BAB 14 PERUBAHAN KENAMPAKAN BUMI DAN LANGIT
A. Perubahan Penampakan Bumi
1. Pengaruh Pasang Surut Air Laut
Pernahkah kamu pergi ke pantai? Apa saja-kah yang dapat kamu amati di pantai? Gambar 1 melukiskan sebuah pulau dengan menara di atas sebuah pulau. Pada Gambar 1(a), tampak air laut
Kamu dapat mendeskripsikan perubahan kenampakan bumi serta mendeskripsikan posisi bulan dan kenampakan bulan dari hari ke hari.
Kata Kunci Bumi: planet yang da-pat dihuni oleh makh-luk hidup.
Benda langit: benda yang berada di langit atau luar angkasa.
PERUBAHAN KENAMPAKAN BUMI DAN
LANGIT
Kata Kunci Penampakan bumi: segala sesuatu yang berada dan tampak di bumi yang dapat dia-mati oleh mata kita.
naik. Peristiwa alam ini disebut pasang. Pada Gambar 1(b), tampak air laut turun. Peristiwa ini disebut surut.
Jika kamu amati dengan saksama, maka dua kali sehari air laut pasang dan dua kali sehari air laut surut. Jadi, pasang dan surut adalah peristiwa naik dan turunnya permukaan air laut.
Penyebab utama peristiwa pasang dan surut adalah gaya gravitasi bulan pada bumi. Walaupun gaya gravitasi matahari juga memengaruhi, namun pengaruhnya tidak begitu besar karena jaraknya lebih jauh daripada jarak bulan dengan bumi.
Jarak bulan dengan bumi ± 385.000 km, se-dangkan jarak matahari dengan bumi ± 150 juta km. Sewaktu bumi ditarik oleh gravitasi bulan, maka air lebih mudah ditarik daripada daratan. Daerah manakah yang mengalami pasang surut?
Jika kamu berjalan mengelilingi bumi, maka ka-mu akan menjumpai suatu tempat di A akan meng-alami pasang, diikuti oleh salah satu tempat di B yang mengalami surut. Peristiwa itu diikuti oleh sa-lah satu tempat di C yang mengalami pasang dan tempat di D yang mengalami surut. Perhatikan Gambar 2 berikut!
Tempat yang diberi tanda S, sebut saja ber-lokasi di kota Jakarta. Pada gambar 1, terjadi pa-sang di Jakarta. Selama bumi berputar pada poros-nya, ada tempat yang mengalami pasang dan surut.
Gambar 1 Permukaan Air Laut Ketika Pasang (a), Per-mukaan Air Laut Ketika Su-rut (b)
a
b
(3)
Enam jam berikutnya ter-jadi pasang lagi di S (1)
Di S terjadi pasang
Sekali berputar pada porosnya bumi me-merlukan waktu 24 jam
(2)
Enam jam kemudian di S terjadi surut
(4)
Bulan bergerak mengeli-lingi bumi selama satu hari
Enam jam kemudi-an terjadi surut la-gi di S
Kolom Info
Pada gambar 2, Jakarta mengalami surut. Pada gambar 3, Jakarta kembali mengalami pasang. Pada gambar 4, Jakarta kembali mengalami surut. Akhirnya bulan yang berada di atas permukaan bumi setelah 24 jam akan kembali pada posisi yang sama (kembali seperti pada gambar 1).
Dengan begitu, selama enam jam (antara gam-bar 1 dan gamgam-bar 2), pasang di Jakarta akan le-nyap. Diikuti oleh enam jam berikutnya ketika pa-sang datang (antara gambar 2 dan gambar 3). Enam jam berikutnya, pasang kembali lenyap (an-tara gambar 3 dan gambar 4). Akhirnya pasang kembali datang enam jam kemudian.
Peristiwa pasang dan surut dapat dimanfaatkan oleh manusia. Empat manfaat pasang surut, se-bagai berikut.
a. Pada dermaga yang agak dangkal, kapal laut dapat berlayar dan berlabuh pada saat pasang. b. Membuat garam di tepi pantai. Saat terjadi pa-sang, air laut mengisi petak-petak tempat pem-buatan garam. Setelah surut, air laut yang mengandung garam tertinggal dalam petak-petak tersebut.
c. Persawahan pasang surut. Di persawahan ter-sebut digali saluran untuk menampung air laut sewaktu terjadi pasang. Hal ini bertujuan agar air laut tidak menggenangi persawahan. Negara kita telah memanfaatkan persawahan pasang surut. d. Pembangkit listrik tenaga pasang surut. Beda
ketinggian antara pasang dan surut menghasil-kan energi potensial yang dapat diubah menjadi energi untuk menggerakkan generator.
2. Pengaruh Erosi
Air yang mengalir merupakan tenaga dahsyat dalam pelapukan dan erosi. Apakah erosi itu? Erosi atau pengikisan tanah adalah hanyutnya
Saat kedudukan mata-hari, bulan, dan bumi berada pada satu ga-ris lurus, maka akan ter jadi pasang ter-besar. Pasang ini di-sebut pasang purna-ma. Saat kedudukan bulan tegak lurus ter-hadap matahari, maka akan dihasilkan pa-sang yang lebih kecil yang disebut pasang perbani (Lippincott, 2000).
