• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

B. PERMAINAN KEDUA

1. Bentuk Lapangan

a.

Lingkaran atau segi empat menyesuaikan keadaan

Keterangan :

 Tim A Tim B

2. Jumlah Pemain

a.

Dalam satu permainan membutuhkan 8 siswa yang bermain.

18

3. Lama Permainan

a.

2 x 5 menit 4. Aturan Permainan

a.

Tendangan tidak boleh melebihi lutut / tendangan menyusur tanah.

b.

Jika salah satu pemain yang sedang membawa bola masuk kearea lawan temanya diperbolehkan masuk ke area lawan juga.

c.

Jika salah satu pemain masuk ke area lawan tanpa ada bola yang berada di area lawan, maka dianggap pelanggaran.

d.

Pemain yang sudah masuk ke area lawan kemudian dalam hitungan tiga kali belum bisa merebut bola maka dinyatakan pelanggaran.

e.

Apabila bola terkena tangan maka akan diadakan tendangan pinalti.

f.

Gawang yang sudah berhasil dimasuki bola tidak boleh menjadi target goal lagi dan apabila masuk lagi ke gawang yang sama hanya dihitung masuk 1 kali.

g.

Pemenang dalam permainan ini adalah yang paling banyak memasukkan bola ke target atau gawang.

h.

Setiap pelanggaran maka mendapatkan tendangan penalty ke gawang.

5. Cara Bermain

a.

Permainan diawali oleh striker dengan mengoper bola ke temannya

b.

Tendanganlah bola menuju target yaitu gawang kecil modifikasi yang berjumlah empat dan memasukkannya boleh secara acak.

c.

Pemain yang masuk ke area lawan jika tidak medapat bola kembali dalam 3 hitungan maka harus kembali ke area sendiri.

d.

Jika waktu 5menit babak pertama selesai maka terjadi pergantian tempat.

e.

Apabila waktu sudah permainan sudah habis maka dihitung berapa skor akhirnya. Jika terjadi skor yang sama mak diadakan adu penalti.

6. Alat-alat

a. Bola sepak ukuran 5.

b. Botol plastik air mineral yang di isi air ( sebagai ganti kun ) c. Peluit.

d. Tali pembatas lapangan e. Gawang modifikasi. f. Lapangan.

2.3 Pengertian Pendidikan Jasmani

Pendidikan jasmani merupakan bagian penting dari proses pendidikan dalam yang dilakukan ranah pendidikan baik di mulai dari tingkat dasar. Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan bukan hanya sebagai aktivitas siswa yang berkesan membuat suasana kesenangan dalam gerak, tetapi penjas merupakan bagian penting dari pendidikan. Dalam pembelajaran penjasorkes

20

yang diarahkan dengan baik maka siswa dapat meningkatkan beberapa aspek yang terdapat didalam tujuan pembelajaran yaitu kognitif, afektif dan psikmotorik.

Ada beberapa orang berpendapat bahwa siswa begitu antusias mengikuti pelajaran penjasorkes karena mereka hanya bermain dan tidak menggunakan pikiran. Tudingan itu merupakan suatu masalah yang perlu diatasi agar tidak dicap hanya menggunakan otot saja. Secara pemahaman yang mendalam sebenarnya penjasorkes meliputi tiga aspek yang harus di penuhi yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek kognitif merupakan suatu pemahaman akan penjasorkes secara teoritis yang menggunakan penalaran. Aspek afektif diambil dari segi perilaku serta sifat sosial dalam masyarakat. Aspek psikomotorik dari keterampilan dalam mempelajari faktor gerak dasar olahraga. Apabila dari tiga aspek ini terlaksana dengan baik maka akan tercapainya tujuan dari pendidikan yang berkarakter.

Mereka yang menilai penjaorkes hanya bersifat kegembiraan dalam aktivitas gerak saja dan hanya hiburan setelah siswa selesai mata pelajaran lain yang melelahkan pikiran. Dasar dari pemikiran mereka adalah ada sebagian guru penjasorkes yang sering melakukan aktivitas yang tidak sesuai yaitu hanya jalan-jalan saja,kadang hanya bermain sepak bola bagi siswa laki-laki dan siswa perempuan bermain kasti saja. Ini semua menjadi gambaran yang negative dari penjasorkes. Guru penjasorkes yang baik seharusnya membuat terobosan yang merubah pandangan negatif tentang metode pembelajaran yang digunakan, sehingga tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan.

