Dilarang Merokok atau Menyalakan Api 5.1.3.2 Pengoperasian sistem pasokan sentral
KATUP LAYANAN UNTUK (NAMA GAS/VAKUM) MELAYANI
8.4 Kriteria dan pengujian kinerja
8.4.1 Peranti dan peralatan listrik yang terkait dengan pelayanan pasien .1 Perlengkapan tidak bergerak – terhubung permanen
8.4.1.3 Persyaratan pengujian – permanen dan portabel 8.4..1.3.1 Keutuhan fisik
152 dari 243
(1) Kontak tusuk penyambungan harus memenuhi persyaratan butir 10.2.2.1 (2) Kabel daya harus memenuhi persyaratan butir 10.2.2.2
8.4.1.3 Persyaratan pengujian – permanen dan portabel 8.4..1.3.1 Keutuhan fisik
Keutuhan fisik rakitan kabel daya terdiri dari kabel daya, kontak tusuk penyambungan, dan penahan tarikan kabel harus dipastikan melalui pemeriksaan visual atau pengujian lain yang dapat diterapkan.
8.4.1.3.2* Resistansi (tahanan ohm)
Untuk peralatan yang digunakan di sekitar pelayanan pasien, resistansi antara kotak kas atau setiap permukaan konduktor terbuka dari peralatan dengan kaki peranti pembumian dari kontak tusuk penyambungan harus kurang dari 0,50 ohm pada kondisi berikut ini:
(1) Kabel harus ditekuk pada sambungan ke kontak tusuk penyambungan atau ke konektor
(2) Kabel harus ditekuk pada penyambungan ke penahan tarikan pada kotak kas selama pengukuran resistansi
Perkecualian: persyaratan harus tidak berlaku pada plat logam penutup lubang (escutcheon), plat nama, sekrup kecil, dan sebagainya, yang kelihatannya tidak mungkin bermuatan (energized).
8.4.1.3.3 Uji arus bocor – umum
Persyaratan dalam butir 8.4.1.3.3 (a) hingga butir 8.4.1.3.3.(b) harus berlaku untuk semua pengujian.
(a) Pengujian resistansi
Pengujian resistansi pada butir 8.4.1.3.2 harus dilaksanakan sebelum melaksanakan pengukuran arus bocor.
(b) Teknik pengukuran
Masing-masing pengukuran harus dilakukan dengan penyambungan yang tepat ke suatu sistem daya arus bolak-balik yang dibumikan dengan baik pada tingkat tegangan nominal peralatan.
(c) Frekuensi pengujian kebocoran
Batas arus bocor yang dinyatakan dalam butir 8.4.1.3.4, butir 8.4.1.3.5 dan butir 8.4.1.3.6 harus merupakan nilai rms untuk gelombang sinusoidal hingga 1 kHz. Untuk frekuensi di atas 1 kHz, batas arus bocor haruslah nilai yang diberikan dalam butir 8.4.1.3.4, butir 8.4.1.3.5 dan butir 8.4.1.3.6 dikalikan dengan frekuensi, dalam kHz, hingga ke suatu maksimum 10 mA.
(d) Arus bocor dalam hubungannya dengan polaritas
Pengukuran arus bocor harus dilakukan sebagai berikut. (1) Dengan polaritas normal dari saluran daya
(2) Dengan posisi sakelar daya peranti seperti yang ditunjukkan dalam tabel 8.4.1.3.3
(3) Dengan semua kontrol pengoperasian pada posisi yang mengakibatkan
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy
standar ini dibuat untuk penayangan di
website dan tidak untuk dikomersialkan”
153 dari 243 8.4.1.3.4 Arus bocor kotak kas – peranti tetap
8.4.1.3.4.1 Peranti yang dihubungkan secara permanen dan yang terdapat di sekitar pelayanan pasien harus diuji sebelum pemasangan, sementara peranti secara temprorer diinsulasi terhadap pembumian.
8.4.1.3.4.2 Arus bocor dari rangka ke bumi dari peranti yang terhubung secara permanen dan yang terpasang dalam ruang pelayanan pasien umum atau kritis tidak boleh melebihi 5,0 mA dengan semua kabel pembumian dilepas.
8.4.1.3.5 Arus bocor kotak kas – peranti portabel 8.4.1.3.5.1* Batas arus bocor
Arus bocor dari peranti yang dihubungkan dengan kabel tidak boleh melebihi 300 uA.
8.4.1.3.5.2 Arus bocor kotak kas antara 300 uA hingga 500 uA harus diijinkan untuk peranti yang sudah ada atau peranti khusus (misal mesin X-ray mobile) pada kondisi berikut ini: (1) Konduktor pembumian dilepas
(2) Suatu jadwal pemeliharaan yang tersimpan rapi, misal tiga bulanan, ditetapkan untuk memastikan integritas hubungan pembumian. Fasilitas pelayanan kesehatan harus diijinkan menetapkan suatu protokol dengan interval waktu diperpendek atau diperpanjang, tergantung pada intensitas pemakaian peranti dan data pengujian sebelumnya.
8.4.1.3.5.3 Bila banyak peralatan terhubung bersama dan satu kabel daya digunakan untuk memasok daya, arus bocor harus diukur sebagai suatu rakitan .
