• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II URAIAN TEORITIS

2.1.7 Perpustakaan di Perguruan Tinggi

Kata perpustakaan berasal dari kata pustaka yang berarti kitab, buku- buku. Kemudian kata pustaka mendapat awalan per dan akhiran an, menjadi perpustakaan. Perpustakaan mengandung arti: (1) kumpulan buku-buku bacaan, (2) bibliotek dan (3) buku-buku kesusasteraan. Pengertian yang lebih umum dan luas dari perpustakaan adalah adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung itu sendiri yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu- waktu diperlukan oleh pembaca (Sutarno, 2003:7).

Dengan begitu perpustakaan mempunyai dan persyaratan tertentu, yaitu: 1. Adanya ruangan/gedung yang digunakan untuk perpustakaan. 2. Adanya koleksi bahan pustaka/bacaan dan sumber informasi. 3. Adanya petugas yang menyelenggarakan dan melayani pemakai. 4. Adanya masyarakat pembaca.

6. Adanya suatu sistem atau mekanisme tertentu. Maksud dibentuknya perpustakaan antara lain:

a. Tempat mengumpulkan dalam arti aktif, maksudnya perpustakaan tersebut mempunyai kegiatan yang terus menerus untuk menghimpun sebanyak mungkin informasi untuk dikoleksi.

b. Tempat mengolah atau memproses semua bahan pustaka, dengan metode atau sistem tertentu.

c. Tempat menyimpan dan memelihara. Artinya ada kegiatan mengatur, menyusun, menata, memelihara agar koleksi rapi, bersih, awet, tidak mudah rusak, hilang dan berkurang.

d. Sebagai salah satu pusat informasi, sumber belajar, penelitian, dan rekreasi. Memberikan layanan kepada pemakai, seperti membaca, meminjam, meneliti dengan cara cepat, tepat, mudah dan murah.

e. Membangun tempat informasi yang lengkap dan up to date bagi pengembangan pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill) dan perilaku/sikap (attitude). (Sutarno, 2003:25).

Sesuai dengan maksud-maksud tersebut, maka tujuan dari perpustakaan adalah agar terciptanya masyarakat yang terdidik, terpelajar, terbiasa membaca dan berbudaya tinggi. Masyarakat yang demikian senantiasa mengkuti peristiwa dan perkembangan mutakhir karena menguasai sumber informasi dan ilmu pengetahuan. Masyarakat tersebut mempunyai pandangan dan wawasan yang luas, bersikap mandiri, percaya diri dan dapat mengikuti kemajuan zaman.

Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang terdapat dilingkungan pendidikan tinggi seperti, universitas, institute, sekolah tinggi, akademi dan lembaga perguruan tinggi lainnya. Perpustakaan perguruan tinggi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa dan dosen. Namun demkian banyak juga perpustakaan memberikan layanan kepada pengguna di luar lembaga pendidikannya.

Secara umum tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah menunjang tri dharma perguruan tinggi, yaitu penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Secara khusus adalah untuk membantu para

dosen dan mahasiswa, serta tenaga kependidikan di perguruan tinggi itu dalam proses pembelajaran

Sistem pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi secara umum terdapat dua sistem, yaitu (Zen dan Hermawan, 2006:34) :

1. Sistem sentralisasi : yaitu pada perguruan tinggi yang bersangkutan hanya diakui satu system perpustakaan, yaitu perpustakaan pusat. Semua kegiatan perpustakaan dikelola oleh suatu lembaga. Di Indonesia, perguruan tinggi negeri hanya mengenal system sentralisasi. Keuntungan system ini antara lain lebih efisiensi dalam hal tenaga dan dana. Namun kurang menguntungkan bila dilihat dari sisi layanan kepada pengguna. 2. Sistem desentralisasi : yaitu system dimana pada perguruan tinggi tersebut

terdapat berbagai jenis perpustakaan, misalnya perpustakaan fakultas, perpustakaan jurusan. Kalaupun ada perpustakaan di tingkat Universitas, statusnya hanya sebagai koordinator.

Pada umumnya layanan perpustakaan bersifat sosial atau nirlaba, karena tidak mencar keuntungan materi atau bersifat komersial, meskipun didalamnya tidak menutup kemungkinan memerlukan biaya. Kegiatan layanan perpustakaan biasanya berbentuk jasa. Oleh sebab itu perpustakaan perlu memperhatikan sejumlah faktor agar kegiatannya dapat berjalan baik. (Sutarno,2003:63) faktor- faktor itu antara lain:

a. Layanan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. b. Diusahakan agar pelanggan merasa senang dan puas.

c. Prosesnya mudah, sederhana dan efisien.

d. Caranya cepat dan tepat waktu dan tepat sasaran. e. Diciptakan suasana ramah, supel dan menarik.

f. Bersifat membimbing, namun tidak terkesan menggurui.

g. Dapat menimbulkan perasaan ingin tahu lebih jauh buat pelanggan.

h. Menimbulkan kesan baik, sehingga terdorong ingin sering ke perpustakaan.

