• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5. Analisis dan Uji Hipotesis

4.5.3. Persamaan Regresi Linier Berganda

Dalam analisis ini menggunakan model analisis regresi linier berganda yang berguna untuk mengetahui terdapat atau tidaknya pengaruh antara variable bebas terhadap variable terikat. Berikut ini adalah ringkasan hasil analisis regresi linier berganda.

Tabel 4.16 : Persamaan Regresi Linier Berganda

Variable Bebas Koefisien Regresi Konstanta

Penerapan Teknologi Baru (X1)

Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi (X2)

5,579 0,395 0,412 Sumber : Lampiran 11

Berdasarkan tabel 4.16 di atas, maka persamaan yang didapat adalah :

Y= 5,579 + 0,395 X1 + 0,412 X2

Nilai konstanta (b0) menunjukkan besarnya nilai dari kinerja karyawan (Y) apabila variable penerapan teknologi baru (X1) dan kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) adalah konstan atau nol, maka besarnya nilai kinerja karyawan (Y) sebesar 5,579.

Koefisien regresi pada masing- masing variable bebas menunjukkan pola hubungan antara variable bebas tersebut dengan variable terikat, jika koefisien regresi adalah positif maka antara variable bebas dengan variable terikat mempunyai pola hubungan yang positif (jika variable bebas mengalami kenaikkan, variable terikat akan mengalami kenaikkan pula), dan jika koefisien regresi adalah negatif maka antara variable bebas dengan variable terikat mempunyai pola hubungan yang negatif (jika variable bebas mengalami kenaikkan, variable terikat akan mengalami penurunan). Berikut ini koefisien regresi yang dihasilkan masing-masing variable bebas :

1. Koefisien regresi untuk X1 (b1) = 0,395

Penerapan teknologi baru (X1) mempunyai pola hubungan yang positif dengan kinerja karyawan (Y) artinya jika penerapan teknologi baru (X1) meningkat sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan naik sebesar 0,395 dengan asumsi variable kepercayaan (X2) adalah konstan. 2. Koefisien regresi untuk X2 (b2) = 0,412

Kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) mempunyai pola hubungan yang positif dengan kinerja karyawan (Y) artinya jika kepercayaan

pemakai sistem informasi (X2) meningkat sebesar satu satuan, maka kinerja karyawan (Y) akan naik sebesar 0,412 dengan asumsi variable penerapan teknologi baru (X1) adalah konstan.

4.5.4. Uji Hipotesis 1. Uji F

Model yang dihasilkan dari metode regresi linier berganda yang digunakan, perlu diuji signifikansi keseluruhan persamaan regresinya, melalui Uji F.

Tabel 4.17 : Hasil Uji F

Model Fhitung Sig -F R2

Konstanta

Penerapan Teknologi Baru (X1)

Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi (X2)

26,294 0,000 0,574

Sumber : Lampiran 11

Berdasarkan tabel 4.17 di atas, diperoleh Fhitung sebesar 26,294 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (sig 0,000 < 5%) maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya regresi yang dihasilkan adalah signifikan atau cocok untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi baru (X1) dan kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y).

Berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan yaitu sebesar 0,574 artinya bahwa variable penerapan teknologi baru (X1) dan kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) berpengaruh terhadap variable kinerja karyawan

(Y) sebesar 57,4% sedangkan sisanya 42,6% dijelaskan oleh variable lain selain variable X1 dan X2 yang tidak dibahas pada penelitian ini.

2. Uji t

Uji t dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh secara parsial penerapan teknologi baru (X1) dan kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) terhadap kinerja karyawan (Y). Berikut hasil dari uji t :

Tabel 4.18 : Hasil Uji t

Model thitung Sig

Konstanta

Penerapan Teknologi Baru (X1)

Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi (X2) 2,258 4,271 3,312 0,030 0,000 0,002 Sumber : Lampiran 11

Nilai thitung pada variable penerapan teknologi baru (X1) sebesar 4,271 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (sig < 5%) maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya bahwa variable penerapan teknologi baru (X1) secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y), sehingga hipotesis ke- 1 “ Bahwa penerapan teknologi baru berpengaruh terhadap kinerja karyawan Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan” teruji kebenarannya.

