• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSIA KAMPIUM DI TIMUR

Dalam dokumen DUNIA KUNO: SUMERIA-MESIR-INDIA (Halaman 46-60)

Pada sekitar 2000 SM, suku-suku bangsa yang mengembara dari kampung halaman mereka di Rusia Selatan ke arah Tenggara sampailah di Iran. Sebagian dari mereka ada yang terus mengembara ke India. Mereka yang menetap di Iran kemudian menjadi nenek moyang Bangsa Media dan Bangsa Persia. Sementara, mereka yang masuk ke India menjadi Bangsa Arya.

Setelah menetap di Iran, Bangsa Media dan Bangsa Persia hidup bertani, dan menjadi penggembala domba dan kuda. Mula-mula, sekitar abad 8 SM, yang berkuasa adalah Bangsa Media. Sesudah menaklukkan Bangsa Persia, Bangsa Media mendirikan kerajaan (kekaisaran) yang luasnya membentang dari Teluk Persia di Selatan sampai Laut Kaspia di Utara, beribukota di Ekbatana (Hamadan sekarang). Rajanya yang bernama Cyaxares (620-584 SM), pada tahun 612 SM, ikut menggempur kota Nineveh. Setelah kematian Cyaxares, dan diganti oleh Astyages (585-550 SM), Kerajaan Media mengalami kemunduran, hingga pada 550 SM, dapat ditaklukkan oleh Persia di bawah pimpinan Cyrus (600-530 SM).

Setelah berkuasa, Cyrus, Raja Persia, memutuskan untuk melancarkan politik perluasan wilayah. Pada tahun 548-547 SM, Persia berperang melawan Kerajaan Lydia di

Asia Kecil (Turki sekarang). Persia dapat menghancurkan ibukota kerajaan, Sardis, dan menangkap Croesus, Raja Lydia.

Kerajaan Persia (Kekaisaran Akhemeniyah), yang didirikan oleh Cyrus, yang semula lebih lemah dan senantiasa menjalin hubungan baik dengan Babilonia, berbalik menjadi musuh. Dan pada tahun 539 SM, Persia menaklukkan Babilonia Baru. Bangsa Yahudi, yang sejak Raja Nebuchadnezzar di tawan di kota Babilon, oleh Cyrus diperbolehkan pulang ke negeri Yehuda.

Pada tahun 530 SM, Cyrus berhasil menguasai sebagian tanah India bagian Barat Laut. Tidak lama kemudian ia terbunuh dalam upaya memukul mundur serangan di wilayah Utara kekaisarannya yang dilakukan oleh suku-suku nomaden. Ia digantikan putranya, Cambyses, yang dapat mengembalikan ketentraman dalam negeri.

Pada 525 SM, Cambyses, pengganti Cyrus, menaklukkan Mesir dan beberapa tempat lain di kawasan Afrika Utara, dan kemudian pasukannya juga menyerbu ke Ethiopia (Abisinia). Di segenap negeri yang ditaklukkan itu, adat istiadat masing-masing bangsa itu dihormati oleh Cambyses.

Setelah Raja Cambyses meninggal, sekitar tahun 522/521 SM, Darius naik takhta. Pada masa Darius (521-486 SM), Persia mengalami masa kejayaannya; wilayahnya meliputi Baktria, Parthia, Media, Babilonia, Syria, Yehuda, Armenia, Thracea, Karthago, Mesir, dan Afrika Utara, sehingga membentang dari Indus, India, di Timur hingga Yunani di Barat. Bila diambil patokan sekarang, wilayah itu meliputi negara-negara Rusia Selatan, Afghanistan,

37

India Barat Laut, Iran, Irak, Syria, Lebanon, Yordania, Palestina, Israel, Turki, Bulgaria, Macedonia, Yunani, Tunisia, dan Mesir.

Gambar 4.1 Peta wilayah kekuasaan Persia

(Sumber: http://www.israelnationalnews.com, akses 31 Mei 2016)

Sejak Darius memerintah, wilayah Persia yang luas itu dibagi menjadi beberapa provinsi. Provinsi-provinsi yang dikenal sebagai satrap itu dipimpin oleh pejabat negara yang disebut satrapi. Tugas seorang satrapi hampir sama dengan tugas seorang gubernur di zaman modern ini. Untuk memudahkan lalu-lintas, baik untuk keperluan ketentaraan maupun untuk perdagangan, dibuatlah jalan-jalan raya yang dimulai dari Susa. Masing-masing kota besar dihubungkan satu dengan lainnya melalui sistem

pos, yang dilengkapi dengan kuda-kuda pilihan dan petugas-petugas yang cakap. Di tiap-tiap tempat yang agak besar disediakan tempat perhentian untuk mengganti kuda yang lelah. Sebagai perbandingan, sebuah pesan dari Kota Sardis ke Susa, yang jaraknya sekitar 2000 km, baru tiba setelah tiga bulan perjalanan lamanya. Sedangkan tukang-tukang pos yang bekerja secara estafet dapat mempersingkat waktu hingga empat belas hari saja.

