• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Persamaan Linear Satu Variabel

1. Persamaan Linear dengan Satu Variabel

Materi matematika yang dibahasa dalam penelitian ini adalah

yang perlu dikuasai siswa adalah membuat dan menyelesaikan model

matematika dari masalah yang berkaitan dengan Persamaan Linear Satu

Variabel.

Dalam setiap pembelajaran, materi Persamaan Linear Satu Variabel

diawali dengan Kalimat Terbuka. Kalimat Terbuka adalah kalimat yang

belum dapat ditentukan benar-salahnya, sebab masih mengandung variabel.

Contoh kalimat terbuka diantaranya:

(i) A adalah faktor dari .

(ii) + =

Kalimat (i) bernilai benar jika lambang A diganti dengan , , , atau dan

bernilai salah jika lambang A diganti dengan 3.

Variabel (peubah) banyak digunakan dalam kalimat terbuka.

Penyelesaian atau jawab adalah pengganti dari variabel (peubah) yang

menyebabkan kalimat terbuka menjadi kalimat pernyataan yang benar.

Persamaan adalah kalimat terbuka yang menyatakan hubungan sama

dengan “=”. Contoh persamaan:

+ =

+ =

– = +

Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka dengan satu variabel yang memiliki hubungan sama dengan “=”, dan variabelnya hanya

berpangkat satu. Persamaan Linear Satu Variabel mempunyai bentuk

+ =

Dimana dan adalah konstanta real dan ≠ . Penyelesaian persamaan tersebut diberikan oleh:

= −

2. Himpunan Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel

Himpunan penyelesaian adalah himpunan semua penyelesaian dari

suatu kalimat terbuka. Salah satu cara yang dapat digunakan siswa dalam

menemukan himpunan penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel

adalah substitusi. Cara substitusi artinya menyelesaikan persamaan dengan

cara mengganti variabel dengan bilangan yang sesuai sehingga persamaan

tersebut menjadi kalimat yang bernilai benar. Berikut ini adalah contoh

penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel dalam menentukan himpunan

penyelesaian dengan cara substitusi:

Contoh:

Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan:

+ =

Jika variabel pada himpunan bilangan cacah.

Penyelesaian:

Jika diganti bilangan cacah, diperoleh:

 substitusi = , maka + = (kalimat salah)  substitusi = , maka + = (kalimat salah)

 substitusi = , maka + = (kalimat salah)  substitusi = , maka + = (kalimat benar)  substitusi = , maka + = (kalimat salah)

Ternyata untuk = , persamaan + = menjadi kalimat yang benar. Jadi, himpunan penyelesaian persamaan + = adalah { }.

3. Persamaan-Persamaan yang Ekuivalen

Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika mempunyai

penyelesaian atau akar yang sama. Notasi untuk ekuivalen pada persamaan

adalah “⇔”. Contoh:

(i) + =

Jika diganti bilangan , maka persamaan tersebut menjadi:

+ =

yang merupakan kalimat benar.

Jadi, penyelesaian persamaan + = adalah .

(ii) + =

Jika diganti bilangan , maka persamaan tersebut menjadi:

× + =

yang merupakan kalimat benar.

Jadi, penyelesaian persamaan + = adalah .

(iii) + =

Jika diganti bilangan , maka persamaan tersebut menjadi:

yang merupakan kalimat benar.

Jadi, penyelesaian persamaan + = adalah .

Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa ketiga persamaan

mempunyai penyelesaian yang sama, yaitu . Dengan demikian, persamaan

(i), (ii), dan (iii) dapat dituliskan sebagai:

+ = ⇔ + = ⇔ + =

Suatu persamaan dapat dinyatakan ke dalam persamaan yang

ekuivalen dengan cara:

a. Menambah atau mengurangi, mengkali atau membagi kedua ruas

persamaan dengan bilangan yang sama;

Persamaan linear dapat dianalogikan sebagai timbangan

keseimbangan. Ruas kiri dan ruas kanan dari sebuah persamaan adalah

dua wadah keseimbangan. Jika dengan menambah atau mengurangi

berat yang sama pada kedua wadah, maka timbangan akan tetap

seimbang. Demikian juga dengan persamaan, jika kedua ruas

ditambahkan atau dikurangkan, dikalikan atau dibagi (asalkan bilangan

yang dikali atau dibagi tersebut bukan bilangan nol) dengan bilangan

yang sama, persamaan tersebut tetap ekuivalen. Untuk menyelesaikan

sebuah persamaan, dapat menambahkan, mengurangkan, mengalikan,

atau membagi (asalkan bilangan yang dikali atau dibagi tersebut bukan

nol) dengan suatu bilangan yang sama pada kedua ruas sehingga

Di lapangan ditemukan bahwa beberapa guru menggunakan cara

“pindah ruas –ganti tanda” dalam menyederhanakan atau menemukan

persamaan yang ekuivalen. Cara tersebut merupakan variasi dari

langkah “memberi perlakuan yang sama pada kedua ruas” (lebih dikenal dengan “menambah atau mengurangi, mengkali atau membagi kedua

