MAKALAH PENUNJANG
SISTEM AGROFORESTRI PADA LAHAN BEKAS HUTAN SAGU DI KAMPUNG BARAWAY, KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, PAPUA
C. Permasalahan yang Dihadapi dalam Pengembangan Agroforestri
Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dalam pengelolaan agroforestri adalah
input teknologi yang masih terbatas, akses pasar yang masih lemah, dan diversifikasi produk
pengolahan hasil yang belum maksimal. Hal ini sejalan dengan hasil studi sebelumnya (Arifin et al., 2003) yang menyatakan bahwa terdapat beberapa isu kunci yang harus diperhatikan dalam pengembangan agroforestri, yaitu pola musim, kondisi lahan, sektor peternakan, diversifikasi tanaman, dan lembaga adat.
Kendala dan persoalan penting dalam pengembangan agroforestri di atas dapat diatasi dengan membangun kerja sama yang baik antara pihak pemerintah, swasta, dan petani. Pemerintah dapat berperan dalam hal optimalisasi bimbingan teknis terhadap petani dan jaminan ketersediaan pasar. Swasta dapat dilibatkan sebagai investor atau mitra untuk usaha-usaha agroforestri yang padat modal. Masyarakat petani sebagai pelaku utama harus tetap menjaga semangat dan motivasi kerja, serta memperkuat kelembagaan kelompok taninya.
IV. KESIMPULAN
Sistem agroforestri telah berkembang di Papua. Pada areal bekas dusun sagu, beberapa tanaman MPTS mampu tumbuh dan berkembang berdampingan dengan tanaman pertanian. Pengombinasian beberapa komponen jenis tanaman pada sistem agroforestri menghasilkan diversitas yang tinggi, baik menyangkut produk maupun jasa. Namun, pengembangan agroforestri perlu mendapatkan masukan dan teknologi yang tepat, terutama menyangkut pola musim, kondisi lahan, sektor peternakan, diversifikasi tanaman, dan lembaga adat.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, H.S., Sardjono, M.A., Sundawati, L., Djogo, T., Adolf, G., Wattimena, & Widianto. 2003. Agroforestry di Indonesia. Bahan Latihan, World Agroforestry Centre (ICRAF). Bogor.
Bhagwat, S.A., Willis, K.J., Birks, H.J.B., & Whittaker, R.J. 2008. Agroforestry: a refuge for tropical biodiversity. Opinion. Trends in Ecology and Evolution, 23(5), 261–267. Nair, P.K.R. 1991. State of the art of agroforestry systems. Forest Ecology and Management,
45, 529.
Rahayu, S. & Harja, D. 2010. Hutan sagu: Potensinya dalam REDD+. http:// kiprahagroforestry.blogspot.co.id/2011/01/hutan-sagu-potensinya-dalam-redd.html [15 Desember 2016].
Sarjono, M.A., Djogo, T., Arifin, H.S., & Wijayanto, N. 2003. Klasifikasi dan pola kombinasi komponen agroforestry. Bahan Ajaran Agroforestry 2, World Agroforestry Centre (ICRAF). Bogor Indonesia.
Lampiran 1. Jadwal Acara Seminar Hasil Penelitian Proyek Kanoppi Objective 1, Cisarua, 1 Desember 2016
Waktu Acara Pemakalah Pembahas
08.30 – 09.00 Pendaftaran peserta Panitia 09.00 – 09.15 Laporan Ketua Panitia/Koordinator Panitia 09.15 – 09.45 Sambutan dan Pembukaan oleh Kepala
Pusat Litbang Hutan
Panitia
09.45 – 10.00 Rehat kopi Panitia
Moderator: Ir. Harisetijono, M.Sc. 10.00 – 10.15 “Pengaruh Lokasi Penempatan Koloni dan
Bentuk Stup Terhadap Produksi Produk Perlebahan Budi Daya Trigona spp. (Studi Kasus di Desa Mangkung, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat)“
Edi Kurniawan
Drs. Kuntadi, M.Sc
10.15– 10.30 “Pertumbuhan Bambu Galah (Gigantochloa atter) pada Aplikasi Penjarangan dan Pemupukan”
Ir. I Komang Surata, M.Sc.
Ir. Sutiyono
10.30 – 12.00 Diskusi dan Tanya Jawab
12.00– 13.00 ISHOMA Panitia
Moderator: Ir. Agustinus P. Tampubolon, M.Sc. 13.00 – 13.15 “Efek Silvikultur Jati dan Pemupukan
Jahe Terhadap Kualitas Rimpang Jahe Emprit (Zingiber officinale var. amarum) dalam Sistem Agroforestri”
Aris Sudomo, S.Hut, M.Si.