Nilai thitung pada variable kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) sebesar 3,312 dengan tingkat signifikan sebesar 0,002 lebih kecil dari 0,05 (sig <

5%) maka H0 ditolah dan H1 diterima yang artinya bahwa variable kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y), sehingga hipotesis ke-2 “ Bahwa kepercayaan pemakai sistem informasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan

4.6. Pembahasan

4.6.1. Implikasi Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa variable Penerapan Teknologi Baru dan Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan sehingga hipotesis penelitian yang diajukan yang menyatakan bahwa diduga terdapat pengaruh dari Penerapan Teknologi Baru dan Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi terhadap Kinerja Karyawan telah terbukti kebenarannya. Menunjukkan bahwa regresi yang dihasilkan adalah signifikan atau cocok untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi baru dan kepercayaan pemakai sistem informasi terhadap kinerja karyawan sebesar 57,4% sedangkan sisanya 42,6% dijelaskan oleh variable lain yang tidak dibahas pada penelitian ini, seperti : faktor kesesuaian tugas-teknologi (Tedy Jurnali dan Supomo, 2002). Menurut Tedy Jurnali dan Supomo (2002), kesesuaian tugas teknologi mempunyai pengaruh positif terhadap pemanfaatan teknologi informasi, yang sesuai dengan model TTFM (Task – Technology fit) yang menekankan pada faktor kesesuaian tugas – teknologi umtuk peningkatan kinerja dari pada faktor pemanfaatan teknologi.

Berdasarkan hasil penelitian Penerapan Teknologi Baru mempunyai pola hubungan yang positif dengan kinerja karyawan. Hasil ini mendukung pernyataan responden sebesar 88% bahwa teknologi sistem informasi membantu pemakai dalam menggabungkan informasi dari bagian/departemen lain dan menghasilkan informasi yang diinginkan sebesar 23,8%, 47,6% teknologi sistem informasi yang sekarang digunakan dapat diakses dengan mudah sehingga pemakai dengan cepat memperoleh informasi yang dibutuhkan, dan 16,6% teknologi sistem informasi yang sekarang digunakan dapat membantu pemakai menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan efisien, karena pengoperasian sistem informasi mudah dipahami, dimengerti dan dijalankan.

Uraian tersebut menyimpulkan bahwa sebagian besar responden menyatakan teknologi yang digunakan oleh individu dapat membantu menyelesaikan tugas-tugas responden, semakin tinggi pemanfaatan teknologi, semakin banyak tugas-tugas responden yang terselesaikan, maka semakin tinggi kinerja responden, dengan diimbangi kemampuan responden dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

Kepercayaan pemakai sistem informasi juga positif yang berarti kepercayaan pemakai sistem informasi mempunyai pola hubungan yang positif dengan kinerja karyawan. Hasil ini mendukung pernyataan responden sebesar 73,8% yaitu 22,2% pemakai sistem informasi adalah orang-orang yang dapat dipercaya, 38,9% pemakai sistem informasi adalah orang-orang yang berkompeten dalam bidang pekerjaannya dan memberi jaminan atau garansi atas kesalahan sistem informasi sebesar 12,7% .

Uraian tersebut menyimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap penerapan teknologi sistem informasi baru karena dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Dalam penelitian yang dilakukan diatas mengenai faktor-faktor kinerja karyawan, dapat diketahui bahwa penerapan teknologi baru (X1), kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y).

Hal ini dapat dilihat nilai koefisien regresi untuk penerapan teknologi baru (X1) sebesar 0,395. Berarti jika Penerapan Teknologi Baru (X1) meningkat sebesar satu satuan, maka Kinerja Karyawan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,395 satu skala responden.

