BAB I KINERJA
D. Peningkatan Kerja Sama dan Perundingan Bilateral
2. Pertemuan Working Group on Trade and Investment pada Mid
Pertemuan Working Group on Trade and Investment (WGTI) pada Mid Term Joint Commission Meeting (JCM) III RI-AS dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2012 di Surabaya, Jawa Timur.
Pertemuan WGT1 diawali dengan rapat koordinasi Delri untuk mengoordinasikan kembali dan memfinalisasikan posisi Indonesia. Selanjutnya, dalam sambutan pembukaannya Co-chair Indonesia menyampaikan bahwa hingga saat ini hubungan perdagangan Indonesia-AS sangat baik, tercermin dari nilai perdagangan yang cukup besar yaitu berjumlah US$ 27,3 miliar pada tahun 2011, meningkat dari US$ 23,7 miliar pada tahun 2010.
Persiapan Pertemuan Trade and Investment Council (TIC) XII RI-AS
Pihak Amerika Serikat setuju untuk melaksanakan pertemuan Trade and Investment Council (TIC) level Senior
Official Meeting (SOM) pada tanggal 16-17 Juli 2012 di Bali,
Indonesia dan untuk Ministerial Meeting pada September 2012 di Washington D.C.
Pertukaran Pandangan atas Notional List of Issues dan Stocktaking isu-isu TIC
Kedua pihak melakukan stocktaking atas isu-isu yang menjadi concern kedua pihak sebagai langkah awal sebelum dibahas lebih detail pada pertemuan TIC XII RI-AS, sebagai berikut: Commit to frequent engagement under U.S.-lndonesia TIC/TIFA working groups on issues such as
agricultural trade and intellectual property rights
1) Pihak Indonesia menyampaikan concern prioritasnya terkait dengan Generalized System of Preferences (GSP) untuk mendapatkan CNL Waiver atas produk Aluminium
Alloy dan PET Resin. Indonesia mengharapkan AS dapat
memberikan keputusan yang positif atas petisi Indonesia tersebut. Terkait dengan intellectual property
rights (IPR), Indonesia menyampaikan kekecewaannya
atas keputusan AS yang tetap menempatkan Indonesia di posisi Priority Watch List (PWL) tanpa mempertimbangkan berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam membenahi dan menanggulangi pelanggaran HKI di Indonesia termasuk dengan meningkatkan pendidikan HPI. Selain itu,
Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Mei 2012 43 Indonesia juga menanyakan tentang detail tugas pokok dan fungsi lembaga ITEC. Pihak Indonesia juga menanyakan rencana kebijakan Scope Ruling atas Produk OCTG.
Pihak AS menyampaikan bahwa IPR juga menjadi
concern AS saat ini dengan Indonesia. AS ingin
meningkatkan komunikasi Indonesia-AS terkait
intellectual property rights (IPR), khususnya untuk
pelanggaran HKI dan dan penegakan hukumnya di Indonesia. Terkait dengan ITEC, pihak AS menyampaikan bahwa ITEC merupakan taskforce yang berada di bawah USTR yang terdiri dari gabungan beberapa lembaga di AS, antara lain USDOC, USFDA, dan USTR. Tujuan pembentukan ITEC adalah untuk membantu dalam penyelesaian atau pengembangan kasus atau isu yang sedang diselesaikan, khususnya kasus-kasus terkait
Dispute Settlement di WTO. Private Sector
U.S.-lndonesia Joint Venture on a Major
Infrastructure Project dan Complete bilateral MOU on infrastructure development
cooperation
2) Pihak Indonesia mengharapkan informasi secara rinci terkait rencana kerja sama di bidang infrastruktur. Dalam penjelasannya pihak AS menyampaikan bahwa kedua perjanjian tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah AS kepada Indonesia dan bertujuan untuk membangun atau mengembangkan infrastruktur di Indonesia. Selanjutnya disampaikan bahwa pihak AS telah melakukan komunikasi dengan Ditjen Kerjasama Industri Internasional, Kementerian Perindustrian terkait hal tersebut.
Work Together to Support Indonesian Efforts on Pending Anti-Terrorist Finance Laws
3) Pihak AS menjelaskan bahwa isu anti-terrorism finance
laws ini terkait dengan dukungan pemerintah AS kepada
Indonesia dalam memberantas money laundering yaitu dalam bentuk pengembangan capacity building. Kerja sama ini direncanakan akan dilakukan antara Badan Intelijen Keuangan AS dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan Indonesia (PPATK).
Remove Film Distribution and Pharmaceutical Manufacturing from The Negative investment List
4) Pihak AS masih mempertanyakan kapan Indonesia akan mengeluarkan distribusi film dan pharmaceutical
manufacturing dari daftar DNI. Namun Indonesia
menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana untuk melakukan perubahan atas Daftar Negatif Investasi (DNI), khususnya terkait dengan sektor film dan industri farmasi.
Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Mei 2012 44
Mobile Money Partnership: USG will Provide Support to Vice President's Office to Promote Mobile Money as Part of its Financial Inclusion Strategy
5) Pihak AS menjelaskan bahwa mobile money partnership merupakan salah satu bentuk kerja sama, lain antara Indonesia dengan AS yang ditangani oieh USAID dengan Kantor Wakil Presiden. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan fasilitas bagi masyarakat di pedesaan yang kesulitan akses sektor perbankan untuk melakukan transfer melalui fitur Short Message Service (SMS) di telepon genggam dan pengambilan uang tunai di kios-kios penjualan pulsa yang berpartisipasi.
Work Together to Continue APEC Momentum from Hawaii, Including
Intensive Private. Sector Engagement, for
Indonesia's Year as APEC Host
6) Pihak Indonesia menyampaikan bahwa saat ini Indonesia masih dalam tahap persiapan awal sebagai tuan rumah untuk APEC tahun 2013 mendatang. APEC tahun 2013 akan ditangani oleh Kementerian Luar Negeri (Direktorat Kerja Sama Intra Kawasan Asia Pasifik dan Afrika, Ditjen Aspasaf) dan Kementerian Perdagangan (Dit. Kerja Sama APEC dan Organisasi Internasional Lainnya, Ditjen KPI).
Make Progress toward Direct Airline Service between Our Countries
7) Indonesia menanyakan rencana US FAA untuk melakukan audit pada airline Indonesia sebagaimana yang dijanjikan oleh AS. Indonesia sangat berharap FAA dapat melakukan audit segera mungkin ke Indonesia sehingga posisi airline Indonesia dapat ditingkatkan dari kategori 2 menjadi kategori 1. Concern AS adalah agar pihak Indonesia dapat menyelesaikan masalah ratifikasi terlebih dahulu.
Enhance Cooperation on Food Security through Joint Research and Education Activities
8) Pihak Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia telah menyampaikan draft Advanced Science Center for
Agriculture and Food Security kepada pihak AS melalui
jalur diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Indonesia. Indonesia juga telah menyampaikan Term Of
Reference (TOR) dan menunggu tanggapan dari pihak
AS. Concern Indonesia
terkait Proposal Green Energy for Industry
9) Pihak Indonesia menjelaskan bahwa Indonesia telah menyampaikan proposal Green Energy for Industry kepada Amerika Serikat pada video conference dalam rangka Commercial Dialogue bulan Januari 2012, namun hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan dari AS. Pihak AS menyatakan akan menyampaikan concern Indonesia tersebut kepada US DOC sebagai instansi AS yang menangani isu tersebut.
Laporan Bulanan Ditjen KPI Periode Mei 2012 45