• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PERLINDUNGAN HUKUM YANG DIBERIKAN KEPADA

D. Tanggung Jawab Pihak Penyedia Jasa Download Lagu Gratis

Hak cipta tidak hanya dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 saja, tetapi juga dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang

Informasi dan Transaksi Elektronik, tepatnya pada Pasal 25 yang menentukan bahwa Informasi Elektronik dan/atau dokumen elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Banyak hal yang menyebabkan ilegal downloading ini terus berlanjut.

Banyaknya situs-situs ilegal bisa jadi disebabkan karena perkembangan teknologi yang sangat canggih dan sangat mudah untuk diakses oleh kalangan masyarakat.

Selain itu, dalam media internet juga situs-situs ilegal inilah yang sangat banyak dikunjungi oleh pengguna internet, bahkan dalam skala besar, dibanding dengan situs-situs legal.

Masyarakat mengambil (download) lagu di internet pada umumnya tidak mengetahui bahwa situs yang digunakan untuk mengambil (download) lagu tersebut adalah ilegal atau mengandung unsur pelanggaran hak cipta. Namun, sebagian besar juga disebabkan karena faktor ekonomi sehingga masyarakat cenderung memilih situs yang menawarkan download lagu secara gratis meskipun mereka tahu bahwa hal itu adalah pelanggaran hak cipta.

Dalam Pasal 32 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 diatur cara-cara yang berkaitan dengan perbuatan yang dilarang sehubungan dengan informasi elektronik atau dokumen elektronik yang dilindungi dengan hak kekayaan intelektual, yakni :93

93Elyta Ras Ginting, Op.Cit., hal. 201

1. Secara tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, ataupun menyembunyikan suatu informasi elektronik atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik.

2. Secara tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer informasi elektronik atau dokumen elektronik pada system elektronik orang lain yang tidak berhak.

Beberapa situs yang dianggap ilegal dan telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, yakni :94

%22+Musik+Ilegal, diakses tanggal 10 Maret 2015

Namun pada kenyataannya setelah dibuktikan kembali ternyata yang telah terblokir atau sudah tidak aktif hanya 2 dari 20 situs tersebut, 18 situs yang lainnya masih aktif melakukan upload dan download lagu secara gratis.

Terlepas dari situs legal yang ada, beberapa situs ilegal yang diteliti ketika dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran yang dilakukan justru melakukan beberapa spekulasi agar terlihat seperti situs legal. Dari 20 situs yang dianggap ilegal oleh Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika yang telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, di antaranya Gudanglagu.com, Musikcorner, dan Misshacker. Keterbatasan situs yang diteliti disebabkan karena sulitnya berkomunikasi dengan admin (pembuat) dari beberapa situs yang dianggap ilegal seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Secara umum dikatakan ilegal sebab situs ini mendasarkan layanannya pada sistem penyediaan lagu yang berarti situs ini berperan aktif dalam proses upload lagu.

Pelaku pelanggaran hak cipta yang dapat dimintakan pertanggungjawaban hukum adalah pelaku yang secara langsung melakukan pelanggaran hak cipta (direct infringement).95 Namun dalam hal ini, pihak Gudang lagu sendiri mengelak untuk mengakui bahwa situs tersebut adalah ilegal. Pihak dari Gudanglagu memiliki beberapa alasan untuk melegalkan kegiatannya dalam media internet, di antaranya :96

1. Memposisikan Gudanglagu.com sebagai situs pencari lagu bukan situs penyedia lagu. Pihak Gudanglagu.com memposisikan dirinya sama seperti

95Elyta Ras Ginting, Op.Cit., hal. 198.

96Gudanglagu.com, Surat Terbuka Gudanglagu.com untuk Heal Our Music, http://gudanglagu.com/info/surat-terbuka-gudanglagu-com-untuk-heal-our-music/., diakses tanggal 7 April 2015

situs mesin pencari yaitu Google dan Yahoo, di mana yahoo sebagai situs pencari yang sangat luas ini terkadang membuat pengguna internet menyalah gunakannya untuk mencari konten lagu gratis sama seperti yang dilakukan oleh situs Gudanglagu.com, hanya saja Google tidak hanya mencari konten lagu saja melainkan berbagai bidang. Maka, alasan Gudanglagu.com untuk menyamakan posisi dengan Google dan Yahoo sangat tidak bisa diterima, sebab itu sama saja pihak Gudanglagu.com memang benar memfasilitasi pengguna untuk mendapatkan konten lagu gratis atau ilegal.