Nilai r parsial untuk variable Penerapan Teknologi Baru (X1) sebesar 0,500 berarti bahwa variable Penerapan Teknologi Baru (X1) mampu menjelaskan variable Kinerja Karyawan (Y) sebesar 50,0%. Dan secara parsial variable Penerapan Teknologi Baru (X1) berpengaruh secara nyata terhadap Kinerja Karyawan(Y).

Nilai koefisien regresi untuk Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi (X2) sebesar 0,412. Berarti jika Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi (X2) meningkat sebesar satu satuan, maka Kinerja Karyawan (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,412 satu skala responden.

Nilai r parsial untuk variable Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi (X2) sebesar 0,388 berarti bahwa variable Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi (X1) mampu menjelaskan variable Kinerja Karyawan (Y) sebesar 38,8%. Dan secara

parsial variable Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi (X2) berpengaruh secara nyata terhadap Kinerja Karyawan(Y).

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih banyak dari responden laki-laki, dimana laki-laki sebanyak 28,6% sedangkan perempuan 71,4%. Hal ini disebabkan karena di instansi Lingkungan UPTD Pendapatan banyak karyawan perempuan yang lebih teliti dalam pelayanan untuk penyajian sistem informasi pembayaran pajak Kendaraan Bermotor.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan yang bekerja di instansi Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan tingkat pendidikan yaitu S1 (Strata-1) yang berjumlah 32 atau 76,2% semakin tinggi tingkat pendidikan dapat menambah pengetahuan tentang sistem informasi sehingga dapat membantu kinerja karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan efisien. Karyawan yang bekerja di UPTD Pendapatan berusia 40 tahun ke atas atau sejumlah 71,4% sedangkan yang berumur 30 tahun hanya 9,5% dan yang berumur 31-40 berjumlah 8 responden atau 19,0%. Dengan usia yang lebih dari 40 tahun keatas menambah pengalaman yang lebih baik dalam bidangnya karena wawasan pengetahuan akan perkembangan IPTEK dapat menyelesaikan pekerjaannya sehingga kinerja karyawan selalu kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaannya.

Pada instansi Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan ada 3 Sub Bagian yaitu Sub Bagian Tata Usaha , Pendataan dan Penetapan, dan Penagihan dan Pembayaran. Dari hasil penelitian jumlah

karyawan pada tiap bagian di UPTD Pendapatan yang paling banyak yaitu di bagian Penagihan dan Pembayaran berjumlah 15 orang, Pendataan dan Penetapan berjumlah 14 orang dan Tata Usaha berjumlah 13 orang. Karena di bagian Pembayaran dan Penagihan memepunyai fungsi meneliti, menerima, membukukan dan menindaklanjuti surat tegoran, menerbitkan surat tagihan dan melakukan pengecekan di lapangan terkait dengan permohonan keberatan dan penghapusan penetapan pajak daerah dan laporan pengaduan masyarakat. Sebagian besar masa kerja atau lamanya kerja karyawan UPTD Pendapatan yang terbanyak yaitu 15-30 sebesar 57,1% . Semakin lamanya masa kerja karyawan dapat menambah pengalaman dan meningkatkan kinerja lebih baik.

Nilai thitung pada variable penerapan teknologi baru (X1) sebesar 4,271 yang artinya bahwa variable penerapan teknologi baru (X1) secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y), sehingga hipotesis ke- 1 “ Bahwa penerapan teknologi baru berpengaruh terhadap kinerja karyawan Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan” teruji kebenarannya.

ya Selatan.

