CPI t = indeks harga konsumen pada peride t
4.3 Perkembangan Usaha Pertanian
di kawasan perbatasan Kepulauan Sangihe pada tahun 2006 sebanyak 71 kapal dan tahun 2007
sebanyak 127 kapal, demikian pula dalam tahun yang sama untuk berangkat ke Filipina bagian
selatan masing-masing sebanyak 78 kapal dan 115 kapal. Angka ini menunjukkan relatif sama
antara jumlah kapal yang masuk ke wilayah NKRI dan juga keluar dari wilayah NKRI menuju
Filipina di bagian selatan seperti General Santos, P. Balut dan P. Saranggani. Artinya dinamika
sosial ekonomi yang bergerak di kawasan perbatasan dalam berdagang, kunjungan keluarga dan
wisata cenderung bergerak dalam keadaan seimbang antara jumlah kapal yang masuk dan keluar.
Kegiatan di pos perbatasan P. Marore apabila ditinjau dari sudut penumpang terlihat pada tahun
2007 jumlah penumpang yang datang sebanyak 566 orang dengan jumlah WNI sebanyak 531
orang dan WNI sebanyak 35 orang, sedangkan yang berangkan dalam tahun yang sama adalah
613 orang dengan WNI sebanyak 483 orang dan WNA sebanyak 130 orang.
4.3 Perkembangan Usaha Pertanian
Penggunaan lahan dibedakan menjadi lahan sawah, bukan sawah dan lahan non-
pertanian. Penggunaan lahan bukan sawah terbagi menjadi ladang, perkebunan, hutan rakyat,
perumahan, bangunan, dan yang sementara lahan tidak dimanfaatkan. Pada tahun 2008 luas
lahan sawah 188 ha (0.19%), dan lahan bukan sawah 79 668.3 ha (81.68%), sedangkan lahan
untuk non-pertanian seluas 17 685.8 ha (18.13%) (Tabel 4).
Luas panen padi sawah pada tahun 2007 seluas 36 ha dengan produksi 66 ton atau
produktivitas mencapai 1.83 ton/ha. Apabila dibandingkan dengan luas areal untuk sawah yang
tersedia, maka luas panen hanya mencapai 19.15% dari total luas yang ada. Wilayah yang
memiliki lahan padi sawah adalah Manganitu Selatan (6 ha), Tamako (12 ha), Tabukan Selatan
Tenggara (7 ha) dan Tabukan Utara (11 ha). Demikian pula untuk padi ladang seluas 29 ha
Tabel 4 Luas panen, produksi, dan produktivitas tanaman pangan, buah-buahan dan sayur- sayuran di Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2007
Sumber: Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe
Pengusahaan perkebunan besar sampai dengan tahun 2007 belum ada di Kabupaten
Kepulauan Sangihe dan secara keseluruhan masih termasuk perkebunan rakyat. Tanaman kelapa,
pala dan cengkih merupakan komoditas unggulan daerah ini, disamping beberapa tanaman
perkebunan yang hanya diusahakan oleh sebagian masyarakat seperti kakao, kopi dan vanili yang
merupakan komoditas penunjang. Luas panen dan produksi tanaman perkebunan tidak
mengalami perubahan yang cukup berarti karena selain lahan yang relatif sudah sempit untuk
dikembangkan juga umur tanaman perkebunan seperti kelapa perlu dipikirkan peremajaannya.
Data tanaman perkebunan tertera pada Tabel 5.
Tanaman kelapa yang memiliki luas lahan 19 351 ha ternyata belum menghasilkan seluas
1 413 ha (7.30%), tidak menghasilkan seluas 2 192 ha (11.32%), atau dengan kata lain luas lahan
tanaman kelapa yang belum dan tidak menghasilkan pada tahun 2007 seluas 3 605 ha (18.62%)
dan yang menghasilkan 15 746 ha (81.38%). Selanjutnya dalam luas areal tanaman kelapa
terdapat 2 593 490 pohon atau setiap lahan memiliki 134 pohon kelapa, dan yang belum
menghasilkan sebanyak 187 848 pohon, menghasilkan 2 114 369 pohon, dan tidak menghasilkan
sebanyak 291 273 pohon.
