Persepsi atas peran Inspektorat mencakup persepsi terhadap peran assurance dan consulting secara umum yang diuraikan sebagai berikut.
3.3.1. Persepsi atas Peran Assurance
Persepsi responden di seluruh Satker Binaan atas layanan assurance yang meliputi kegiatan Audit/Reviu/Evaluasi terangkum dalam tabel berikut.
2,17%
0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00%100,00%
Bag. Keuangan, Bendahara
STRATA 3/S3 STRATA 2/S2 STRATA 1/S1 DIPLOMA SLTA
Laporan Akhir - 15 Tabel 5. Indeks Persepsi Layanan Assurance
NO. INDIKATOR NILAI
RATA-RATA INTERPRETASI 1. Independensi dan Obyektivitas 3,3357 Baik
Kejelasan tujuan dan batasan penugasan saat entry meeting
3,1325 Jelas Independensi Tim Itjen saat bertugas 3,1341 Independen Adanya permintaan Tim Itjen dalam bentuk uang,
barang, jasa atau fasilitas tertentu
3,9553 Tidak Pernah Penulisan temuan di dalam Laporan Hasil
Pengawasan menggambarkan fakta sebenarnya
3,1209 Menggambarkan
2. Kecakapan 3,1010 Baik
Pemahaman Tim Itjen atas proses tata kelola di Satker Klien
3,0811 Paham Kemampuan persuasif Tim Itjen saat
menyampaikan permintaan data
3,1209 Meyakinkan 3. Kecermatan Profesional (Due Professional Care) 3,2285 Baik
Kedetilan materi pertanyaan yang diajukan Tim Itjen saat pemeriksaan
3,2285 Detil
4. Kualitas Komunikasi 3,2264 Baik
Ketepatan waktu penyampaian laporan hasil pengawasan
3,4106 Tepat Waktu Kesesuaian informasi yang disajikan dalam
laporan hasil pemeriksaan dengan subyek pemeriksaan
3,1755 Sesuai
Kesesuaian kesimpulan dalam laporan pengawasan dengan upaya perbaikan sesuai kebutuhan Satker
3,1937 Sesuai
Kemudahan pemahaman atas laporan hasil pengawasan
3,1258 Mudah
5. Koordinasi 3,1507 Baik
Waktu pelaksanaan pemeriksaan bersamaan dengan Aparat Pengawasan dari instansi lain
3,1507 Jarang 6. Pelaksanaan Sistem Daring 2,6093 Kurang Baik
Efektivitas Pemeriksaan dengan Sistem Daring 2,6093 Kurang Efektif 7. Komunikasi Tindak Lanjut Laporan Hasil
Pengawasan
3,0259 Kurang Baik
Kejelasan komunikasi atas materi dan jadwal penyelesaian tindak lanjut laporan hasil pengawasan
3,0745 Jelas
Pemahaman Klien atas tata cara menindaklanjuti laporan hasil pengawasan
2,9851 Kurang Paham Pemahaman Klien tentang kelengkapan
dokumen tindaklanjut laporan hasil pengawasan
3,0182 Kurang Paham 8. Pemantauan Tindak Lanjut Laporan Hasil
Pengawasan
2,9283 Kurang Baik
Intensitas pemantauan tindak lanjut laporan hasil pengawasan oleh Tim Itjen
3,2334 Sering
Laporan Akhir - 16
NO. INDIKATOR NILAI
RATA-RATA INTERPRETASI Keberadaan Unit atau Tim Khusus dalam Satker
yang mendorong upaya penyelesaian tindak lanjut laporan hasil pengawasan
2,9123 Sedang Dibangun Efektivitas pelaksanaan tindak lanjut laporan
hasil pengawasan dengan sistem Daring
2,6391 Kurang Efektif
INDEKS PERSEPSI 3,0757 BAIK
Dari tabel diatas terlihat bahwa secara umum responden menganggap bahwa kualitas pelayanan assurance dalam bentuk kegiatan Audit, Reviu, ataupun Evaluasi sudah cukup “baik”, dengan nilai indeks sebesar 3,0757. Namun demikian, terdapat beberapa indikator yang masih perlu dioptimalkan mengingat nilainya berada dibawah 3,0640, yakni:
1. Efektivitas Pemeriksaan dengan Sistem Daring
2. Pemahaman Klien atas tata cara menindaklanjuti laporan hasil pengawasan
3. Pemahaman Klien tentang kelengkapan dokumen tindaklanjut laporan hasil pengawasan 4. Keberadaan Unit atau Tim Khusus dalam Satker Klien yang mendorong upaya penyelesaian
tindak lanjut laporan hasil pengawasan
5. Efektivitas pelaksanaan tindak lanjut laporan hasil pengawasan dengan sistem Daring
3.3.2. Persepsi atas Peran Consulting
Persepsi responden di seluruh Satker Binaan atas layanan consulting yang meliputi kegiatan Pendampingan, Konsultasi, Koordinasi, Supervisi, terangkum dalam tabel berikut.