Nilai thitung pada variable kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) sebesar 3,312 yang artinya bahwa variable kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y), sehingga hipotesis ke-2 “ Bahwa kepercayaan pemakai sistem informasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Suraba

Perkembangan teknologi baru ini dalam bidang pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor yang melaui Sistem Link pada instansi Kantor Bersama

Samsat di Lingkungan UPTD Surabaya Selatan memberikan suatu inovasi baru untuk memberikan kemudahan dan pilihan kepada wajib pajak untuk melakukan pembayaran PKB (Pembayaran Kendaraan Bermotor) pendaftaran ulang/pengesahan STNK dengan pelayanan yang cepat, wajib pajak bisa menghemat waktu dan biaya.

Sistem pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dengan sistem Link di DIPENDA Jatim memberikan motivasi baru bagi daerah di luar Jawa Timur untuk mengembangkan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, misalnya di Samsat Kalbar setelah melakukan studi banding di Surabaya, Jawa Timur dimana daerah tersebut sudah melaksanakan sistem drive thru yaitu mengembangkan pengesahaan STNK/BBNKB. Maka dari itu Samsat Kalbar mengembangkan sistem baru yaitu Drive Thru. Karena itu DIPENDA Jawa Timur mendapatkan gelar ISO 9001:2001 dalam Pelayanan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2001. Dengan mendapatkan gelar ISO 9001: 2001 DIPENDA Jatim selalu dapat mengembangkan lebih baik sistem informasi baru dalam pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor.

Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi instansi bahwa Penerapan Teknologi Baru beserta adanya Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi dapat meningkatkan Kinerja Karyawan sehingga output yang dihasilkan bisa optimal bagi instansi. Penerapan teknologi sistem informasi tentunya terdapat kelebihan dan kekurangan. SAMSAT Link yaitu pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor tanpa memperhatikan domisili dari Wajib Pajak adalah perkembangan teknologi baru, namun pada kenyataannya kekurangan

sistem ini adalah adanya keterlambatan dalam pengurusan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor sehingga digunakan wajib pajak untuk membayar ditempat lain tanpa identitas (KTP), untuk itu instansi sebaiknya mengembangkan dan memperbaiki SAMSAT Link agar meminimalisasi kecurangan-kecurangan oleh wajib pajak.

Hasil analisa ini sesuai dengan temuan penelitian Goodhue (1995) yang menemukan bahwa pemakai memberikan nilai evaluasi yang tinggi adalah yang merasa bahwa penerapan teknologi baru yang diimplementasikan dalam instansi dapat meningkatkan Kinerja Karyawan.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian Salman Jumaili (2005) yang menyatakan bahwa penerapan teknologi baru dan kepercayaan pemakai sistem informasi terhadap peningkatan kinerja karyawan menunjukkan hasil yang positif. Begitu juga dengan Tedy Jurnali dan Bambang Supomo(2002) yang menyatakan bahwa kinerja individual di lingkungan akuntan publik dipengaruhi oleh kesesuaian antara teknologi informasi yang digunakan dengan tugas-tugas akuntan publik. Disamping itu, kesesuaian tugas teknologi mempunyai pengaruh positif terhadap pemanfaatan teknologi informasi.

4.6.2. Perbedaan Peneliti Sekarang dengan Terdahulu

Perbedaan peneliti sekarang dengan terdahulu terletak pada periode pengamatan, obyek, variable dan metode penelitian.

No Penelitian Obyek Penelitian

Variabel Penelitian Metode Penelitian Hasil Penelitian 1. 2. 3. 4. Tedy Jurnali dan Bambang Sopomo (2000) Salman Jumaili (2005) Nita Nurmalia (2006) Wahyu Dianengsih (2010) Kantor Akuntan Publik dalam “lima besar “ di Indonesia Organisasi pendidikan yang menggunakan sistem baru PT. Semen Gresik Kantor Bersama SAMSAT di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan Faktor kesesuaian tugas-teknologi (X1), pemanfaatan TI (X2), dan kinerja akuntan publik (Y) ), ja individual (Y) n (X1), ja individual (Y) 1), ja karyawan (Y) Kepercayaan (X1 teknologi sistem informasi (X2), kiner Kepercayaa penerapan teknologi sistem informasi (X2), kiner Penerapan teknologi baru (Link System) (X kepercayaan pemakai sistem informasi (X2)dan kiner Struktural Equation Modeling (SEM) Uji Regresi Linier Berganda Uji Regresi Linier Berganda Uji Regresi Linier Berganda Kinerja individu di Lingkungan akutan publik dipengaruhi oleh kesesuaian tugas antara teknologi informasi yang digunakan dengan tugas-tugas akuntan publik. Kepercayaan terhadap sistem informasi baru dan terhadap peningkatan kinerja individual menunjukkan hasil yang positif. Variable kepercayaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja individual & penerapan teknologi sistem informasi baru secara parsial

