FEATURE Setelah membaca bab ini. Anda diharapkan dapat
10.3 Persamaan antara Feature, Cerpen, dan Novel
Di depan sudah dijelaskan perbedaan antara menulis dan mengarang. Sekadar mengingatkan kembali, menulis ialah pro.ses menuangkan gagasan/ ide/data/fakta ke dalam bahasa tulisan, sedemikian rupa. sehingga menjadi sebuah karya tulis nonfiktif yang bernilai sesuai dengan bentuk/ragamnya. Sementara mengarang ialah proses menuangkan gagasan/ide kreatif dan imajinatif sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah karya fiktif sesuai dengan bentuk (ragam)-nya.
Dilihat dari pro.ses. ragam, dan gayanya, terdapat banyak kesamaan antara feature, cerpen, novelet, dan novel. Karena itu, bisa menulis feature adalah modal untuk menulis novel.
Persamaannya: FEATURE
1. Tulisan kreatif, cukup panjang, yang membutuhkan imajinasi, 2. Deskriptif.
4. Sering dittulls menggunakan alur (kaidah 1,2,3) atau kronologis.
5. Tokoh utama (objek) sering diangkat menjadi fokus, lalu dikisahkan juga tokoh (objek) lain sejauh relevan atau yang bertujuan untuk mengkontraskan atau menambah hidupnya suasana.
6. Menggunakan teknik tarik-ulur (suspense) untuk mempermainkan psikologi audience.
7. Akhir (ending) tulisan jelas.
8. Ada pesan (message) yang terkandung di dalamnya, CERPEN/NOVELETINOVEL
1. Tulisan kreatif, cukup panjang, yang membutuhkan imajinasi. 2. Deskriptif
3. Rangkaian peristiwa tali-temali.
4. Sering tidak selalu ditulis menggunakon alur (kaidah) 1,2,3 atau kronologis. Namun, kerap menggunakan sorot depan (fore-shadowing] dan sorot belakang (flash-back).
5. Tokoh utama (objek) sering diangkat menjadi fokus, lalu dikisahkan juga tokoh (objek penyerta) lain sejauh relevan atau yang bertujuan untuk mengkontraskan atau menambah hidupnya suasana.
6. Menggunakan teknik tarik-uiur (suspense) untuk mempermainkan psikologi audience.
7. Akhir (ending) tulisan jelas.
8. Ada pesan (message) yang terkondung di dalamnya. Perbedaannya:
FEATURE
1. Melulu didasarkan pada fakta yang sesungguhnya, unsur khayalan tidak boleh ada di dalamnya.
2. Tidak boleh menulis/melukiskan sesuatu yong tidak sungguh nyata dan tidak sungguh terjadi.
3. Tidak melakukan rekayasa, misalnya memaksakan apa yang ada di kepala penulis, lalu ditaruh pada mulut orang lain, Misalnyo, agar bagian tertentu dari feature menarik, si penulis berpikir alangkah baiknya jika narasumber mengatakan, "Kingkong pun bisa menjadi komisaris
perusahaan jika kerjanya cuma begitu" -sebuah feature yang mengangkat Ihwal perusohaan BUMN yang produknya sangat dibutuhkan, namun berkinerja buruk. Padahal narasumber tidak menyebut demikian, ketika pertanyaan yang diajukan si penulis, narasumber cuma diam, atau mengangguk.
CERPEN/NOVELET/NOVEL 1. Karya fiksi, rekaan,
2. Boleh berbuat sesuka hati. Mau bikin apa sajg, terserah! Pengarang "mahakuasa" atas karyanya. Di sini kota "penciptaan" menjadi genap, yakni creare creatio (creationis) to create creation = mencipta, penciptaan, hasil kreasi. Karena itu, seorang penulis disebut kreatifi dan karya tulis yang dihasilkannya adalah karya kreatif.
Biasanya, sebelum menulis novel, seorang novelis membuat kerangka karangan lebih dulu (outline). Namun, novelis yang sudah banyak makan asam garam, barangkali tidak perlu lagi membuat outline. Outline sudah ada di kepalanya. Ia sudah tahu seberapa porsi untuk pengantar, pengembangan, inti cerita, dan simpulannya.
