• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDIKATOR DEMOGRAFIS DAN SEKTOR TERPILIH

A. Perkembangan Indikator Demografis

1. Pertumbuhan Penduduk

Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik, pertumbuhan penduduk dari tahun 1990 sampai dengan tahun 2000 termasuk

Tabel II.1 Perbandingan Jumlah Penduduk Kalimantan Tengah, Regional Kalimantan, dan Nasional

(sumber: BPS, Sensus Penduduk)

PROVINSI 1990 1995 2000 2010 Kalimantan Barat 3.229.153 3.635.730 4.034.198 4.395.983 Kalimantan Tengah 1.396.486 1.627.453 1.857.000 2.212.089 Kalimantan Selatan 2.597.572 2.893.477 2.985.240 3.626.616 Kalimantan Timur 1.876.663 2.314.183 2.455.120 3.553.143 KALIMANTAN 9.099.874 10.470.843 11.331.558 13.787.831 INDONESIA 179.378.946 194.754.808 206.264.595 237.641.326

Tabel II.2 Beberapa Indikator Kependudukan per Kabupaten/Kota

(sumber: BPS Provinsi Kalteng)

Jiwa % Jiwa %

1

Kab. Kotawaringin Timur 380.443 1,75 385.863 1,49 16.796 23 2

Kab. Kapuas 335.168 1,79 339.262 0,93 14.999 23 3

Kab. Kotawaringin Barat 239.753 1,77 245.143 1,60 16.796 15 4

Kota Palangka Raya 224.663 2,11 229.599 1,82 2.399 96 5

Kab. Katingan 148.892 2,04 150.314 1,20 17.500 9 6

Kab. Seruyan 142.275 5,34 146.914 3,12 16.404 9 7

Kab. Barito Selatan 126.207 2,26 126.300 1,19 8.830 14 8

Kab. Barito Utara 123.610 1,94 123.781 2,46 8.300 15 9

Kab. Pulang Pisau 122.073 1,84 122.511 1,70 8.997 14 10 Kab. Barito Timur 99.003 1,50 101.054 1,57 3.834 26 11 Kab. Gunung Mas 98.615 1,98 100.157 2,03 10.805 9 12 Kab. Murung Raya 98.480 2,02 100.100 2,11 23.700 4 13 Kab. Lamandau 64.258 2,03 65.616 2,64 6.414 10 14 Kab. Sukamara 45.706 2,36 47.073 2,24 3.827 12

2.249.146 1,90 2.283.687 2,08 159.601 14

Prov. Kalimantan Tengah KABUPATEN/KOTA LUAS WILAYAH (KM2) KEPA D A TA N P EN D U D U K

JUMLAH PENDUDUK DAN LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK

2011 2012

tinggi. Selain pertumbuhan yang berasal dari angka kelahiran, migrasi penduduk yang masuk ke wilayah Kalimantan Tengah baik melalui transmigrasi maupun perekrutan tenaga kerja dari luar Kalimantan Tengah untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Kalimantan

Tengah turut mendorong pertumbuhan

penduduk yang tinggi. Kondisi sebaliknya terjadi

pada tahun 2010 yang pertumbuhan

penduduknya di bawah 2%.

Peningkatan jumlah penduduk tahun 2012 adalah

sebesar 34.541 jiwa dibandingkan dengan tahun 2011. Dikaitkan dengan sebaran penduduk, jumlah penduduk tertinggi terdapat di Kabupaten Kotawaringin Timur yang mencapai 17% dari total jumlah penduduk Kalimantan Tengah. Jumlah penduduk Kota Palangka Raya yang merupakan pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah hanya berada di urutan ke-4 atau 10% dari total jumlah penduduk Kalimantan Tengah. Hal tersebut terjadi dikarenakan perbandingan luas wilayah dimana kota Palangka Raya relatif lebih sempit dibandingkan dengan kabupaten lain, dan

juga sebagian besar aktivitas perekonomian yang berkaitan dengan perdagangan dari komoditi perkebunan dan pertambangan berada di wilayah kabupaten yang memiliki akses pelabuhan laut.