2. Mengatakan bahwa upaya yang dilakukan dengan menyediakan konten lagu secara gratis adalah untuk membantu musisi dalam mempromosikan lagu yang bersangkutan, sementara pada kenyataannya pihak Gudanglagu.com sendiri tidak memiliki hubungan kerjasama dengan pencipta atau pemegang hak. Hal ini tentunya semakin kuat membuktikan bahwa Gudanglagu.com benar merupakan situs ilegal.

3. Lagu yang disediakan dalam situs Gudanglagu.com hanya berupa versi demo yang diperoleh melalui situs resmi dengan kualitas yang sangat buruk, dan selanjutnya Gudanglagu.com menyarankan kepada pengguna untuk membeli versi lagu yang asli dengan kualitas yang bagus di toko-toko terdekat. Dengan alasan inilah yang menjadikan pihak Gudanglagu.com merasa tidak melakukan suatu pelanggaran. Ternyata lagu yang disediakan bukanlah versi demo yang sebagian dari lagu tersebut telah dihilangkan, tetapi merupakan versi asli yang disediakan dalam berbagai kualitas baik itu dalam bentuk “good quality”

maupun “bad quality”.

4. Semua kegiatan pendistribusian konten lagu murni dilakukan secara gratis dengan niat untuk mendukung industri musik Indonesia. Memang benar apabila dalam proses pengambilan lagu di situs Gudanglagu.com itu sama sekali tidak dipungut biaya, namun satu hal yang mesti diperhatikan di sini adalah dalam halaman situs Gudanglagu.com itu sebenarnya memiliki banyak gambar iklan yang sengaja ditata sedemikian rupa untuk menarik pengunjung situsnya. Hal ini setidaknya membuktikan bahwa niat Gudanglagu.com dalam mendistribusikan konten lagu itu ternyata juga dilatarbelakangi dengan unsur komersil untuk mencari keuntungan. Jadi cara pihak Gudanglagu.com dalam mengeruk keuntungan dari usaha pendistribusian konten lagu itu memang tidak dilakukan secara terang-terangan, tetapi dengan menggunakan cara yang lebih aman dan sedikit lebih tertutup yaitu dengan mengambil keuntungan dari pemasangan iklan yang keuntungannya tidak terlalu besar.

Selanjutnya, untuk situs ilegal yang kedua yaitu Musik-corner.com.

Penegasan terhadap Musik-corner.com sebagai situs ilegal dapat dilihat dengan proses men-download lagu dalam situs ini yang dilakukan sepenuhnya secara gratis dan sama sekali tidak menyediakan layanan berbayar baik perlagu maupun secara berkala. Selain itu, dalam situs ini mempublikasikan kepada seluruh pengunjunganya link untuk men-download lagu yang merupakan hasil dari proses upload yang dilakukan sendiri.

Salah satu situs ilegal yaitu97 Misshacker.com. Misshacker.com ini pada dasarnya sama dengan Gudanglagu.com, yang memposisikan dirinya sebagai situs

97 Ibid

pencari lagu, bukan penyedia lagu. Meskipun pada dasarnya situs ini adalah situs pencari serta penyedia lagu secara gratis. Selain itu, Misshacker.com juga memposisikan dirinya sebagai media promosi bagi pencipta lagu. Dalam hal mempromosikan lagu di media internet, jika ditinjau secara legal, maka melalui media internet akan tersedia link untuk memutar lagu tersebut hanya untuk memfasilitasi pengguna atau pendengar untuk mendengarkan lagu tersebut sebanyak satu kali saja, dan setelah itu untuk pemutaran kedua kalinya, maka pengguna akan dikenakan biaya normal sesuai dengan yang ditentukan oleh situs tersebut. Namun, pada kenyataannya, Misshacker.com sama sekali tidak menyediakan layanan tersebut, maka dari itu situs ini dikategorikan sebagai salah satu situs illegal.