ruas persamaan dengan bilangan yang sama”). Beberapa guru mengajarkan cara “pindah ruas – ganti tanda” di kelas untuk lebih

memudahkan siswa dalam menggunakan cara “memberi perlakuan yang

sama pada kedua ruas” dalam menemukan persamaan yang ekuivalen.

“Pindah ruas – ganti tanda” dapat dilakukan dengan mengubah urutan suku persamaan dari ruas kiri ke ruas kanan atau sebaliknya. Aturan

perubahan urutan dengan memindahkan suku persamaan pada satu ruas

dan menuliskan kebalikannya pada ruas yang lain dari persamaan

tersebut. Langkahnya sebagai berikut:

1) Pindahkan bagian konstanta dari ruas kiri ke ruas kanan untuk

membiarkan semua variabelnya tetap di ruas kiri.

2) Sederhanakan ruas kanan dan kiri untuk mendapat jawabannya.

4. Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel Bentuk Pecahan

Langkah awal yang perlu dilakukan siswa dalam menyelesaikan

PLSV bentuk pecahan adalah mengubah persamaan linear bentuk pecahan

menjadi bentuk persamaan linear biasa. Caranya adalah dengan mengalikan

diperoleh persamaan linear bentuk biasa. Selanjutnya menentukan

penyelesaian persamaan linear dengan aturan penyelesaian yang telah ada.

Contoh:

Tentukan penyelesaian dari persamaan:

− = −

jika variabel pada himpunan bilangan rasional.

Penyelesaian:

− = −

⇔ − = − (kedua ruas dikalikan KPK dari

2 dan 5, yaitu 10)

⇔ − = −

⇔ − + = − + (kedua ruas ditambah 20)

⇔ = +

⇔ − = + − (kedua ruas dikurangi )

⇔ − =

⇔ − : − = ∶ − (kedua ruas dibagi dengan − )

⇔ = −

Jadi, himpunan penyelesaian persamaan − = − adalah {–5}.

5. Model Matematika dan Penerapan Persamaan pada Soal Cerita

Langkah awal yang perlu dibuat siswa dalam menyelesaikan soal

berdasarkan pada informasi yang terdapat pada soal tersebut, yang disebut

dengan model matematika. Model matematika dapat diperoleh dengan cara

memisalkan besaran yang belum diketahui dengan sebuah variabel,

misalnya variabel . Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat

dilakukan dalam menyelesaikan soal-soal dalam kehidupan sehari-hari yang

berbentuk cerita:

a. Jika memerlukan diagram (sketsa), misalnya untuk soal yang

berhubungan dengan geometri, dapat dibuat diagram (sketsa)

berdasarkan kalimat cerita tersebut.

b. Salah satu besaran yang belum diketahui dimisalkan dengan sebuah

variabel.

c. Menerjemahkan kalimat cerita menjadi model matematika dalam

bentuk persamaan.

d. Menyelesaikan persamaan tersebut, kemudian menjawab sesuai yang

ditanyakan.

Berikut ini adalah contoh soal cerita terkait persamaan linear satu

variabel dan langkah penyelesaiannya:

 Harga sebuah stabilo lebih mahal Rp . dari harga sebuah spidol. Harga buah spidol dan buah stabile adalah Rp . . Tentukan model matematikanya dan harga sebuah spidol!

Misal: harga sebuah spidol = rupiah, maka harga sebuah stabilo = + . rupiah

+ + . = .

+ + . = .

+ . = .

Jadi, model matematikanya adalah + . = . .

Menyelesaikan model matematika dengan langkah penyelesaian

persamaan linear satu variabel:

+ . = .

= . − .

= .

= .

= .

Jadi, harga sebuah spidol adalah Rp . .

Tidak hanya kemampuan komputasi saja yang diperlukan siswa dalam

menyelesaikan soal cerita terkait Persamaan Linear Satu Variabel. Perlunya

memahami setiap informasi pada soal, kemampuan dalam menyusun

rencana dan strategi dalam penyelesaian masalah sangat dibutuhkan siswa

dalam menyelesaikan soal cerita terkait Persamaan Linear Satu Variabel.

Dokumen terkait