Laju pertumbuhan penduduk tahun 2012 pada kabupaten/kota yang memiliki jumlah penduduk yang besar cenderung lebih kecil dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2011. Laju pertumbuhan penduduk tertinggi ada pada Kabupaten Seruyan yang merupakan kabupaten baru pecahan dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Aliran dana dan investasi pada Kabupaten Seruyan turut mendorong peningkatan aktivitas perekonomian terutama dari aktivitas di sektor pertanian, perikanan, maupun pertambangan sehingga terjadi peningkatan migrasi penduduk yang masuk ke Kabupaten Seruyan. Kondisi

Grafik II.2 Perbandingan Penduduk Laki-laki dan Perempuan Kalimantan Tengah Tahun 2012

(sumber: BPS Provinsi Kalteng)

tersebut turut menyebabkan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi.

Berdasarkan komposisi pada piramida penduduk, Kalimantan Tengah merupakan penduduk muda karena 31% penduduk berusia 0-14 tahun, 66% berusia 15-64 tahun, dan hanya sekitar 3% penduduk berusia di atas 65 tahun. Berdasarkan sex ratio, jumlah penduduk laki-laki lebih besar daripada penduduk perempuan (sex ratio: 109). Kombinasi potensi sumber daya yang melimpah dan penduduk usia produktif yang tinggi semestinya dapat menjadi pendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah.

Sesuai dengan sebaran penduduk menurut kelompok usia, rasio penduduk yang produktif (usia 15 s.d 64 tahun) dibandingkan dengan penduduk tidak produktif (usia dibawah 15 tahun dan diatas 64 tahun) menunjukkan angka 1,95. Hal tersebut dapat diartikan bahwa dua penduduk usia produktif menanggung satu penduduk tidak produktif. Kondisi ini yang lebih dikenal sebagai bonus demografi.

2. Ketenagakerjaan

Permasalahan kependudukan dalam kaitannya dengan ketenagakerjaan di Indonesia dan negara-negara berkembang pada umumnya adalah pertumbuhan penduduk yang tinggi sehingga memicu peningkatan jumlah angkatan kerja namun belum dapat diimbangi oleh ketersediaan lapangan kerja. Kondisi ini rentan untuk menimbulkan gejolak sosial di masyarakat karena permasalahan tenaga kerja termasuk isu yang sensitif. Permasalahan ketenagakerjaan pada umumnya adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang masih relatif rendah. TPAK merupakan perbandingan antara jumlah angkatan kerja dengan penduduk usia kerja. Semakin tinggi tingkat TPAK maka semakin banyak potensi penduduk yang dapat bekerja secara produktif. Demikian pula, semakin tinggi angkatan kerja maka akan semakin mampu menopang penduduk yang tidak produktif, bukan angkatan kerja dan penduduk lanjut usia walaupun di sisi lain, peningkatan angkatan kerja akan menuntut ketersediaan lapangan pekerjaan yang lebih besar.

Sebagaimana ditunjukkan pada tabel 3.3, pertumbuhan penduduk yang berusia di atas 15 tahun secara nasional mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun demikian, peningkatan tersebut ternyata tidak sejajar dengan peningkatan Angkatan Kerja. Dengan kata lain, jumlah penduduk Bukan Angkatan Kerja berfluktuasi. Sebagai contoh, jumlah penduduk

Sumber utama data ketenagakerjaan adalah Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik. Sejak Tahun 2005, Sakernas dilaksanakan secara semesteran yaitu: semester I (bulan Februari) dan Semester II (bulan Agustus).

Tabel II.3 Perbandingan Beberapa Indikator Ketenagakerjaan Nasional dan Kalimantan Tengah

*)Tingkat Nasional, data Sakernas Februari

(sumber : BPS dan BPS Prov. Kalteng (Sakernas Agustus), diolah)

2011 2012 2013*)

NASIONAL

a. Penduduk >15 Tahun 171.756.077 173.926.703 175.098.712 b. Angkatan Kerja 117.370.485 118.053.110 121.191.712 - Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 68,34% 67,88% 69,21% - Bekerja 109.670.399 110.808.154 114.021.189 - % Bekerja/Angkatan Kerja 93,44% 93,86% 94,08% c. Bukan Angkatan Kerja 54.385.592 55.873.593 53.907.000