Mengenai pertanggungjawaban pihak penyedia situs ilegal ini, dalam perkembangannya pelanggaran hak cipta melalui media internet biasanya dibebankan kepada Internet Service Provider (ISP) jika provider menyediakan fasilitas yang memungkinkan terjadinya pelanggaran hak cipta dalam media internetnya. Namun tidak selamanya provider dapat dimintai pertanggungjawabannya terhadap semua pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh user yang log in ke internet.

Dengan melihat kondisi dari situs ilegal tersebut di atas, maka diungkapkan oleh pihak penyedia situs justru menjadi sebuah penyimpangan, sebab ketika dikatakan sebagai situs ilegal, situs tersebut mengalihkan kedudukannya sebagai situs ilegal menjadi situs legal dengan memposisikan diri mereka sebagai situs

pencari lagu, bukan penyedia lagu dan hal tersebut telah bertentangan dengan undang-undang.

Selain situs ilegal tersebut di atas, berikut ini memilih satu situs ilegal yang selama ini dilihat sebagai situs legal, situs tersebut adalah 4shared.com. Sekilas tentang 4shared yaitu 4shared memungkinkan bagi para penggunanya untuk dapat mengunggah dan mengunduh berkas dalam jaringan menggunakan perambah web.

Berkas yang telah diunggah akan disimpan dalam jaringan dan kemudian akan diberi alamat URL dan tautan web yang unik yang memungkinkan bagi pemilik akun atau pun pengguna lain baik yang terdaftar ataupun tidak untuk dapat mengunduh dan berbagi-pakai berkas tersebut.98

Beberapa perwakilan dari Industri Musik Indonesia meminta pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia untuk segera menindak lanjuti pemblokiran atau penutupan beberapa link ilegal yangterdapat dalam situs berbagi-pakai 4shared ini.99 Sementara pihak dari penyedia situs 4shared sendiri justru menantang Industri Musik Indonesia dengan meminta laporan beberapa link URL yang dianggap ilegal oleh Industri Musik Indonesia jika memang ada.100

98Wordpress.com/2015/04/14/sekilas-tentang-4shared/, diakses tanggal 14 April 2015

99 http://widiasmoro.web.id/2015/04/20/pemerintah-didesak-menindak-4shared-dan-situs-uploaddownload-lagu-ilegal-lainnya/, diakses tanggal20 April 2015

100http://berita.plasa.msn.com/article.aspx?cp-documentid=251062508, diakses 20 April 2015

BAB IV

SANKSI ADMINISTRATIF PIDANA DAN PERDATA TERHADAP PELANGGARAN MELALUI DOWNLOAD PADA WEBSITE

PENYEDIA LAGU GRATIS A. Sanksi Terhadap Pelanggaran Hak Cipta Lagu 1. Sanksi Pidana

Sanksi pidana hak cipta merupakan delik biasa, hal ini berarti Polisi sebagai penegak hukum bisa segera bertindak terhadap pelanggar Hak Cipta tanpa didahului adanya pengaduan dari si korban. Penggandaan karya cipta dengan menggunakan media cakram optik jika dibiarkan terus menerus terjadi akan berdampak negatif karena dapat mengancam perdagangan ekspor Indonesia ke negara-negara anggota WTO. Sejumlah besar lagu dan musik digandakan untuk tujuan pribadi. Dalam undang-undang Hak Cipta di sebagian besar negara, penggandaan seperti ini dapat dilakukan secara legal tanpa sepengetahuan si pemilik Hak Cipta.

Secara hukum, Hak Cipta adalah hak memberi izin dan hak mendapat kompensasi. Izin berarti kebebasan untuk menentukan apakah akan memberikan izin kepada orang lain untuk mengeksploitasi ciptaan atau tidak. Kompensasi berarti hak untuk meminta bayaran sebagai imbalan. Perbanyakan untuk penggunaan di dalam lingkup terbatas seperti penggunaan oleh perorangan atau dalam keluarga diizinkan. Namun dalam hal perbanyakan menggunakan alat perekam digital atau video, maka harus membayar kompensasi kepada pemegang Hak Cipta.

