• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.5.1 Persiapan Penelitian

(1) Melakukan observasi awal ke SMA Negeri 1 Bobotsari untuk mencari permasalahan yang ada di sekolah tersebut. Observasi dilaksanakan pada bulan Maret 2016, selama 3 minggu.

24

(3) Menyusun proposal penelitian sesuai pemasalahan yang ada.

(4) Menyusun instrumen yang akan digunakan saat penelitian meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), casebook, lembar diskusi siswa, slide power point, soal tes formatif, kuesioner skala sikap peduli kesehatan lingkungan, angket tanggapan siswa, dan angket tanggapan guru.

(5) Menyusun perangkat uji coba soal tes formatif dengan langkah-langkah yaitu membatasi materi yang akan digunakan untuk tes, membuat kisi-kisi soal, menentukan jumlah butir soal dan tipe soal sebelum diujicobakan, menentukan batas waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tes.

(6) Melaksanakan tes uji coba. (7) Menganalisis tes uji coba.

Tujuan analisis soal uji coba ini adalah menentukan kelayakan soal sebagai alat pengambil data. Indikatornya adalah menguji (a) validitas, (b) reliabilitas, (c) tingkat kesukaran, dan (d) daya pembeda soal.

(a) Validitas

Rumus untuk mengukurnya dengan product moment (Arikunto, 2013). rxy= ∑ ∑ ∑

√ ∑ } ∑ ∑ } Keterangan:

rxy : koefisien korelasi antara skor item dengan skor total X : skor tiap item

Y : skor total

N : banyaknya responden

Interpretasi mengenai besarnya koefisien korelasi adalah sebagai berikut: 0,800 - 1,000 : sangat tinggi

0,400 - 0,600 : cukup 0,200 - 0,400 : rendah

0,000 - 0,200 : sangat rendah

Harga rxy yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan harga r product moment pada tabel dengan taraf signifikansi 5%. Apabila harga rxy > rtabel product moment maka butir soal tersebut dinyatakan valid.

Setelah dilakukan analisis hasil uji coba terhadap 50 soal uji coba diperoleh 30 soal dinyatakan valid dan 20 soal dinyatakan tidak valid. Hasil analisis validitas butir soal uji coba dapat dilihat pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2 Hasil analisis validitas butir soal uji coba

Kriteria Nomor soal Jumlah butir soal

Valid 1, 2, 3, 5, 6, 7, 9, 13, 15, 17, 21, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 45, 46, 48, 49 30 Tidak valid 4, 8, 10, 11, 12, 14, 16, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 32, 34, 35, 44, 47, 50 20

Jumlah butir soal 50

Data lengkap disajikan pada Lampiran 11 (b) Uji reliabilitas

Setelah melakukan uji validitas, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pengukuran reliabilitas. Reliabilitas alat penilaian adalah ketetapan alat tersebut dalam menilai apa yang dinilainya. Uji reliabilitas untuk butir soal objektif dilakukan dengan rumus Kuder Richardson atau yang dikenal dengan K-R 20 (Arikunto, 2013), yaitu : r = ( )( ) Keterangan:

r : reliabilitas tes secara keseluruhan

26

q : proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q = 1-p) ∑ : jumlah hasil perkalian antara p dan q

n : banyaknya item

S : standar deviasi dari tes (akar varians)

Jika rhitung > rtabel maka perangkat soal tersebut reliabel, rhitung < rtabel maka soal tidak reliabel

Setelah dilakukan analisis hasil uji coba terhadap 50 soal uji coba diperoleh 30 soal reliabel dan 20 soal tidak reliabel. Hasil analisis reliabilitas butir soal uji coba dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Tabel 3.3 Hasil analisis reliabilitas butir soal uji coba

Kriteria Nomor soal Jumlah butir soal

Reliabel (dipakai) 1, 2, 3, 5, 6, 7, 9, 13, 15, 17, 21, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 45, 46, 48, 49 30 Tidak reliabel (tidak dipakai) 4, 8, 10, 11, 12, 14, 16, 18, 19, 20, 22, 23, 24, 25, 32, 34, 35, 44, 47, 50 20

Jumlah butir soal 50

Data lengkap disajikan pada Lampiran 11 (c) Uji tingkat kesukaran soal

Bilangan yang menunjukkan sukar atau mudahnya suatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index). Menurut Arikunto (2013), untuk dapat mengukur tingkat kesukaran suatu soal digunakan rumus :

P = Keterangan:

P : indeks kesukaran

B : banyaknya siswa yang menjawab soal benar JS : jumlah seluruh siswa peserta tes

Tabel 3.4 Klasifikasi indeks kesukaran soal

Interval tingkat kesukaran Kriteria 0,00 < P ≤ 0,30 Sukar

0,30 < P ≤ 0,70 Sedang

0,70 < P < 1,00 Mudah

Hasil analisis tingkat kesukaran soal uji coba dapat dilihat pada Tabel 3.5. Tabel 3.5 Hasil analisis tingkat kesukaran butir soal uji coba

Kriteria Nomor soal Jumlah butir soal

Sukar 6, 8, 9, 11, 21, 22, 30, 36, 39, 40, 41 11 Sedang 1, 2, 3, 7, 13, 15, 17, 19, 20, 23, 24, 26, 27, 28, 29, 31, 32, 33, 34, 35, 37, 38, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50 30 Mudah 4, 5, 10, 12, 14, 16, 18, 25, 42 9

Jumlah butir soal 50

Data lengkap disajikan pada Lampiran 11 (d) Daya pembeda

Daya pembeda adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang berkemampuan rendah. Menurut Arikunto (2013), untuk menentukan daya pembeda, maka digunakan rumus sebagai berikut: D =

