1. memahami bahwa diperlukan keterampilan lkhusus untuk membuat
judul berita
Sebelum bertemu dengan lead. sebetulnya audience lebih dulu berjumpa dengan judul berita. Apabila lead adalah "pancingan" agaraudience mau mengikuti seluruh berita maka judul merupakan "mata kail" yang .sanggup menarik masuk seluruh perhatian dan daya ciptii audience agar mau mengikuti berita yang Anda tulis.
Oleh karena itu. judul sebuali berita menjadi sangat penting. Membuat judul berita yang berhasil, tidak sekadar asal-asalan. Diperlukan keterampilan tersendiri (pengalaman menunjukkan, wartawan junior sering yang membuat judul berita yang ditulisnya, agar tampil memikat, adalah redaktur).
Dalam bangun laporan berita yang sudah dimuat dan dipublikasikan media cetak, kita memang menyaksikan bahwa judul berita dulu yang tampak, bukan lead dan batang tubuh berita. Ini mempakan hasil akhir dari sebuah proses pencarian, penulisan, dan pencetakan berita. Namun, sebenarnya judul berita dibuat paling akhir belakangan), setelah batang tubuh berita dan lead ditulis.
Wartawan senior dan yang berpengalaman akan dipersilakan oleh penjaga rubrik untuk membual judul berita sendiri. Namun, untuk wartawan pemula dan wartawan junior, judul berita biasanya dibuatkan oleh redaktur bidang (jabrik). Cukup dikosongkan saja space yang menjadi tempat untuk judul berita, nanti akan dilengkapi jabrik.
8.1 Teknik Membuat Judul Berita
Adakah rumusan, atau teknik, bagaimana membuat judul berita yang menarik? Memang ada! Berikut ini beberapa teknik, bagaimana membuat judul berita yang berhasil.
Berikut ini teknik membuai judul berita.
8.1.1 Pola "Apa-Mengapa"
Dalam tragedi jatuhnya pesawat mandala di Medan, misalnya, judul berita dapat mengunakan pola apa+mengapa.
Contoh: Pesawat Mandala (apa) Jatuh (mengapa)
8.1.2 Pola "Siapa-Mengapa"
Kalau di dalam sebuah peristiwa pelaku (tokoh dianggap penting, dan merupakan public figure, atau tokoh yang tidak dikenal, namun memiliki sisi menarik, maka pola siapa+mengapa dapat digunakan sebagai judul.
8.1.3 Intisari Berita
Sebuah tragedi kemanusiaan (peledakan bom) kembali menguncang Bali. Tidak diketahui siapa pelakunya waktu berita diturunkan. Namun, korban sudah dapat diketahui tak lama setelah kejadian, baik dari saksi mata maupun dari keterangan polisi. Wartawan yang meliput peristiwa itu menganggap bahwa sisi yang penting diangkat ialah apa yang terjadi (What) dan siapa yang menjadi korban (Who). Karena itu, judul berita pun menjadi:
Bom Kembali Mengguncang Bali: 24 Orang Tewas, Puluhan Lainnya Luka-Luka
Judul ini menggunakan judul dan subjudul. Tampak tidak hanya kuat dengan pola intisari berita, tapi ada efek tertentu yang mau ditonjolkan di sana. Dengan "Kembali Mengguncang Bali" ingin diingatkan, bahwa sebelumnya pernah terjadi bom dan kali ini masih berulang. Terasa lebih dramatis!
Dapat juga—jika murni menggunakan pola mengambil intisari berita-judul berita itu dibuat begini:
Bom Bali Jilid 2 Menewaskan 24 Orang dan Puluhan Lainnya Luka-luka
8.1.4 Hasil Akhir
Pola membuai judul menggunakan hasil akhir ini sering dipakai wartawan, terutama wartawan bidang olah raga. Kelebihannya adalah: lebih dramatis. Sebagai contoh, dalam sebuah pertandingan di liga premier Inggris, kesebelasan Chelsea mengalahkan kesebelasan papan bawah Sunderland dengan skor telak 4-0. Pada berita keesokan harinya, seorang wartawan menulis judul berita demikian, "Chelsea Tekuk Sunderland 4-0". itu merupakan intisari berita, sebab pertandingan memang berakhir dengan skor 4-0.