Gambar 3 Pusat Pem-bangkit Tenaga Listrik Pa-sang Surut dengan Ka-pasitas 240 MW di Rance Estuary (Inggris) (Sumber: Dineen, Jacqueline. 2001. Mengenal Ilmu: Energi Alam)
Kolom Info Gaya gravitasi bulan (juga gravitasi mata-hari) menyebabkan peristiwa pasang su-rut air laut. Ilmuwan yang pertama kali me-nyadari adanya gaya gravitasi adalah Isaac Newton pada tahun 1666 (Lafferty, 2000).
Gambar 4 Tanah Tandus Akibat Terkena Erosi
lapisan tanah oleh air atau tiupan angin. Lapisan tanah yang mudah terkikis terutama adalah lapisan tanah atas atau lapisan tanah yang paling subur.
Hujan dapat melarutkan bahan-bahan mineral dan mengikis batuan dan tanah. Sewaktu banjir, seluruh lapisan tanah atas akan dapat dihanyutkan. Akhirnya, tanah yang tertinggal adalah lapisan tanah yang rusak dan tandus.
Jika hal ini terjadi pada hutan yang telah gun-dul, maka pada saat hujan, air yang turun tidak dapat terserap tanah. Mengapa? Karena tidak ada akar tumbuhan yang menahannya.
Jika kondisi ini terjadi di daerah pegunungan, maka akan menyebabkan erosi dan tanah longsor. Selain itu, pada musim kemarau akan terjadi keke-ringan. Mengapa? Karena persediaan air dalam mata air berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali. Coba sebutkan pengaruh erosi dan tanah longsor bagi tumbuhan!
Agar kamu lebih mengetahui tentang terjadinya erosi dan tanah longsor, lakukan kegiatan berikut!
Erosi dan Tanah Longsor
a. Alat dan Bahan
1) Bongkahan tanah yang berumput 2) Bongkahan tanah yang tidak
berumput
3) Dua ember yang diberi lubang pada bagian bawah
4) Dua papan
KEGIATAN 1
A B
Kolom Info Erosi dapat kita cegah dengan cara melakukan penanaman po-hon pada per-mukaan tanah.
b. Cara Kerja
1) Letakkan bongkahan tanah yang tidak berumput sama sekali pada papan A!
2) Letakkan bongkahan tanah yang berumput pada papan B! 3) Siram papan A dengan air yang dialirkan dari ember! 4) Siram papan B dengan air yang dialirkan dari ember!
c. Pertanyaan
1) Apa yang terjadi pada saat papan A disiram air? 2) Apa yang terjadi pada saat papan B disiram air?
Kita misalkan tanah berumput sebagai tanah yang ditumbuhi tanaman, sedangkan tanah tidak berumput sebagai tanah gundul. Tanah gundul ini tidak rata, ada yang tinggi dan ada yang rendah. Sementara itu, ember yang berisi air kita misalkan sebagai awan yang mengucurkan air hujan. Saat tutup pada lubang di bagian bawah ember dibuka, lihat apa yang dapat kamu simpulkan! Bagaimanakah tindakanmu bila di daerahmu terjadi penebangan hutan?
3. Pengaruh Kebakaran Hutan
Hutan merupakan sumber air, sumber bahan bangunan, serta sumber pangan bagi manusia dan hewan. Kebakaran adalah salah satu bencana atau peristiwa yang terjadi karena adanya kobaran api di suatu tempat. Bencana ini dapat berakibat musnahnya harta benda dan lingkungan sekitar-nya.
Pada saat musim kemarau panjang, banyak pohon yang meranggas. Ranting dan daunnya ba-nyak yang berguguran di tanah. Jika hal ini ter-jadi di suatu hutan, maka panas matahari yang terik dapat menyebabkan kebakaran di hutan ter-sebut.
Kebakaran hutan juga dapat disebabkan oleh manusia. Hal ini terjadi jika ada orang yang mem-buang puntung rokok atau meninggalkan perapian yang masih menyala di hutan itu.
Kolom Info Saat ini makin banyak orang yang mulai sadar akan pentingnya hutan. Mereka berupaya keras agar hutan tetap lestari. Mereka yang telah sa-dar biasanya bekerja secara berkelompok dalam bentuk organisa-si perlindungan alam. Namun, jumlah orang-orang ini masih kalah jauh bila dibandingkan dengan mereka yang terus-menerus merusak hutan.
Kebakaran hutan dapat memengaruhi bentuk daratan. Daratan yang pada mulanya menghijau karena ditumbuhi pepohonan akan menjadi daerah yang hitam kelam karena bekas-bekas kebakaran. Bagaimanakah nasib makhluk hidup yang ting-gal di dalamnya? Tentu saja hewan dan tumbuhan akan mati karena ikut terbakar. Sementara itu, hewan yang selamat dan tidak ikut terbakar akan pindah ke hutan lain yang tidak terbakar. Akibat kebakaran hutan, hewan akan kehilangan sumber pangan dan tempat tinggalnya.