- Sekolah 13.104.294 14.084.633 14.971.720 - Mengurus Rumah Tangga 32.890.423 33.628.814 32.185.937 - Lainnya 8.390.875 8.160.146 6.749.343 d. Pengangguran Terbuka 7.700.086 7.244.956 7.170.523 - Tingkat Pengangguran Terbuka 6,56% 6,14% 5,92%

KALIMANTAN TENGAH

a. Penduduk >15 Tahun 1.556.649 1.581.235 1.609.125 b. Angkatan Kerja 1.134.587 1.105.263 1.097.627 - Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 72,89% 69,90% 68,21% - Bekerja 1.105.701 1.070.210 1.063.711 - % Bekerja/Angkatan Kerja 97,45% 96,83% 96,91% c. Bukan Angkatan Kerja 422.062 475.972 511.498

- Sekolah 136.851 126.833 144.873 - Mengurus Rumah Tangga 247.595 300.117 314.513 - Lainnya 37.616 49.022 52.112 d. Pengangguran Terbuka 28.886 35.053 33.916 - Tingkat Pengangguran Terbuka 2,55% 3,17% 3,09% Bukan Angkatan Kerja pada tahun 2013 lebih

kecil dibandingkan dengan tahun 2012. Penyebab meningkatnya penduduk Bukan

Angkatan Kerja untuk tahun 2012

dipengaruhi oleh peningkatan jumlah penduduk yang bersekolah dan mengurus rumah tangga yang mengalami peningkatan sebesar 1.488.001 orang. Pada tahun 2013, walaupun jumlah penduduk yang bersekolah mengalami peningkatan namun jumlah penduduk yang mengurus rumah tangga ataupun karena sebab lainnya menurun 2.853.680 orang. Penurunan jumlah penduduk yang mengurus rumah tangga dapat dikarenakan adanya penurunan tingkat perkawinan atau suami-istri bekerja. Peningkatan jumlah penduduk yang bersekolah

dapat mengindikasikan adanya peningkatan kualitas pendidikan yaitu meningkatnya jumlah penduduk berusia di atas 15 tahun yang melanjutkan jenjang pendidikan ke perguruan tingggi. Pada periode tahun 2011-2013, persentase jumlah angkatan kerja yang terserap semakin meningkat. Demikian pula, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga semakim menurun. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat

ketersediaan lapangan pekerjaan juga semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Kondisi ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah sedikit berbeda jika dibandingkan dengan kondisi ketenagakerjaan secara nasional. Pada tahun 2012, walaupun terdapat peningkatan jumlah penduduk yang berusia di atas 15 tahun namun jumlah Angkatan Kerja menurun sebanyak 29.324 orang sehingga memicu penurunan pada TPAK. Pada tahun 2011, TPAK di Kalimantan Tengah sebesar 72,89% dan pada tahun 2012 menurun menjadi 69,90%. Demikian pula, walaupun pada tahun 2013 terjadi peningkatan jumlah penduduk berusia di atas 15 tahun namun jumlah angkatan kerja justru semakin menurun. Jumlah penduduk Bukan Angkatan Kerja mengalami peningkatan

Tabel II.4 Perbandingan TPAK dan TPT Regional Kalimantan

(sumber : BPS dan BPS Prov. Kalteng (Sakernas Agustus)) TPAK TPT TPAK TPT TPAK TPT

Kalimantan Barat 73,93% 3,88% 71,77% 3,48% 69,75% 4,03% Kalimantan Tengah 72,89% 2,55% 69,90% 3,17% 68,21% 3,09% Kalimantan Selatan 73,31% 5,23% 71,93% 5,25% 69,08% 3,79% Kalimantan Timur 68,51% 9,84% 66,64% 8,90% 63,79% 8,04% NASIONAL 68,34% 6,56% 67,88% 6,14% 69,21% 5,92% 2011 2012 2013

