• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Uang Tidak Layar Edar dan Uang Palsu

Dalam dokumen Periode Agustus 2017 (Halaman 96-101)

5 BAB V PENYELENGGARAAN SISTEM PEMBAYARAN DAN PENGELOLAAN UANG RUPIAH

5.2 Perkembangan Transaksi Tunai

5.2.2 Perkembangan Uang Tidak Layar Edar dan Uang Palsu

Pemusnahan uang tidak layak edar (UTLE) di Sumatera Barat pada triwulan II 2017 menurun. Pemusnahan UTLE pada periode laporan tercatat turun sebesar 41,59%

(yoy), atau menjadi Rp1,7 triliun. Selain itu, rasio pemusnahan UTLE terhadap inflow juga mengalami penurunan menjadi sebesar 60,2% dibandingkan triwulan yang sama tahunsebelumnya 68,8%.

Secara lembaran, terjadi peningkatan jumlah uang yang dimusnahkan menjadi 153 juta lembar dibandingkan triwulan II 2016 yang sebanyak 41 juta lembar. Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya penukaran uang tunai, terutama uang pecahan kecil di masyarakat dalam menyambut momen lebaran.

111 86 112 83 136 132 151 188 194 114 161 104 146 125 281 207 138 101 0 50 100 150 200 250 300

I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II 2013 2014 2015 2016 2017

Lembar Temuan Uang Palsu

Sumber: Bank Indonesia

Grafik 5.7. Temuan Uang Rupiah Palsu di Sumbar

Temuan uang rupiah palsu yang berhasil diidentifikasikan terus menurun. Uang

rupiah palsu yang berhasil ditemukan kembali turun menjadi 101 lembar dari 138 lembar pada triwulan sebelumnya, atau turun sebesar 19,20% (yoy) dan dari 125 lembar pada triwulan yang sama tahun sebelumnya. Turunnya temuan uang palsu tersebut tidak terlepas dari sistem keamanan uang rupiah yang terus ditingkatkan. Selain itu, kerja sama yang semakin erat antara Bank Indonesia, Kejaksaan dan Kepolisian juga menjadi salah satu faktor turunnya peredaran uang palsu dan yang terutama gencarnya edukasi mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah (CIKUR) yang dilakukan oleh Bank Indonesia turut memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat bagaimana cara mengenali uang asli yang beredar.

Sebagai salah satu implementasi peran Bank Indonesia (BI) untuk turut menjaga kedaulatan ekonomi, BI melakukan pendistribusian dan pelayanan kas hingga ke wilayah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T) NKRI. Sebagai implementasi dan sekaligus menindaklanjuti Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Indonesia dengan TNI-AL tentang pendistribusian, pengamanan dan pengawalan uang Rupiah ke daerah perbatasan dan terpencil di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, pada tanggal 25 s.d 31 Juli 2017 dilaksanakan kegiatan layanan kas ke pulau Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T) di wilayah kerja KPw BI Sibolga dan KPw BI Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperlancar peredaran uang melalui dua aspek yaitu, mempercepat distribusi uang layak edar dan memudahkan penyerapan uang tidak layak edar di masyarakat dalam rangka clean money policy.

Kegiatan diawali dengan acara pelepasan Tim Ekspedisi di pangkalan TNI-Angkatan Laut (AL) Sibolga (di atas geladak utama Kapal KRI Teluk Sabang 544) oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Muhammad Zunaifin dan Komandan Pangkalan TNI AL (lanal) Sibolga Letkol Laut (P) Rizal Musa Karim, didampingi oleh Komandan KRI (Kapal Republik Indonesia) Teluk Sabang 544 Mayor Laut (P) Sigit Pujiman, serta dihadiri oleh pimpinan Kantor Pusat Bank Indonesia yang membidangi Pengelolaan Uang Rupiah, unsur pimpinan perbankan setempat, TNI AL dan undangan lainnya.

Gambar 1. Kapal KRI Teluk Sabang 544, yang membawa rombongan para Tim Ekspedisi BI menjelajahi pulau-pulau 3T di sebelah barat Pulau Sumatera.

BOKS 3:

“CINTA RUPIAH, BELA NEGARA TANPA SENJATA”

Ekspedisi Pelayaran Layanan Kas Ke Pulau Terdepan, Terpencil dan Tertinggal (3T)

Kegiatan ekspedisi ini terselenggara berkat sinergi yang apik dari satuan kerja di Bank Indonesia Kantor Pusat, yakni Departemen Pengelolaan Uang, Departemen Komunikasi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, serta bekerjasama dengan TNI-AL. Tim Ekspedisi kali ini beranggotakan 54 orang, yang terdiri dari 14 orang dari Tim Bank Indonesia dan 40 orang anggota TNI-AL KRI Teluk Sabang 544.

Kegiatan ekspedisi dilaksanakan di daerah 5 (lima) pulau terluar NKRI, khususnya pulau-pulau di wilayah barat daerah Sumatera Utara dan Sumatera Barat, yaitu dimulai dari wilayah Sibolga sampai ke wilayah Padang. Beberapa pulau yang dikunjungi tersebut diantaranya adalah: Pulau Tello, Pulau Tanam Bala, Pulau Siberut, Pulau Sipora dan Pulau Pagai Utara. Adapun jenis kegiatan yang dilakukan yaitu, mencakup Layanan penukaran uang kepada masyarakat, Edukasi publik mengenai peran dan tugas Bank Indonesia, Sosialisasi ciri-ciri keaslian uang Rupiah (CIKUR) dan pemberian bantuan (PSBI) kepada masyarakat di daerah pulau-pulau 3T yang disinggahi.