89

Untuk menyesuaikan dengan perjanjian TRIPs, beberapa ketentuan dalam peraturan perundang-undangan HKI di Indonesia telah diamandemen secara khusus yang menghasilkan beberapa perubahan mendasar dalam Hukum Acara di Indonesia. Beberapa ciri khusus yang membedakan dengan Hukum Acara umum yaitu :101

a. Semua kasus perdata HKI berada di bawah kewenangan PengadilanNiaga, kecuali Rahasia Dagang;

b. Masa pemberian putusan baik di Pengadilan tingkat pertama maupunPengadilan tingkat lebih tinggi dibatasi oleh waktu tertentu;

c. Putusan hakim tingkat pertama tidak dapat diajukan banding,melainkan langsung kasasi ke Mahkamah Agung (dimaksudkan untuk menghindari penundaan waktu dari pihak yang dikalahkan);

d. Kemungkinan dilaksanakan penetapan sementara berupa suatu perintah Pengadilan yang diajukan sebelum kasus tersebut diajukan ke Pengadilan Niaga, khususnya untuk mengumpulkan barang-barang hasil pelanggaran masuk di pasaran;

e. Bentuk dan pelanggaran HKI secara spesifik disebut dalam undang-undang HKI.

Hak Cipta dilindungi di dalam dan diluar negeri, di dunia internasional menurut undang-undang dan perjanjian setiap negara. Pelanggaran berarti tindakan yang melanggar Hak Cipta seperti penggunaan Hak Cipta, yang adalah hak pribadi

101Ahmad Haydar, 2007, “Peranan POLRI dalam Penegakan Hukum di bidang Hak Cipta”,dalam Media HKI, Volume IV, No. 4, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual,Departemen Hukum Dan HAM RI, Banten, hal 35

milik pencipta tanpa izin dan pendaftaran Hak Ciptaoleh orang lain yang bukan pemegang Hak Cipta. Segala bentuk perbanyakan atau menyalin tanpa meminta izin kepada pemegang Hak Cipta dan hak terkait merupakan suatu pelanggaran Hak Cipta termasuk mengubah format rekaman audio/visual/audio visual dari kaset/CD/VCD menjadi program MP3 merupakan suatu pelanggaran.

Konsep lisensi wajib berpandangan bahwa siapa saja boleh menggunakan lagu, namun setelah membayar biaya pengganti sejumlah tertentu yang ditetapkan undang-undang. Menggunakan karya cipta seorang pencipta tanpa menghubunginya terlebih dahulu tanpa membayar royalty merupakan tindakan pelanggaran HAM khususnya pelanggaran Hak Cipta Lagu. Ciptaan yang menjadi subyek perlindungan Hak Cipta dilindungi untuk jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh undang-undang negara bersangkutan. Meski jangka waktu itu tergantung pada negara dan jenis ciptaan. Jangka waktu perlindungan hak terkait juga ditetapkan dalam UU Hak Cipta setiap negara atau dalam berbagai perjanjian seperti TRIPs.

Tingginya volume pelanggaran pribadi, para pembuat undang-undang di banyak negara telah mempertimbangkan bahwa merupakan suatu hal yang pantas dan adil untuk memberikan imbalan secara tidak langsung bagi pencipta, pelaku dan produser musik dalam bentuk pengenaan bea atas media kosong, seperti kaset dan cakram. Peralatan rekaman juga menjadi sasaran bea royalti di banyak negara.

Hasil yang dikumpulkan dari media kosong dan peralatan tersebut didistribusikan kepada pemilik Hak Cipta biasanya melalui organisasi manajemen kolektif.

Moeljatno menyatakan bahwa tindak pidana adalah suatu konsep yuridis yang berarti tingkah laku manusia yang dapat dihukum berdasarkan Hukum Pidana.102 Untuk tindak pidana di bidang Hak Cipta, yang merupakan lingkup bagian HKI dikenal istilah tindak pidana penggandaan karya cipta secara tidak sah atau biasa disebut pembajakan.