menjadi 511.498 orang. Penurunan TPAK ternyata juga berpengaruh dengan persentase angkatan kerja yang terserap karena pada tahun 2011 persentase penduduk yang bekerja 97,45% menurun menjadi 96,91% pada tahun 2013. Demikian pula, angka pengangguran dan TPT juga mengalami kenaikan pada tahun 2012 walaupun pada tahun 2013 TPT kembali turun. Jumlah lapangan pekerjaan di Kalimantan Tengah perlu

untuk ditingkatkan sehingga jumlah

Pengangguran Terbuka semakin kecil.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Kalimantan Tengah lebih tinggi dibandingkan dengan TPAK secara nasional. Namun demikian, dari tahun 2011 sampai 2013, TPAK di Kalimantan Tengah terus mengalami penurunan. Kondisi ini tentunya dapat meningkatkan beban yang ditanggung oleh penduduk Angkatan Kerja karena jumlah penduduk usia produktif yang tidak bekerja semakin meningkat. Tingkat Pengangguran Terbuka di Kalimantan Tengah juga lebih rendah jika dibandingkan TPT secara nasional (berada di urutan ke-3 setelah Bali dan Sulawesi Barat, Sakernas 2013). Hal tersebut menunjukkan tingkat penyerapan angkatan kerja yang sangat tinggi. Dengan kata lain, Kalimantan Tengah juga memberikan kontribusi positif terhadap penurunan tingkat pengangguran secara nasional. Di tingkat regional Kalimantan, TPT Kalimantan Tengah merupakan TPT terkecil sementara untuk tahun 2013 TPAK Kalimantan

Tengah menempati peringkat ketiga setelah Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Kondisi yang memerlukan perhatian lebih adalah jumlah pekerja yang memiliki tingkat pendidikan setingkat diploma dan sarana hanya sebesar 8,73% sementara persentase penduduk di atas 15 tahun yang bekerja dengan tingkat pendidikan sekolah dasar mendekati setengah dari jumlah total penduduk yang bekerja. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa masih banyak penduduk yang tidak meneruskan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi dan juga mengindikasikan bahwa k kualitas sumber daya manusia (angkatan kerja) masih harus ditingkatkan.

Upah Minimum Provinsi (UMP) juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011, UMP Kalimantan Tengah sebesar Rp. 1,134 juta dan meningkat menjadi sebesar Rp. 1,327 juta pada tahun 2012, sedangkan pada tahun 2013 UMP meningkat lagi menjadi sebesar Rp. 1,553 juta (BPS Provinsi Kalteng, Statistik Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2013). Sebagaimana ditunjukkan pada Tabel II.5, upah minimum tertinggi adalah Kabupaten Murung Raya sebesar Rp. 1,442 juta sementara upah

Tabel II.5 Tingkat Pengangguran Terbuka Prov. Kalteng 2011-2013

(sumber : BPS Prov. Kalteng) UMR *) ANGKATAN

KERJA BEKERJA % TPT

(2) (3) (4) (5=4/3) (6)

1

Kab. Kotawaringin Barat 1.401.101 124.101 119.533 96,3% 3,68 2

Kab. Kotawaringin Timur 1.386.500 170.493 166.323 97,6% 2,45 3

Kab. Kapuas 1.340.734 155.299 152.961 98,5% 1,51 4

Kab. Barito Selatan 1.361.055 60.892 59.570 97,8% 2,17 5

Kab. Barito Utara 1.361.668 63.220 61.316 97,0% 3,01 6 Kab. Sukamara 1.327.459 25.667 25.193 98,2% 1,85 7 Kab. Lamandau 1.327.459 34.401 33.827 98,3% 1,67 8 Kab. Seruyan 1.394.000 74.898 71.417 95,4% 4,65 9 Kab. Katingan 1.327.459 70.445 66.348 94,2% 5,82 10

Kab. Pulang Pisau 1.327.459 55.926 54.585 97,6% 2,40 11

Kab. Gunung Mas 1.327.459 52.221 50.654 97,0% 3,00 12

Kab. Barito Timur 1.327.459 56.629 55.679 98,3% 1,68 13

Kab. Murung Raya 1.442.528 45.815 44.195 96,5% 3,54 14

Kota Palangka Raya 1.396.715 107.620 102.110 94,9% 5,12

(1)