Gambar 2. Foto bersama dengan para Tim Ekpedisi

Gambar 3.Tim Ekpedisi menuju daratan dengan menggunakan sikoci

Kegiatan layanan penukaran uang (kas keliling) dilakukan di lokasi keramaian masyarakat, yakni di kantor kecamatan, pos Angkatan Laut, dan pasar. Secara keseluruhan, jumlah penukaran masyarakat di 5 pulau, termasuk penukaran oleh perbankan di 2 pulau mencapai Rp1,354 miliar atau sebesar 48,08% dari modal kerja yang disiapkan.

Karakteristik uang yang dapat ditukarkan oleh masyarakat, yaitu penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK) yang berbentuk uang kertas dan uang logam yang berada dalam kondisi sudah lusuh, rusak dan sudah dicabut dari peredaran. Selain itu, perbankan setempat juga melakukan penukaran Uang Pecahan Besar (UPB) yang sudah lusuh dan masih layak edar (ULE), yang ditukarkan dengan UPK uang kertas dan Uang Pecahan Besar (UPB) HCS. Selama pelayanan berlangsung, tidak ada masyarakat serta pihak perbankan yang melakukan penukaran Uang Logam HCS.

Gambar 4. Penukaran uang lusuh dan rusak Gambar 5. Penyerahan bantuan PSBI

Kegiatan Sosialisasi CIKUR dilakukan kepada unsur muspida, masyarakat umum dan sekolah (SMP dan SMA) di pulau-pulau yang disinggahi. Kegiatan sosialisasi ini cukup sukses terlaksana, karena adanya koordinasi yang baik antara Bank Indonesia dan pihak TNI-AL. Antusiasme yang tinggi juga ditunjukkan masyarakat pulau 3T terhadap pengetahuan ciri-ciri keaslian uang Rupiah, peran Bank Indonesia dalam hal pengedaran uang Rupiah terutama dalam pengeluaran uang Rupiah pecahan emisi baru 2016, dan pengetahuan mengenai kewajiban setiap orang yang berada di wilayah NKRI untuk selalu menggunakan uang Rupiah.

Disamping melakukan penukaran uang dan edukasi publik kepada masyarakat mengenai mata uang Rupiah, Bank Indonesia juga memberikan bantuan kepada masyarakat di pulau terluar tersebut, berupa Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). PSBI merupakan wujud kepedulian Bank Indonesia terhadap berbagai kondisi sosial di masyarakat mencakup berbagai aspek, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, bencana alam dan keagamaan.

Dan dalam kesempatan ini, Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat menyalurkan bantuan sekitar Rp99 juta yang diberikan dalam bentuk barang berupa: 33 genset (genset kapasitas 3000 watt sebanyak 3 unit, genset

kapasitas 1000 watt sebanyak 10 unit, genset kapasitas 1200 watt sebanyak 20 unit) dan Pompa Air PS 135 E sebanyak 33 unit.

Pemberian bantuan ini dilakukan melalui Pos Kesehatan Desa di setiap pulau (Pulau Siberut Utara, Pulau Sipora Utara dan Pulau Pagai Utara) mengingat Pos Kesehatan Desa merupakan sarana strategis masyarakat yang selama ini sangat minim fasilitasnya. Bentuk bantuan tersebut sesuai dengan rekomendasi dari pemerintah kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pada hari Senin pagi, tanggal 31 Juli 2017, tepatnya pukul 08.00 WIB, kapal KRI Teluk Sabang 544 yang membawa rombongan para Tim Ekspedisi Bank Indonesia, telah merapat di Dermaga 4 Teluk Bayur Padang yang disambut oleh Pejabat KPwBI Provinsi Sumbar dan Pihak Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, serta sekaligus dilakukan serah terima personil dan barang milik Bank Indonesia. Dan pada sore harinya, dilakukan rapat evaluasi kegiatan ekspedisi pelayaran layanan kas ke pulau 3T yang dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar Puji Atmoko, Komandan Pangkalan TNI AL Padang Laksamana Rudwib Thalib, SE, Ketua Rombongan Tim Ekpedisi Bank Indonesia Hestu Wibowo, dan Komandan KRI Teluk Sabang 544 Mayor Laut (P) Sigit Pujiman.

Gambar 6 Serah terima personil dan barang milik Bank Indonesia

Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat yang berada di pulau 3T yang telah disinggahi oleh Tim Ekspedisi sangat besar yaitu, meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap mata uang Rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan dan meminimalisir peredaran Rupiah palsu serta penggunaan mata uang asing di wilayah NKRI. Kerjasama kedua lembaga yakni Bank Indonesia dan TNI-AL ini merupakan upaya sinergi yang saling mendukung dalam menjaga kedaulatan NKRI baik di sisi pertahanan

Dalam dokumen Periode Agustus 2017 (Halaman 96-101)

Dokumen terkait