• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

F. Permainan Lego Bricks

Permainan adalah situasi bermain yang terkait dengan beberapa aturan atau tujuan tertentu yang menghasilkan kegiatan dalam bentuk tindakan bertujuan (Misbach, 2006: 5). Permainan cukup penting bagi perkembangan jiwa anak. Oleh karena itu perlu kiranya bagi anak-anak untuk diberi

kesempatan dan sarana di dalam kegiatan permainannya (Abu Ahmadi, 1991: 69-70).

Permainan merupakan salah satu bentuk aktivitas sosial yang dominan pada masa awal anak-anak. Sebab, anak-anak menghabiskan lebih banyak waktunya di luar rumah untuk bermain dengan teman-temannya dibanding terlibat dengan aktivitas lainnya. Bagi anak-anak proses melakukan sesuatu lebih menarik daripada hasil yang akan didapatkannya (Desmita, 2005: 141). Dengan demikian permainan merupakan suatu sarana bermain yang bertujuan untuk membantu anak dalam melakukan berbagai kegiatan termasuk kegiatan belajar dengan lebih menyenangkan.

Dalam permainan anak mencurahkan perhatian, perasaan dan pikiran pada proses bermain serta sifat dan bentuk alat permainannya. Secara garis besar, permainan memiliki urgensi yang bersifat kognitif, sosial dan emosional. Pada Urgensi kognitif, permainan dapat membantu perkembangan kognitif anak. Melalui permainan, anak menjelajahi lingkungannya, mempelajari objek-objek di sekitarnya, dan belajar memecahkan masalah yang dihadapinya. Menurut Piaget (1962) struktur-struktur kognitif anak perlu dilatih, dan permainan merupakan setting yang sempurna bagi pelatihan kognitif anak. Melalui permainan memungkinkan anak mengembangkan kompetensi-kompetensi dan keterampilan-keterampilan yang diperlukannya dengan cara yang menyenangkan. Hal ini dikaranekan pembelajaran berbasis permainan lebih disenangi kalangan anak-anak, tanpa menghilangkan esensi ilmu yang ingin disampaikan.

Sedangkan pada urgensi sosial, permainan dapat meningkatkan dan mengembangkan perkembangan sosial anak. Khususnya dalam permainan fantasi dengan memerankan suatu peran, anak belajar memahami orang lain dan peran-peran yang akan ia mainkan di kemudian hari setelah tumbuh menjadi orang dewasa. Selain itu, pada urgensi emosional, permainan memungkinkan anak untuk memecahkan sebagian dari masalah emosional, belajar menagatasi kegelisahan dan konflik batin. Permainan memungkinkan anak melepaskan energi fisik yang berlebihan dan membebaskan perasaan-perasaan yang terpendam. Karena tekanan-tekanan batin terlepaskan di dalam permainan, anak dapat mengatasi masalah-masalah kehidupan.

Salah satu permainan yang dapat merangsang perkembangan kognitif anak adalah lego (Nad, 2005). Pada tanggal 28 Januari 2014, mainan ini tepat berusia 56 tahun sejak dipatenkan oleh penemunya Godtfred Kirk Christiansen. Nama lego sendiri diambil dari dua huruf pertama bahasa Denmark, “Leg Godt” atau permainan yang menyenangkan. Lego adalah mainan yang berbentuk batu bata (bricks) yang beraneka warna dan dapat disusun serta mempunyai titik pada permukaan sebagai tempat perlekatan pada balok lainnya sehingga membentuk susunan yang teratur. Lego terdiri dari dua sisi yang penting, yaitu bagian atas dan bawah sebagai tempat menancapkannya, terdiri dari banyak sisi, mulai 1 × 1, 1 × 2, 1 × 3, 1 × 4, . . ., 2 × 4, 2 × 8, 𝑑𝑠𝑡.

Lego memiliki berbagai macam warna yang dapat membantu anak belajar membedakan bentuk dan pola-pola, serta dari bentuk-bentuk yang

dibuat, anak akan belajar mengenal simetri (Davida, 2004). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lego adalah permainan bongkar plastik. Sedangkan dalam definisinya lego merupakan sejenis alat permainan bongkah plastik kecil yang terkenal di dunia, khususnya di kalangan anak-anak hingga remaja baik laki-laki ataupun perempuan. Bongkahan serta kepingan lain pada lego dapat disusun menjadi model apa saja, seperti bangunan, kota, mobil, patung, kapal, pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, bahkan robot pun dapat dibuat.

Menyusun lego beraneka warna ini telah menjadi mainan yang sangat terkenal di seluruh dunia dan menjadi mainan yang sangat popular. “Tumpukan lego tidak lekang oleh waktu dan terus menyihir anak karena memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan kreatifitas, imajinasi dan keinginannya dengan bebas.” kata Charlotte Simonsen, jubir lego di markasnya di barat Billund, sebuah kota di barat Denmark. Ada beragam jenis lego, mulai dari lego dasar atau lego bricks, lego creator yang dapat menjadikan anak kreatif dalam membuat benda-benda yang ada di imajinasinya, hingga lego karakter atau minifigure lego yang kepingannya sangat kecil dan melatih ketelitian anak untuk merangkai dan menjadikannya seperti karakter yang diinginkan. Semua jenis lego memiliki banyak manfaat. Namun, ada satu jenis lego yang dapat digunakan untuk membantu anak belajar matematika, yaitu lego bricks atau mungkin yang lebih dikenal dengan balok lego/lego batu bata.

Dari berbagai peryataan tersebut dapat disimpulkan bahwa Lego bricks adalah bentuk dasar dari lego atau dengan kata lain merupakan sebuah mainan plastik berwarna-warni yang berbentuk seperti batu bata dan dapat dibongkar dengan berbagai macam cara. Lego bricks tidak hanya digunakan sebagai alat permainan tetapi juga dapat digunakan sebagai sarana belajar yang tepat bagi anak karena sifat dari permainan ini yaitu bongkar dan pasang. Hal tersebut sesuai dengan rasa ingin tahu anak dimana mereka selalu mencoba menemukan hal-hal baru untuk dicoba Selain itu lego bricks dapat membentuk karakter dan kemampuan motorik kepada individu yang memainkannya. Menurut Suryadi (2009:41), permainan motorik dapat membantu anak untuk melatih kecerdasannya, baik itu kecerdasan intelektual, matematis, sosial, ataupun emosinya.

Manfaat yang ditimbulkan dalam permainan lego bricks juga banyak yaitu selain untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya, lego bricks dapat mengembangkan imajinasi dan memfokuskan konsentrasi. Terlebih lagi lego bricks juga dapat digunakan untuk mengajarkan berhitung dasar pada anak dengan menghitung bulatan yang timbul pada kepingan lego (Zetatoys, 2014). Bukan hanya itu Lego bricks dapat membantu anak dalam melakukan kegiatan berhitung dalam berbagai macam operasi bilangan seperti operasi penjumlahan, operasi pengurangan, operasi perkalian dan operasi pembagian.

G. Perkalian Bilangan Asli dengan Menggunakan Permainan Lego Bricks

Dokumen terkait