Istilah pembajakan menurut Palen kahu seperti dikutip oleh Prakoso menyatakan bahwa pembajakan berarti pengambil alihan, perampasan hak milik orang lain atau badan/perusahaan lain. Pembajakan tidak selalu ditujukan kepada barang fisik, tetapi juga pada apa yang disebut milik intelektual seperti Hak Cipta, Merek dan Paten yang diatur dengan undang-undang khusus disertai dengan ancaman hukuman atas pelanggarannya.103

Pembajakan adalah tindak pidana berarti suatu pelanggaran terhadap Hak Cipta seseorang yang hasil karyanya diperbanyak atau digandakan tanpa seijin dari penciptanya yang memiliki Hak Cipta memenuhi unsur tindak pidana apabila jika konsumen dimaksud membelinya dalam jumlah besar, meski sudah mengetahui hasil bajakan dan tidak dikonsumsi sendiri, melainkan dipamerkan/menyiarkan dan atau mengedarkan barang hasil tindak pidana.104

Rahmi Jened mengungkapkan bahwa penggandaan dianggap terjadi dengan perwujudan ciptaan dalam suatu alat yang memungkinkan pengkomunikasian secara berulang dari gambar atau suara secara sekuens (dengan perantaraan video atau audio), baik melalui rekaman pengkomunikasian ciptaan tersebut dalam media

102Moeljatno, Asas – Asas Hukum Pidana, (Jakarta: Bina Aksara, 1993), hal 1

103Prakoso Kuspriyatno, “Tindak Pidana Pda Cakram Optik (Optical Disc) Dalam Perspektif Kebijakan Hukum Pidana Di Indonesia”, (Denpasar:Univ. Udayana, 2006), hal 38

104Prakoso Kuspriyatno, Ibid, hal 58

video atau audio atau melalui peralihan ciptaan dari satu media ke media lainnya, misalnya men-download dalam hardware atau mengirim fax, semuanya dapat dikategorikan sebagai tindakan perbanyakan.105

Apabila secara alamiah suatu ciptaan dimungkinkan untuk diperbanyak melalui perekaman atau penyiaran dengan media video atau audio atau ditransfer dari satu media ke media lainnya, maka Pencipta berhak atas pembayaran yang layak dari pihak manufaktur (setiap orang yang secara komersial mengimpor atau mengimpor kembali peralatan tersebut, rekaman video atau pun audio tersebut).106

Dari pengertian pembajakan diatas secara umum bahwa unsur-unsur pengertian tindak pidana Hak Cipta adalah :107

1. Pengambil alihan, maksudnya suatu Hak Cipta yang sah ketangan orang lain tanpa ijin dari pencipta aslinya;

2. Perampasan hak milik orang lain, berarti mengambil alih secara paksa hak milik seseorang tanpa adanya Hak Cipta atau ijin dari pemilik hak sebenarnya;

3. Memperbanyak dan menggandakan tanpa ijin penciptanya, maksudnya perbuatan memperbanyak atau menambah jumlah ciptaan yang bukan haknya tanpa ijin dari penciptanya;

4. Memamerkan atau menyiarkan dan mengedarkan tanpa hak.

105Rahmi Jened, 2007, Op. Cit, hal 82

106Ibid, hal

107Muhammad Djumhana dan R. Djubaedillah., Hak Milik Intelektual (Sejarah, Teori dan Prakteknya di Indonesia). (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2003), hal. 98

Pengaturan tentang ketentuan pidana bagi pelaku tindak pidana di bidang Hak Cipta sudah diatur dalam Pasal 112 UU No 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, antara lain sebagai berikut yaitu :

Setiap Orang yang dengan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) dan/atau Pasal 52 untuk Penggunaan Secara Komersial, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

Selain pejabat Polisi Negara Republik Indonesia sebagai penyidik, maka dapat juga pejabat pegawai negeri tertentu di lingkungan departemen yang lingkup tugas dan tanggungjawabnya mencakup pembinaan Hak Cipta (Departemen Hukum dan HAM) diberi wewenang khusus sebagai penyidik, sebagaimana dimaksud dalam UU No 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Hak Cipta.