Prof. Dr. Nina Mindawati
13.15 – 13.30 “Pengaruh Penjarangan dan Pemangkasan Terhadap Riap Tegakan Mahoni Hutan Rakyat di Desa Mangkung, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat”
Abdul Jafar Maring
Prof. Dr. Nina Mindawati
13.30 – 13.45 “Teknik Silvikultur untuk Peningkatan Produktivitas Jati pada Hutan Rakyat di Sumbawa dengan Pola Agroforestri”
Alex Novandra, S.Hut, M.SE. Prof. Dr. Nina Mindawati dan Dr. Supriyanto
13.45 – 14.00 Rehat Kopi Panitia
14.00 – 14.15 “Uji Coba Pemanfaatan Rumput Ketak (Lygodium Circinnatum [Burn. F] Swartz) pada Hutan Rakyat Kemiri (Aleurites
moluccana Willd) di Desa Batudulang,
Sumbawa”
I Wayan Widhana Susila, M.Sc.
Dr. Supriyanto
14.15 – 14.30 “Pengaruh Pemupukan dan Penjarangan Terhadap Produktivitas Buah Kayu Ules (Helicteres isora) di Desa Bosen, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur”
Siswadi, S.Hut, M.Sc.
Dr. Supriyanto
14.30 – 16.15 Diskusi dan Tanya Jawab
16.15 – 16.30 Penutupan Kepala Pusat
Lampiran 2. Daftar Peserta Seminar Hasil Penelitian Proyek Kanoppi
No. Nama Institusi
1. Abdul Jafar M. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu, Mataram
2. Agustinus P. Tampubolon Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 3. Alex Novandra Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil
Hutan Bukan Kayu, Mataram
4. Anisa Budi E. World Agroforestry Centre/ICRAF, Bogor 5. Aris Sudomo Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Agroforestri, Ciamis
6. Asmanah Widarti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 7. Aulia Perdana World Agroforestry Centre/ICRAF, Bogor
8. Desi Ekawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim Bogor
9. Dharmawan P. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestri, Ciamis
10. Dian Tita Rosita Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 11. Diana Prameswari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 12. Djohan Utama Perbatasari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 13. Edi Kurniawan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil
Hutan Bukan Kayu, Mataram 14. Erfan Noor Yulian Pusdiklat SDM LHK, Bogor
15. Gerhard E. Sebastian World Agroforestry Centre/ICRAF, Bogor
16. Hari Budi Santoso Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu, Mataram
17. Harisetijono Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 18. Haruni K. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 19. Heri Kusriyanto Sekretariat Badan Penelitian, Pengembangan, dan
Inovasi, Bogor
20. Husin Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Agroforestri, Ciamis
21. I Komang Surata Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu, Mataram
22. I Wayan Widhana Susila Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu, Mataram
23. Kissinger Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru
24. Kuntadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 25. Lincah Andadari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor
No. Nama Institusi
26. Lusi Ginoga Sekretariat Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi, Bogor
27. Made Hesti L. Tata Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 28. Marcellinus Utomo Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi
Agroforestri, Ciamis
29. Marni D. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 30. Nina Mindawati Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 31. Nurva Choily Sekretariat Badan Penelitian, Pengembangan, dan
Inovasi, Bogor
32. Pratiwi Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 33. Priyo K. Sekretariat Badan Penelitian, Pengembangan, dan
Inovasi, Bogor
34. Purnama Sopian Pusdiklat SDM LHK, Bogor
35. Rima H.S. Siburian Fakultas Kehutanan, Universitas Papua, Manokwari 36. Riskan Effendy Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 37. Ruyat Mustofa Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 38. Siswadi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan
Hidup dan Kehutanan, Kupang
39. Suci Anggraeni World Agroforestry Centre/ICRAF, Bogor
40. Sudarmono Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI, Bogor 41. Sumarhani Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 42. Supriyanto Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor 43. Susanto Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 44. Sutiyono Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 45. Tajudin Edy Komar Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 46. Titi Kalima Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 47. Untung Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 48. Wiji Suryahandaya Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 49. Yayuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 50. Yuli Andrian Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor 51. Zamal Wildan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor
Lampiran 3. Susunan Panitia Seminar Hasil Penelitian Proyek Kanoppi Objective 1, Cisarua, 1 Desember 2016
Penanggung Jawab : Kepala Pusat Litbang Hutan
Ketua Panitia Pengarah : Ir. Harisetijono, M.Sc.
Anggota : Ruyat Mustofa, S.Hut.
Ketua Panitia Pelaksana : Dr. Diana Prameswari, M.Si.
Wakil Ketua : Ir. Riskan Effendy, M.Sc.
Sekretaris : Dian Tita Rosita, SP
Bendahara : Adi Purwana, SE
Seksi Materi : Dra. Lincah Andadari, M.Si.
Seksi Akomodasi dan : Wiji Suryahandaya Komsumsi
Seksi Publikasi/Dokumentasi : Zamal Wildan, S.Kom.