berpengaruh terhadap kinerja individual. Penerapan teknologi baru (Link System) dan kepercayaan pemakai sistem

informasi berpengaruh positif terhadap

Sumbe

erta memperluas populasi dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang besar.

inspirasi peneliti yang ingin melakukan studi yang memperluas atau r : Peneliti

Berdasarkan perbedaan-perbedaan tersebut diatas, pada penelitian Tedy Jurnali dan Bambang Sopomo (2000) yang melakukan penelitian pada Kantor Akuntan Publik dalam “Lima besar di Indonesia” dengan menggunakan metode SEM (Struktural Equation Modeling) dengan hasil penelitian bahwa kinerja individu di Lingkungan Akuntan Publik dipengaruhi oleh kesesuaian tugas antara teknologi informasi yang digunakan dengan tugas-tugas akuntan publik. Dengan menggunakan SEM sebagai alat analisis, peneliti harus dapat menjawab masalah yang bersifat regresif, membangun modelnya berdasarkan justifikasi teoritis yang cukup kuat, sehingga indikator yang digunakan dan mempunyai pijakan teori yang cukup dapat menkonfirmasi faktornya. Sedangkan untuk penelitian ini menggunakan metode uji regresi liner berganda karena dengan menggunakan regresi sebagai alat analisis, peneliti lebih mudah mengukur kekuatan hubungan antara variable dependen dengan variable independen berdasarkan data yang ada. Dapat disarankan bagi penelitian yang akan datang untuk menambah variable bebas seperti kepercayaan (X1) pemanfaatan teknologi (X2), dan kesesuaian tugas-teknologi (X3), menggunakan metode Struktural Equation Modeling dengan variable independen Kinerja Karyawan (Y) s

4.6.3. Keterbatasan Penelitian

mengkonfirmasi penelitian ini, dengan demikian penelitian ini mempunyai keterbatasan, antara lain :

1. Data penelitian yang dihasilkan dari penggunaan instrument yang mendasarkan pada persepsi jawaban responden, hal ini akan menimbulkan masalah jika persepsi responden berbeda dengan keadaan yang sesungguhnya. Penelitian ini hanya menggunakan metode survey melalui kuesioner, peneliti tidak melakukan wawancara secara langsung sehingga kesimpulan yang dikemukakan hanya berdasarkan pada data yang terkumpulkan melalui penggunaan instrument tertulis.

2. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini masih kurang representative (minimal 100 sampel), sampel hanya diambil dari Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan saja sehingga belum dapat menggambarkan keadaan yang sesungguhnya dan hanya terbatas pada Kantor Bersama SAMSAT di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan.

3. Penelitian ini hanya menguji pengaruh Penerapan Teknologi Baru dan Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi terhadap Kinerja Karyawan dengan menggunakan regresi linier berganda.

4. Besarnya Penerapan Teknologi Baru dan Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi terhadap Kinerja Karyawan sebesar 57,4 % sedangkan sisanya 42,6 % dijelaskan oleh variable lain yang tidak dibahas pada penelitian ini, seperti faktor kesesuaian tugas- teknologi.