*) Upah Minimum Tahun 2012

KABUPATEN / KOTA

Tabel II.6 Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Prov. Kalimantan Tengah

2011 2012 2013 +/-(2013-2012)

Komposisi 2013 (%)

1

Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan, dan Perikanan

605.378

593.001 560.594 (32.407) 52,70% 2

Pertambangan dan Penggalian 60.463 67.150 77.844 10.694 7,32% 3

Industri 31.277 27.768 31.560 3.792 2,97% 4

Listrik, Gas, dan Air 3.712 1.631 1.911 280 0,18% 5

Konstruksi/Bangunan 52.107 50.708 44.587 (6.121) 4,19% 6

Perdagangan, Rumah Makan, dan Jasa Akomodasi

157.741

145.923 147.476 1.553 13,86% 7

Angkutan, Pergudangan, dan Komunikasi

29.409

29.921 34.145 4.224 3,21% 8

Lembaga Keuangan, Real Estate, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan

14.373

11.141 17.051 5.910 1,60% 9

Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Perorangan

151.241

142.967 148.543 5.576 13,96% 1.105.701

1.070.210 1.063.711 (6.499) 100,00%

LAPANGAN PEKERJAAN UTAMA

JUMLAH

minimum terendah adalah Rp. 1,327 juta yang diterapkan pada enam kabupaten.

Hal yang menggembirakan adalah penyerapan

tenaga kerja pada masing-masing

kabupaten/kota sangat tinggi. Persentase penduduk bekerja tertinggi ada di Kabupaten

Kapuas sedangkan Kabupaten Katingan memiliki TPT tertinggi dan penyerapan tenaga kerja terendah. Kabupaten Kotawaringin Timur yang memiliki

jumlah penduduk tertinggi juga memiliki angkatan kerja tertinggi. Walaupun tingkat penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk tinggi (97,6%) namun TPT masih lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Kapuas. Kota Palangka Raya memiliki TPT yang tinggi dikarenakan kepadatan penduduk dan tingginya angkatan kerja belum dapat diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang mencukupi (sektor pertanian dan pertambangan yang menjadi sektor lapangan kerja utama sebagian besar berada di kabupaten-kabupaten tertentu).

Tiga kelompok lapangan pekerjaan utama yang mendominasi mata pencaharian di Kalimantan Tengah yaitu: (i) Pertanian, Perkebunan, Kehutanan,Perburuan, dan Perikanan, (ii) Jasa Kemasyarakatan, Sosial, dan Perorangan, (iii)

Grafik II.3 Perbandingan Persentase dan Jumlah Penduduk Miskin Nasional dan Kalimantan Tengah

(sumber: BPS Provinsi Kalteng)

Perdagangan, Rumah Makan, dan Jasa

Akomodasi. Pada tahun 2011-2013, kelompok pekerjaan terkait dengan pertanian mencapai persentase 52,70% sedangkan kelompok jasa kemasyarakatan 13,96%, dan sektor perdagangan 13,86%. Pada tahun 2013, kelompok lapangan pekerjaan pertanian dan konstruksi yang mengalami penurunan penyerapan angkatan kerja dibandingkan dengan tahun 2012. Kenaikan penyerapan tenaga kerja secara signifikan terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yang pada tahun 2013 kenaikan tersebut mencapai 10.694 orang.

3. Kesejahteraan

Salah satu alat ukur keberhasilan pembangunan adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat, atau dengan kata lain adalah terjadinya penurunan tingkat kemiskinan. Data penduduk miskin diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi

Nasional (Susernas) yang dilaksanakan BPS setiap tahun pada bulan Maret dan bulan September. Sebagaimana ditampilkan pada grafik 3.2., persentase penduduk miskin Kalimantan Tengah jauh lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata secara nasional. Penurunan kemiskinan di Kalimantan Tengah dari tahun 2007 sampai dengan 2013 mencapai 30% yang semula 210.300 orang menjadi 145.355 orang. Akan tetapi, jika dilihat dari perkembangan penurunan kemiskinan secara linier, penurunan angka kemiskinan di Kalimantan Tengah lebih landai dibandingkan rata-rata nasional. Penurunan (trendline) tingkat

kemiskinan tahun 2010-2013 relatif rendah.