Atau bisa juga dengan pilihan kata lain. masih merupakan hasil akhir, namun (rasanya) kurang dramatis. Contoh. "Chelsea Terlalu Tangguh bagi Sunderland". Judul seperti ini bisa menyesatkan (mislead). sebab tidak langsung menyebut hasil akhir. Apakah pengertian "terlalu kuat" itu berarti Chelsea menang, ataukah lini pertahanan Chelsea saja yang sulit untuk ditembus Sunderiand. sehingga keduanya bermain seri tanpa gol?
Penggunaan prefiks (ke-an) dalam judul berita tidak sangat tidak lazim. Namun, selanjutnya, dalam batang tubuh berita, kalimat jurnalistik yang lengkap tetap wajib digunakan.
Lazimnya, judul kalimat menggunakan kalmat aktif karena 'daya
(power)-nya lebih dahsyat.
Contoh:
1. Presiden Resmikan Megaproyek di Bontang 2. Naik, Harga BBM Bulan Depan
Perhatikan contoh judul pertama dan kedua. Contoh yang pertama mengutamakan siapa (presiden) sebagai kata pembuka. Mengapa? Wartawan mempertimbangkan, lugas seorang presiden sangat banyak. Kalau seorang presiden bersedia meresmikan sebuah proyek, tentu ada dasar pertimbangan sendiri. Karena im, untuk menarik perhatian audience, presiden menjadi kata pembuka dalam judul.
Lalu perhatikan contoh judul berita yang kedua. Mengapa "Naik" yang dijadikan kata pembuka, bukan BBM? Tentu ada dasar pertimbangannya, sebab dengan kala "naik" akan muncul tanggapan yang cepat dari audience Efek domino dari kata "naik" tentu dengan sendirinya bergulir dan orang akan merasa berita itu penting untuk terus diikuti.
Meski dianjurkan menggunakan kalimat aktif, dalam kenyataan, sering pula kita menemukan adanya judul berita yang menggunakan bentuk kalimat pasif -terutama untuk menggambarkan suatu peristiwa yang dramatis Umumnya bentuk kalimat pasif dalam judul berita ini kita temukan pada berita-berita kriminal.
Contoh:
Mahasiswi Cantik itu Digauli, Lalu Dipukul
8.1.6 Judul Berita Terdiri atas 4-7 Kata
Judul berita tidak panjang, yang paling baik terdiri atas 4-7 kata. Namun. dalam kata yang sangat terbatas itu, wartawan harus sanggup memancing rasa ingin tahu audience. Tidak hanya memancing, si wartawan juga harus mengarahkan perhatian dan pikiran audience ke satu tujuan, yakni pada berita yang ditulisnya. Dengan kalimat yang singkat, wartawan harus sanggup membentuk dalam benak audience sebuah bangun ingatan yang tahan lama, yang disebut dengan single minded. Ketika audience mengisahkan apa yang dibaca (dilihat dan didengar), ia dengan mudah menyebut judul berita Anda.
KATA-KATA KUNCI judul berita polajudul berita
power sebuah kata
efek domino kata
single minded
PERTANYAAN
1. Sebutkan dan jelaskan polajudul berita! Berikanlah dengan contoh! 2. Mengapa judul berita tidak boleh panjang?
3. Apa artinya single mindedl Jelaskan! TUGAS
Buatlah contoh judul berita yang menunjukkan masing-masing pola! Carilah dan buatlah kliping dari koran/majalah masing-masing pola judul berita dan tunjukkan judul itu masuk kategori pola yang mana?