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda dapat disimpulkan bahwa :

1. Hipotesis yang menduga bahwa penerapan teknologi baru (X1) dan kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan, setelah dilakukan pengujian teruji kebenarannya. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai F hitung yang lebih besar. Juga nilai R2 atau koefisien determinasi yaitu sebesar 0,574, hal ini berarti bahwa penerapan teknologi baru (X1) dan kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada kantor berbersama-sama samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan (Y) sebesar 0,574 atau 57,4%, sedangkan sisanya 42,6% dipengaruhi oleh variable lain di luar penelitian ini.

2. Hipotesis yang menduga penerapan teknologi baru (Link System) (X1) dan kepercayaan pemakai sistem informasi (X2) secara parsial mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan(Y), teruji kebenarannya.

3. Hasil perhitungan regresi linier berganda Y= 5,579 +0,395X1 + 0,412 X2 dari Pengaruh Penerapan Teknologi Baru dan Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi terhadap Kinerja Karyawan Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan.

4. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengukur penerapan teknologi baru serta kepercayaan pemakai sistem informasi terhadap kinerja karyawan.

5. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi instansi Kantor Bersama Samsat di Lingkungan UPTD Pendapatan Surabaya Selatan bahwa penerapan teknologi baru dan kepercayaan pemakai sistem informasi dapat meningkatkan kinerja karyawan dalam menyelesaikan tugasnya sehingga output yang dihasilkan bisa optimal bagi instansi/perusahaan.

6. Dengan adanya penerapan teknologi baru dan kepercayaan pemakai sistem informasi dapat memberikan kemudahan dalam menyelesaikan tugasnya tepat waktu dan efisien sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan.

5.2. SARAN

Berdasarkan penelitian dan pengamatan menunjukkan bahwa Penerapan Teknologi Baru, Kepercayaan Pemakai Sistem Informasi secara signifikan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan teruji kebenarannya. Jadi yang perlu dilakukan oleh instansi adalah sebagai berikut :

1. Kemampuan kinerja karyawan menjalin kerjasama antar bagian dengan atasan hendaknya lebih diperhatikan karena dengan demikian dapat menghasilkan sistem informasi yang lebih efektif dan efisien dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dengan mudah dan cepat.

2. Samsat Link yaitu pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor tanpa memperhatikan domisili dari wajib pajak adalah perkembangan teknologi baru, untuk itu instansi sebaiknya mengembangkan kembali samsat link agar memudahkan pemakai teknologi sistem informasinya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

3. Sedikitnya jumlah sampel dan ketersediaan data dalam penelitian ini, peneliti mengharapkan agar penelitian yang selanjutnya menambah jumlah sampel yang jauh lebih besar dan sebaran sampel yang lebih besar agar hasil yang diperoleh lebih bisa mewakili populasi.

4. Penelitian selanjutnya bisa menambahkan variable – variable lain yang bisa meningkatkan kinerja karyawan dalam instansi/perusahaan, seperti kesesuaian tugas teknologi yang melihat pengaruhnya terhadap kinerja karyawan.

Yogyakarta.

Anonim, 2003. Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian dan Skripsi, FE-UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Azwar, 2003, Reabilitas dan Validitas, Cetakan Keempat, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Baridwan, Zaki. 1998. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Kedua, Cetakan Kelima, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Bodnar, George H & William S. Hopwood,2000, Accounting Information Sytem, Fifth Edition.

Darma, Agus. 1991. Manajemen Prestasi Kerja. Penerbit Rajawali, Jakarta. Davis Gordon B. 1984. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen,

Bagian I, Terjemahan Andreas Adi Wardana, Penerbit Pusaka Binaman Pressindo, Jakarta.

Dipenda Jatim, 2010. Keputusan Bersama Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kepala DIPENDA Jatim, Kepala PT.Jasa Raharja ( Persero ) Cabang Jawa Timur.

Gasperz, 1991.Ekonometrika Terapan, Penerbit Tarsito, Bandung.

Ghozali, Imam. 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Penerbit Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.