Para raja Persia membangun kota-kota dan istana-istana di Pasargadae, Susa, dan Persepolis. Pasargadae adalah ibukota kerajaan Persia pada zaman kekuasaan Raja Cyrus. Susa adalah ibukota kerajaan Persia pada zaman kekuasaan Raja Darius, letaknya agak jauh ke arah Barat Laut dari Pasargadae. Persepolis adalah salah satu kota terindah yang pernah dibangun oleh Darius, letaknya tidak jauh ke arah Barat Daya dari Pasargadae.

Para ahli sejarah kuno, menemukan bahwa reruntuhan istana Pasargadae yang dibangun oleh Raja Cyrus, dahulunya dilengkapi dengan taman bunga yang luas. Istana yang asri itu dibuat bertingkat-tingkat dengan tembok yang dibuat dari batu bata yang kokoh. Yang mengesankan dari bangunan istana itu adalah bahan yang digunakan berupa bubukan semen. Para ahli memastikan bahwa untuk pertama kalinya semen digunakan sebagai bahan bangunan yang utama. Jenazah Cyrus dikuburkan di dekat istananya di Pasargadae. Di atas kuburnya berdiri bangunan besar (cungkup).

39

Gambar 4.2 Lay Out Pasargadae

(Sumber: http://class.lism.catholic.edu.au, akses 31 Mei 2016)

Gambar 4.3 Perspektif Kompleks Istana Pasargadae (Sumber: http://kavehfarrokh.com, akses 31 Mei 2016)

Gambar 4.4 Perspektif Apadana (Balairung) Istana Pasargadae (Sumber: http://www.heritageinstitute.com, akses 31 Mei 2016)

Gambar 4.5 Cungkup makam Raja Cyrus di Pasargadae

(Sumber: http://www.untoldiran.com, akses 31 Mei 2016)

Di ibukota Kerajaan Persia, Susa, Raja Darius, membangun sebuah istana yang bercitra dunia. Para arsitek dari segala penjuru didatangkan ke Kota Susa. Bangsa Mesir yang terkenal mahir mencipta bangunan yang berkekuatan tinggi, tugasnya khusus mencipta semua tembok istana yang megah. Sementara, arsitek dari Babilonia tugasnya membuat batu bata yang terbaik

41

mutunya; terbukti mereka mampu membuat ziggurat-ziggurat yang baik dan kokoh. Pengerjaan kayu dipercayakan kepada Bangsa Serdian yang dibantu oleh sebagian orang Mesir. Ornamen-ornamen istana dicipta dengan material kualitas terbaik. Emas penghias istana khusus didatangkan dari Sardis (Lydia). Hanya tempat inilah di dunia yang paling masyhur menghasilkan logam mulia itu. Sedangkan perak kemilauan yang menghiasi berbagai ornamen dikirimkan khusus sebagai upeti dari Mesir. Aneka ornamen gading didatangkan dari negeri Ethiopia, dan kayu-kayu penyangga istana didatangkan khusus dari Ghandara, India.

Gambar 4.6 Lay Out Kota Susa

Gambar 4.7 Denah Istana Susa

(Sumber: http://www.bible-archaeology.info, akses 31 Mei 2016)

Gambar 4.8 Perspektif Apadana (Balairung) Istana Susa (Sumber: http://www.heritageinstitute.com, akses 31 Mei 2016)

43

Raja Darius, juga memerintahkan pembangunan kota dan istana di Persepolis. Dalam bahasa Persia kuno, kota ini disebut Parsa, yang berarti "Kota Bangsa Persia". Persepolis adalah terjemahan bahasa Yunani: Persēs polis, yang artinya "Kota Persia".