Untuk dapat menciptakan suatu sistem layanan perpustakaan seperti yang diinginkan, perlu diperhatikan beberapa hal yang ikut mempengaruh. Baik yang

berasal dari dalam ataupun dari luar perpustakaan, sifatnya manusiawi, teknis dan nonteknis. Hal-hal tersebut antara lain: (Sutarno, 2003:64).

a. Suasana kerja yang kondusif. b. Tim kerja yang solid dan kompak.

c. Komunikasi yang harmonis antara pimpinan dan bawahan, antara bawahan dan bawahan, antara sesame atasan, ke dalam dan ke luar organisasi. d. Ketenangan dan kesenangan bekerja pegawai.

e. Kesejahteraan pegawai.

f. Perhatian dan perlindungan pimpinan terhadap bawahan. g. Rasa salng hormat-menghormati.

h. Kebersamaan dan perasaan senasib seperjuangan. i. Faktor kemungkinan pengembangan karir dan promosi. j. Keteladanan pemimpin.

k. Kelengkapan sarana dan prasarana. l. Keamanan dan keselamatan kerja.

Untuk memaksimalkan pelayanan dapat dilihat dari iklim organisasi, keamanan dan keselamatan kerja, kebersamaan dan perasaan senasib dan seperjuangan dan juga kelengkapan sarana dan prasarana.

2.2 Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan kemampuan peneliti menyusun konsep operasional peneliti yang bertitik tolak pada keragka teori dan tujuan penelitian, dalam kerangka konsep harus dapat menunjukkan secara sistematis variabel variabel penelitian, yang menjadi kerangka operasional. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut;

1. Variabel bebas (X)

Variabel bebas adalah variabel yang diduga sebagai penyebab atau pendahulu dari variabel yang lain.

2. Variabel terikat (Y)

Variabel terikat adalah variabel yang diduga sebagai akibat atau yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya.

“Bila X maka Y” , X adalah variabel bebas dan Y adalah variabel tak bebas. (Suwardi, 1998:11)

2.3 Variabel Operasional

Tabel. 1 variabel operasional

Variabel Teoritis Variabel Operasional

1. Variabel Bebas (x)

Strategi Komunikasi Pelayanan Pegawai Perpustakaan USU

- Bukti Langsung (tangibles) - Keandalan (reliability) - Daya Tanggap

(responsiveness) - Jaminan (assurance) - Empati (empaty)

2. Variabel Terikat (y) Kepuasan Mahasiswa - Kualitas Produk - Kualitas pelayanan - Emosional - Harga - Biaya 3. Variabel Antara (z) Karakteristik responden - Jenis kelamin - Usia - Jurusan/ Fakultas - Durasi mengunjungi perpustakaan 2.4. Defenisi Operasional

Definisi operasional merupakan penjabaran lebih lanjut tentang konsep yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep. Maka variabel yang terdapat dalam penelitian perlu didefinisikan sebagai berikut :

Variabel Bebas (x)

1. Bukti Langsung (tangibles)

2. Keandalan (reliability)

Kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan.

3. Daya tanggap (responsiveness)

Keinginan para staff untun membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.

4. Jaminan (assurance)

Mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan dapat dipercaya yang dimiliki para staff, bebas dari bahaya, resiko atau keragu-raguan. 5. Empati (empaty)

Meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang baik, perhatian pribadi, dan memahami kebutuhan para pelanggan.

Variabel Terikat (y) 1. Kualitas pelayanan

Pelanggan akan merasa puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang diharapkan.

2. Emosional

Kepuasan yang diperoleh bukan karena kualitas dari produk/jasa tetapi dari nilai sosial yang didapat.

3. Biaya

Pelanggan tidak mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan suatu produk atau jasa cenderung puas terhadap produk atau jasa.

Variabel Antara (z)

1. Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan 2. Usia : usia responden yang mengisi kuesioner 3. Jurusan/Fakultas : jurusan/fakultas responden 4. Durasi : berapa sering responden ke perpustakaan

2.5. Hipotesis

Hipotesis merupakan suatu proposisi atau pernyataan tentang hubungan antara dua atau lebih variabel. Dalam suatu penelitian, hipotesis berfungsi sebagai jawaban sementara (tentative answer) bagi masalah atau pertanyaan penelitian, yang oleh karenanya perlu diuji melalui prosedur pengujian hipotesis. (Suwardi, 1998:13).

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :

1. Ho : tidak ada pengaruh pelayanan pegawai perpustakaan terhadap kepuasan mahasiswa saat meminjam buku di perpustakaan Universitas Sumatera Utara.

2. Ha : ada pengaruh pelayanan pegawai perpustakaan terhadap kepuasan mahasiswa saat meminjam buku di perpustakaan Universitas Sumatera Utara.

Dokumen terkait