Gomes, 2003. Manejemen Sumber Daya Manusia, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Gujarati, Damodar. 1999. Ekonometrika Dasar, Edisi Pertama, Terjemahan oleh Sumarno Zain, Penrbit Erlangga, Jakarta.

Hansen, Mowen. 1999. Akuntansi Manajemen, Jilid I, Edisi Keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Husein, F.M. dan Wibowo, A. 2002. Sistem Informasi Manajemen, Edisi Revisi, Cetakan Pertama, Penerbit YKPN, Yogyakarta.

Publishing Co, Cincinati, Obio.

McLeod, Ravmond, 2001, Sistem Informasi Manajemen, Edisi Ketujuh, Versi Indonesia, Bhuana Ilmu Populer.

Mulyadi, 2001, Akuntansi Manajemen, Edisi Kedua, YKPN, Yogyakarta. Nasir, M, 1988, Metode Penelitian, Cetakan Ketiga, Penerbit Ghalia

Indonesia.

Nasir, M, 2005, Metode Penelitian, Cetakan Keenam, Penerbit Ghalia Indonesia.

Ricardus, Eko I, 2000, Manajemen Informasi dan Teknologi Informasi, Penerbit, PT. Elexmadia Komputindo, Jakarta.

Santoso, 2000, SPSS Statistik Parametik, PT. Eex Media Komputindo, Jakarta.

Sabihaini, 2006, Analisis Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Kinerja Individual (Studi Pada Rumah Sakit Di Yogyakarta), Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi, Vol. 6 No 1, April: 1-16.

Salman Jumaili, 2005, “KepercayaanTerhadap Teknologi Sistem Informasi Baru Dalam Evaluasi Kinerja Individual”. Simposium Nasional Akuntansi VIII. September: 722-735.

Siagian, 2002, Kiat Meningkatkan Produktifitas Kerja, Rineke Cipta.

Sumarsono, 2004, Metode Penelitian Akuntansi Beserta Contoh Interpretasi Hasil Penggelolaan Data, Penerbit UPN ‘Veteran” Jawa Timur. Surabaya.

Sunarti, Setianingsih dan Nur Indrianto, 2002, “Pengaruh Dukungan Manajemen Puncak dan Komunikasi Pemakai dalam Pengembangan Sistem Informasi”. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, vol 1, No. 2. Juli: 192-207

Suwardi, Musyrif, 2009. Samsat akan Luncurkan Drive Thru, Sriwijaya Pos, 24 November 2009.

PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Wilkinson, Joseph W, 2003, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Pertama,Cetakan Ketiga, Terjemahan Maulana, Agus, Penerbit Binarupa Angkasa, Jakarta.

Werther, Davis, 1996, Human Resource and Personel Manajement, Fifth Edition, McGraw-Hill,Inc,North Amerika.

Fazli Syam BZ. 1999. “Dampak Komleksitas Teknologi Informasi bagi dan Kelangsungan Bisnis”. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, vol.3, No.1. Juni; 77-89.

Goodhue, D.L. 1995, Understanding User Evalution Sytem, Manajemen Sciences, Desember 1827-1844.

Goodhue, D.L. 1998, Developmentien and Measurement Validity of a task Teknologi fit Instrumen for User Evaluations of Information Sytem, Decision Sciences, Winter, vol.29, No.1 :105-138.

Goodhue, D.L. and Thompson, 1995, R.L. Task Technology Fit and Individual Performent. Manajemen Information SystemQuartely, June: 213-236.

I Nyoman Sunarta dan Pratiwi Dwi Astuti, 2005. ‘Pengajuan Terhadap Technologi-To-Performance Chain, Pendapatan Stuktural Equating Modelling”. Simposium Nasional Akuntansi VIII. September: 880-893.

Nurika Restuningdiah da Nur Indrianto, 2000. “ Pengaruh Partisipasi

Dokumen terkait