Jenis Tanaman Luas Panen (ha) Produksi (ton) Produktivtas (ton/ha)
Padi sawah + ladang 65 207 3.18
Tanaman Jagung 464 1 158 2.50
Tanaman Ubi Kayu 1 107 8 240 7.44
Tanaman Ubi Jalar 956 3 003 3.14
Kacang tanah 265 288 1.09
Kacang hijau 16 16 1.00
Sayur-sayuran 1 234 4 371 3.54
Tabel 5 Luas areal, produksi, dan produktivitas tanaman perkebunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe tahun 2007
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selanjutnya untuk tanaman cengkih, dari luas areal sekitar 3 713 ha ternyata luas areal
yang belum menghasilkan sekitar 484 ha, areal yang menghasilkan 2 973 ha dan areal yang tidak
menghasilkan seluas 276 ha, sedangkan apabila ditinjau dari jumlah pohon yang ada dalam areal
tersebut terlihat bahwa jumlah pohon secara keseluruhan untuk tanaman cengkih sekitar 580 656
pohon, dan yang belum menghasilkan sebanyak 72 594 pohon, menghasilkan sebanyak 464 880
pohon, dan tidak menghasilkan sebanyak 43 182 pohon. Demikian pula untuk tanaman pala dari
luas areal 2 827.11 ha, ternyata luas lahan yang belum menghasilkan seluas 197.10 ha, lahan yang
menghasilkan 2 428.50 ha dan lahan tidak menghasilkan seluas 201.51 ha, dan apabila dilihat dari
jumlah pohon pala sebanyak 431 075 pohon, terlihat jumlah pohon yang belum menghasilkan
sebanyak 30 046 pohon dan yang menghasilkan sebanyak 370 449 pohon serta tidak
menghasilkan sebanyak 30 580 pohon.
Menurut fungsinya, hutan dapat dibagi menjadi hutan lindung, hutan produksi, hutan
konservasi (hutan suaka dan hutan pelestarian alam). Data tahun 2007 menunjukkan bahwa luas
hutan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe seluas 11 196 ha yang terdiri dari hutan lindung
sekitar 10 642 ha dan hutan bakau (mangrove) seluas 554 ha. Hutan lindung di Kabupaten ini
tersebar di 8 Kecamatan yaitu: Kecamatan Manganitu Selatan (559 ha), Tamako (1 418 ha),
Jenis Tanaman Luas Areal (ha) Produksi (ton) Produktivitas (ton/ha) Kelapa 19 320.00 15 964.47 0.82 Cengkih 3 713.00 2 745.50 0.73 Pala 2 827.09 1 556.20 0.55 Kopi 37.50 0.46 PM Kakao 274.50 0.63 PM Vanili 52.60 0.087 PM
Tabukan Selatan (1 163 ha), Tabukan Tengah (1 341 ha), Manganitu (826 ha), tahuna (1 519 ha),
Tabukan Utara (1 643 ha), dan Kecamatan Kendahe seluar (2 173 ha). Selanjutnya untuk hutan
bakau terdapat di 5 Kecamatan yaitu: Kecamatan Manganitu Selatan (51 ha), Tabukan Selatan
(189 ha), Tabukan Tengah (35 ha), Manganitu (250 ha), Tabukan Utara (20 ha) dan Kecamatan
Kendahe (9 ha). 4.4 Perdagangan
Jumlah perusahaan perdagangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe pada tahun 2006
sebanyak 119 unit meningkat menjadi 127 unit atau naik 6.72%, namun masih didominasi oleh
perusahaan perdagangan kecil sebanyak 103 unit (81.1%), menyusul perusahaan menengah
sebanyak 23 unit (18.1%) dan perusahaan perdagangan besar sebanyak satu unit (0.8%). Lokasi
perusahaan tersebut lebih banyak di Kecamatan Tahuna Timur dan Kecamatan Tahuna yang
merupakan lokasi ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pembahasan yang sangat penting
dalam masalah perdagangan adalah pemasukan bahan pokok (beras, gula pasir, garam, ikan asin,
minyak goreng, minyak tanah, sabun cuci, tekstil, dan batik) serta bahan penting (tepung terigu,
semen, besi beton, seng, paku besi, minyak premium, minyak solar, pupuk, pelumas, aspal, dan
tripleks). Data perkembangan bahan pokok disajikan dalam Tabel 6.