Tabel 6. Indeks Persepsi Layanan Consulting
NO. INDIKATOR NILAI
RATA-RATA INTERPRETASI
1. Materi 3,1060 Baik
Kesesuaian materi yang disajikan dengan tugas, fungsi, dan kebutuhan Klien
3,1060 Sesuai
2. Waktu 3,2312 Baik
Koordinasi jadwal kegiatan dengan Klien 3,3063 Sering Kecukupan waktu untuk sesi tanya jawab 3,1142 Cukup Kesesuaian durasi kegiatan dengan jadwal yang
ditetapkan
3,2732 Sesuai
3. Kompetensi 3,1349 Baik
Pemahaman Tim Itjen terhadap proses tata kelola di Satker Klien
3,0613 Kurang Paham Kemudahan materi untuk dimengerti oleh Klien 3,0430 Kurang
Mudah Kemampuan Tim Itjen dalam membangun
keakraban dengan Klien
3,0745 Mampu Intensitas konsultasi yang memberikan Klien
keleluasaan untuk bertanya terkait materi
3,3609 Sering
4. Pelaksanaan Sistem Daring 2,7219 Kurang Baik
Efektivitas Konsultasi dengan Sistem Daring 2,7219 Kurang Efektif
INDEKS PERSEPSI 3,0485 KURANG BAIK
Laporan Akhir - 17 Dari tabel diatas terlihat bahwa secara umum responden menganggap bahwa kualitas pelayanan consulting dalam bentuk kegiatan sosialisasi, pendampingan, konsultasi, koordinasi, ataupun supervisi, masih “kurang baik”, dengan nilai indeks sebesar 3,0485. Beberapa indikator yang memberi kontribusi atas penilaian tersebut adalah:
1. Pemahaman Tim Itjen terhadap proses tata kelola Satker 2. Kemudahan materi untuk dimengerti oleh Klien
3. Efektivitas pelaksanaan konsultasi dengan sistem Daring
3.3.3. Persepsi terhadap Implementasi Program Pencegahan Korupsi
Persepsi responden di seluruh Satker Binaan atas pelaksanaan program Pencegahan Korupsi, terangkum dalam tabel berikut.