8.4.1.3.5.4 Ketika banyak peralatan terhubung bersama dan lebih dari satu kabel digunakan untuk memasok daya, peralatan tersebut harus dikelompokkan sesuai kabel pemasok dayanya dan arus bocor harus diukur secara independen untuk masing-masing kelompok sebagai satu rakitan.
8.4.1.3.5.5 Prosedur pengujian arus bocor kotak kas
Pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan sirkit seperti yang digambarkan dalam gambar 8.4.1.3.5.5 dengan konduktor pembumian peranti diputuskan dalam dua moda pengoperasian alat sebagai berikut.
(1) Kontak tusuk terhubung secara normal dengan alat dinyalakan
(2) Kontak tusuk dihubungkan secara normal dengan peranti dimatikan (bila dilengkapi dengan suatu saklar hidup/mati, on / off)
(A) bila peranti mempunyai pembumian redundansi tetap (misal dihubungkan secara permanen ke sistem pembumian), uji arus bocor chassis harus dilakukan dengan pembumian redundansi tersebut lengkap (terhubung).
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy
standar ini dibuat untuk penayangan di
website dan tidak untuk dikomersialkan”
154 dari 243
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy
standar ini dibuat untuk penayangan di
website dan tidak untuk dikomersialkan”
155 dari 243
8.4.1.3.6 Pengujian dan batas arus bocor kabel – peralatan portabel
Gambar 2 Sirkit uji untuk mengukur arus bocor antara kabel ke pasien dan bumi – tak terisolasi
Gambar 3 Sirkit uji untuk pengukuran arus bocor antara kabel ke pasien dan bumi – terisolasi
8.4.1.3.5.6.1* Kabel ke bumi – Input tak terisolasi
Arus bocor antara semua kabel ke pasien terhubung bersama dan dibumikan harus diukur dengan kontak tusuk daya terhubung secara normal dan peralatan dinyalakan. Suatu konfigurasi uji yang dapat diterima harus seperti yang dilukiskan dalam gambar 2. Arus bocor tidak boleh melebihi 100 uA untuk kawat bumi terbuka dan tertutup.
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy
standar ini dibuat untuk penayangan di
website dan tidak untuk dikomersialkan”
156 dari 243 8.4.1.3.6.2 Kabel ke bumi – Input terisolasi
Arus bocor antara masing-masing kabel pasien dan bumi untuk peranti dengan kabel terisolasi harus diukur dengan kontak tusuk daya terhubung secara normal dan peralatan dinyalakan. Suatu konfigurasi uji yang dapat diterima harus seperti yang dilukiskan dalam gambar 3. Arus bocor tidak boleh melebihi 10 μA untuk kawat bumi utuh (terhubung) dan 50 μA dengan kawat bumi terbuka.
8.4.1.3.6.3 Uji pengisolasian – Input terisolasi
Hanya kabel terisolasi yang boleh digunakan untuk dihubungkan ke peranti kateter intrakardiak atau elektoda. Arus yang dialirkan ke dalam kabel peranti yang mempunyai kawat berisolasi, bila suatu sumber daya luar pada tegangan dan frekuensi saluran (PLN) diterapkan antara masing-masing kawat dengan bumi harus diukur sesuai gambar 4. Arus bocor tidak boleh melebihi 50 μA dalam masing-masing kasus. Pengujian harus dilakukan dengan kabel pasien normal peranti.
(a) Tindakan pencegahan keselamatan (seperti menggunakan suatu resistansi seri untuk membatasi arus, penginsulasian meter, dan suatu sakelar sesaat) harus dipasang untuk melindungi operator.
(b) Prosedur pengujian berikut ini harus dilengkapi untuk kondisi pengujian yang diindikasikan:
(1) Bila peranti tanpa suatu kabel daya, dengan permukaan konduktif terbuka yang tidak dibumikan, pengukuran harus dilakukan dengan permukaan konduktif terbuka dibumikan secara temporer
(2) Bila tidak terdapat permukaan konduktif yang terbuka, pengukuran harus dilaksanakan dengan suatu permukaan tersimulasi, seperti yang dijelaskan dalam butir 10.2.1.3.4.2, yang juga harus dibumikan secara temporer.
Gambar 4 Sirkit uji untuk pengukuran pengisolasian kelistrikan dari kabel pasien terisolasi
“Hak Cipta Badan Standardisasi Nasional, Copy
standar ini dibuat untuk penayangan di
website dan tidak untuk dikomersialkan”
157 dari 243 8.4.1.3.6.4 Antara kabel - Input tak terisolasi
Arus bocor antara salah satu kabel (bukan kabel bumi) dengan masing-masing kabel lainnya harus diukur. Suatu konfigurasi uji yang dapat diterima harus seperti yang dilukiskan dalam gambar 5. Arus bocor tidak boleh melebihi 50 μA untuk kawat bumi terbuka dan tertutup.
Gambar 5 Sirkit uji untuk pengukuran arus bocor antar kabel pasien – tak terisolasi dan terisolasi 8.4.1.3.6.5 Antar kabel – Input terisolasi
Arus bocor antara salah satu kabel (bukan kabel bumi) dengan masing-masing kabel lainnya harus diukur. Suatu konfigurasi uji yang dapat diterima harus seperti yang dilukiskan dalam gambar 5. Arus bocor tidak boleh melebihi 10 μA untuk kawat bumi utuh terpasang dan 50 μA untuk kawat bumi terbuka.
8.4.2 Peralatan dan peranti listrik bukan untuk pasien