Namun, novelis pemula tetap perlu membuat oret-oretan. atau bagan, sebelum mengarang sebuah novel. Untuk apa? Kalau dalam sebuah penjelajahan, bagan berfungsi sebagai kompas. Bagan ialah penunjuk ke arah mana kita hendak melangkah.
Penulis pemula yang menulis feature pun perlu membuat outline. Dalam praktiknya. kadang bagan tidak ditaati sepenuhnya. Tatkala menghadap komputer, atau mesin tik. muncul ide baru. Seorang novelis tergoda untuk mengembangkan ide yang sudah dibuatnya dalam bagan.
Salahkah tindakan seperti itu? Tidak! Meski melanggar pedoman yang sudah ditetapkan sendiri, asalkan hasil akhirnya bagus, tidak menjadi masalah. Asalkan jalinan cerita dirasakan logis, tidak jadi soal. Bagan tidak hanya diperlukan sebagai arah, tapi kadang juga sebagai pemancing datangnya ide-ide baru.
Mula-mula, tetapkanlah sebuah tema untuk novel Anda. Lalu. petakan ide-ide Anda. Tulislah langkah demi langkah adegan yang menurut Anda menarik. Lalu pilihlah yang paling unik. Telitilah, apakah biasa-biasa saja, tidak unik. dan tidak punya greget? Apakah menarik? Adakah sesuatu yang baru?
Sebagai contoh. Anda akan menulis novel dengan setting sekolah. Tema kisah cinta. Kalau kisah cinta antara siswa dan siswa, sudah biasa—
dan Anda tidak mau menulis hal yang biasa. Anda ingin karya Anda unik, lalu bagaimana?
Untuk itu. Anda dapat membual outline sebagai berikut: Tema :Cinta antara murid dan guru
Setting : jelas sekolah
Tokoh : siswa SMP (cowok) dan gutu (wanita). Cowok diberi nama Boyce dan guru Joice Bangun/ bagan cerita:
1. Di hari pertama masuk sekolah. Boyce sudah senang sama Joice. Boyce belum tahu kalau rasa sukanya ini bernama cinta.
2. Joice suka suka sama Boyce. Wajah Boyce yang eksotik mengingatkannya podo pacarnya dulu waktu kuliah. Mirip sekali. Ditinggal sang pacar studi keluar negeri karena mendapat beasiswa. Joice patah hati, Sampoi kini ia tetap melajang.
3. Bagaimana menyatakan cinta? (konflik) Ibu guru yang mulai menyatakan? (unik/ agresif). Ataukah harus cowok yang masih anak ingusan? (juga timbul konflik, bagaimana?)
4. Ada kesempatan waktu kemping. Kebetulan, Bu Joyce jadi salah satu pembimbing.
5. Bu guru malam harinya masuk angin. Boyce diminta mengerok badannya di dalam sebuah tenda (suspense). Apa yang terjadi?
6. Ternyata Bu Joyce tidak masuk angin beneran. Hanya pura-pura biar bisa kencan sama Boyce. Waktu itulah la mengungkapkan perasaannya pada Boyce.
7. Boyce menyambut, (a suka Bu Guru itu. Namun, tidak tahu apakah ini cinta namanya? Yang ia tahu, ia suka saja. Barangkali pakar psikologi menamakannya "cinta platonis".
8. Ending: happy ataukah sod? Kita tidak pilih salah satu. Kalau ' happy, masak murid menikah dengan guru. Kalau sad kok rasanya gak tega. Akhirnya, kita buat mengambang saja, biar jpembaca yang meneruskan, ending-nya terbuka (open ending). Kisah cinta murid dan guru kita tutup, ketika suatu hari Ayah Boyce datang ke sekolah. Ternyata, ialah mantan kekasih Joice waktu kuliah. Apakah Joice menyukai Boyce karena mirip mantan kekasihnya waktu kuliah? Sebaliknya, apakah kesukaan Boyce pada Bu Guru karena ia mendamba seorang ibu yang kjeal?