• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persyaratan kelistrikan – peranti dilengkapi dengan kabel daya .1* Pelengkap tusuk kontak

Dalam dokumen SNI Nomor 03-7011 Tahun 2004 (Halaman 175-178)

10 Persyaratan manufaktur 10.1* Pemberlakuan 10.1* Pemberlakuan

10.2.2 Persyaratan kelistrikan – peranti dilengkapi dengan kabel daya .1* Pelengkap tusuk kontak

169 dari 243

9.6.3.2.2 Dalam fasilitas pelayanan kesehatan di mana merokok dilarang, dan tanda-tanda ditempatkan secara mencolok dan secara strategis pada semua jalan masuk utama, tanda sekunder dengan bahasa “dilarang merokok” tidak wajib diperlukan.

9.6.3.2.3 Kebijakan tidak merokok harus ditegakkan secara ketat.

9.6.3.3 Transportasi, penyimpanan dan penggunaan peralatan

9.6.3.3.1 Katup pengontrolan aliran pada peralatan pelaksanaan tindakkan harus ditutup sebelum penyambungan atau jika tidak digunakan.

9.6.3.3.2 Peralatan tidak boleh disimpan dan diangkut bersama dengan bahan cairan dalam wadah penampung.

9.6.3.3.3 Kehati-hatian harus diupayakan dalam memasang sambungan dari layanan gas ke peralatan dan dari peralatan ke pasien.

9.6.3.3.4 Alat orifice yang tetap maupun yang dapat diatur, katup pengukuran, regulator, dan alat ukur harus dilarang disambungkan langsung ke tabung bertekanan tinggi, kecuali terdaftar secara khusus untuk penggunaan seperti itu, dan dilengkapi dengan alat pengaman.

9.6.3.3.5 Perbaikan peralatan harus hanya oleh petugas yang cakap.

10 Persyaratan manufaktur

10.1* Pemberlakuan

Pasal ini berlaku untuk perlengkapan yang dimanufaktur untuk penggunaan dalam pelayanan pasien.

10.2* Peranti listrik yang berhubungan dengan pelayanan pasien 10.2.1 Konstruksi mekanik

10.2.1.1 Pemisahan sirkit pasien

Sirkit yang terhubung ke pasien di dalam sebuah peranti harus dipisahkan atau diisolasi dari semua sirkit lain di dalam peranti tersebut untuk mencegah kontak tidak sengaja dengan arus atau tegangan berbahaya.

10.2.1.2 Stabilitas mekanik

Peranti harus stabil secara mekanik pada posisi penggunaan normal. Bila peranti dimaksudkan untuk penggunaan di dalam lokasi anestesi, maka butir 13.4.1 harus berlaku.

10.2.2 Persyaratan kelistrikan – peranti dilengkapi dengan kabel daya 10.2.2.1* Pelengkap tusuk kontak

Pelengkap tusuk kontak yang terdaftar harus digunakan untuk semua peranti yang terhubung dengan kabel.

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy

standar ini dibuat untuk penayangan di

website dan tidak untuk dikomersialkan”

170 dari 243 10.2.2.1.1* Penggunaan dan konstruksi

Pelengkap tusuk kontak harus jenis dua-kutub, jenis pembumian tiga kawat.

10.2.2.1.2 Peranti yang digunakan di dalam lokasi khusus atau untuk penggunaan khusus harus dilengkapi dengan pelengkap tusuk kontak yang memakai tusuk kontak yang disetujui untuk lokasi tersebut (contoh: lihat butir 4.3.2.2.7).

10.2.2.1.3 Kabel daya dari sebuah peranti yang tidak memerlukan dan tidak memiliki sebuah penghantar bumi tidak diperbolehkan dipasangi dengan sebuah tusuk kontak jenis pembumian (contoh: lihat butir 10.2.2.2.5).

10.2.2.1.4 Peranti yang dipasok selain dari 220V sistem satu phase harus menggunakan tusuk kontak jenis pembumian yang cocok untuk sistem daya tersebut.

10.2.2.1.5 Kontak pembumian dari tusuk kontak harus menjadi yang pertama dihubungkan kepada, dan yang terakhir dilepaskan dari kotak tusuk kontak.

10.2.2.1.6 Bila terminal sekrup dipergunakan, penghantar kawat serabut harus dipilin untuk menghindari serabut kawat yang terlepas, tetapi gabungan tidak boleh disolder setelah dipilin.

10.2.2.1.7 Bila penghantar tidak dipilin, maka harus dipasang dengan suatu terminal lug yang disetujui.

10.2.2.1.8 Penghantar kabel daya harus ditata sehingga penghantar tidak di bawah tegangan mekanik di dalam tusuk kontak.

10.2.2.1.9 Bila suatu kegagalan dari pembebasan tegangan mekanik tusuk kontak membolehkan penghantar yang dialiri arus menjadi terganggu, maka penghantar pembumian harus menjadi yang terakhir terlepas.

10.2.2.1.10 Pembebas tegangan mekanik

Pembebas tegangan mekanik harus disediakan.

10.2.2.1.10.1 Pembebas tegangan mekanik tidak boleh menyebabkan penipisan dari isolasi konduktor.

10.2.2.1.10.2 Pembebas tegangan mekanik dari tusuk kontak yang dapat diganti harus dapat dibongkar.

10.2.2.1.10.3 Tusuk kontak diperbolehkan untuk dicetak menyatu dengan penutup kabel daya bila rancangannya terdaftar untuk penggunaan tersebut.

10.2.2.1.11 Pengujian

Pengkawatan dari setiap pemasangan kabel harus diuji untuk kontinuitas dan polaritas pada waktu dibuat, pada saat dipasang ke dalam sebuah peranti, dan pada saat direparasi.