Secara nasional, jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun semakin menurun. Namun demikian, jumlah dan persentase penduduk miskin di regional Kalimantan pada tahun 2013 cenderung meningkat dibandingkan dengan tahun 2012 kecuali Kalimantan Selatan yang secara konsisten mengalami penurunan. Pada tahun 2013, jumlah penduduk miskin tertinggi  Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki

rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK)

 GK = GKM + GKNM

GK = Garis Kemiskinan

GKM = Garis Kemiskinan Makanan,

merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kilokalori perkapita perhari. GKNM = Garis Kemiskinan Non Makan,

adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.

Tabel II.7 Perbandingan Jumlah (dalam Ribuan) dan Persentase Penduduk Miskin Regional dan Nasional

(Sumber: BPS Prov. Kalteng)

Jumlah % Jumlah % Jumlah %

Kalimantan Barat 380,11 8,60 355,70 7,96 394,17 8,74 Kalimantan Tengah 146,91 6,56 141,90 6,19 145,36 6,23 Kalimantan Selatan 194,62 5,29 189,20 5,01 183,27 4,76 Kalimantan Timur 247,90 6,77 246,10 6,38 255,91 6,38 Indonesia 30.018,93 12,49 28.594,60 11,66 28.553,93 11,47 2011 2012 2013

Tabel II.8 Beberapa Indikator Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah

(Sumber: BPS Prov. Kalteng)

Penduduk Miskin (Orang / %) 150.021 6,56% 141.901 6,19% 145.355 6,23%

- Kota (Orang / %) 28.288 3,74% 32.308 4,21% 45.755 5,80%

- Desa (Orang / %) 121.733 8,10% 109.593 7,19% 99.600 6,45%

Garis Kemiskinan (Rp.) 241.525 277.407 307.698

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) 1,094 1,078 1,017 Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) 0,285 0,266 0,305

2011 2012 2013

berada di Kalimantan Barat yaitu 394.167 orang. Dari tahun 2011 sampai tahun 2013, Kalimantan Tengah secara konsisten menempati urutan terendah dibandingkan provinsi lain di regional Kalimantan. Pada tahun 2013, jumlah penduduk miskin yang berada di Kalimantan Tengah yaitu 145.355 orang.

Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Tengah pada tahun 2013 mengalami kenaikan

dibandingkan penduduk miskin pada tahun 2012. Kenaikan tersebut dipicu oleh bertambahnya penduduk miskin di daerah perkotaan sebanyak 13.447 orang sementara jumlah penduduk miskin di pedesaan secara konsisten

mengalami penurunan. Demikian pula, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P2) juga semakin membaik karena secara umum pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati Garis Kemiskinan.

Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penyebab tingkat kemiskinan di Kalimantan Tengah meningkat di tahun 2013, antara lain yaitu:

(a) peningkatan jumlah penduduk Bukan Angkatan Kerja karena mengurus rumah tangga atau sebab lainnya;

(b) peningkatan Garis Kemiskinan yang semula (2012) sebesar Rp. 277.407,- menjadi Rp. 307.698,-, dan

(c) peningkatan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) dari semula (2012) sebesar 0,191 menjadi 0,305. Peningkatan P2 ini mengindikasikan kesenjangan pengeluaran penduduk miskin semakin melebar.

Sebagaimana ditunjukkan pada tabel II.9., terjadi penurunan penduduk miskin di tahun 2012 dibandingkan tahun 2011. Tingkat penduduk miskin tertinggi berada di Kabupaten Barito Timur. Pada tahun 2011, tingkat penduduk miskin di Kabupaten Barito Timur sebesar 9,27% dan pada tahun 2012 turun menjadi 8,53%. Tingkat penduduk miskin terendah adalah Kota Palangka Raya. Penurunan tingkat kemiskinan tertinggi di

Tabel II.9 Persentase Penduduk Miskin Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2011-2012

(Sumber: BPS Prov. Kalteng)

penurunan tingkat kemiskinan terendah di Kabupaten Kapuas (0,17%).

Dokumen terkait