Tabel 6 Banyaknya pemasukan bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Sangihe
Sumber: Dinas Perindag dan Penanaman Modal Kabupaten Kepulauan Sangihe
Jenis bahan pokok
Pemasukan bahan pokok (ton) pada tahun
2005 2006 2007 2008 2009 Beras 5 200 5 500 6 000 5 375 5 696 Gula pasir 1 350 850 1 100 1 175 1 206 Garam 90 0 86 76 78 Ikan asin 0 0 0 0 0 Minyak goreng 625 260 120 115 120 Minyak tanah 8 412 8 160 7 052 8 250 4 745 Sabun cuci 80 0 0 29 30 Tekstil 12 0 0 395 390 Batik 0 0 0 84 85 Jumlah 15 769 14 770 14 358 15 499 12 623
Jumlah pemasukan bahan pokok pada tahun 2005 sebanyak 15 769 ton menurun pada
tahun 2006 menjadi 14 770 ton, menurun kembali pada tahun 2007 menjadi 14 358 ton, tahun
2008 menjadi 15 499 ton, dan tahun 2009 menurun kembali menjadi 12 623 ton. Berbeda dengan
bahan pokok, ternyata pemasukan bahan penting di Kabupaten Kepulauan Sangihe semakin tahun
semakin meningkat dari 33 050 ton pada tahun 2006 meningkat menjadi 94 534.78 ton pada
tahun 2007. Pada tahun 2007 pemasukan yang terbesar berasal dari bahan penting seng sebanyak
38 100 ton, menyusul besi beton 18 600 ton, dan semen sebanyak 16 000 ton.
Selanjutnya diketahui bahwa produk/barang yang keluar dari Kabupaten Kepulauan
Sangihe adalah kopra, cengkih, pala dan fuli. Produk ikan belum tercatat dengan baik secara
statistik jumlah dan nilai ekspor ke Filipina. Jumlah produk yang keluar dari Kabupaten
Kepulauan Sangihe pada tahun 2007 sebanyak 16 556.26 ton yang terdiri dari 14 400 ton kopra,
961.96 ton cengkih, 1 117.54 ton biji pala, dan 76.76 ton fulli pala. Sedangkan pada tahun 2006
jumlah produk yang keluar dari Kabupaten Kepulauan Sangihe sebanyak 13 894 ton yang terdiri
dari kopra sebanyak 12 400 ton, menyusul biji pala sebanyak 3 100 ton, cengkih sebanyak 252
ton dan fulli sebanyak 72 ton (Tabel 7).
Tabel 7 Pengeluaran antar pulau hasil bumi di Kabupaten Kepulauan Sangihe
Sumber: Dinas Perindag dan Penanaman Modal Kabupaten Kepulauan Sangihe
Jenis produk 2005 2006 2007 2008 2009 Kopra 14 400.00 12 400.00 14 400.00 2 175.00 18 163.00 Cengkih 477.80 252.00 961.96 773.00 254.09 Pala 3 100.25 1 170.00 1 117.54 2 175.16 2 287.46 Fulli 410.50 72.00 76.76 217.00 22.96 Jumlah 18 388.55 13 894.00 16 556.26 5 340.00 20 727.41
4.5 Transportasi dan Pariwisata
Kunjungan kapal penumpang dan barang adalah jenis pelayaran dalam negeri, pelayaran
rakyat, perintis, luar negeri, dan khusus/non pelayaran. Jumlah penumpang pada tahun 2007
yang turun sebanyak 100 769 penumpang dan yang naik sebanyak 92 760 penumpang, sedangkan
jumlah barang yang dibongkar pada tahun yang sama adalah 85 862 ton sedangkan barang yang
dimuat sebanyak 25 354 ton (Tabel 8).
Tabel 8 Kunjungan kapal penumpang dan barang di Kabupaten Kepulauan Sangihe
Sumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sangihe
Selain potensi sumber daya perairan, Kabupaten Kepulauan Sangihe miliki potensi wisata
baik potensi wisata bahari, wisata budaya, dan wisata alam. Potensi wisata ini tersebar di
beberapa Kacamatan seperti Kecamatan Tamako, Manganitu, Kendahe, Tahuna, Manganitu
Selatan dan Kecamatan Tatoareng (Tabel 9)
Lokasi wisata cukup tersedia di Kabupaten Kepulauan Sangihe, namun belum tergali
dengan baik karena sarana dan prasarana wisata yang relatif masih rendah, ditambah promosi
wisata yang belum memadai karena ketidaksediaan anggaran promosi. Dalam bidang pariwisata
pemerintah daerah belum mampu mendorong perekonomian daerah ini apabila tidak ada
perlakuan khusus dari pemerintah (pusat), sebab sarana dan prasarana relatif sangat mahal untuk Tahun Jumlah Kapal
Penumpang (org) Barang (ton)
Turun Naik Bongkar Muat
2003 2 597 99 529 103 910 304 487.65 117 038.66 2004 2 831 109 931 115 097 322 575.00 123 715.00 2005 1 643 55 644 80 583 84 896.00 37 493.00 2006 1 303 80 386 68 485 71 791.00 26 134.00 2007 PM 100 760 92 760 85 862.00 12 754.00 2008 PM 100 769 92 760 85 862.00 12 754.00 2009 1 020 109 128 104 005 96 161.00 16 532.00