10.2.2.2 Kabel daya

10.2.2.2.1 Bahan dan ukuran

10.2.2.2.1.1 Kabel fleksibel, termasuk penghantar pembuminya, harus dari jenis yang cocok untuk pemakaiannya, terdaftar untuk penggunaan pada tegangan listrik yang sama atau

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy

standar ini dibuat untuk penayangan di

website dan tidak untuk dikomersialkan”

171 dari 243

lebih besar dari nilai tegangan listrik jaringan daya peranti, dan mempunyai besar arus listrik (ampasitas), sesuai ketentuan yang berlaku atau seperti diberikan di tabel 400.5(A) dari NFPA 70, National Electrical Code, yang sama atau lebih besar dari nilai arus listrik peranti.

10.2.2.2.1.2* “Penggunaan berat” (SO, ST, atau STO) atau “Penggunaan berat junior” (SJO, SJT, atau SJTO) atau kabel fleksibel terdaftar yang ekivalen harus digunakan kecuali di mana sebuah peranti dengan suatu kabel dari ketentuan lain telah didaftarkan untuk penggunaannya.

10.2.2.2.2 Penghantar pembumian

10.2.2.2.2.1 Setiap peranti listrik harus tersedia sebuah sebuah penghantar pembumian di dalam kabel dayanya.

10.2.2.2.2.2 Penghantar pembumian harus tidak lebih kecil dari 18 AWG.

10.2.2.2.2.3 Penghantar pembumian dari kabel yang lebih panjang dari 4.6 m (15 ft) harus tidak lebih kecil dari 16 AWG.

10.2.2.2.2.4 Penghantar pembumian harus memenuhi persyaratan resistans dari butir 10.2.13.2.

10.2.2.2.2.5 Sebuah penghantar pembumian di kabel daya tidak dipersyaratkan untuk alat yang mempunyai isolasi ganda, tetapi penghantar pembumian seperti itu diperbolehkan dipakai untuk membumikan permukaan konduktif yang terekspos (lihat butir 10.2.3.2).

10.2.2.2.3 Pasangan kabel yang dapat dipisah

10.2.2.2.3.1 Sebuah pasangan kabel daya yang dapat dipisah diperbolehkan untuk digunakan bila dapat ditunjukkan bahwa suatu pemutusan hubungan yang tidak sengaja tidak menimbulkan suatu bahaya.

10.2.2.2.3.2 Pasangan kabel daya yang dapat dipisah harus dirancang sedemikian sehingga penghantar pembumian menjadi yang pertama dihubungkan kepada dan yang terakhir dilepaskan.

10.2.2.2.3.3 Pasangan kabel tusuk kontak dan kotak kontak pada peranti harus dipolarisasi sesuai ketentuan yang berlaku atau dengan ANSI C73, Dimensions of Attachment Plugs &

Receptacles. Peranti dengan pasangan kabel yang dapat dipisah harus memenuhi persyaratan resistans-kawat-pembumian dari butir 10.2.13.2, Kontinuitas sirkit pembumian - pengukuran resistans, bila pasangan kabel dihubungkan kepada peranti.

10.2.2.2.3.4 Pasangan kabel dan cara hubungannya ke peranti keduanya harus terdaftar untuk penggunaan tersebut.

10.2.2.2.4 Hubungan ke sirkit dan kode warna

10.2.2.2.4.1* Kabel daya, tanpa memperhatikan apakah dimaksudkan untuk pemberlakuan pada sistem yang dibumikan atau diisolasi, harus dihubungkan sesuai dengan konvensi dari sebuah sistem yang dibumikan.

10.2.2.2.4.2* Penghantar sirkit di dalam kabel harus dihubungkan kepada tusuk kontak dan pengawatan di dalam peranti sedemikian sehingga sebarang alat berikut ini, bila dipergunakan di sirkit primer, menjadi terhubung ke penghantar yang tidak dibumikan:

“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy

standar ini dibuat untuk penayangan di

website dan tidak untuk dikomersialkan”

172 dari 243

(2) Pemegang pengaman lebur tunggal. (3) Alat proteksi arus lebih, kutub tunggal.

(4) Sebarang alat pemutus arus kutub tunggal yang lain.

10.2.2.2.4.3 Pemegang pengaman lebur kedua atau alat proteksi arus lebih lain yang tersedia di dalam peranti diperbolehkan untuk ditempatkan di dalam sisi yang dibumikan dari jaringan.

10.2.2.2.5 Kabel tanpa penghantar bumi

Kabel daya dari sebuah peranti yang tidak memerlukan dan tidak memiliki sebuah penghantar pembumian harus tidak dipasangi dengan sebuah tusuk kontak jenis pembumian.

10.2.2.2.6 Pengujian

Pengawatan dari setiap rakitan kabel harus diuji untuk kontinuitas dan polaritas pada saat manufaktur, pada saat dirakit menjadi alat, dan bila direparasi.

10.2.2.2.7 Pembebasan tegangan mekanik kabel

10.2.2.2.7.1 Pembebasan tegangan mekanik kabel harus disediakan pada pegangan kabel daya ke peranti sedemikian sehingga tiap tegangan mekanikal, tarikan, puntiran, atau belokan, tidakditeruskan ke hubungan internal.

10.2.2.2.7.2 Pembebasan tegangan mekanik yang menyatu dengan kabel harus disatukan ke penutupnya dan harus dari bahan yang cocok.

10.2.2.2.8 Penyimpanan

10.2.3 Pengawatan di dalam peranti yang dilengkapi kabel daya

Dalam dokumen SNI Nomor 03-7011 Tahun 2004 (Halaman 175-178)