HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
2. Struktur Ekonomi
4.4 Persepsi Masyarakat Rencana Pemekaran Simalungun Hataran
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai rencana pemekaran Simalungun Hataran. Dalam penelitian tidak ada pemilihan kriteria untuk responden. Berdasarkan usia, responden rata-rata berada pada
golongan usia 23-50 tahun yaitu sebanyak 40 orang. Berdasarkan jenis kelamin sampel terbagi rata yaitu sebanyak 24 orang responden laki-laki dan 26 orang responden wanita. Responden dalam penelitian ini memiliki pekerjaan yang bervariasi namun didominasi oleh pekerjaan wiraswasta (30%).
Pengetahuan Masyarakat mengenai Rencana Pemekaran Simalungun Hataran
Melalui analisis terhadap distribusi jawaban responden mengenai informasi dan pengetahuan masyarakat mengenai rencana pemekaran diperoleh informasi sebagai berikut:
Tabel 4.21
Tingkat Pengetahuan Masyarakat mengenai Rencana Pemekaran
Keterangan Jumlah Responden (%)
Mengetahui sejak Tahun 2007 16
Mengetahui sekitar dua tahun 24
Sudah mengetahui dua bulan terakhir 12
Tidak Mengetahui/mendengar 48
Jumlah 100
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52 % responden penelitian sudah pernah mendengar rencana pemekaran Kabupaten Simalungun Hataran. 16 % responden bahkan sudah mengetahui wacana pemekaran ini sejak tahun 2007. Wacana mengenai pemekaran Kabupaten Simalungun Hataran memang sudah sejak lama diusulkan oleh masyarakat. Terdapat 48 % responden yang tidak pernah mendengar atau mengetahui rencana pemekaran ini. Dari 50 responden , 26 (52%) orang pernah mendengar rencana pemekaran melalui kerabat dan masyarakat.
Dari 50 responden mengaku tidak pernah ada sosialisasi resmi dari pemerintah terkait rencana pemekaran Simalungun
15 responden mengaku bahwa hanya sedikit masyarakat yang mengetahui informasi mengenai rencana pemekaran Simalungun Hataran
Dari 50 responden terdapat 38 orang yang mengaku kurang mengetahui kecamatan apa saja yang termasuk Simalungun Hataran ataupun informasi mengenai calon ibukota Simalungun Hataran.
Sebagian besar masyarakat kurang paham mengenai rencana pemekaran Simalungun Hataran. Terdapat 20 responden yang kurang paham (40%) Persepsi Masyarakat mengenai Rencana Pemekaran Simalungun Hataran
Tabel 4.22
Persepsi Masyarakat mengenai Rencana Pemekaran
Persepsi Masyarakat Jumlah Responden
(%) Setuju 96 Agak setuju 2 Kurang setuju - Tidak setuju 2 Total Responden 100
Dari 50 responden, ada 48 orang (96%) yang setuju jika Kabupaten Simalungun dimekarkan, satu orang agak setuju dan satu orang kurang setuju. Beberapa alasan menyatakan setuju mengenai pemekaran antara lain:
Infrastruktur tidak diperhatikan Pelayanan publik kurang maksimal Pengurusan administrasi terlalu jauh
Alasan yang dominan dipilih responden adalah infrastruktur yang tidak diperhatikan serta pengurusan administrasi yang terlalu jauh. Sejak tahun 2010 kantor Bupati Simalungun dipindahkan ke Raya dari sebelumnya yang berada di Pematang Siantar. Hal ini menyebabkan semakin jauhnya jarak yang ditempuh masyarakat dalam mengurus kartu penting atau urusan administrasi lainnya. Ibukota Kabupaten yang berpindah ke Raya yang terdapat di Simalungun Atas jelas menyebabkan beberapa kecamatan di daerah Hataran memiliki jarak tempuh yang sangat jauh menuju kantor bupati. Kecamatan yang paling jauh adalah Ujung Padang kemudian Bosar Maligas dan Bandar Maligas. Kondisi inilah yang paling dikeluhkan oleh masyarakat karena menghabiskan waktu dan biaya yang semakin besar apabila mengurus surat yang penting. Berikut data tentang jarak antara ibukota kecamatan dengan ibukota kabupaten :
Tabel 4.23
Jarak Ibukota Kabupaten ke Ibukota Kecamatan (Simalungun Hataran)
No Kecamatan Jarak
1 Raya – Tanah Jawa 51
2 Raya – Hatonduhan 59
3 Raya – Dolok Batu Nanggar 42
4 Raya – Tapian Dolok 56
5 Raya – Siantar 30
6 Raya – Gunung Malela 46
7 Raya – Gunung Maligas 51
8 Raya – Hutabayu Raja 66
9 Raya – Jawa Maraja Bah Jambi 55
10 Raya – Pamatang Bandar 67
12 Raya – Bandar 71
13 Raya – Bandar Masilam 87
14 Raya – Bosar Maligas 86
15 Raya – Ujung Padang 113
Sumber : Simalungun Dalam Angka 2014
Pendapat responden mengenai ketersediaan infrastruktur meliputi jalan, jembatan, sekolah, puskesmas,dan listrik adalah satu orang (2%) menyatakan bahwa infrastruktur tersedia dan baik, satu orang (2%) mengakui infrastruktur tersedia dan cukup baik dan sisanya yaitu 48 responden (96%) mengaku bahwa dalam hal infrastruktur di wilayah Simalungun Hataran sudah tersedia namun kurang baik.