Tabel 7. Indeks Persepsi Program Pencegahan Korupsi
NO. INDIKATOR NILAI
RATA-RATA INTERPRETASI 1. Manajemen Risiko dalam Kerangka SPIP 3,0511 Baik
Pemahaman Klien atas aturan dan prosedur manajemen risiko
2,9058 Kurang Paham Keberadaan Unit atau Tim Khusus pengelola
manajemen risiko di Satker Klien
3,0515 Sedang dibentuk Kesadaran Klien atas pengelolaan risiko sebagai cara
yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi
3,1961 Setuju
2. Pengendalian Gratifikasi 3,2384 Baik
Pemahaman klien atas aturan dan prosedur pengendalian Gratifikasi di lingkungan kerjanya
3,0690 Paham Keberadaan Unit atau Tim Khusus yang mendorong
pelaksanaan pengendalian Gratifikasi di Satker Klien
3,3308 Sudah Ada namun belum memiliki SOP Kesadaran Klien atas pentingnya program
pengendalian Gratifikasi dalam mencegah korupsi di lingkungan kerjanya
3,3154 Setuju
3. Pengelolaan LHKPN dan LHKASN 3,2634 Baik Pemahaman klien atas aturan dan prosedur
penyampaian LHKPN/LHKASN
3,2004 Paham Intensitas penyampaian LHKPN/LHKASN secara
tepat waktu
3,6627 Selalu Keberadaan ada unit atau Tim Khusus yang
mendorong penyampaian LHKPN/LHKASN di Satker Klien
2,9540 Sedang dibentuk Kesadaran Klien atas pentingnya Penyampaian
LHKPN/LHKASN secara berkala untuk pencegahan Korupsi di lingkungan kerjanya
3,2366 Setuju
4. Program Whistle Blowing System dan Pengaduan Masyarakat Terpadu
3,0046 Kurang Baik Pengetahuan Klien atas keberadaan Whistleblowing
System di Website Inspektorat KEMKES sebagai sarana pengaduan dugaan korupsi
2,9025 Kurang Tahu
Pengetahuan Klien atas jaminan kerahasiaan pengaduan dalam Whistleblowing System
2,8981 Kurang Tahu
Laporan Akhir - 18
NO. INDIKATOR NILAI
RATA-RATA INTERPRETASI Kesadaran Klien atas pentingnya Whistleblowing
System sebagai salah satu cara yang efektif untuk menanggulangi korupsi di lingkungan kerjanya
3,1566 Setuju
Pengetahuan Klien atas keberadaan sistem Pengaduan Masyarakat Terpadu (Dumasdu) Kemenkes
2,7831 Kurang Tahu
Keberadaan unit atau Tim Khusus di Satker Klien yang mendorong penyelesaian pengaduan masyarakat yang terkait dengan Satkernya
3,0997 Sudah Ada namun belum memiliki SOP Kesadaran Klien atas penerapan Pengaduan
Masyarakat Terpadu dalam memaksimalkan pelayanan di lingkungan Kementerian Kesehatan
3,1873 Setuju
5. Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM 3,3664 Baik Pengetahuan Klien atas keberadaan program Satker
Bebas dari Korupsi (WBK) dan Satker Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Kementerian Kesehatan
3,1796 Tahu
Jumlah partisipasi Pernyataan Komitmen dan Penandatanganan Pakta Integritas di Satker Klien
3,5915 Semua Pihak Keberadaan Unit Khusus pengelola program Wilayah
Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di Satker Klien
3,3538 Sudah Ada namun belum memiliki SOP Kesetujuan/Kesadaran Klien atas penerapan WBK
dan WBBM dalam pencegahan korupsi
3,3406 Setuju
INDEKS PERSEPSI 3,1848 BAIK
Dari tabel diatas terlihat bahwa secara umum responden menganggap bahwa pelaksanaan program pencegahan korupsi di Kementerian Kesehatan yang meliputi: Manajemen Risiko, Pengendalian Gratifikasi, Pengelolaan LHKPN dan LHKASN, Program Whistle Blowing System dan Pengaduan Masyarakat Terpadu, dan Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM sudah cukup “Baik”, dengan nilai indeks sebesar 3,1848. Namun demikian, terdapat beberapa indikator yang masih perlu dioptimalkan mengingat nilainya berada dibawah 3,0640, yakni:
1. Pemahaman Klien terkait dengan aturan dan prosedur manajemen risiko
2. Keberadaan Unit atau Tim Khusus dalam mendorong penerapan manajemen risiko dan penyampaian LHKPN/LHKASN di Satker Klien
3. Pengetahuan Klien atas keberadaan Whistleblowing System di Website Inspektorat KEMKES sebagai sarana pengaduan dugaan korupsi
4. Pengetahuan Klien atas jaminan kerahasiaan pengaduan dalam Whistleblowing System 5. Pengetahuan Klien atas keberadaan sistem Pengaduan Masyarakat Terpadu (Dumasdu)
Kemenkes