-

= PA– PB Keterangan:

D : daya pembeda soal

JA : banyak siswa kelompok atas JB : banyak siswa kelompok bawah

BA : banyak siswa kelompok atas yang menjawab benar BB : banyak siswa kelompok bawah yang menjawab benar PA : proporsi siswa kelompok atas yang menjawab benar PB : proporsi siswa kelompok bawah yang menjawab benar

28

Tabel 3.6 Klasifikasi daya pembeda soal

Interval daya pembeda Kriteria

0,00 < D ≤ 0,20 Jelek

0,21 < D ≤ 0,40 Cukup

0,41 < D < 0,70 Baik

0,71 < D < 1,00 Sangat baik

Hasil analisis daya pembeda soal uji coba dapat dilihat pada Tabel 3.7. Tabel 3.7 Hasil analisis daya pembeda soal

Kriteria Nomor soal Jumlah butir soal

Jelek 4, 8, 10, 11, 12, 14, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 28, 32, 34, 35, 39, 44, 47, 50 23 Cukup 1, 3, 6, 7, 9, 26, 27, 30, 31, 33, 36, 38, 40, 42, 43, 45, 46, 48, 18 Baik 2, 5, 13, 15, 17, 29, 37, 41, 49, 9

Jumlah butir soal 50

Data lengkap disajikan pada Lampiran 11 3.5.2 Pelaksanaan Penelitian

(1) Melakukan kegiatan belajar mengajar materi virus dengan model Environmental Learning sesuai langkah-langkah pembelajaran yang ada pada RPP yang telah dibuat.

(2) Melaksanakan pretest-posttest dan memberikan kuesioner sikap peduli kesehatan lingkungan siswa.

3.6 Data dan Metode Pengumpulan Data

Data dan metode pengumpulan data dapat dilihat pada Tabel 3.8. Tabel 3.8 Jenis data, sumber data, metode pengumpilan data, dan instrumen

Jenis Data Sumber Data Metode Instrumen

Hasil belajar Siswa Pretest - posttest Soal tes formatif Sikap peduli

kesehatan

Siswa Angket Skala sikap peduli kesehatan

lingkungan lingkungan Tanggapan siswa Siswa Angket Angket tanggapan

siswa

Tanggapan guru Guru Angket Angket tanggapan guru

3.7 Metode Analisis Data

Analisis data digunakan untuk mengolah data yang diperoleh setelah mengadakan penelitian sehingga dapat menjawab hipotesis yang dikemukakan. 3.7.1 Analsis Tahap Awal

Analisis tahap awal adalah menganalisis data awal berupa nilai pretest yang dilakukan sebelum kegiatan penelitian. .

3.7.1.1Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Menurut Sudjana (2005) langkah-langkah uji normalitas adalah sebagai berikut:

(1) Menentukan hipotesis

Ho : data berasal dari populasi yang berdistribusi normal Ha : data tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal (2) Menentukan = 0,05

(3) Menentukan kriteria penentuan hipotesis

Ho diterima jika: hitung (1- )(k-3), dengan k = banyak kelompok (4) Menentukan hitung

30

Keterangan: X2 : Chi-Square

Oi : Frekuensi pengamatan Ei : Frekuensi yang diharapkan

(5) Membandingkan harga hitung dengan harga X2 tabel. Harga X2 tabel diperoleh dari tabel chi kuadrat dengan dk = k-3 dan = 5%

(6) Kriteria hipotesis diterima apabila X2 tabel X2 hitung (7) Menarik kesimpulan

Hasil uji normalitas nilai pretest kelas X MIPA 2 dan X MIPA 3 dapat dilihat pada Tabel 3.9.

Tabel 3.9 Hasil uji normalitas nilai pretest

Kelompok Rerata Xhitung Xtabel Kriteria

Eksperimen 48,81 6,27 7,81

Normal

Kontrol 48,72 5,90 9,49

Data lengkap disajikan pada Lampiran 19

Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Xhitung < Xtabel dengan taraf signifikansi 5% maka Ho diterima, yang berarti data nilai pretest berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

3.7.1.2Uji homogenitas

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian mempunyai varians yang sama atau homogen. Menurut Sudjana (2005) uji homogentas ini menggunakan uji Fisher, dengan langkah sebagai berikut:

(1) Menentukan taraf signifikansi ( untuk menguji hipotesis Ho : 21 = 22 (varians 1 = varians 2 atau homogen)

Kriteria pengujian sebagai berikut: Ho diterima jika Fhitung Ftabel Ho ditolak jika Fhitung ≥ Ftabel

(2) Menghitung varians tiap kelompok data

(3) Menentukan nilai Fhitung, yaitu Fhitung =

(4) Menentukan Ftabel untuk taraf signifikansi , dk 1 = dk pembilang = na-1, dan dk 2 = dk penyebut = nb-1

(5) Melakukan pengujian dengan membandingkan nilai Fhitung dan Ftabel

(6) Jika Fhitung Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok data memiliki varians yang sama atau homogen

Hasil uji homogenitas nilai pretest kelas X MIPA 2 dan X MIPA 3 dapat dilihat pada Tabel 3.10.

Tabel 3.10 Hasil uji homogenitas nilai pretest

Kelompok Rerata Fhitung Ftabel Kriteria Eksperimen 48,81

1,0058 1,8221 Homogen Kontrol 48,72

Data lengkap disajikan pada Lampiran 20

Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa Fhitung < Ftabel dengan taraf signifikansi 5% maka Ho diterima, yang berarti kedua kelompok sampel memiliki varians yang sama atau homogen.

Dokumen terkait