Mengenai pelayanan publik di Simalungun Hataran, satu orang responden (2%) mengaku sudah maksimal, dua orang (4%) menyatakan cukup maksimal sedangkan sisanya yaitu 47 orang (94%) mengaku kurang maksimal. Beberapa keterangan mengenai sarana/ fasilitas yang terdapat di Simalungun Hataran antara lain :
1) Fasilitas Pendidikan
Tabel 4.24
Jumlah Sekolah SD, SMP, SMA Negeri dan Swasta di Simalungun Hataran
Sekolah Negeri Swasta Rata2
Sekolah Dasar 413 37 30
Sekolah Menengah Pertama 25 61 6
Sekolah Menengah Atas 10 23 2
Jumlah 448 121 38
Berdasarkan tabel 4.22, dapat diketahui bahwa terdapat 569 fasilitas pendidikan di daerah Simalungun Hataran dimana 448 disediakan oleh pemerintah sedangkan 121 disediakan oleh pihak swasta. Rata-rata jumlah sekolah yang terdapat di 15 kecamatan adalah 38 dengan distribusi tingkat sekolah seperti yang terdapat di tabel 4.22.
2) Fasilitas Kesehatan
Tabel 4.25
Banyaknya Pusat Kesehatan Masyarakat di Simalungun Hataran 2013
Fasilitas Kesehatan Jumlah Rata-Rata
1. Puskesmas 18 1
2. Puskesmas Pembantu 92 6
3. Poskesdes 55 4
4. Posyandu 767 51
Sumber : Simalungun Dalam Angka 2014
Fasilitas kesehatan yang terdapat di Hataran cukup memadai dan di setiap kecamatan rata-rata terdapat satu puskesmas atau pusat kesehatan lainnya.
3) Listrik dan Air Bersih
Tabel 4.26
Jumlah Pelanggan Listrik dan Air Minum di Simalungun Hataran
Fasilitas Jumlah Pelanggan
Listrik 144.289
Air Minum 13.396*
Simalungun Hataran 157.685 Sumber : Simalungun dalam Angka 2014 Catatan: *data tahun 2011
Kebutuhan listrik dan air bersih di Simalungun Hataran masih tersedia dengan baik. Kebutuhan listrik di Kabupaten Simalungun dipasok oleh PLN Wilayah II
Pematang Siantar dan semua kecamatan sudah mendapat penerangan. Kebutuhan Air Bersih dikelola oleh PDAM Tirta Lihou dan dapat dinikmati hampir di seluruh kecamatan.
Diharapkan menjadi kabupaten yang mandiri, maka sarana di Simalungun Hataran yang masih perlu diperbaiki atau difasilitasi antara lain:
Tabel 4.27
Fasilitas dan Infastruktur yang diharapkan Responden agar diperbaiki
No Sarana Responden (%)
1 Jalan, jembatan dan listrik 82
2 Pendidikan dan kesehatan 2
3 Pengurusan administrasi 4
4 Transportasi 12
Jumlah 100
Sumber : diolah penulis
Terdapat 82% responden yang memilih perbaikan dan penyediaan jalan,jembatan dan listrik. Kabupaten Simalungun yang begitu luas memang membutuhkan prasarana yang memadai.
Mengenai realisasi rencana pemekaran, terdapat satu (2%) responden yang menganggap tidak penting, terdapat satu (2%) orang yang menyatakan kurang penting, tiga orang (6%) mengakui cukup penting dan 45 responden (90%) menyatakan bahwa realisasi rencana pemekaran ini adalah penting. Sebenarnya gagasan untuk memekarkan Simalungun Hataran sudah ada sejak lama namun sampai hari ini belum terealisasi. Mengenai kapan sebaiknya pemekaran Simalungun Hataran direalisasikan, 96% responden mengharapkan secepatnya, dua responden mengharapkan direalisasikan antara 2- 3 tahun kemudian.
Perekonomian
Terdapat 1 reponden yang berpendapat bahwa perekonomian Simalungun Hataran tidak dapat dipisahkan dari kabupaten induk. Satu orang responden mengaku bahwa perekonomian Simalungun Hataran masih kurang mandiri dan banyak bergantung terhadap Kabupaten Simalungun. Terdapat 21 responden (42%) yang menyatakan bahwa kemampuan ekonomi di Simalungun Hataran cukup mandiri. Terdapat 27 responden yang menganggap bahwa kemampuan ekonomi di Simalungun Hataran adalah mandiri. Sebesar 54 % responden melihat bahwa perekonomian masyarakat “Simalungun Bawah” justru lebih baik dan mampu mandiri jika dibandingkan dengan “Simalungun Atas”.