2.4 Perkembangan Peserta Didik

Perkembangan mengacu pada bagaimana seorang tumbuh, beradaptasi, dan berubah disepanjang perjalanan hidupnya. Orang tumbuh, beradaptasi, dan berubah melalui perkembangan fisik, perkembangan kepribadian, perkembangan sosioemosional (sosial dan emosi), perkembangan kognitif (berpikir), dan perkembangan manusia menurut teori Piaget (kognitif dan moral) serta teori perkembangan kognitif menurut Lev Vygotsky. Setidaknya ada lima faktor yang dapat memengaruhi kinerja peserta didik kita, yaitu lingkungan keluarga, atmosfer persekawanan, sumber daya sekolah, kecerdasan yang berasal dari dalam diri sendiri, dan aksesibilitas pencapaian informasi.

Peserta didik adalah makhluk yang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing, mereka memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju kearah titik kemampuan fitrahnya.

Didalam pandangan yang lebih modern anak didik tidak hanya dianggap sebagai objek atau sasaran pendidikan, melainkan juga mereka harus diperlukan sebagai subjek pendidikan, diantaranya adalah dengan cara melibatkan peserta didik dalam memecahkan masalah dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengertian ini, maka anak didik dapat dicirikan sebagai orang yang tengah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan. Dasar-dasar kebutuhan anak untuk memperoleh pendidikan, secara kodrati anak membutuhkan dari orang tuanya. Dasar-dasar kodrati ini dapat dimengerti dari kebutuhan-kebutuhan dasar yang dimiliki oleh setiap anak dalam kehidupannya, dalam hal ini keharusan untuk mendapatkan pendidikan itu jika diamati lebih jauh sebenarnya mengandung aspek-aspek kepentingan, antara lain :

22

2.4.1. Paedogogis

Dalam aspek ini para pendidik mendorang manusia sebagai animal educandum, makhluk yang memerlukan pendidikan. Dalam kenyataannya manusia dapat dikategorikan sebagai animal, artinya binatang yang dapat dididik, sedangkan binatang pada umumnya tidak dapat dididik, melainkan hanya dilatih secara dresser. Adapun manusia dengan potensi yang dimilikinya dapat dididik dan dikembangkan kearah yang diciptakan.

2.4.2. Sosial dan kultural

Menurut ahli sosiologi, pada prinsipnya manusia adalah moscrus, yaitu makhlik yang berwatak dan berkemampuan dasar untuk hidup bermasyarakat.

2.4.3. Aspek tauhid

Aspek tauhid ini adalah aspek pandangan yang mengakui bahwa manusia adalah makhluk yang berketuhanan, menurut para ahli disebut homodivinous (makhluk yang percaya adanya tuhan) atau disebut juga homoriligius (makhluk yang beragama ).

Pertumbuhan peserta didik yang baik akan menghasilkan suatu pertumbuhan yang mencapai suatu hasil yang sesuai harapan dari orang tua peserta didik dan tercapainya tujuan pendidikan secara menyeluruh.

2.5 Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan landasan utama dalam arahan penalaran untuk dapat memberikan jawaban sementara akan masalah yang dirumuskan, berdasarkan indentifikasi masalah yang ada maka diambil suatu kerangka berpikir permainan striker vs back in four goal target dapat meningkatkan .hasil belajar pembelajaran sepak bola pada SD Negeri Jatipurwo Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal.tahun 2013

2.6 Hipotesis Tindakan

Hipotesis merupakan suatu penelahan suatu masalah yang mendalam terhadap berbagai sumber untuk menentukan anggapan dasar, maka langkah berikutnya adalah merumuskan hipotesis. Dari kerangka berpikir di atas maka dapat disimpulkan hipotensis tindakan dalam penelitian ini adalah: Pengembangan pembelajaran melalui modifikasi permainan dan alat dalam meningkatkan hasil belajar sepak bola melalui permainan striker vs back in four goal target pada siswa kelas V SDN Jatipurwo Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal tahun 2013.

24

BAB III

Dokumen terkait