Selain penyidik pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu dilingkungan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum diberi wewenang khusus sebagai penyidik sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang yang mengatur mengenai hukum acara pidana untuk melakukan penyidikan tindak pidana Hak Cipta dan Hak Terkait. Penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berwenang melakukan:108

a. pemeriksaan atas kebenaran laporan atau keterangan berkenaan dengan tindak pidana di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait;

b. pemeriksaan terhadap pihak atau badan hukum yang diduga melakukan tindak pidana di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait;

c. permintaan keterangan dan barang bukti dari pihak atau badan hukum sehubungan dengan tindak pidana di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait;

d. pemeriksaan atas pembukuan, pencatatan, dan dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana dibidang Hak Cipta dan Hak Terkait;

108Undang-undang No 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, Pasal 110

e. penggeledahan dan pemeriksaan di tempat yang diduga terdapat barang bukti, pembukuan, pencatatan, dan dokumen lain yang berkenaan dengan tindak pidana di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait;

f. penyitaan dan/atau penghentian peredaran atas izin pengadilan terhadap bahan dan barang hasil pelanggaran yang dapat dijadikan bukti dalam perkara tindak pidana di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;

g. permintaan keterangan ahli dalam melaksanakan tugas penyidikan tindak pidana di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait;

h. permintaan bantuan kepada instansi terkait untuk melakukan penangkapan, penahanan, penetapan daftar pencarian orang, pencegahan dan penangkalan terhadap pelaku tindak pidana di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait; dan i. penghentian penyidikan jika tidak terdapat cukup bukti adanya tindak

pidana di bidang Hak Cipta dan Hak Terkait.

Dalam melakukan penyidikan, penyidik pejabat pegawai negeri sipil dapat meminta bantuan penyidik pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Penyidik pejabat pegawai negeri sipil memberitahukan dimulainya penyidikan kepada penuntut umum dan penyidik pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hasil penyidikan yang telah dilakukan oleh penyidik pejabat pegawai negeri sipil disampaikan kepada penuntut umum melalui penyidik pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam hal melakukan tindakan sebagaimana diatur pada ayat 2 (dua) huruf e dan huruf f Penyidik Pegawai Negeri Sipil meminta bantuan penyidik pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia.

2. Sanksi Perdata

Mengenai prosedur mengajukan gugatan dalam menyelesaikan sengekta perdata melalui jalur litigasi, gugatan atas pelanggaran hak cipta diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga kemudian panitera mendaftarkan gugatan tersebut pada tanggal gugatan diberikan tanda terima tertulis yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. Dalam jangka waktu 3 (tiga) hari setelah gugatan didaftarkan,

pengadilan Niaga menetapkan hari sidang. Sidang pemeriksaan atas gugatan pencipta dimulai dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari setelah gugatan didaftarkan. dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak dikeluarkannya penetapan sementara, setelah melalui pemeriksaan perkara, gugatan pihak pencipta selaku pihak penggugat harus diputus dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari terhitung sejak gugatan didaftarkan di Pengadilan Niaga yang berangkutan.109

Dalam prosedur penyelesaian sengketa hak cipta dengan jalur perdata seperti yang telah diuraikan di atas, dapat dilihat bahwa jangka waktu penyelesaian sengketa berlangsung cepat yaitu sidang pemeriksaan gugatan dimulai dalam jangka waktu paling lama 60 (enam puluh) hari sidang pemeriksaan perkara di persidangan (Menurut Pasal 60 ayat (5) UUHC dan gugatan wajib diputus dalam tenggang waktu 90 (sembilan puluh) hari setelah pendaftaran perkara diPengadilan Niaga. Pengaturan yang mempercepat upaya penegakan hak cipta ini juga termasuk tiadanya upaya hukum banding yang dapat ditempuh, juga penentuan jangka waktu upaya hukum kasasi yang harus diputus paling lama 90 (sembilan puluh) hari setelah permohonan kasasi diterima oleh Mahkamah Agung.

Dalam gugatan ganti rugi, hal pertama yang perlu dibuktikan adalah adanya peristiwa pelanggaran hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta atau hak terkait yang telah dilakukan oleh tergugat yang telah mengakibatkan kerugian

Dalam gugatan ganti rugi, hal pertama yang perlu dibuktikan adalah adanya peristiwa pelanggaran hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta atau hak terkait yang telah dilakukan oleh tergugat yang telah mengakibatkan kerugian

Dokumen terkait