Tabel 4.28
Persepsi Masyarakat mengenai Pengaruh Pemekaran terhadap Perekonomian Pengaruh terhadap perekonomian Jumlah Responden (%) Meningkat 92 Tidak berpengaruh 8 Menurunkan - Memperburuk - Total Responden 100
Responden menilai bahwa pemekaran ini tidak akan menurunkan atau bahkan memperburuk perekonomian masyarakat di Simalungun Hataran. Terdapat 4 responden (8%) yang menyatakan bahwa pemekaran ini tidak akan membawa pengaruh apapun terhadap perekonomian masyarakat sedangkan 46 responden lain menganggap bahwa pemekaran ini justru akan meningkatkan perekonomian
masyarakat/daerah. Sebesar 92 % dari total responden melihat akan terjadi perubahan positif terhadap perekonomian jika pemekaran ini benar-benar terealisasi.
Meskipun dominan responden yakin bahwa pemekaran ini membawa perekonomian ke arah yang lebih baik namun perlu diperhatikan peningkatan aktivitas ekonomi akan sangat mempengaruhi para pengusaha. Pengusaha yang tidak memiliki modal besar akan kehilangan bagian dalam pasar karena akan masuk para pengusaha dengan modal besar. Pengusaha yang memiliki modal setengah-setengah tidak akan mampu bertahan dan perlahan akan hilang. Ini menunjukkan bahwa persaingan dalam dunia usaha akan semakin tinggi.
Pelayanan Publik
Tabel 4.29
Persepsi Masyarakat mengenai Pengaruh Pemekaran terhadap Pelayanan Publik
Pengaruh terhadap pelayanan publik Jumlah Responden (%) Meningkat 94 Tidak berpengaruh 6 Menurunkan - Memperburuk - Total Responden 100
Penilaian responden terhadap pelayan publik hampir sama dengan perekonomian, bahwa pemekaran Simalungun Hataran tidak akan menurunkan atau menyebabkan pelayanan publik semakin buruk. sebanyak 3 responden (6%) menilai pemekaran tidak akan mempengaruhi pelayanan publik sedangkan 47
orang responden atau 94% menilai bahwa pemekaran ini akan meningkatkan pelayanan publik.
Pembangunan / Kemajuan daerah Tabel 4.30
Persepsi Masyarakat mengenai Pengaruh Pemekaran terhadap Pembangunan/ Kemajuan Daerah
Persepsi responden mengenai pengaruh pemekaran terhadap
kemajuan/pembangunan daerah adalah sebanyak dua orang menganggap bahwa pembangunan atau kemauan daerah tidak dipengaruhi oleh mekar atau tidaknya suatu daerah. Sebanyak tiga orang responden menduga bahwa pemekaran ini akan membangun daerah Simalungun Hataran. Dari total responden sebanyak 90 % menduga bahwa pemekaran ini akan membawa dampak yang begitu besar terhadap daerah dan akan mempercepat pembangunan di Simalungun Hataran.
Dalam hal pengelolaan potensi daerah Simalungun, sebanyak 11 responden (22%) menganggap bahwa pemekaran tidak mempengaruhi pengelolaan potensi daerah Simalungun Hataran. Sebanyak 39 responden (78%) menilai bahwa pemekaran ini akan mempercepat pengelolaan potensi daerah Hataran. Tidak ada responden yang menganggap bahwa pemekaran akan memperlambat atau sampai menghambat pengelolaan potensi daerah.
Keamanan dan Ketertiban
Pembangunan/Kemajuan Daerah Jumlah Responden (%)
Mempercepat pembangunan 90
Terjadi pembangunan 6
Tidak berpengaruh 4
Tabel 4.31
Persepsi Masyarakat mengenai Pengaruh Pemekaran terhadap Keamanan dan Ketertiban
Keamanan dan ketertiban Jumlah Responden (%) Meningkat 90 Tidak berpengaruh 10 Menurunkan - Menimbulkan konflik - Total Responden 100
Aspek yang cukup penting dibutuhkan masyarakat adalah rasa aman dan kebebasan untuk menyatakan aspirasi. Sebanyak 5 responden menyatakan bahwa pemekaran tidak akan mempengaruhi tingkat keamanan ataupun tingkat ketertiban di Simalungun Hataran karena selama ini Simalungu Hataran sudah cukup aman dan tertib. Sebanyak 90 % responden menganggap bahwa pemekaran Simalungun Hataran justru akan meningkatkan tingkat keamanan dan tingkat ketertiban karena akan terjadi peningkatan personel keamanan di kaupaten mekar. Tidak ada responden yang menilai bahwa pemekaran akan menurunkan tingkat keamanan atau bahkan sampai menimbulkan konflik di wilayah Simalungun Hataran.
Mengenai kebebasan menyatakan aspirasi, sebanyak 39 responden (78%) menyatakan bahwa pemekaran tidak akan mempengaruhi kebebasan masyarakat untuk menyatakan aspirasi karena selama ini masih dirasakan kemudahan dalam menyatakan aspirasi. Sebesar 22 % responden atau 11 orang menganggap bahwa pemekaran ini akan meningkatkan kebebasan masyarakat dalam menyatakan aspirasi.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN