemaritiman Sebagai Pendorong Ekonomi SulselTabel 1.10. Anggaran dan Realisasi Belanja APBD Provinsi Sulsel
(Rp Miliar)
Keterangan: angka sementara (APBD Provinsi Sulawesi Selatan Unaudited) Sumber: Badan Pengelola Keuangan dan Aset Provinsi Sulsel
Disisi lain, realisasi transfer kepada Kabupaten/Kota meningkat. Realisasi transfer sampai dengan triwulan II 2016 tercatat Rp563,73 miliar (40,75%), sedikit lebih tinggi dari triwulan II tahun sebelumnya Rp517,99 miliar (39,58%).
Peningkatan transfer tersebut diharapkan menambah kapasitas dan dapat direalisasikan dengan baik oleh pemerintah Kabupaten/Kota, sehingga dapat meningkatkan perekonomian di daerah masing-masing.