Bangunan di kompleks Persepolis terbagi atas tiga kelompok: kawasan militer, kawasan perbendaharaan (ruang harta), dan balai resepsi serta kediaman sementara Raja. Struktur utama antara lain: Tangga Agung, Gerbang Semua Bangsa (Gerbang Xerxes), Istana Apadana Darius, Balai Seratus Tiang, Balai Tripylon Hall, Istana Tachara milik Darius, Istana Hadish milik Xerxes, Istana Artaxerxes III, Bendahara Kemaharajaan, Istal kuda kerajaan, dan rumah Kereta Perang

Darius membangun istana megah di Persepolis. Istana ini disebut Apadana (Apadana Palace), yang digunakan sebagai balairung audiensi resmi. Istana ini memiliki balai agung berbentuk bujur sangkar, tiap sisinya berukuran panjang 60 meter dengan 72 tiang besar, 30 diantaranya masih tegak berdiri. Setiap pilar besar ini tingginya 19 meter. Pilar ini menopang atap yang luas dan sangat berat. Puncak tiang dihasi patung batu hewan, seperti banteng berkepala dua, singa, atau rajawali. Tiang ini terhubung oleh batang penopang datar dari kayu ek atau kayu sedar Lebanon. Dindingnya dilapisi lumpur dan stuko setebal 5 cm, sebagai perekat, kemudian dilapisi stuko hijau. Di sisi Barat, Utara, dan Timur istana terdapat serambi persegi yang memiliki 12 tiang tersusun dalam dua baris masing-masing enam tiang. Di sisi Selatan balairung terdapat serangkaian

kamar sebagai tempat penyimpanan. Dua tangga bergaya Persepolis dibangun secara simetris terhubung dengan fondasi batu. Di keempat sudut Apadana, dibangunlah empat menara yang menjorok ke luar. Dinding dilapisi tegel dan dihiasi gambar singa, banteng, dan bunga. Tangga simetris bergaya Persepolis dibangun di sisi utara dan timur untuk mengatasi perbedaan ketinggian. Ketika Alexander, Raja Macedonia, menaklukkan Persia, sebagian besar istana-istana Persia dihancurkan, yang tersisa hanya reruntuhannya saja.

Gambar 4.9 Denah Kompleks Istana Persepolis (Sumber: https://www.studyblue.com, akses 31 Mei 2016)

45

Gambar 4.10 Perspektif Kompleks Istana Persepolis (Sumber: http://brookcruz.blogspot.co.id, akses 31 Mei 2016)

Gambar 4.11 Interior Balai Seratus Tiang Istana Persepolis (Sumber: http://brookcruz.blogspot.co.id, akses 31 Mei 2016)

Gambar 4.12 Reruntuhan Istana Persepolis (Sumber: http://brookcruz.blogspot.co.id, akses 31 Mei 2016)

Gambar 4.13 Detail kolom Istana Persepolis (Sumber: http://http://kavehfarrokh.com, akses 31 Mei 2016)

Orang Persia sejak abad 6 SM, mengenal suatu agama yang mulanya dianut oleh orang-orang Media. Tokoh yang dianggap mengajarkan agama itu adalah

47

seorang bijak bernama Zoroaster (Zarathustra). Ia, yang tidak diketahui masa kehidupannya, terkenal sebagai tokoh Iran Kuno yang memurnikan kembali ajaran-ajaran asli kepercayaan Persia. Ia mengajarkan bahwa ada Dewa Tertinggi yang harus dihormati manusia, yakni Ahura Mazda, Dewa Penerang. Ahura Mazda, yang disimbolkan dengan api, dianggap sebagai pencipta alam semesta dan pemelihara kehidupan. Di dunia ini hingga di akhirat nanti, Ahura Mazda, selalu berjuang demi kebaikan, sehingga dikenal pula sebagai Dewa Kebaikan, melawan Angro Mainyu, Dewa Kejahatan, yang akhirnya akan dimenangkan oleh Ahura Mazda. Bagi orang-orang yang menjadi pengikut dan penolong Ahura Mazda, dengan cara mereka harus berbuat baik dan berkata benar, maka ketika meninggal, mereka akan masuk ke surga. Sebaliknya bagi para pengikut Angro Mainyu, ketika meninggal, mereka akan masuk ke neraka. (Gambar 4.14).

Gambar 4.14 Ahura Mazda

Gambar 4.15 Perspektif Istana di Susa (sebuah model) (Sumber: http://www.bible-archaeology.info, akses 31 Mei 2016)

Gambar 4.16 Reruntuhan tangga utama Istana Persepolis (Sumber: https://www.studyblue.com, akses 31 Mei 2016)

49

BAGIAN 5

Dalam dokumen DUNIA KUNO: SUMERIA-MESIR-INDIA (Halaman 46-60)

Dokumen terkait